Kamis, 28 April 2016

Pembuatan Soal Ujian Semester Genap Oleh KKG Kec. Sangir Jujuan Solok Selatan

Kerjasama KKG Sekecamatan Sangir Jujuan

soal sd semester genap

Menyambut ujian semester genap ( 2 ) pada tahun ajaran 2015-2016 yang di perkirakan jatuh pada akhir Bulan Mei 2016 ini, Kelompok Kerja Guru ( KKG ) sekecamatan Sangir Jujuan Kabupaten Solok Selatan berinisiatif untuk menyelenggarakan rapat pembuatan naskah soal secara bersama yang akan berlangsung selama 3 hari di SDN 09 Bidar Alam. Pembuatan naskah soal ujian semester genap kali ini di bebankan kepada KKG Kecamatan yang saat ini di ketuai oleh bapak Wedi Fitria gusra, S.Pd.

Diharapkan pembuatan naskah soal tahun ajaran 2015-2016 ini betul-betul menghasilkan soal yang bermutu, untuk itu seluruh guru yang terhimpun dalam wadah KKG kecamatan sangir Jujuan berkumpul untuk membicarakan, membuat, merevisi, dan menghasilkan soal ujian semester genap untuk seluruh mata pelajaran untuk kelas I sampai kelas V SD di Sangir Jujuan.

Acara pembuatan kisi-kisi dan naskah soal kali ini di buka oleh kaUPTD Kecamatan sangir Jujuan bapak Mardison, S.Pd, dalam sambutannya kaUPTD berharap soal yang di hasilkan benar benar soal yang bermutu, sesuai dengan SK  KD dan Indikator Silabus untuk masing-masing kelas, serta sesuai dengan pelajaran yang di pelajari di sekolah masing-masing, beliau juga menyampaikan kepada seluruh anggota KKG supaya ke depan lebih disiplin dan lebih meningkatkan semangat kerja terutama untuk kemajuan pendidikan di wilayah Kec. Sangir Jujuan.

Seluruh guru kelas I, II, III, IV, V dari 13 SD yang ada di kecamatan Sangir Jujuan dengan khidmat bekerjasama saling membantu dalam menyelasaikan pembuatan soal, kekompakan dan rasa persaudaraan sesama anggota KKG kali ini semoga dapat terjalin untuk selanjutnya


pembuatan naskah soal semester
Sambutan oleh Ka UPTD

Foto-foto Kegiatan Pembuatan Kisi-Kisi & Naskah soal




























Rabu, 27 April 2016

Tampilan Keren Windows 7 Dengan Ikon Tema Cantik - Download Tema & Icon Terbaru

Kreasikan Tema & Ikon Windows 7 Kesayangan Anda

tampilan keren windows 7

Membaca judul diatas sepertinya saya menulis seperti seorang pedagang atau lebih tepatnya Sales Promotion Man, padahal sebetulnya bukan hee..hee...maksudnya bukan sekali ini saja!!

Sabtu, 16 April 2016

Ilham Sirr, Kalam Sirr Atau Kalam Ilham Tuangku Syeikh Muhammad Ali Hanafiah

Ilham Sirr Tuangku Syeikh Muhammad Ali Hanafiah

Selasa, 12 April 2016

Kajian Sufi - Rasa Takut Yang Menciptakan Jarak Dengan Allah

4 Ketakutan Menciptakan Ego


Keempat ketakutan itu menyebabkan manusia tak mampu menemukan rasa dekat dan penyaksian kepada Allah, yaitu:

1. Takut akan kehilangan atau kemiskinan

Takut akan kehilangan sesuatu akan menyebabkan seseorang menyimpan dan menumpuk harta sebanyak-banyaknya. Berbagai cara manusia lakukan untuk mendapatkannya, baik halal atau haram. Setelah ia miliki, maka sulit untuk berbagi karena melalui logika akalnya semua itu diperoleh dengan kerja keras dengan mengorbankan tenaga, pikiran, dan waktu. Dengan begitu, rasa memiliki atas semua yang telah diraih menjadikan seseorang ingin dihargai dan dihormati. Semua itu melahirkan rasa keakuan diri atau egoisme kemanusian.


2. Takut akan penderitaan atau sakit

Ketakutan pada penderitaan atau sakit menyebabkan setiap orang melakukan segala hal yang dapat menjauhkan diri darinya. Ketika sehat, maka ada sesuatu yang dapat dibanggakan.

