Sabtu, 29 Desember 2018

Jangan Membatasi Istilah Syara' dalam Islam dengan Makna Terbatas



MEMBATASI MAKNA ISTILAH-ISTILAH SYARA’

Sering kali,sebagian istilah dalam syara' (agama) dipahami dengan berbagai makna yang terbatas. Padahal, makna asalnya lebih luas darinya. Sehingga hal ini menimbulkan berbagai kesalahan dalam menetapkan dan menyikapi sebuah hukum syara’. Kondisi ini diperparah dengan adanya berbagai pemahaman yang keliru terhadap sebagian istilah-istilah tersebut. Diantara contohnya sebagai berikut :

1). Membatasi makna “perintah” kepada perkara yang wajib saja. Jika ada “perintah” di dalam Al-Qur’an ataupun hadits nabi, maka hanya dibawa kepada makna ini. Padahal, perintah itu ada yang wajib dan ada yang sunnah. Sehingga, jika ada seorang yang meninggalkan suatu perintah, langsung dihukumi dan disikapi sebagai seorang yang meninggalkan kewajiban walaupun saat itu dia sedang meninggalkan suatu perkara yang hukumnya sunnah.

2). Membatasi makna “larangan” hanya pada perkara yang “haram” saja. Seluruh larangan di dalam Al-Qur’an ataupun hadits nabi, maka dipahami hukumnya “haram”. Padahal, larangan itu bisa jadi haram, dan bisa jadi makruh. Sehingga kalau ada seorang yang melakukan perkara yang hukumnya makruh, disikapi seolah melakukan perkara haram.

3). Membatasi “dalil” dari Al-Qur’an dan Sunnah hanya dengan dua makna saja, pertama : contoh dari nabi, dan kedua : dalil yang secara spesifik menunjukkan atau memerintahkan kepada suatu perkara. Sehingga setiap perkara yang “tidak ada contohnya dari nabi”, atau tidak ada dalil yang menunjukkannya secara spesifik, maka dihukumi sebagai “perkara baru” (baca : bid’ah). Ini sebuah kesalahan. Dalil itu tidak hanya Al-Qur’an dan hadits, tapi masih ada ijma’ dan qiyas. Ini yang disepakati. Ada lagi berbagai “dalil” lain selain empat hal ini, seperti : ucapan sahabat, syari’at sebelum kita, istihsan, ishtishab, dan yang lainnya.

4). Membatasi cara istifadah (mengambil faidah) dari sebuah dalil hanya dengan “contoh dari nabi” dan meniadakan yang lainnya. Padahal istifadah dari sebuah dalil, terbagi menjadi dua, pertama dari sisi lughah (bahasa) dan yang kedua dari sisi dilalah (penunjukkan). Dari dua hal ini masih terbagi lagi menjadi berbagai macam hal.

5). Membuang hadits dhaif (lemah) secara mutlak. Padahal, hadits yang lemah secara riwayat, belum tentu dhaif secara dirayah (matan/isi)nya. Karena isinya bisa jadi dikuatkan dan ditunjukkan oleh dalil lain yang shahih, mungkin dari Al-Qur’an, atau hadits, atau Ijma’, atau qiyas dan yang lainnya.

6). Tidak mengamalkan hadits dhaif secara mutlak. Padahal mengamalkan hadits dhaif dalam fadhailul a’mal (keutamaan amalan), atau dalam bab targhib wa tarhib, atau akhlak, atau yang semakna dengan hal ini adalah boleh dengan ijma’ ulama’ muslimin sebagaimana disebutkan oleh Imam An-nawawi –rahimahullah-.

7). Membatasi istilah “sunnah” sebagai al-huda (petunjuk) yang bersifat mutlak dan harus, dengan jargon “kembali kepada Al-Qur’an dan sunnah”. Sehingga ketika ada seorang yang tidak mengamalkan suatu perkara yang hukumnya “sunnah” menurut hukum taklifiyyah, disikapi sebagai seorang yang telah keluar dari petunjuk (baca : sesat/hizbi).

8). Dan masih banyak lagi contoh-contoh yang lainnya....(semoga di suatu waktu diberi kemudahan untuk mengumpulkannya dalam sebuah buku dengan penjelasan yang lebih detail. Amin...)

Delapan perkara yang tersebut di atas, merupakan fakta yang beredar di kalangan sebagian muslimin. Bahkan di sebagian da’i. Ini menjadi PR kita bersama untuk bahu-membahu meluruskannya. Oleh karenanya, dalam memahami istilah-istilah syara’, perlu kiranya (kalau tidak dikatakan wajib) untuk menimbang dengan timbangan yang ilmiyyah, adil, serta menyeluruh. Jangan mengambil sepotong dan membuang potongan lain. Jangan melihat dari satu arah saja, dengan meninggalkan arah yang lain. Semoga bermanfaat.

Ditulis oleh: Abdullah Al Jirani
[Pembina dan pengajar di Lembaga Dakwah dan Bimbingan Islam/LDBI “Darul Hikmah”, Solo – Indonesia]


Keserakahan China Akan Berakhir dan Dimulai dari Indonesia



China Menggali Liang Kuburnya Dimulai Dari Indonesia

Oleh : Fahmi Ceduage, Penikmat Berita dan Analis Independen

Peristiwa 98 itu bukan tragedi tapi operasi False Flag yang dilakukan Cina untuk menstigmatisasi rakyat Indonesia sehingga menciptakan kondisi psikologis bahwa Cina adalah korban dan pelakunya adalah Pribumi, sehingga Pribumi akan dihantui rasa bersalah sepanjang sejarah.

Mau bukti?

Liem Sioe Liong memindahkan seluruh asetnya keluar dari Indonesia tepat sebelum 1998. Mengapa? Karena dia (para konglomerat) tahu rencana besar yg disusun untuk dongkel Soeharto dan kerusuhan yang akan terjadi.

Jadi, 98 itu bukan tragedi tapi Psychological Operation oleh negara asing yang berkomplot dengan para pengkhianat di negeri ini.

SAYA BERADA DI SEMANGGI 1 DAN 2. SAYA JUGA BERADA DI GEDUNG DPR/MPR SAAT SOEHARTO MENGUNDURKAN DIRI. BUKTI KEBERADAAN SAYA ADA DI VIDEO DETIK-DETIK SOEHARTO MENYATAKAN MENGUNDURKAN DIRI DI TV YANG DILETAKKAN DI LOBBY GEDUNG DPR/MPR DAN SAYA BERBAJU PUTIH BERADA DI BELAKANG TV SAAT SEMUA WARTAWAN DAN MAHASISWA BERSORAK GEMBIRA SAAT SOEHARTO MENYATAKAN PENGUNDURAN DIRI TEPAT PUKUL 09.02, 21051998.

Banyaknya korban jiwa adalah dampak dari FF ini.

Siapa yang beruntung? Yang beruntung adalah para konglomerat yang memindahkan asetnya ke luar negeri.

Negara mana yang paling beruntung? Singapura dan cina karena dua negara itulah yang menjadi tempat aliran aset para konglomerat.

Jadi, 98 itu adalah rencana matang dan bukan kejadian yang tiba-tiba.

Tanpa Mei 98, Soeharto akan tetap berkuasa.

SEKALI LAGI SAYA INGATKAN KEPADA SELURUH MASYARAKAT BAHWA PENGGUNAAN KATA “TRAGEDI MEI 98” ADALAH TIDAK TEPAT ATAU SALAH FATAL KARENA SEMUANYA ADALAH BY DESIGN.

Seluruh aset konglomerat dan dana talangan BLBI sebesar 700 T itulah yang kini masuk kembali ke Indonesia tetapi dinyatakan sebagai pinjaman dari Cina. Beginilah cara mereka membodohi rakyat dan bangsa kita. Berapa riel Rupiah atau Dolar dari Cina? Ya, 0 (nol) Rupiah atau 0 Dolar!

Apa yang dicanangkan oleh Xi Jinping, presiden Cina, yaitu OBOR (One Belt One Road) adalah memobilisasi seluruh aset dan sumberdaya rakyat mereka yang tersebar di seluruh dunia, khususnya di 65 negara yang berada di Asia Pasifik, Eropa, dan Afrika untuk bersatu mendukung misi mereka dengan satu tekad, yaitu: Satu Ikatan Darah (One Belt) Satu Tujuan (One Road). Apalagi kalau bukan Dominasi Cina secara global menggantikan AS.

