Kamis, 29 November 2018

Nasehat Agung dari Mursyid yang Menyayangi Muridnya

nasehat agung mursyid yang menyayangi muridnya

NASEHAT AGUNG DARI SEORANG GURU YANG MENYAYANGI MURID-MURIDNYA
Oleh: Habib Abubakar Musya'ah

Aku pernah belajar dari satu guru ke guru yang lain, dari satu mursyid ke mursyid yang lain, tapi kepergian itu dengan restu dari mereka, karena aku fahami bahwa mereka semua itu merupakan matarantai kerasulan dalam nama mursyid yang tidak terputuskan.

Banyak aku menemukan murid dari majlis lainnya mendatangi majlisku, kemudian mereka menyatakan ikhlas ingin menceritakan rahasia dari keilmuan yang mereka terima dari yang mereka tinggalkan..

Maka dengan lantang aku mengatakan bahwa, di sinilah kehancuran akal.. jiwa.. budi ... dan akhlaqmu wahai sipenuntut, untuk menceritakan dan membeberkan rahasia apa yang telah engkau terima dari mursyidmu..

Jika aku perlu tau, maka dengan kerendahan hatiku.. aku akan menemui mursyidmu dan duduk bersimpuh di kakinya untuk meminta rahasia tersebut.

Kami bangsa mursyid mengetahui akhlaq kemursyidan mana yang wajb dimiliki oleh seorang Mursyid, bukan mencuri kesempatan dari seseorang atas keilmuan yang dimiliki.

Banyak PECUNDANG dengan menghias jasmaninya memakai Jubah, Sorban dan Jenggot sebagai kamuflasenya seorang guru apalagi sebagai seorang mursyid, kemudian mereka mencuri kata-kata bijak para mursyid yang santun, dan dipergunakan serta dipanjang pendekkan supaya seakan itulah kata-kata mereka... Seakan itulah pendapatan mereka, karena HANYA dengan kedustaan di bibir mereka sebagai penghias ucapan mereka menipu calon murid sampai mereka terlalaikan dari kebenaran yang sejati.

"MURSYID" bukanlah kata atau ucapan, tapi "Mursyid" adalah maqam keilmuan yang melintasi keilmuan tentang hidup dan kematian sebagai pijakannya.

Di jaman sekarang "banyak guru dan mursyid jadi-jadian", dengan alat pancingnya adalah FITNAH dan HASUTAN, kemudia mereka mencuri di majlis orang lain, mereka mencari kemudahan mendapatkan pengikut dengan cara mendeskreditkan pembimbing suatu klompok hanya karena pemimpin kelompok itu mempunyai kelalaian dalam suatu sikap di suatu waktu saja.

Bagai gayung bersambut antara calon guru yang PECUNDANG dengan calon pengikut yang MUNAFIQ, mereka bagaikan perempuan yang sedang ngerumpiin tetangganya tanpa merasa iba dan bahkan memperpanjang omongan - omongan dustanya, mereka seperti tukang-tukang sihir tempo dulu yang mencari kesalahan dan kelalaian seseorang yang berpengaruh, kemudian dengan sisi itulah mereka mulai menyerangnya, sesungguhnya mereka lupa atas apa yang diperjanjikan Allah dalam suatu kebenaran.

Setiap manusia yang berilmu "BERHAK" mencari jalan untuk menjadi seorang pembimbing, atau seorang guru bahkan menjadi seorang mursyid, tapi semuanya itu harus dimulainya dengan BENAR dan TEPAT, sehingga menjadi terberkati ...,

Tapi jika gurunya berpangkat palsu, walau atributnya terbuat dari emas, maka ia akan tetap palsu dan akan dihardik dari hadapan-Nya beserta semua pengikutnya.

Jaman sekarang kebanyakan orang menilai sesuatu dengan mempergunakan hawa nafsunya semata, nanti kalau nyawanya sudah sampai ke kerongkongannya, sebagaimana fir'aun, kemudian ia berseru ke arah kebenaran, maka ketahuilah bahwa semua upaya di hari itu menjadi sia-sia.

Jika matamu masih bisa melihat, jika telingamu masih bisa mendengar, jika lidahmu masih bisa merasakan dan jika hatimu masih menjadi tempat rabithahnya, maka pakailah akal dewasamu atas semua keputusan, sehingga pertanggung jawabannya menjadi jelas.

Semoga Allah Subhanahu wata'ala mengampuni aku beserta siapapun yang bersamaku, karena yang tidak punya kesalahan hanyalah Allah subhanahu wata'ala dan kekasih-Nya Muhammad salallahu 'alaihi wassalam semata..

Aamiin yaa rabbal 'aalamiin.

Next:

Jadilah peran dalam suatu perjuangan umat dan jangan hanya jadi penonton. Sungguh rugi diakhirnya nanti.