3. Takut akan ketuaan atau ketidakberdayaan

Hampir setiap orang ingin dianggap lebih muda daripada umurnya sendiri. Ingin agar terus memiliki kekuatan sebagaimana waktu muda. Dengan kekuatan dan usia mudanya, seseorang maksimalkan usahanya untuk menyongsong hari tuanya agar tidak terlantar. Ini semua menguatkan rasa keakuan diri dengan segala usahanya itu.


4. Takut akan kematian.

Hal yang paling ditakutkan umumnya manusia adalah kematian. Segalanya dilakukan demi bisa hidup untuk selamanya. Berbagai kenikmatan duniawi kalau perlu bisa dicicipinya. Kematian dianggapnya akan mengkhiri segala fasilitas yang telah dikumpulkan untuk dinikmati.

Padahal, sebenarnya keempat hal itu adalah sesuatu yang pasti akan dijalani oleh setiap orang. Keempat hal inilah yang menjadi hijab terkokoh dan paling tebal untuk ditembus agar dapat berjumpa dengan Allah. Namun, bagi seseorang yang mampu melepaskan diri dari rasa takut pada empat hal tersebut maka dialah hamba yang akan menemukan titik nol di dalam dirinya. Akan merasakan ketergantungan penuh hanya kepada Allah. Kehilangan dan kemiskinan adalah ketentuan Allah, penderitaan dan sakit juga ketentuan Allah, ketuaan dan ketidakberdayaan adalah ketentuan Allah, begitu pula dengan kematian. Kerelaan menerima ketentuan Allah tersebut merupakan bentuk ketergantungan kepada Allah.

Membebaskan diri dari keempat ketakutan itu tidak mungkin dapat dilakukan kecuali dengan berusaha menemukan cinta kepada Allah. Usaha meraih cinta dimuali dari berharap berjumpa dengan Allah; berusaha mencari pengetahuan tentang Allah, berusaha menemukan rasa dekat kepada Allah, dan selalui menyemaikan rasa rindu kepada Allah.

Catatan : Diambil dari kajian Tuangku Syeikh Muhammad Ali Hanafiah, di tulis kembali oleh DR. Zubair Ahmad

Sumber : majelisrabbani.org


Minggu, 10 April 2016

Keakraban Tuhan - Setiap Saat Dia Membuka Diri Untuk Didatangi Dari Segala Pintu

Oleh : Tuangku Syeikh Muhammad Ali Hanafiah Ar-Rabbani
( Mursyid Akbar Tariqah Qodiriyah Hanafiah )
Keakraban Tuhan
Tuangku Syeikh M. Ali Hanafiah bersama Syeikh Gibriel

Tuhan adalah Zat yang kita yakini sebagai Pencipta alam semesta yang tiada batas, Maha Menguasai segala kekuasaan, menjadi sumber segala pengetahuan, sumber intuisi yang tertinggi dan menjadi keyakinan yang mutlak untuk dimiliki setiap manusia. Namun, apakah Tuhan yang kita kenal ini, mempunyai batasan-batasan yang tertentu untuk diketahui apalagi untuk didekati? Sungguh pemikiran yang dangkal jika Allah SWT disembah hanya dalam konteks pangkat ke-Tuhanan-Nya di dunia ini. Allah, sebagai Zat yang diyakini Pencipta dan sumber daripada segala kejadian, sepantasnya untuk disembah. Akan tetapi, apakah cukup bagi kita mengenal Dia hanya semata untuk ritual penyembahan, pengagungan dan sebagai tempat pengaduan?

Sabtu, 09 April 2016

Tasawuf - Penjelasan Hakikat Makna Dan Tujuan Bertasawuf

APAKAH TASAWUF ITU?
Oleh : Prof. DR. Ahmad Rahman, MA
tasawuf sufi dan penjelasannya
Syeikh Gibriel, Prof. Ahmad Rahman, Tuangku Syeikh M. Ali Hanafiah

Tanya jawab seputar kajian tentang ilmu tasawuf yang merupakan inti dari ajaran Islam yang di bawa oleh Baginda Nabi Muhammad SAW. Ilmu Tasawuf adalah ilmu penyucian hati, ilmu yang mengharuskan kesungguhan dalam memerangi ego dan hawa nafsu yang menghalangi jalan menuju Tuhan. Berikut adalah sebuah dialog atau tanya jawab tentang apakah ilmu tasawuf itu dan apa makna, hakikat serta tujuan bertasawuf.