PROYEK AMBISIUS CINA (OBOR) AKAN MENGALAMI KEHANCURAN TOTAL… DAN KEHANCURAN GLOBAL MEREKA AKAN MULAI TERJADI DI INDONESIA. MENGAPA? KARENA KINI RAKYAT SADAR APA YANG SEDANG TERJADI DAN APA YANG DILAKUKAN REZIM INI BUKANLAH MEMBANGUN KEPENTINGAN RAKYAT DAN BANGSA INDONESIA TAPI MEMBANGUN OBOR CINA.

Proyek Reklamasi adalah kunci mereka. Seluruh rakyat harus bersatu menggagalkan proyek ini dan kegagalan Cina padà proyek ini akan menjalar ke seluruh dunia dan akhirnya negara Cina akan mengalami krisis ekonomi yang dahsyat, dan terjadinya kerusuhan sosial yang sangat dahsyat di negeri Cina sendiri dalam beberapa tahun mendatang.

Good bye China !!


Senin, 24 Desember 2018

Syarat Menuju Maghfirah Ampunan Allah adalah RINDU

syarat menuju ampunan Allah

"SYARAT MENUJU PINTU MAGHFIRAH"
(Tausyiah Tuangku Syaikh Muhammad Ali Hanafiah Ar-Rabbani, pada hari Sabtu, 15 Desember 2018 di Pondok Pesantren Rabbani, Solok)

FIRMAN ALLAH:

إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ
"Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertobat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.” (QS. Albaqarah [2]: 222)

Ya ALLAH..., angkatlah tirai tipis ini hingga kami dapat menatap WAJAH-MU ya ALLAH...

ENGKAU tidak pernah membatasi DIRIMU untuk dikenal Ya ALLAH..., namun akal kamilah yang membatasinya Ya ALLAH...

ENGKAU tidak pernah menutup DIRIMU dengan KATA KATA-MU Ya ALLAH..., namun pendengaran kamilah yang tertutup Ya ALLAH...

ENGKAU tidak pernah berjarak jauh daripada kami Ya ALLAH... , namun ego kamilah yang membuat jarak Ya ALLAH...

Jadikanlah jasad kami penduduk bumi Ya ALLAH..., namun jadikanlah jiwa kami penduduk langit Ya ALLAH...

Yaa ALLAH Ya Rahmaan Yaa Rahiim..., ampunilah segala dosa dan kelemahan kami Ya ALLAH...

HU... ALLAH.

ALLAH Maha Tahu kelemahan kita. ALLAH Tahu kita mudah terjebak oleh sesuatu. Oleh sebab itu, ALLAH selalu membuka Pintu Maghfirah-NYA. Terbuka selalu Pintu Maghfirah-NYA sampai akhir hayat kita.

Namun ada syaratnya untuk masuk ke Pintu itu, untuk bisa diterima di Pintu Maghfirah-NYA. Kalau tidak membawa syarat ini, tidak akan sampai di depan Pintu itu, walaupun secuil apapun dosa itu.

Namun tidak semua orang yang diberikan kesempatan itu, karena banyak yang mempermainkan Kasih Sayang ALLAH.

Sekalipun dapat di akal akali, namun ALLAH Maha Tahu.

Apakah syarat itu?

HIDUPLAH DENGAN RASA RINDU SELALU KEPADA ALLLAH.

Mari kita lihat diri kita, adakah setiap diperdengarkan kalimat ALLAH, muncul rasa rindu kita?

Lalu bagaimana caranya agar muncul rasa rindu kepada ALLAH?
Yakni dengan mengharap Ridha ALLAH dalam setiap pekerjaan.

Jika kita tidak mengharap Ridha ALLAH dalam setiap pekerjaan, jangan harap muncul rasa rindu kepada ALLAH.

BIBIT RINDU ITULAH YANG AKAN MEMBAWA KITA PADA AMPUNAN ALLAH. SETIAP HARI.

Wahai hamba-KU:
"Barang siapa yang merasakan AKU sangat dekat kepada dirinya, maka bertanda AKU memperhatikannya. Dan barang siapa yang merasakan kerinduan kepada-KU, bertanda ia telah dicintai oleh AKU Kekasihnya. "

Firman ALLAH :

وَلَمَّا جَآءَ مُوسَى لِمِيقَاتِنَا وَكَلَّمَهُ رَبُّهُ قَالَ رَبِّ أَرِنِي أَنظُرْ إِلَيْكَ قَالَ لَنْ تَرَانِي وَلَكِنِ انْظُرْ إِلَى الْجَبَلِ فَإِنِ اسْتَقَرَّ مَكَانَهُ فَسَوْفَ تَرَانِي فَلَمَّا تَجَلَّى رَبُّهُ لِلْجَبَلِ جَعَلَهُ دَكًّا وَخَرَّ مُوسَى صَعِقًا فَلَمَّآ أَفَاقَ قَالَ سُبْحَانَكَ تُبْتُ إِلَيْكَ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُؤْمِنِينَ

Dan tatkala Musa datang untuk (munajat dengan Kami) pada waktu yang telah Kami tentukan, dan Rabb telah berfirman (langsung kepadanya), berkatalah Musa:”Ya Rabbku, nampakkanlah (diri Engkau) kepadaku, agar aku dapat melihat kepada Engkau”. Rabb berfirman:”Kamu sekali-kali tak sanggup untuk melihat-Ku, tapi lihatlah ke bukit itu, maka jika ia tetap ditempatnya (sebagai sediakala) niscaya kamu dapat melihat-Ku”. Tatkala Rabbnya menampakkan diri kepada gunung itu, dijadikannya gunung itu hancur luluh dan Musapun jatuh pingsan. Maka setelah Musa sadar kembali, dia berkata:”Maha Suci Engkau, aku bertaubat kepada Engkau dan aku orang pertama-tama beriman”. [Al A’raf :143]


Rabu, 19 Desember 2018

Poligami Adalah Solusi dan Salah Satu Tanda Kesempurnaan Islam

poligami adalah solusi tanda kesempurnaan islam

POLIGAMI
Oleh: Ust. Abdullah Al Jirani

Terus terang, sampai saat ini saya “tidak” poligami (atau tepatnya “belum”,ya ? ), tapi bukan karena saya anti poligami atau ada penentangan dari istri. Tidak sama sekali. Alhamdulillah,Istri saya tidak pernah menentang poligami apalagi mengharamkannya. Justru beliau memberi ‘lampu hijau’ kepada saya untuk itu(tapi saya sendiri yang tidak punya “nyali” untuk mewujudkannya..he...he..).

Jumat, 14 Desember 2018

PNS yang Kritis Terhadap Pemerintahan Jokowi Ini Dipecat

PNS kritis dipecat

Mulai sekarang semua ASN atau PNS harus hati-hati menyuarakan suara hatinya terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah yang tidak tepat. Ada sangsi berat yang harus diterima jika masih bersikukuh mengeluarkan pendapat atau kritikan kepada pemerintahan Jokowi apalagi melalui media sosial.
Diam untuk saat ini lebih baik bagi PNS/ASN menjelang pergantian presiden tahun 2019 nanti.

Seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) dari Universitas Negeri Jakarta (UIN) Jakarta bernama Edy A Effendi dipecat.

Edy melalui akun Twitter-nya @eae18 memberitakan kepada warganet atas dipecat dirinya dari PNS. “Diberhentikan dengan hormat, itu basa-basi. Allah menjauhkan saya mengais nafkah di bawah Departemen yang dipimpin manusia sampah seperti @lukmansaifuddin,” kicau Edy.

Kata Edy, dirinya dipecat dari PNS karena secara terbuka mengkritik Presiden Jokowi. “Diberhentikan karena kritik @jokowi dan Menag, itu kebahagiaan sendiri,” kata Edy.

Edy mengakui sebagai PNS menanggung resiko mengkritik kepada Jokowi dan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.

“Setiap tindakan, setiap pekerjaan, setiap laku lampah kita, punya risiko dan kita harus siap menanggung risiko apa saja,” paparnya.

“Rezeki ini menghampar di setiap muka bumi. Bahkan di seluruh alam semesta, Allah memberi taburan rezeki bagi para pejalan, yang menempuh jalan suluk. Yakinlah akan kehadiran Allah Sang Maha Kaya itu,” jelas Edy.

