Minggu, 26 November 2017

Nasehat Wali Qhutub Syeikh Abdul Qadir Jailani "Jika Bertemu dengan Orang kafir ..."

nasehat syeikh abdul qadir jailani

Nasihat Shultonul Awliya Syeikh Abdul Qadir Al-Jailani.

Jika engkau bertemu dengan seseorang, maka yakinilah bahwa dia lebih baik darimu.
Ucapkan dalam hatimu:
"Mungkin kedudukannya di sisi Allah jauh lebih baik dan lebih tinggi dariku."

Dan jika kamu bertemu anak kecil
maka ucapkanlah (dalam hatimu):
"Anak ini belum bermaksiat kepada Allah, sedangkan diriku telah banyak bermaksiat kepada-Nya. Tentu anak ini jauh lebih baik dariku."

Dan jika bertemu orang tua pula
maka ucapkanlah (dalam hatimu):
"Dia telah beribadah kepada Allah jauh lebih lama dariku, tentu dia lebih baik dariku."

Dan jika kamu bertemu dengan seorang yang berilmu
maka ucapkanlah (dalam hatimu):
"Orang ini memperoleh kurnia yang tidak akan aku perolehi, mencapai kedudukan yang tidak akan pernah aku capai, mengetahui apa yang tidak akan aku ketahui dan dia mengamalkan ilmunya, tentu dia lebih baik dariku."

Dan jika bertemu dengan seorang yang bodoh
maka katakanlah (dalam hatimu):
"Orang ini bermaksiat kepada Allah kerana dia bodoh (tidak tahu), sedangkan aku bermaksiat kepada-Nya padahal aku mengetahui akibatnya. Dan aku tidak tahu bagaimana akhir umurku dan umurnya kelak. Dia tentu lebih baik dariku."

Dan jika bertemu dengan orang kafir
maka katakanlah (dalam hatimu):
"Aku tidak tahu bagaimana keadaannya kelak, mungkin di akhir usianya dia memeluk Islam dan beramal soleh. Dan mungkin boleh jadi di akhir usia diriku kufur dan berbuat buruk."

Kesimpulannya; Tidak akan rugi jika kita bersangka baik terhadap insan yg lain, daripada kita bersangka buruk terhadapnya yang boleh mendatangkan dosa. Sematkanlah ke dalam hati kita agar iman akan bertambah, aqidah dan akhlak juga akan terjaga.

Firman Allah سبحانه وتعالى :

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا يَسْخَرْ قَوْمٌۭ مِّن قَوْمٍ عَسَىٰٓ أَن يَكُونُوا۟ خَيْرًۭا مِّنْهُمْ وَلَا نِسَآءٌۭ مِّن نِّسَآءٍ عَسَىٰٓ أَن يَكُنَّ خَيْرًۭا مِّنْهُنَّ ۖ وَلَا تَلْمِزُوٓا۟ أَنفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوا۟ بِٱلْأَلْقَٰبِ ۖ بِئْسَ ٱلِٱسْمُ ٱلْفُسُوقُ بَعْدَ ٱلْإِيمَٰنِ ۚ وَمَن لَّمْ يَتُبْ فَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلظَّٰلِمُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (kerana) boleh jadi mereka (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok), dan jangan pula perempuan-perempuan (mengolok-olokkan) perempuan lain, (kerana) boleh jadi perempuan (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari perempuan (yang mengolok-olokkan). Janganlah kamu saling mencela satu sama lain, dan janganlah saling memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk (fasik) setelah beriman. Dan barangsiapa tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.” 
(Surah Al-Hujurat, 49; Ayat 11)

Jadilah peran dalam suatu perjuangan umat dan jangan hanya jadi penonton. Sungguh rugi diakhirnya nanti.

1 komentar so far