Jumat, 08 April 2016

Wahabi Saudi Telah Merubah Surat Al-Fatihah Sekehendak Perutnya

Demi Politik Wahabi Saudi Rela Jual Agama

wahabi merubah al fatihah

Percetakan Al-Qur’an milik Raja Fahd Arab Saudi baru-baru ini merilis salinan Al-Qur’an berikut terjemahannya dalam bahasa Spanyol, dan ditemukan di dalamnya sebuah distorsi dalam penerjemahan di dalam surat Al-Fatihah, terjemahan ayat ketujuh “Almaghdubi Alayhim” diartikan bangsa Iran!

Setelah sejumlah syekh Wahabi berani mendistorsi Hadis dan merendahkan sejumlah keluarga Nabi serta mengeluarkan fatwa pengkafiran sejumlah aliran Islam, kini mereka semakin membentangkan tangan mereka dengan mendistorsi terjemahan Al-Qur’an dalam rangka untuk menyebarkan konsep menyesatkan Islam dan sebarkan isu sektarian di kalangan masyarakat Barat, dikutip dari Middle East Panorama (05/04).


wahabi saudi rubah al fatihah

Distorsi itu datang dalam versi terjemahan melalui penghapusan spasi dari terjemahan Spanyol dalam ayat “Sirat Alladhina An’amta Alayhim Ghayri Almaghdubi Alayhim wala Alddaliyn”, diterjemahkan dalam bahasa Spanyolnya “Así, la cual ha de ellos es la ira, ni el mal camino”, kata “ira” berarti “marah dan kemurkaan”, sedangkan kata “ni” yang berada setelahnya adalah huruf Athaf atau yang memiliki arti “Wawu”(dan), seharusnya terdapat spasi yang memisahkan dua kata tersebut, tapi kenyataannya dalam cetakan versi Arab Saudi plus terjemahan pemisah atau spasi itu dibuang sehingga menggabungkan dua kata tersebut menjadi “Irani”, bertujuan untuk mengisyaratkan kepada para pembaca bahwa orang-orang Iran adalah sesat.

Jelas sekali bahwa Saudi dan Iran adalah musuh bebuyutan, karena Iran yang berani protes dan tidak mau di atur oleh Saudi, dan Iran yang berani lawan kelompok ekstrimis yang berideologi Wahabi yang diyakini sebagai keyakinan para keluarga Monarki Saudi. Inilah salah satu cara Wahabi perangi Islam dan adu domba sektarian untuk menghancurkan kekuatan persatuan Islam di Eropa


Sumber : Salafynews


Senin, 04 April 2016

Imam As-Subki Menyanggah Salafi Wahabi Dalam Memahami Bid'ah

Sebuah Pembahasan Yang Membuat Cedera Pendapat Salafi Wahabi
menyanggah wahabi dalam memahami bidah


Muqaddimah:
Kitab Lubbul Ushul karya Syaikhul Islam Zakaria Al Anshori adalah sebuah kitab ringkasan dari kitab Jam'ul Jawami karya imam As-Subki, yang mana didalam kitab ini terkumpul beberapa ushul, ushul fiqh, ushul tasawuf dan ushuluddin (tauhid), dan Imam Assubki ini beliau mengarang kitab Jam'ul Jawami' menukil dari puluhan bahkan ratusan kitab-kitab usul fiqh yang beredar didunia dari berbagai mazhab, beliau rangkum, beliau talfiq, beliau susun hingga menjadi sebuah kitab yang kecil, tapi isinya padat dan menyesuai semua kitab-kitab usul fiqh yang ada.

Didalam kitab ini terdapat sebuah bab yang menjadi momok menakutkan dikalangan para mujtahid, yaitu bab "QAWADIH" kritikan, pencedraan, penolakan, penyanggahan, serta pertanyaan-pertanyaan yang membuat pengqiyasan seorang mujtahid menjadi batal dan pada akhirnya qiyas yang dilakukan oleh seorang mujtahid menjadi qiyas fasid (rusak) tak bisa dipakai.