Dukungan dari kubu oposisi untuk Efendi yang dipecat secara" terhormat " oleh pemerintah;


 Selanjutnya baca:

Musuh Ustadz Abdul Somad dari Dalam dan Luar Islam

musuh ustadz abdul somad

Ustadz Abdul Somad yang Terpanggang dari Dua Arah

“Laksana kue bika”, begitu Buya Hamka mencurahkan apa yang ia rasa, “Api membakar dari atas dan dari bawah.”

Rabu, 12 Desember 2018

Gambar Resmi KH Ahmad Dahlan dan Siti Walidah di Terbitkan oleh Muhammadiyah


Ormas Muhammadiyah dengan resmi meluncurkan foto resmi dua orang tokoh pendirinya yakni KH Ahmad Dahlan dan Siti walidah.  Gambar resmi KH Ahmad Dahlan dan istrinya tersebut dilounching oleh Prof. Haedar Nasir dan disaksikan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pada hari Minggu 8 November 2018 di Puro Mangkunegara Surakarta.

Festival Silek Tradisi Minangkabau di RTH Solok Selatan 2018

festival silek tradisi minangkabau

Kelompok Sadar Wisata (POK DARWIS) Codanger Nagari Pasar lamo Muaro Labuah Solok Selatan bekerjasama dengan Pahimpunan Tuo Silek Tradisi Minangkabau cabang solsel menyelenggarakan sebuah festival Silat yang bertema Galanggang Silek Tradisi Minangkabau yang akan dilaksanakan pada tanggal 15, 16 Desember 2018 yang bertempat di Ruang Taman Hijau (RTH) Muara Labuh.

"Silek tradisi adalah sasampiang datuak/pangulu jadi datuak/pangulu, tuanku/rajo, niniak mamak harus di libatkan dan di gadangkan dalam kegiatan. Peserta dari Sasaran Silek Tradisi Minangkabau di Solok Selatan, Acara festival Silek Tradisi ini akan dihadiri oleh Peserta maksimal 30 sasaran, dengan 4 pasang anak sasian persasaran" Ungkap salah seorang pengurus Pahimpunan Silek Tradisi Solok Selatan Bripka Rino Satria yang kami hubungi lewat Messenger. 

"Untuk kegiatan Gelanggang Silek Tradisi besok dirancanakan, di mulai dari balai adat di Kotobaru, kemudian niniak mamak, pandeka/guru beserta kaum ibu/bundo kanduang dan anak sasian akan ba arak/pawai ke RTH. Kemudian satu catatan penting, acara galanggang Silek Tradisi ini harus bebas dari unsur politik" ungkap Bripka Rino yang sehari-harinya bertugas di Polsek Sangir Balai Janggo.

Acara festival ini juga di dukung oleh Dinas Budaya dan Pariwisata Solok Selatan, Pemerintahan Nagari Pasar Muarolabuah dan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) cabang Solok Selatan.

Susunan acara festival;


Foto pertemuan POK DARWIS Codanger dengan Pahimpunan Silek Tradisi Solok Selatan di Balai Janggo dalam rangka "menggodok" acara Galanggang Silat Tradisi Minagkabau di RTH Muara Labuh


Next:

Senin, 10 Desember 2018

Fenomena Saling Tahdzir Mentahdzir Sesama Salafi

fenomena saling tahdzir sesama salafi

TAHDZIR DIBALAS TAHDZIR, SAMPAI KAPAN ?
Oleh : Abdullah Al Jirani

Ikut miris dan sedih, saat sebagian ustadz komunitas salafy mentahdzir sebagian yang lain. Karena yang satu sebelumnya mentahdzir komunitas salafy tertentu, akhirnya yang ditahdzir gantian membalas mentahdzir. Tabligh akbar yang ini ditahdzir, tabglihg akbar yang itu gantian ditahdzir. Akhirnya, terjadilah saling tahdzir-mentahdzir, saling menyesatkan, dan saling mengharamkan untuk mengambil ilmu dari masing-masing. Padahal, sama-sama dari komunitas salafy, kitab-kitab rujukannya sama, para ulama’nya sama, dan jargon-jargonnya pun juga sama.

Jumat, 07 Desember 2018

Reuni Mujahid 212 Dimata Ustadz Abdul Somad Membungkam Para Pembenci Islam

reuni 212 di mata UAS

Pendapat serta tanggapan ustadz sejuta viwer Abdul Somad Lc MA tentang Reuni Akbar Mujahid 212 tahun 2018 di Monas  Jakarta tanggal 2 Desember 2018. Dalam acara live di stasiun TV One yang langsung dipandu oleh Datuk Karni Ilyas, UAS menjelaskan alasan ketidakhadirannya pada Reuni 212.

Menjawab Cibiran Ust Farhan Abu Furaihan Tentang Reuni 212 dan Reuni Perang Uhud

menjawab cibiran ustadz farhah abu furaihah

Seorang penceramah Wahabi Ustadz Farhan Abu Furaihan kembali mempertontonkan ketidakpahamannya terhadap ilmu agama. Sumbu pendek, begitu julukan umat bagi da'i da'i baru melek di kalangan kelompok "pemegang kunci syorga" tersebut.

Rabu, 05 Desember 2018

2 Desember Jadi Hari Ukhuwah Dunia Didukung Oleh 202 Negara

 2 desember hari ukhuwah dunia

Alhamdulilah, berkat ketulusan dan perjuangan Umat Islam yang masih lurus dan kuat memegang agamanya membawa berkah yang luar biasa. Tak tanggung-tanggung, moment bersejarah AKSI BELA ISLAM SUPER DAMAI 212 yang dimulai tahun 2016 dan telah melaksanakan reuni dua kali mendapat apresiasi luar biasa dari dunia internasional dengan ditetapkan tanggal 2 Desember sebagai Hari Ukhuwah Dunia ( Ukhuwah Day of The Word ) oleh Presiden The World Peace Committee 202 Negara yang mulia Mr. Djuyoto Suntani. Demikian berita yang kami kutip dari sindikatpost.com

Orang yang Curang Bukan Umat Nabi Muhammad SAW

orang curang bukan umat nabi

Saat ini, apalagi di musim coblos-mencoblos berebut kursi empuk Pilpres dan lainnya nampaknya CURANG adalah sesuatu hal yang tak bisa dihindarkan, malah kecurangan dalam pemilu atau pemilihan ketua ormas dll nampaknya saat ini semakin terang-terangan, tanpa ada rasa malu ataupun takut, apalagi kecurangan orang-orang curang tersebut di beking oleh pihak yang berwenang.

Tapi berhati-hatilah, tidak ada kecurangan yang berakhir dengan kenyamanan dan kebahagiaan, belum ada kisah-kisah atau dongeng sekalipun yang ending ceritanya dimenangkan oleh orang yang curang.

Orang Curang Bukan dari Golongan Nabi Muhammad SAW

Ada banyak kita lihat para pendukung orang-orang kafir (Munafikun), pembela penista agama yang berbuat curang di dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) berKTP Islam, namun bangga dengan kecurangannya.

Apa kata Hadits tentang mereka;

Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa yang menyerang kami, dengan senjata maka bukan termasuk golongan kami. Dan barangsiapa yang berbuat curang, maka bukan termasuk golongan kami.” (HR. Muslim, No. 279. Hadits dikutib dari Syarh Shahih Muslim, Imam An-Nawawi, jilid 1, hal. 793).

Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah saw pernah melewati tumpukkan makanan lalu beliau memasukkan tangannya ke dalamnya lalu beliau menarik kembali tangannya dalam keadaan basah, beliau berkata, “Apa ini wahai pemilik makanan?” Dia menjawab, “(Basah) wahai Rasulullah.” Beliau berkata, “Kenapa kamu tidak menaruhnya di bagian atas makanan? Barangsiapa yang berbuat curang maka dia bukan termasuk golonganku.”
(HR. Muslim, No. 280. Hadits dikutib dari Syarh Shahih Muslim, Imam An-Nawawi, jilid 1, hal. 794).

