Rabu, 22 November 2017

Upaya Liberal, Syiah, Komunis Mencari Kesalahan dan Membully Ustadz Abdul Somad


Kaum Liberal, Syiah, Talafi serta Komunis bersatu membully Ustadz Abdul Somad. Peristiwa Rina Nose si hidung pesek menjadi moment indah bagi pembenci ustadz asal Riau ini untuk menjatuhkan harga diri serta imej ustadz abdul somad di mata masyarakat. Usaha mereka untuk mencari-cari kesalahan dan kesesatan Ustadz Abdul Somad LC MA terbuka lebar disaat viralnya Rina Nose hidung pesek memproklamirkan dirinya yang anti jilbab setelah sebelumnya memakainya, dengan alasan Jepang bisa maju tanpa agama dan tanpa berTuhan. Tentu perempuannya tak pakai jilbab. Besar kemungkinan Rina terinspirasi oleh Maria Ozawa? Entahlah!

Dialog usaha cebong untuk mencari kesalahan Ustadz Abdul Somad

Begitu Ada Celah, Bully Ulama dan Aktivis Dakwah

Cebong 1: Bong, gimana nih? Itu Ustadz lagi naik daun. Jamaahnya semakin banyak. Sekarang malah tampil di beberapa stasiun televisi.
Cebong 2: Kita habisi saja kayak Ustadz-Ustadz sebelumnya. Sebut dia radikal atau ekstrimis.
Cebong 1: Nggak bisa, Bong. Ustadz ini lain. Dia dakwahnya lembut. Tentang manajemen hati. Nggak ada kerasnya sama sekali. Jamaahnya suka nangis kalau dengar dia pengajian karena saking nyentuhnya.
Cebong 2: Tapi kan dia ikut Aksi Peduli Afghanistan. Aksi Palestina juga.
Cebong 1: Nah, itu dia bahayanya. Dia bisa berpotensi menguatkan radikalisme, tapi gayanya lembut gitu. Nggak mempan kalau kita tuduh radikal. Bahkan meskipun tempo hari dia membacakan puisi Osama Bin Laden di Masjid Al Falah Surabaya, tetap saja nggak bisa dihantam dengan isu radikal.
Cebong 2: Kalau begitu kita tunggu sambil kita pancing-pancing. Begitu ada celah, kita bully rame-rame.
Akhir 2006, saat sang Ustadz poligami, mereka mendapat amunisi. Mereka segera memanfaatkan celah untuk membully. Sang Ustadz sempat “dicekal” dari sejumlah televisi. Dengan izin Allah, dakwahnya tidak surut dan kini televisi berebut mengajaknya tampil kembali.

Cebong 1: Bong, gimana nih? Itu Ustadz lagi naik daun. Jamaahnya semakin banyak. Dia makin moncer di Youtube. Sekarang malah tampil di televisi.
Cebong 2: Kita habisi saja kayak Ustadz-Ustadz sebelumnya. Sebut dia radikal atau ekstrimis.
Cebong 1: Nggak bisa, Bong. Ustadz ini lain. Dia dakwahnya bikin jamaah tertawa. Kita sebut radikal sepertinya belum ngefek.
Cebong 2: Tapi kan dia ikut Aksi Peduli Rohingya, mendukung Aksi 212, mendukung perjuangan Palestina dan anti Israel.
Cebong 1: Nah, itu dia bahayanya. Dia bisa berpotensi menguatkan radikalisme, tapi gayanya lucu gitu. Nggak mempan kalau kita tuduh radikal. Bahkan meskipun tempo hari dia membela Felix Siauw, Youtubenya malah viral. Tetap saja nggak bisa dihantam dengan isu radikal.
Cebong 2: Kalau begitu kita tunggu sambil kita pancing-pancing. Begitu ada celah, kita bully rame-rame.

November 2017. Ketika ditanya tentang artis yang melepas jilbab dan berdalih tidak ada yang berubah dalam dirinya, Sang Ustadz balik bertanya? “Yang pesek itu?”

Mereka segera memanfaatkan celah untuk membully. Sejumlah media yang memberitakan dengan framing mereka, dipenuhi komentar membully Sang ustadz. Pun di media sosial, mereka berlomba-lomba membully Sang Ustadz. Semoga Allah menjaganya.

Jadilah peran dalam suatu perjuangan umat dan jangan hanya jadi penonton. Sungguh rugi diakhirnya nanti.