Diantara qawadih dalam illat,ada yang namanya "NAQDHU".
Naqdhu ini menurut istilah bermakna "illat nya ada dalam sebuah objek bahasan, tapi hukumnya tidak ada di objek itu". Ini adalah sebuah qawadih dalam pembahasan qiyas, yang mana bila dia ada didalam pengqiyasan, maka akan mengakibatkan qiyasnya batal, tidak sahih lagi.

Sebelum kita masuk ke contoh,perlu dulu kita ketahui bahwa "BID'AH" dikalangan Wahabi, mereka menganggapnya adalah sebuah "hukum", jadi mungkin dikalangan mereka ( Wahabi ) hukum itu ada 6,yaitu:
wajib, sunnah, makruh, haram, mubah dan bid'ah.

Kalau dikalangan kita ( Ahlussunnah Wal Jamaah ) "BID'AH" itu bukan lah sebuah hukum, tapi sebuah sifat yang mengiringi hukum yang 5 diatas tadi, sebagaimana yang sudah dipaparkan oleh sultonul ulama Ibnu Abd Salam.

Bila bid'ah itu terarah kepada yang wajib, maka jadilah hukumnya itu "BID'AH YANG WAJIB".

Bila terarah kepada yang sunat, maka itu namanya "BID'AH YANG SUNAT".

Begitu lah seterusnya sampai ada yang namanya bid'ah yang mubah,bid'ah yang makruh hingga bid'ah yang haram.

Bila BID'AH itu hasanah (baik) maka masuk dalam ranah hukum wajib dan sunat.

Bila BID'AH itu hal kedunia'an,maka masuk dalam ranah hukum mubah,bisa jadi hukum makruh juga ada disini.

Bila BID'AH itu sayyi-ah (jahat), maka masuk dalam ranah hukum haram.
Jadi kepercayaan yang kita (para aswaja) anut disini adalah "BID'AH" bukanlah hukum, tapi sebuah sifat yang mengiringi hukum.


Beda halnya dengan penganut faham Wahabi, mereka menganggap "BID'AH" adalah sebuah hukum yang berakhir pada kesesatan, ini adalah faham yg salah, faham yang aneh, faham yang menyalahi ijma, patut kita tolak.

Kita ke contoh:
Seorang mustadil (kita anggap saja mustadil ini beraliran Wahabi) dia mengklaim bahwa tahlilan, haulan, maulidan adalah hukumnya "BID'AH" yang mana bila dikalangan mereka kata-kata "BID'AH" ini spontan di fahami dengan fahaman yang negatif, yaitu kesesatan, menyalahi sunnah (dalam keadaan mereka tak mau tau apa saja sebenarnya isi dari amal-amal yang mereka vonis bid'ah itu td), pokoknya mereka memvonis amalan tahlilan, haulan dan maulidan adalah bid'ah secara mutlak (sama ada didalamnya ada kebaikan atau tidak ada kebaikan) pada akhirnya dengan lewat tuduhan ini mereka bisa menyesatkan tahlilan maulidan dsb.

Diketika ini datang si Mu'taridh (atau si penyanggah pendapat si mustadil tadi, kita sebut saja disini aswaja), si Mu'taridh ini datang menyanggah penghukuman yang dibuat oleh si Wahabi tadi dgn memakai metode Qawadih illat,yang dia pakai disini adalah annaqdhu atau bisa diartikan seperti ini "dalam objek lain, hukumnya tidak ada, tapi illatnya ada" lalu si mu'taridh ini dia menggunakan kasus lain untuk membentur dalil yang dikemukakan mustadil (wahabi) tadi. Kata mu'taridh (aswaja): kamu mengatakan bahwa tahlilan, maulidan, haulan itu adalah hukumnya "bid'ah" yang sesat,
(disini hukum telah ada yaitu "bid'ahnya maulidan, tahlilan, haulan" dengan illat bid'ah itu sendiri/dalam arti tidak pernah dikerjakan dizaman rasul).

Kata Mu'taridh (aswaja) lagi: lalu bagaimana dengan hukum pembuatan sekolah universitas Islam yang terletak di Mekkah atau Madinah seperti Universitas Ummul Qura yg disana pusat pendidikan Wahabi, atau universitas LIPIA yang juga universitas Wahabi di Jakarta sana?
Ini kan 'illat nya ada yaitu "tidak pernah dikerjakan oleh rasulullah" pernah nggak terdengar ditelinga kita bahwa rasulullah membangun sebuah lembaga universitas kuliahan sampai s2,s3,,s4 s5,,(kaya hp samsung galaxy aja ya,hahaha).