Kata Mursyid tentang kecurangan orang-orang yang curang;

Sesungguhnya seluruh tipu daya mahklukNYA tidak akan pernah berhasil kepada orang-orang yang bertawakal, karena tawakal merupakan sebab pertama kuasa Allah menyertai kekuatan hamba-hambaNYA. Maka saksikanlah wahai manusia dan jin, semakin kalian menikmati tipu daya dan kecuranganmu, maka tunggulah kuasa dan perbuatan Allah pada kelompok dan diri kalian !
(Tuangku Syaikh Muhammad Ali Hanafiah Ar-Rabbani)


Selasa, 04 Desember 2018

Ustadz Abdul Somad Tentang Sistem Harta Warisan di Minangkabau

abdul somad sistem harta warisan minangkabau

SISTEM WARISAN HARTA BUDAYA MINANGKABAU

Gagal Paham terhadap Sistim warisan harta menurut budaya minangkabau banyak menimbulkan pandangan negatif melemahkan kaum laki minangkabau yang tidak mempunyai hak dan bertentangan dengan hukum Islam yang notabene "Adat basandi syara, Syara basandi Kitabullah" dan sebagainya.

Minggu, 02 Desember 2018

Tingkatan Gelar Ahli Hadits dan Syarat Syaratnya


Tingkatan dan gelar ulama hadits :

1. Al Hafidh (Al Hafidz) : Adalah gelar untuk ulama yang sudah hapal hadits lebih dari 100.000 hadits beserta sanad dan matannya, di zaman dahulu ada banyak ulama yang mencapai derajat ini, namun dijaman sekarang sudah sangat langka.

Total Jumlah Peserta Reuni Mujahid 212 Berkisar 8 Hingga 10 Juta Orang


Jumlah keseluruhan peserta reuni akbar mujahid 212 tahun 2018 secara pasti memang tak bisa dihitung, tapi menurut Ketua Panitia Reuni Akbar Mujahid 212 Bernard Abdul Jabar menyebut jumlah peserta reuni melebihi pada Aksi Bela Islam 212 pada 2016. Jika pada saat itu diperkirakan jumlah peserta aksi 7 juta, Reuni 212 2018 dihadiri 8 juta peserta, dan ada juga pihak yang mengatakan sekitar 10 juta orang jika ditinjau dari drone.

Ada Bau Politis dalam Aksi Reuni 212 Monas Jakarta

reuni 212 berbau politik

Aksi dan Reuni 212 Berbau Politis?

Jawaban Saya,
"IYA, Memangnya Kenapa?"

Sabtu, 01 Desember 2018

Susunan Acara Reuni Akbar 212 Monas 2018 yang Akan Dihadiri Jutaan Umat

 susunan acara reuni 212 monas 2018

DRAFT SUSUNAN ACARA 212 DI MONAS

Humor Abu Janda Al Boliwudi "Karena Kami Sama Bahlulnya"

humor abu janda karena sama bahlulnya

GAK SUKA KARNA TAK SAMA

Alkisah, banyak cebong yang tidak suka dengan Habib Riziq karena beliau keturunan Arab, isi ceramahnya keras, busana Arab.

Lalu hadirlah Ust. Felix Siauw yang keturunan Tionghoa, isi ceramahnya kalem, busana batik.
Eh, tetap aja cebong gak suka.

Berikutnya datang Ust. Abdul Shomad yang keturunan Melayu, isi ceramahnya lucu dan merakyat, busana koko sama kopiah.
Eh, masih juga cebong gak suka.

Terakhir muncul si Abu Zanda Al Bullshitu (AZAB) yang ngakunya ustad tapi bahlulnya ya gitu deh...
Kali ini para cebong senang luar biasa.

Ketika ditanya kenapa menyukai Abu Zanda, para kecebong pun menjawab lugas, karena kami sama bahlulnya ....!!!

Jumat, 30 November 2018

Sufi dan Wahabi Bagaikan Minyak dengan Air Takkan Pernah Bersatu

sufi dan wahabi takkan pernah bersatu

Antara Sufi dan Wahabi

Selama kurang lebih dua tahun saya belajar ilmu Tasawuf kepada Syekh Yusri, salah seorang ulama besar al-Azhar yang juga ahli dalam bidang Hadits dan Fikih, saya semakin yakin seyakin yakinnya bahwa ajaran Islam yang hakiki itu benar-benar saya temukan pada ajaran para Sufi yang senantiasa menebar cinta dan harmoni, bukan pada Islam Wahabi yang kerap menebar benci dan menodai kesucian ajaran Nabi.

Kamis, 29 November 2018

Nasehat Agung dari Mursyid yang Menyayangi Muridnya

nasehat agung mursyid yang menyayangi muridnya

NASEHAT AGUNG DARI SEORANG GURU YANG MENYAYANGI MURID-MURIDNYA
Oleh: Habib Abubakar Musya'ah

Aku pernah belajar dari satu guru ke guru yang lain, dari satu mursyid ke mursyid yang lain, tapi kepergian itu dengan restu dari mereka, karena aku fahami bahwa mereka semua itu merupakan matarantai kerasulan dalam nama mursyid yang tidak terputuskan.

Rakyat Berlomba Membantu Prabowo dengan Transfer Uang ke Galang Perjuangan PS


Semenjak Partai Gerindra yang dipimpin Prabowo Subianto menggalang donasi bantuan untuk perjuangan yang di beri label Galang Perjuangan PS dan diumumkan lewat akun resminya, banyak rakyat yang memberikan batuan. Mereka berlomba-lomba memberikan bantuan semampunya untuk berjuang bersama PS menciptakan Indonesia Adil Makmur.

Rabu, 28 November 2018

Mengucapkan SELAMAT NATAL Boleh atau Tidak?

Mengucapkan selamat natal merusak akidah

Mengucapkan "Selamat Natal" bukanlah satu satunya wujud toleransi umat Islam, dan bila tak diucapkanpun bukan juga suatu tanda kebencian Islam terhadap umat Nasrani.

MUHASABAH Untaian Kata Menyentuh Relung Hati Terdalam

muhasabah kata menyentuh hati

Untaian kata mutiara menyentuh kalbu, pengingat diri yang sedang terlena dan terlupa. Kalimat bijak yang tembus ke relung hati terdalam membuka kembali tirai kegelapan yang menyelimuti dinding hati. Kata-kata penuh hikmah dan rahasia yang mampu mengembalikan dirimu ke posisi yang seharusnya sebagai seorang hamba.

Selasa, 27 November 2018

Isu RADIKALISME Dibangun Untuk Menyudutkan Umat Islam

isu radikalisme menyudutkan islam

Wawancara dengan pimpinan Pondok Pesantren Gontor KH. Abdullah Hasan Sahal tentang isu atau istilah Radikal yang berkembang dan menjurus untuk menjebak dan menyudutkan umat islam.

Ust Abdul Somad Akan Hadir di Reuni 212 2018 Jakarta

ust abdul somad hadiri reuni 212 2018

Para mujahid 212 akan melaksanakan Reuni Akbar pada tanggal 2 Desember 2018 di Monas. Aksi fenomenal umat yang tercipta di 212 2016 tersebut meninggalkan kesan yang teramat dalam bagi para alumninya, sehingga setiap tahun diadakan reunian yang dihadiri oleh para mujahid dan mujahidah dari seantero nusantara.

15 Hal Penting Untuk Menjaga dan Peduli Terhadap Kesehatan Tubuh

15 hal ringan namun sangat penting yang perlu dilakukan untuk menjaga anggota tubuh bagian luar dan dalam serta alat alat panca indra supaya tetap sehat
peduli kesehatan lakukan hal ini
Peduli kesehatan tubuh
Tubuh yang sehat adalah impian setiap orang. Tubuh yang sakit-sakitan akan sangat merepotkan diri sendiri bahkan orang lain. Jika anda peduli dengan kesehatan anggota tubuh luar maupun dalam, lakukan bebarapa hal ini supaya anda bisa untuk menikmati hidup dengan nyaman tanpa sakit yang tidak perlu

Biografi Lengkap Ustadz Abdul Somad Lc MA Datuk Seri Ulama Setia Negara

biografi lengkap ustadz abdul somad

Mengidolakan seorang ulama atau ustadz tentu tidak lengkap tanpa mengetahui riwayat hidup sang ustadz tersebut. Kali ini Admin akan menyajikan artikel tentang biografi atai biodata sang ustadz. Ustadz Abdul Somad adalah ustadz fenomenal saat ini, memiliki jutaan follower dan penggemar setia. Dimana ada tabligh akbar UAS disitu pasti penuh sesak oleh umat yang rindu akan kajian dan humor khas ustadz asal bumi Melayu ini

Minggu, 25 November 2018

Ustadz Abdul Somad; " Aneh Orang Gila Bisa Nyoblos "

ustadz abdul somad aneh orang gila nyoblos

Indonesia memang beda dari kebanyakan negara lain dalam banyak hal, termasuk masalah pemilihan umum untuk tahun 2019. Mahkamah konstitusi memberikan izin kepada orang gila untuk menggunakan hak pilihnya pada 2019 nanti. Untuk merealisasikan hal itu Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) melakukan pendataan dan perekaman identitas pemilih disabilitas mental yang menurut data ada sekitar 14 juta suara untuk pengidap gangguan jiwa di Indonesia.

