Jumat, 29 September 2017

Habib Rizieq Syihab; Beda Jauh Antara PKI dengan DI/TII, PRRI PERMESTA


Pemberontakan PKI jauh berbeda dengan pemberontakan DI/TII & PRRI. PKI adalah pemberontakan yang ingin menukar ideologi negara, sedangkan DI/TII & PRRI adalah "kritikan" kepada penguasa yang yang sedang bermesraan dengan PKI.

Berikut analisa Habib Rizieq Syihab tentang perbedaan PKI dengan DI/TII, PRRI

1. Pemberontakan DI/TII & PRRI berbeda dengan Pengkhianatan PKI.

2. Pemberontakan DI/TII & PRRI dilakukan oleh para Pejuang Kemerdekaan RI karena kecewa Rezim Orde Lama ditunggangi PKI. Sedang Pengkhianatan PKI dilakukan oleh para Pecundang PKI yang tidak pernah berjasa dalam perjuangan Kemerdekaan RI.

3. Pemberontakan DI/TII & PRRI hanya sebuah pemberontakan para pecinta Bangsa dan Negara RI utk "mengoreksi" Rezim Orde Lama yang dikuasai PKI. Sedang Pengkhianatan PKI merupakan sebuah pemberontakan dengan menunggangi Rezim Orde Lama untuk menjual Bangsa dan Negara RI kepada Negara Komunis Soviet dan China.

4. Pemberontakan DI/TII & PRRI setelah ditaklukan langsung kembali ke pangkuan RI dan membaur dengan seluruh rakyat Indonesia serta tidak pernah menuntut permohonan maaf negara dan tidak lagi mengusung ideologinya. Sedang Pengkhianatan PKI setelah dua kali ditaklukan tahun 1948 dan 1965, tetap tidak mau berbaur dengan rakyat Indonesia dan tetap mengaku benar serta menuntut permohonan maaf negara dan tetap saja mengusung ideologinya.

5. Hampir semua Anak Keturunan DI/TII & PRRI kini melupakan masa lalu dan memandang cerah ke depan sehingga jadi setia kepada Pancasila & NKRI. Sedang kebanyakan Anak Keturunan PKI terus mengorek luka lama dan dendam masa lalu serta terus memandang suram ke belakang sehingga tetap minta bantuan Negara Komunis Rusia dan China untuk kembali khianat kepada Pancasila & NKRI.

6. Pemberontakan DI/TII & PRRI tidak melakukan pembantaian massal kepada warga sipil atau pun menculik dan membunuh para Jenderal atas nama kekuasaan karena mereka rakyat biasa, tapi kontak senjata seimbang denga TNI. Sedang Pengkhianatan PKI melakukan pembantaian massal kepada Ulama dan Santri serta ribuan warga sipil, bahkan menculik dan membunuh para Jenderal atas nama kekuasaan karena mereka mengontrol Penguasa Rezim Orde Lama.

7. Anak Keturunan DI/TII & PRRI mau pun PKI tentu tidak akan dipermasalahkan selama mereka setia kepada Pancasila & NKRI serta berbairdengan semua rakyat Indonesia tanpa membuka lagi luka lama dan tidak lagi berencana melampiaskan dendam masa lalu.

Pendapat Gus Mus dan Wiranto mengenai PKI, DI/TII dan PDRI

AJAKAN GUS MUS RENUNGAN KANG SOBARI
Janganlah mempermasalahkan Ribka Tjiptaning yang anak PKI jadi politisi PDIP karena toh kita tidak pernah mempermasalahkan bahwa Ratna Sarumpaet adalah anaknya Saladin Sarumpaet yang pemberontak PRRI/Permesta.

Kita juga tidak mempermasalahkan Prabowo Subianto, anak Soemitro Djojohadikusumo (sama-sama anggota kabinet di pemerintahan PRRI/Permesta dengan Saladin Sarumpaet), yang mendirikan Gerindra.

Selama ini kan kita juga oke aja dengan PKS bentukan Hilmi Aminuddin yang anaknya Danu Muhammad (mantan panglima DI/TII untuk wilayah Indramayu).
Yang penting ideologi separatis ala PKI/PRRI/DI itu sudah lenyap semua dari bumi.

HASIL RENUNGAN MENKO POLHUKAM RI
Menko Polhukam dalam Siaran Pers tertgl 24 September 2017 telah menyamakan Pengkhianatan PKI dengan Pemberontakan DI/TII & PRRI, bahkan disamakan dengan kasus sekelas Malari.

Jika Film DI/TII, PRRI PERMESTA Dibuat
By: Jefri Nofendi

Kalau Film PKI dibuat , lalu film DI/TII dibuat , lalu film PRRI dibuat , lalu film PERMESTA dibuat maka kalian tahu tidak akan berujung pada kesimpulan apa ?

Akan muncul kesimpulan bahwa setelah indonesia merdeka 1945 ternyata Soekarno gagal menjalankan roda pemerintahannya hingga banyak pemberontakan pemberontakan setelah indonesia merdeka , dimana pemberontak adalah teman teman Soekarno yang dulu sama sama berjuang memerdekakan bangsa ini dari para penjajah ...

Walhasil disinilah akhirnya terkuak semua dan nama baik Soekarno akan dipertaruhkan ...

Silakan saja dibuat film DI/TII , PRRI , PERMESTA , tapi konsekuensi nya adalah yang aku sebutkan diatas ...

Sayang sekali banyak yang terjebak umpan ..Akhirnya malah tergiring untuk membuka sisi kelam pada masa pemerintahan Soekarno ... dari tahun 1945 sampai 1965 masa pemerintahan 20 tahun Soekarno akan dibandingkan dengan 32 tahun masa pemerintahan Soeharto , akhirnya publik akan menilai sendiri mana pemerintahan yang sebenarnya yang jauh lebih baik apakah ORLA atau ORBA. Jika semua pemberontakan pada masa ORLA di Filmkan maka hal itu malah membuka sisi lain pemerintahan ORLA.

NB :Tolong dipertimbangkan lagi dan dikaji kembali usul untuk membuat film pemberontakan pemberontakan pada masa ORLA ... karena nama baik Proklamator kita yang dipertaruhkan nantinya di kancah internasional ..


Jadilah peran dalam suatu perjuangan umat dan jangan hanya jadi penonton. Sungguh rugi diakhirnya nanti.