Tapi "HUKUM" kebid'ahannya tidak ada disini (menurut pendapat mereka para Wahabi)
padahal menurut kita para aswaja (ini sebenarnya bid'ah juga).

Lalu ketika hukum kebid'ahan mauli dan, tahlilan, haulan dengan illat "tidak pernah dikerjakan nabi" kita benturkan dengan kasus lain, yaitu pembangunan universitas LIPIA atau Ummul Qura, yang mana disini sama-sama "tidak pernah dikerjakan nabi" (cuma mereka mengatakan ini bukanlah bid'ah) kan aneh...

Akhirnya kita perlu pertanyakan apakah betul illat (tdk pernah dikerjakan nabi) yang mereka ajukan itu adalah sebuah illat yg benar untuk penetapan hukum kebid'ahan pada maulidan, tahlilan, haulan?
Naah inilah yang dinamakan an naqdhu (tertinggalnya hukum dari illatnya/hukum tidak ada,tapi illatnya ada).

Bila terjadi seperti ini dan si Wahabi tadi tak bisa melawan dengan beberapa tata cara jawab menjawab dalam bab Annaqdhu ini,maka penetapan hukum yang dilakukan oleh wahabi itu tadi adalah batal,rusak, karena itu tetaplah kita amalkan haulan, tahlilan dan maulidan, jangan hiraukan apa kata Wahabi.

Penulis : Murid Abah Guru Sekumpul
MAHMUD

Minggu, 03 April 2016

Bermahzab Atau Tidak Bermahzab ? Ini Perumpamaannya

Dialog IT Salafi Wahabi dengan IT ASWAJA 

bermahzab atau tidak bermahzab

Di suatu forum group debat : 

IT Wahabi : Bro, kita tak perlu bermazhab , sebab RASULULLAH SAW juga tidak pernah menyuruh bermazhab , bermazhab itu sumber perpecahan, kita harus kembali pada ALQUR'AN dan SUNNAH!

IT Aswaja : Ooohhh begitu ... eh bro laptop ente pake windows apa ?

IT Wahabi : Pake windows 7 lah

IT Aswaja : Lah kenapa ga pake DOS aja ?

IT Wahabi : Akh, gila lu bro, ane kan ga ngerti syntak bahasa program ...

IT Aswaja : Oke , kenapa ente ga pake windows XP aja ? 

IT Wahabi : Bisa sih bro, tapi kan sayang laptop ane udah upgrade lagipula windows 7 lebih simple daripada windows XP

IT Aswaja : Nah, mestinya ente juga berpikir seperti itu juga dalam beragama

IT Wahabi : Maksudnya ?


IT Aswaja : Tadi ente bilang "kembali ke ALQUR'AN dan Hadist" artinya kita kembali ke dasar, nah berhubung ummat tidak begitu memahami ALQUR'AN dan Hadist yang merupakan laksana syntak dasar komputer, maka ulama terdahulu akhirnya mengkaji dan mengembangkan suatu methode yang tersusun dan terprosedur menjadi program yang lebih mudah dan lebih baik dan itu disebutnya mazhab, karena itulah lahirlah mazhab, artinya mazhab itu untuk memudahkan ummat yang akan datang sepeninggal ulama mazhab yang berhasil menyusun dan merumuskan hal itu agar ummat mudah dalam memahami agama.

Jika ente hanya mau ALQUR'AN dan Hadist saja berarti ente harus memiliki keilmuan sebanding atau melebihi ulama mazhab, nah kalau ente belum bisa akhirnya ente hanya melahirkan pemahaman pemahaman aneh dan nyeleneh yang kalau di dalam ilmu pemprograman komputer disebut syntak error.


Nah jika syntaknya error walhasil maka seluruh aplikasi dan systemnya akan error artinya jika pemahamannya ngaco dan nyeleneh karena tidak memiliki basic ilmu dasar yang mumpuni dalam memahami ALQUR'AN dan hadist maka seluruh amalan dan ibadahnya otomatis sesat dan menyesatkan.