Sabtu, 24 November 2018

Rumah Gadang Panjang Abai Solsel Situs Sejarah Terpopuler di Indonesia 2018




Setelah tahun lalu memperoleh Penghargaan sebagai Juara I sebagai Kampung Adat Terpopuler tahun ini di kompetisi yang sama, Rumah Gadang Panjang, Abai, Solok Selatan, juga keluar sebagai juara I pada malam puncak Anugrah Pesona Indonesia (API) tahun 2018 kategori Situs Sejarah Terpopuler setelah mendapat vote tertinggi sebesar 63,1 persen.

"TIUPAN ILAHI" Hidup Hanya Sekedar Tiupan Fatamorgana - Kajian Tuangku Syaikh Muhammad Ali Hanafiah

tiupan ilahi kajian tuangku

Kehidupan yang dimiliki makhluk semenjak ia terlahir dimuka bumi, hingga berakhir pada kematian.bermula dari sebuah tiupan. Dan seluruh daripada kepunyaan dan kemampuan yang dimilikipun, berawal dari pada “sedikit pemberiannya". Namun si makhluk telah merasakan segalanya telah ia miliki. Padahal kekayaan yang ia dapati haynalah secuil debu dlpadang pasir, setitik air dalam lautan.

Rabu, 21 November 2018

Alumni 212 Reuni 2018 Said Aqil Larang Warga NU Ikut Diabaikan Kiyai dan Santri NU


KH. Said Aqil Siraj Larang NU ikut Reuni 212 2018

Ketua Umum Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siraj mengimbau agar warga NU tidak ikut terlibat dalam aksi reuni 212.

Dia meminta warga NU untuk fokus terlibat menyukseskan pemilu 2019 yang akan datang.

“NU mari kita sukseskan pemilu yang akan datang, aman damai, luberjurdil. Nggak ada urusan kita 212,” kata Said saat ditanyakan soal rencana aksi reuni alumni 212 yang dimotori Persaudaraan Alumni (PA) 212, di Gedung LPOI, Jalan Kramat VI, Jakarta Pusat, Sabtu (17/11/2018).

Meski begitu, Said mempersilakan rencana pelaksanaan aksi reuni alumni 212 tersebut. Asal tidak memiliki tendensi politik.

Tendensi politik yang dimaksud Said adalah upaya melengserkan Presiden Jokowi di tengah jalan.

Said mengaku tak mempermasalahkan digelarnya reuni 212 tersebut.

“Sebatas dia mensiarkan reuni ya terserah, asal tidak ada tendensius politik, boleh-boleh saja,” ujar Said.

Baca:
Sementara itu..


Barisan Kiai dan Santri Nahdliyin (BKSN) tengah melakukan konsolidasi untuk mensukseskan Reuni Akbar 212 yang bakal digelar Persaudaraan Alumni (PA) 212, Minggu (2/12/2018) di Jakarta. Sejumlah daerah sudah memastikan datang.

Rabu, 31 Oktober 2018

Islam Nusantara dalam Pandangan Dewan Ulama Tarekat Indonesia


ISLAM NUSANTARA DALAM PANDANGAN DEWAN ULAMA THAREQAH INDONESIA (DUTI)

Oleh: Tuangku Syaikh Muhammad Ali Hanafiah Ar Rabbani
(Rais Mustasyar Dewan Ulama Thariqah Indonesia)

Minggu, 28 Oktober 2018

Dewan Ulama Thareqah Minta Stop Semua Aktivitas Fethullah Gulen di Indonesia

ulama tarekat minta fethullah gulen dihentikan

Dewan Ulama Thoriqoh Indonesia (DUTI) meminta pemerintah Indonesia menghentikan segala bentuk kegiatan Fethullah Gulen.

Lembaga yang beranggotakan para ulama dan guru besar ini telah mengeluarkan fatwa yang memutuskan gerakan Gulen melakukan penyimpangan ayat-ayat Alquran dan merusak akidah.

“Ya [fatwa] sudah dirlis resmi,” ujar Sekretaris Jenderal DUTI Zubair Ahmad saat dihubungi Anadolu Agency pada Selasa.

Zubair juga menegaskan pemimpin tertinggi DUTI Muhammad Ali Hanafiah Ar-Rabani sedang melakukan pertemuan dengan pemimipin-pemimpin tarekat di Turki.

Dalam fatwanya, DUTI mengaku telah melakukan investigasi dan penelitian soal Fethulleh Gulen semenjak terjadinya kudeta gagal di Turki yang menyebabkan 258 orang meninggal dunia.

“Fethullah Gulen dengan segala tindakan dan pemikirannya terhadap Islam, khususnya tentang sufi adalah kesesatan yang akan merusak nilai-nilai sufi itu sendiri,” tulis Fatwa DUTI yang langsung ditandatangani Muhammad Ali Hanafiah Ar-Rabani.

DUTI menilai awalnya Fethullah Gulen menyebarkan ajarannya menggunakan nama besar ulama Turki Bediuzzaman Said Nursi.

Namun setelah diteliti dan dipelajari, ajaran Gulen telah menyimpang dari ajaran Bediuzzaman Said Nursi itu sendiri.

“Nama Said Nursi hanya digunakan untuk menarik simpati Umat Islam khususnya di kalangan para pemuda dan aktivis kampus,” tulis fatwa DUTI.

Selain itu, DUTI menilai kelompok Gulen mengarah kepada organisasi teroris yang bersembunyi di balik gerakan sosial dan agama.

“Meminta kepada Presiden Indonesia dan seluruh pemimpin negara beserta para Ulama dapat bersatu dan bersama-sama menghentikan segala bentuk kegiatan Fethullah Gulen di negaranya masing-masing,” terang Fatwa DUTI.

DUTI dikukuhkan pada Januari 2016 melalui pertemuan para ulama tarekat yang berlangsung di Solok, Sumatera Barat.

Source: https://www.aa.com.tr

Kunjungan Dewan Ulama Thareqah Indonesia ke Istanbul Turki

Tuangku Syaikh M. Ali Hanafiah dan Walikota Mevlut Uysal

Pimpinan ( Rais Mustasyar) Dewan Ulama Thareqah Indonesi/ASEAN Tuangku Syaikh Muhammad Ali Hanafiah Ar-Rabbani dan delegasi berkunjung ke kota Istanbul Turki bertemu dengan juru bicara partai AK Omer Sahan. Sebagaimana diketahui Partai AK adalah partai pendukung Presiden Erdogan. Di istanbul Tuangku dan rombongan bertemu dengan walikota Mevlut Uysal.

Minggu, 21 Oktober 2018

Arti dan Makna Gerbang Monumen 9 Pilar Balun Solok Selatan


REKAAN ARTI MONUMEN 9 PILAR di BALUN.
Oleh: Hasmurdi Hasan

Senin, 08 Oktober 2018

MIRIS..!! Pesta Mewah IMF Bali Ditengah Luka dan Duka Palu


KAUM OTAK DIKIT MABUK DAUN BAWANG...

Pernah dengar orang mabuk daun bawang?, tentu saja anda tidak akan pernah mendengar apalagi mengalaminya kecuali anda bagian dari spesies makhluk mutan paling ajaib abad-21 ini, KECEBONG...!

Para kumpulan kecebong ini sangat unik, mereka memakai semua jurus mabuk termasuk mabuk daun bawang yang secara logika pasti ditertawakan semua orang.

Makan Nasi Goreng bisa mabuk karena ada daun bawangnya.
Makan Sop bisa mabuk karena ada daun bawangnya.
Makan Bakso kabur karena ada daun bawangnya, eh maaf, karena ogah bayar rupanya...SIALAN!!!

Sekarang junjungan mereka diserang karena mengadakan pesta mewah bersama Tukang Kredit Internasional, biasa disingkat IMF, ditengah derita Masyarakat Palu dan Donggala. Mereka mau cuci tangan memakai jurus Mabuk Bawang dengan menyalahkan Rezim SBY.

Benar, acara pertemuan itu diusulkan jaman Pak SBY. Tapi keputusan Indonesia menjadi tuan rumah tahun 2015, jadi anggaran serta perencanaan mewah tidaknya acara itu ada ditangan rezim berkuasa sekarang.

Lagipula poin sesungguhnya bukan di masalah Indonesia yang menjadi Tuan Rumah Pertemuan Tahunan Tukang Kredit Internasional dan Bank Dunia tersebut.
Tapi ada musibah mendadak yang menimpa saudara-saudara kita di Palu-Donggala.

Seharusnya kalau Rezim sekarang punya nurani, kalaupun tidak bisa lagi dibatalkan, ayo kurangi semua kemewahan pesta sebagai bentuk keprihatinan karena "anak-anak" Tuan Rumah penyelenggara pesta sedang ditimpa musibah.

Bila perlu suguhkan "menu prihatin" misalnya Bakso cukup pakai daun bawang kepada ribuan tamu dan saya yakin Dunia Internasional akan memahaminya. Sisa anggaran misalnya setengah Triliun salurkan ke Masyarakat Palu dan Donggala agar mereka bisa ikut tersenyum.

Bukan malah ikut arahan Menko Oppung yang menginstruksikan agar pesta tersebut akan dibuat menjadi pesta terbesar sepanjang sejarah hanya demi tujuan agar Dunia meyakini Indonesia baik-baik saja.
Kawan, Indonesia kita memang sedang berduka.
Lombok dan Palu-Donggala sedang ditimpa musibah dan Pemerintah kekurangan dana untuk merehabilitasi dan rekonstruksi secara maksimal wilayah-wilayah yang ditimpa bencana.

Andai saja tidak ada musibah yang menimpa saudara-saudara kita di Palu-Donggala, saya pikir tidak ada yang protes dengan besarnya anggaran demi kemewahan acara tersebut.
Bahkan kita tidak akan perduli kalau Rezim berkuasa sekarang mau mengadakan acara khusus buat mereka, misalnya Pertemuan dan Pesta Planga-Plongo Sedunia.
Bila perlu sekalian buat dan resmikan patung idola kalian dan si Parhat Kibus sebesar Tugu Monas.

Kami hanya bersuara karena nurani kami tidak terima ada pesta mewah sementara di Palu-Donggala masih ada mayat-mayat saudara kita dibawah reruntuhan rumah-rumah mereka.
Kami hanya protes karena jiwa kami menangis karena melihat video masyarakat disana yang berebutan makanan dan minuman yang dilempar dari Helikopter Bantuan, sementara tamu-tamu anda dilayani dengan sempurna ditempat-tempat megah, semua itu memakai uang rakyat !!!

Terakhir saya bukan pendukung apalagi Kader Partai Demokrat. Tapi menyalahkan Pak SBY disetiap blunder dan kegagapan rezim ini adalah bentuk mabuk bawang yang menghina logika.
Kita akui saja, Pak SBY seribu kali lebih mampu memimpin negeri ini.
Tolong jangan durhaka dan lagi-lagi menista logika dengan mengatakan tidak ada pembangunan di jaman beliau.
Bandara Internasional Kuala Namu-Medan, Sepinggan Balikpapan, Sultan Hasanuddin Makassar dan puluhan Bandara-bandara megah dipersembahkan beliau untuk rakyat Indonesia.
Tol Bali Mandara dibangun tanpa sesen pun uang dari APBN karena kondisi ekonomi yang lumayan baik dijaman SBY dan BUMN-BUMN kita tertata dengan baik dan profesional.
Jadi stop menyalahkan Pak SBY diatas kegagalan dan ketidakmampuan idola kalian, wahai kaum berotak dikit dengan logika kirik.....

By: Azwar Siregar

Rabu, 19 September 2018

Surat Menohok Dari Melayu Untuk Yaqut Cholil Banser



TAMPARAN KERAS BUAT YAKUT..... "Surat dari Melayu"

Menggelikan, sekaligus terdengar menjijikkan, ketika mendengar Tuan ingin berkhutbah tentang kebangsaan, NKRI, atau tentang Pancasila, di kampung kami, Riau.

Tuan mungkin sedang mengidap amnesia sejarah. Baiklah, aku sampaikan lagi, bahwa ketika negeri yang bernama Indonesia ini merdeka tahun 1945, kami masih negara berdaulat, dan lalu kami dengan kesadaran memutuskan untuk bergabung, menjadi Indonesia.

Kami masuk ke Indonesia, bukan dengan tangan kosong seperti Tuan. Kami menyumbang 10 provinsi, 2 daerah jajahan, 39 butir berlian, uang 13 juta gulden, menyumbang minyak, dan memberikan bahasa. Bahkan sampai hari ini, tanah kami, mulai dari blok kangguru, Dumai, dan Pakning, masih menyusukan negeri ini dengan 900 ribu barrel setiap hari. Kami berikan juga hasil hutan, kelapa sawit, hasil laut, dan berbagai komoditas lain.

Sejak eksploitasi stanvac sampai minyak bumi kami mengisi lambung kapal Gage Lund tahun 1955, kami sudah menyumbang ribuan trilyun kepada negeri ini. Kami juga telah memberikan bahasa, agar Tuan petah berkata kata.

Izinkan kami bertanya: Apa yang sudah negeri Tuan sumbangkan kepada Indonesia, sehingga Tuan merasa berhak untuk menceramahi kami soal kebangsaan? Minyak kampung kami juga ikut dalam tol, dalam jalan yang tuan injak di kampung Tuan. Minyak kami sudah membangun gedung gedung di kampung Tuan, bahkan republik ini. Itu sumbangan kami, mana sumbanganmu?

Tuan hanya mencintai negeri ini dengan tagar #nkrihargamati, atau #sayapancasilasayaindonesia, lalu Tuan merasa sudah demikian Indonesia?

Di kampung kami, orang kampung Tuan bisa menjadi apa saja, jadi gubernur, bupati, walikota, pengusaha, pejabat, anggota legislatif, bahkan menjadi bajingan pun boleh. Bisakah hal yang sama terjadi di kampung Tuan?

Di mana adab Tuan? Tuan menikmati kekayaan kami, tapi Tuan tanpa malu, tanpa moral mempersekusi ulama kami dan mempertanyakan keindonesiaannya. Apakah Tuan waras?

Berhentilah melakukan omong kosong, belajarlah untuk memiliki rasa malu. Antara kami dan Tuan tidak layak untuk disandingkan dalam keindonesiaan. Berhentilah meludahi muka sendiri..

@syaukani al karim

Next:

Minggu, 09 September 2018

Mengenal Sayyid Seif Alwi Ba'alawy Pimpinan Majelis Ahbaburrosul Indonesia


HABIB ALWI BA 'ALAWY
Pimpinan Majelis Ahbaburrosul Indonesia.

Jumat, 07 September 2018

Ustadz Abdul Somad Da'i Yang Terjajah di Negeri Sendiri



USTAD ABDUL SOMAD TERJAJAH DI NEGERI SENDIRI, ADA APA DENGAN INDONESIA KINI ?
Oleh: Ustad Maaher At-Thuwailibi

Jumat, 31 Agustus 2018

Keberkahan Berjamaah dalam Pengajian dan Berthareqah

keberkahan dalam jamaah
Jamaah Surau Suluk Rabbani, Solok

WEJANGAN MURSYID
Tuangku Syaikh Muhammad Ali Hanafiah Al-Qhutub Ar-Rabbani

Rabu, 20 Juni 2018

Kitab Fiqih Kuno Muhammadiyah 1925M Bongkar Ajaran "Menyimpang" Muhammadiyah Jaman Now


KITAB FIQH KUNO MUHAMMADIYYAH

"Topeng" Ajaran Muhammadiyah jaman now akhirnya terbongkar juga. Muhammadiyah yang dulu ternyata beda dengan yang sekarang, yang mana sebagian besarnya sudah salah jalan keluar dari jalur yang di tetapkan oleh pendirinya KH. Ahmad Dahlan. Kerancuan ajaran modernisasi ala Wahabi Muhammadiyah yang sekarang di bongkar oleh kitab kuno Muhammadiyah " Kitab Fiqih Jilid III " terbitan Taman Poestaka Muhammadiyah (semacam lembaga pers/penerbitan organisasi) edisi 1343 H. (1925 M), Djokjakarta.