Ulama ulama terdahulu sudah lebih dulu mengkaji dan merumuskannya agar ummat dimasa datang lebih mudah dalam beribadah dan beramal tinggal laksanakan saja atau istilah dalam bahasa komputer tinggal mengoperasikannya saja, lah kok ente malah milih yang sesuatu membuat ente sulit sendiri ? 

IT Wahabi : (diam dan bungkam)

IT Aswaja : Mazhab itu adalah rumusan rumusan masalah yang tersusun, terprosedur dan teratur, bila yang tersusun , terprosedur dan teratur ente bilang sumber perpecahan maka apalagi yang tidak tersusun, tidak terprosedur dan tidak teratur maka bukan hanya pecah tapi bisa hancur agama ini bro, kalaupun pecah, pecahannya pun masih bisa disatukan pake lem yaitu tali ukhuwwah islamiyyah, lah kalau hancur bagaimana ? apa tidak lebih berbahaya lagi jika tidak bermazhab sama sekali ? justru tidak bermazhab bisa berbahaya lagi bro, sebab semua orang bisa seenaknya memahami ALQUR'AN dan Hadis. 

( Sumber : Jefri Nofendi )

Sabtu, 02 April 2016

Tuo Silek Tradisi Minangkabau Di Ranah Pantai Cermin Solok Selatan

Pertemuan Pahimpunan Tuo Silek Tradisi Minangkabau Di RPC Solok Selatan
tuo silek tradisi minangkabau
Tuo Silek Minangkabau

Untuk menjaga supaya tradisi unik budaya Minangkabau terutama " silek " atau silat yang lebih di kenal dengan nama silat tradisi asli Minangkabau, ketua atau pamuncak Pahimpunan Tuo Silek tradisi Minangkabau R.S. Datuk Paduko Basa dari Paguruan Sikoka Harimau Damam Luak Limopuluah beserta rombongan berkunjung ke Ranah Pantai Cermin kecamatan Sangir Batang Hari kab. Solok Selatan

tuo silek minangkabau
Tuo Silek dan Pendekar Minangkabau

Rombongan yang terdiri dari Tuo-Tuo silek se-Sumatra Barat beserta para pendekar dari berbagai aliran dan perguruan pencak silat di sambut hangat oleh para penduduk setempat. Minat dan apresiasi masyarakat Solok Selatan terhadap Silat Tradisi begitu besar, sehingga saat acara penampilan pertunjukan atraksi seni silat tradisi di RPC begitu meriah dan ramai.

Acara pertunjukan silek tradisi di meriahkan oleh berbagai aliran dan sasaran silek dari Solok Selatan seperti Silek Pakiah Rabun dan Silek Calau dari Bidar Alam, Silek Pangean dari RPC, Batang hari dan Talunan, Silek Ridho Ilahi dari Sangir, Silek Luncua ( PERSILUN ) dari Pauh Duo Muara Labuh, Silek Limbago Budi dari Cupak Solok, Silek Padang ( pedang ) dari sasaran Silek Lamo Pusako Abai Sangir Batang Hari, Silek Tari Sewah dari Padang aro, Silek Tuo Langkah Ampek dll.

tuo silek tradisi minangkabau
Silek Pangean

Pahimpunan Tuo Silek Tradisi Minangkabau mengadakan pertemuan di Rumah Panjang RPC Solok Selatan adalah untuk kembali mengenalkan budaya asli dan warisan nenek moyang suku Minangkabau kepada generasi muda yang sudah tak kenal lagi dengan budayanya sendiri, untuk menghidupkan budaya warisan yang sudah tergilas oleh budaya barat yang tak berbudaya. Kemudian pengurus tingkat propinsi juga membentuk pengurus Pahimpunan Tuo Silek Tradisi Minangkabau tingkat kabupaten Solok Selatan. Dari pertemuan tersebut terbentuklah pengurus inti dari Pahimpunan Tuo Silek Tradisi Minangkabau Kabupaten solok selatan

1. Ketua Umum : A. Rahman
2. Ketua Harian. : Wilson Chaniago
3. Sekretaris. : Irwanto
4. Bendahara. : Taufik Eka Putra

Semoga Silek Tuo jaya dan kembali bangkit dari tidurnya dan menjadi silat yang ditakuti dan disegani di seantero jagat.

tuo silek minangkabau
Guru dan tuo Silek Pakiah Rabun Bidar Alam bersama guru besar Silek Limbago Budi-Solok