Selasa, 12 Juni 2018

Kegetiran Hidup Perumus Pancasila Tak Seperti Mewahnya Hidup "Satpam" Pancasila


HIDUP MELARAT ALA PERUMUS PANCASILA
Oleh: Rizki Lesus

Rumah itu masih berstatus sewa, ketika sang penghuninya, Haji Agus Salim wafat sepenggal November 1954. Salah satu dari 9 perumus Pancasila, anggota dewan Volksraad, diplomat kesohor, Menteri Luar Negeri era revolusi itu wafat dengan – masih – bersatus sebagai ‘kontraktor’ alias pengontrak rumah.

Baru setelah itu, beberapa tahun kemudian, anak-anaknya patungan membeli rumah kontrakannya yang bertempat di Jalan Gereja Theresia (kini Jl. Agus Salim no 72) Jakarta.

Begitu kesederhanaan Haji Agus Salim dikisahkan sang cucu, Agustanzil Sjahroezah dalam Agus Salim Diplomat Jenaka Penopang Republik (2013: hal.114). Entah berapa kali, tokoh Partai Islam terbesar saat itu hidup nomaden, berpindah-pindah dari satu gang ke gang lainnya di berbagai kota.

Sangat jarang kita dengar, petinggi partai di negeri ini masih mengontrak rumah, pinda-pindah bahkan hampir tiap bulan. Padahal, mungkin di luar sana, seorang ayah tidur dengan anaknya di atas gerobak beratap langit.

Di dalam gang sempit itu, berkelok dari jalan utama, menyelusup gang pada perkampungan di sudut kota, di tempat becek, di kawasan kumuh, di sanalah Agus Salim dan istrinya, Zainatun Nahar mengisi hari-hari mereka.

Di Jakarta, sejoli ini pernah menikmati masa-masa indah di daerah Tanah Abang, Karet, Petamburan, Jatinegara, di gang-gang Kernolong, Tuapekong, gang Listrik dan masih banyak lagi.

Khusus gang listrik, menjadi kenangan tersendiri bagi sejoli ini. Di gang Listrik, justru Haji Agus Salim dan Zainatun Nahar hidup tanpa listrik gara-gara tak sanggup membayar iuran listrik. Anak keempat Salim, Adek, mengingatnya dulu ia harus membersihkan bola lampu setiap sore. (Kustiniyati Mochtar: 1984).

“Rumah kampung dengan meja kursi sangat sederhana,” tambah muridnya yang juga diplomat, Mohammad Roem dalam Bunga Rampai dari Sejarah, mengenang. Pernah pula, kasur gulung, ruang makan, dapur, dan ruang tamu kontrakan Haji Agus Salim bersatu dalam satu ruangan besar.

Jangan tanya ada atau tidak uang belanja, atau sembako di dalam lemari. Nasi goreng kecap mentega menjadi favorit ketika keluarga ini sedang tak ada makanan.

Tak heran, dalam Agus Salim Diplomat Jenaka Penopang Republik, ketua delegasi Belanda dalam perundingan Linggarjati, Willem Schermerhorn bilang,” Ia hanya mempunyai satu kelemahan : selama hidupnya melarat!”

Frasa selama hidupnya melarat ini artinya sangat jelas. Sebelum, saat, hingga pasca menjabat sebagai Menteri, atau jabatan lainnya, ia tetap melarat, dan tetap mengontrak rumah hingga akhir hayatnya.

Bisa dibayangkan kini, ada seorang menteri yang tidak punya rumah? Anggota Dewan yang kekurangan bahan makanan? Seorang yang menolak menjadi ketua partai besar ? Seorang diplomat kelas dunia yang tidak bisa bayar listrik?

Kisah kesederhanaan – atau kemelaratan – ini tak hanya dirasakan Haji Agus Salim. Perumus Pancasila lainnya, Mohammad Hata pun mengalami masa-masa senja yang tak jauh berbeda.

Ramadhan KH dalam Bang Ali, Demi Jakarta 1966 – 1967 mengisahkan bagaimana Ali Sadikin, gubernur legendaris Jakarta ini terenyuh melihat kondisi Bung Hatta yang tak mampu membayar iuran air hingga pajak.

“Begitu sederhananya hidup pemimpin kita pada waktu itu,” kata Bang Ali terharu. Bahkan, hingga akhir hayatnya, keinginan bung Hatta untuk membeli sepatu bally tak juga terpenuhi.

Wakil Presiden Indonesia pertama ini menabung, sampai-sampai beliau menyimpan guntingan iklan yang memuat alamat penjualnya. Namun apadaya, tabungan beliau tak cukup karena kebutuhan rumah tangganya. Sepatu bally tinggallah kenangan.

Perumus Pancasila lainnya, KH Wahid Hasyim merupakan sosok yang sangat bersahaja. Saat orang-orang bertanya ketika dirinya tak lagi menjabat sebagai menteri, ia menjawab:

“Tak usah kecewa! Saya toh bisa duduk di rumah. Saya mempunyai banyak kursi dan bangku panjang, tinggal pilih saja,” katanya mengundang gelak tawa orang –orang di sekitarnya. (Saifudin Zuhri : 2013).

Di saat masyarakat hidup sulit, katanya, tak elok jika para pemimpinnya hidup dengan mewah dan bersenang-senang. Karenanya, ia turut merasakan kesulitan serupa. Suatu kebiasaannya adalah berpuasa sunnah, bahkan dalam kondisi sesibuk apapun di mana pun.

Saifudin Zuhri mencatat, saat mereka menginap di suatu hotel, ia lupa menyiapkan sahur. Di atas meja ada sebutir telur rebus dari sisa santapan sahur kemarin dan segelas teh bagian Saifuddin Zuhri ketika sore.

“Dengan sebutir telur dan segelas teh itulah KH Wahid Hasyim bersahur,” kenang Saifudin Zuhri dalam Berangkat dari Pesantren. Sambil menyelesaikan sebutir telur yang satu-satunya untuk sahur itu KH Wahid Hasyim mengingatkan agar jangan sampai hidup menampakkan kemewahan di saat kondisi masyarakat sedang sulit.

”Kita berlapar-lapar supaya tidak melupakan nasib kaum lapar,”pesannya.

Tokoh perumus Pancasila lainnya, Prof. KH Abdul Kahar Muzakkir, tokoh Muhammadiyah yang pernah juga menjadi anggota Dewan Konstituante bahkan hingga pengujung senjanya, masih tinggal di rumah warisan ayahnya, Haji Muzakkir.

Mitsuo Nakamura mencatat bahwa kendaraan Abdul Kahar Muzakkir hanyalah sebuah skuter bekas pemberian mahasiswanya, yang sering kali mogok. Sebagai alternatif, ia kadang menggenjot sepeda, naik becak atau andong menempuh perjalanan sepanjang lima atau enam kilometer dari rumahnya mengajar di UII atau ke kantor PB Muhammadiyah di Yogyakarta. (Mitsuo Nakamura: 1996).

Ironi memang, tapi itulah mereka, para pendiri bangsa ini. Pantas saja, Ketua Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) – DPR kini – pertama, Kasman Singodimedjo melihat kondisi gurunya, Haji Agus Salim, dengan lirih berkata, “Leiden is lijden,” memimpin itu menderita!

Memang, mereka bukanlah Pembina, pengarah, atau apapun jabatan yang melekat terkait dasar negara ini. Namun mereka menyusun pondasi bangsa ini dengan penuh ketulusan, mungkin tanpa berpikir-pikir apakah anggaran sekian bisakah kami membina masyarakat?

Mereka membina nilai-nilai kebangsaan dengan keteladanan. Mungkin saja, balasan materi yang diterima saat itu minim, atau bahkan harus merogoh kocek pribadi, “Leiden is lijden,” memimpin itu menderita!

Mereka yang memilih jalan becek dan sunyi, berjalan kaki dengan tongkatnya dibanding gemerlap karpet merah dan mobil –mobil dan rumah mewah, gemerlap jantung kota lainnya.

Kemiskinan tak membuat mereka berhenti berbuat. Kesungguhan mengalahkan keber-ada-an, dan sejarah telah mencatatnya.

Kita tentu rindu sosok seperti mereka, bukan tentang melaratnya mereka, tapi tentang ruang kesederhanaan, kepekaan nurani, yang masa kini mungkin semakin sulit kita ditemukan.

June 4, 2018

– Penulis adalah penulis buku Perjuangan yang Dilupakan, Founder Jejak Islam untuk Bangsa (JIB)

Artikel berikut:

Jumat, 01 Juni 2018

NOL-kan Hatimu InsyaAllah Keyakinan Itu Akan Datang Bersama Pemiliknya


Pernah suatu ketika murid dari Tuangku Syaikh Muhammad Ali Hanafiah ( murid-murid beliau biasa memanggil beliau dengan panggilan Tuangku”) bertanya tentang keyakinan kepada beliau;

” Tuangku, sebenarnya keyakinan itu apa? Apakah keyakinan itu adalah yang ketika kebal dari segala benda tajam atau bisa menguasai hal-hal gaib atau ketika seseorang yakin pada Allah maka ibadahnya menjadi lebih istiqomah? ”

Selasa, 29 Mei 2018

Ulama Bangkai Dunia Penjual Agama Diteras-Teras Politik


Bangkai-Bangkai Dunia

Dalam suatu hadist Nabi Muhammad SAW bersabda “Kelak sesudahku benar-benar umatku akan diselimuti oleh fitnah-fitnah yang seakan-akan gelapnya malam, di zaman itu seseorang dipagi hari dalam keadaan mukmin, kemudian di sore harinya ia menjadi kafir, banyak kaum yang menjual agamanya dengan harta duniawi yang sedikit”. Diriwayatkan oleh Hakim melalui Ibnu Umar r.a.

Tidak dapat kita pungkiri kebenaran akan keterangan Baginda Nabi SAW. Pada masa ini memang banyak manusia yang mengaku mukmin, namun sanggup menjual imannya. Bahkan seseorang yang dikatakan ulama lebih mudah menjual agamanya diteras-teras politik. Tentu, layaknya tukang obat yang dagangannya laris manis tanpa pernah berfikir apa-apa yang ia ucapkan, yang penting obat laku, perutnya kenyang.

Sesungguhnya seburuk-buruk zaman bagi umat ini, bila berhadapan dengan sekelompok orang yang mengaku membela dan menjaga agamanya, tetapi dibalik itu mengincar perhiasan-perhiasan dunia, bak singa kelaparan yang sedang mengintai seekor domba. Maka berhati-hatilah kita terhadap pandangannya, seperti isyarat nabi Muhammad SAW kepada kita,” Ulama adalah orang-orang yang dipercaya oleh para rasul selama mereka tidak berdekatan dengan penguasa dan memilih perkara duniawi. Apabila mereka dekat dengan penguasa dan memilih perkara duniawi, maka mereka benar-benar telah berkhianat terhadap para Rasul, karena itu hati-hatilah kalian terhadap mereka”. Diriwayatkan al ‘uqaili melalui Anas r.a.

Seumpama bangkai-bangkai yang menaburkan bau busuk, menularkan penyakit bagi orang-orang yang didekatnya. Maka akan lebih berbahaya bila berkawan dengan orang alim yang mencintai dunia, daripada berkawan dengan orang bodoh yang jauh daripada cinta dunia. Karena dengan kecantikan dunia ini, manusia sanggup saling menjatuhkan dan menjadi pecundang bagi kawan karib sendiri. Dunia ini pejuang mampu berkhianat terhadap perjuangannya sendiri, tanpa disadari ia telah meludah dan kemudian menelannya kembali.

Dimana dan siapapun ulama yang bertebaran dimuka bumi ini, tetaplah mempunyai jiwa, yang jiwa itu sendiri seperti angin. Bila ia melewati bangkai, maka akan terbau bangkai, dan jika ia melewati bunga maka iapun akan terbawa harum. Hingga sepantasnya bagi seorang ulama menempatkan dirinya sesuai dengan yang dikadarkan pada dirinya. Akan tetapi, seorang ulama tetaplah manusia yang penuh dengan segala kekurangan. Dan sebagai manusia, ulama tetaplah membutuhkan dunia dalam ia hidup dan berkeluarga, namun bukan berarti ia harus menjual ayat-ayat Tuhan dalam kepentingan dunianya. Baginda Nabi SAW sendiri, selain sebagai pemimpin umat, beliaupun dikenal sebagai seorang pedagang yang gigih dan jujur.

Berbanggalah umat ini bila disetiap sudut bumi ini menemukan ulama-ulama yang mencintai Ukhrawi daripada duniawinya, dan mencintai umat daripada mencintai penguasanya. Menjadi tempat berteduh umatnya dari panas terik matahari, dan daripada hujan badai gelombang dunia ini. Hingga ketenangan dan kedamaian merayapi setiap dada umat. Segala permasalahan demi permasalahan dapat dipecahkan tanpa salah satu pihak dikecewakan. Serta,  ilmu-ilmu agama kelak semakin berkembang menjadi pengharum jiwa dan penyuluh dalam kegelapan, penerang Hati ketika membedakan yang haq dan yang bathil ditengah-tengah umat.

Oleh: Tuangku Syaikh Muhammad Ali Hanafiah
( Rais Mustasyar Dewan Ulama Thareqah Indonesia )

Sumber: https://buyahend.wordpress.com

Artikel terkait:

Minggu, 27 Mei 2018

Inilah Perbedaan Ajaran Syiah dengan Ahalussunnah Waljamaah (ASWAJA)


Ada 17 Perbedaan Mendasar antara Syi’ah Dengan Ahlussunnah Waljamaah.

Banyak orang yang menyangka bahwa perbedaan antara Ahlussunnah Waljamaah dengan Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah(Ja’fariyah) dianggap sekedar dalam masalah khilafiyah Furu’iyah, seperti perbedaan antara NU dengan Muhammadiyah, antara Madzhab Syafi’i dengan Madzhab Maliki.

Jumat, 25 Mei 2018

Ust. Abdul Somad Lc MA " Siapa yang Belum Pernah Bersuluk, Ikutlah" Suluk Juga Untuk Anak Muda

Abdul somad, suluk tarekat zikir Allah..Allah
Gambar; kamar suluk Surau Rabbani, Solok

Video Ustadz Abdul Somad bercerita tentang suluk yang pernah dijalaninya, suluk atau riyadhah kaum sufi selama 10 hari 10 malam yang diisi dengan sholat sunat tobat dan zikir Allah..Allah..Allah.

UAS mengatakan bahwa ia pernah menjalani suluk dan menghimbau jamaah terutama yang muda-muda untuk melakukan riyadhah suluk " Siapa yang belum pernah bersuluk, bersuluklah" kata Ustadz Somad. Da'i sejuta umat ini juga melukiskan kenikmatannya dalam melaksanakn riyadhah suluk " Nikmatnya sungguh luar biasa susah diungkapkan dengan kata-kata, siapa yang ingin ikut ikutlah" ajak UAS.

" Banyak orang yang salah sangka, dia sangka suluk itu hanya untuk orang yang sudah tua yang mau mati saja, ini tak betul!" tegas UAS. 

Ustadz Abdul Somad menyindir orang yang selalu mengucapkan zikir di mulut, tapi di hatinya tidak dan selalu memikirkan dunia . Beliau mengungkapkan; 
" Barulah saya tau bahwa didalam suluk itu kita selalu fokus. Barulah saya paham ketika didalam kelambu, lihat kekiri dinding, lihat kekanan dinding, pandang kebelakang dinding, pandang kedepan dinding, pandang keatas tertutup, rupanya saya sedang berada dalam miniatur alam kubur alam barzah. Duduk berzikir Allah..Allah..Allah.

Ustadz Abdul Somad mengatakan dalam videonya bahwa zikir suluk Allah..Allah..dalam suluk di baca terus dalam hati, tidak terputus sehingga terbawa dalam kehidupan sehari-hari, sampai malaikat datang mencabut nyawa insyaAllah mati dalam keadaan husnul khotimah, karena zikir Allah..Allah sudah melekat di jantungnya. Yang mana darah dari jantung menyembur ke otak terus ke panca indra maka insyaAllah akan terhindar dari maksiat.

" Jadi kalau ada orang mengatakan berzikir, bersuluk hanya untuk orang tua saja, itu salah, keliru. Anak-anak muda mestinya juga demikian" Kata UAS.

" Apa dalilnya zikir Allah...Allah...Allah...? "
Ustadz Abdul somad menjawab; "Orang-orang yang berzikir menyebut nama Allah diwaktu tegak waktu duduk, waktu berbaring kau ingat Allah. Sampai pada akhirnya kalau sudah melekat zikir itu dijantungmu, berdegub, berdetak dia tak pernah berhenti Allah...Allah...Allah.

Simak video Ustadz Abdul Somad tentang suluk dan zikir Allah...Allah...Allah"



Artikel terkait: