Kamis, 29 Juni 2017

Indonesia Akan Jadi Super Power Dunia, Pernyataan Warga Singapore



INDONESIA AKAN MENGATUR DUNIA

Kisah Nyata Mahasiswa Indonesia Di Australia. Suatu Pagi Kami Jemput Client, Orang Tsb Sudah Tua Bapak Ini Seorang Pengusaha Asal Singapura, Bicaranya Gaya Melayu English, Beliau Menceritakan Pengalaman Hidupnya Pd Kami:
"Your Country Is So Rich! "(Negaramu Sangat Kaya) Dalam Hatiku:"Ah Biasa Banget Denger Kalimat Itu"

Selasa, 27 Juni 2017

Kritik Pedas Perantau Solok Selatan Yang Miris Melihat Kampung Sendiri


Ternyata buruknya kondisi jalan di Kabupaten Solok Selatan dirasakan juga oleh para perantau yang mudik lebaran pada tahun 2017 ini. Jalan utama yang menghubungkan Kabupaten Solok Selatan dengan Kota Padang dan Kabupaten lain di Sumatera Barat yang saat ini kondisinya hancur lebur, membuat seorang netizen asal Solsel yang kebetulan mudik miris dan sedih melihat kampung halamannya yang seakan-akan dibiarkan saja oleh pemerintah setempat.

Akun FB Bravo Kurnia menuliskan kesedihannya dan kritikan serta saran terhadap pembangunan Solsel yang dirasakannya mundur kebelakang dibandingkan dengan pembangunan di daerah-daerah lain yang dilaluinya dalam perjalan mudik. Bravo Kurnia memposting kesedihannya di group Solok Selatan Facebook.  Postinganya mendapat banyak like dan komentar.


Kritikan perantau untuk Solok Selatan;

Mudik Idul Fitri 1438H 2017 ke kampung halaman Solsel tercinta membuat saya miris dan sedih, betapa jauhnya ketinggalan kampungku dengan kampung orang yang kulalui, kampung orang semakin maju, kampungku sepertinya semakin mundur.

Saya hanya memantau 1 aspek saja yaitu jalan raya, tetapi sudah merupakn gambaran seutuhnya bgaimana pembangunan di nagari kita.

Jalan rusak, dan berlobang, berkilo-kilometer, tanpa ada tanda-tanda akan diperbaiki, apalagi ditingkatkan...

Saya yang sekali-kali pulang saja terasa sangat berat melalui jalan ini, apalagi yang berdomisili di Solsel, yang melewati setiap hari.. Tidakkah berkata dalam hati??

Kepada semua teman dan sahabat, para pejabat dan anggota dewan, baik yang saya kernal maupun tidak.. Mari kita renungkan kembali, apa yang telah kita perbuat untuk negri ini, bhakti apa yang telah kita persembahkan, pencapaian apa yang telah kita dapatkan, yang bermanfaat untuk kemaslahatan masyarakat banyak..

Ingatlah,, harta tidak akan di bawa mati.,tetapi nama baik akan selalu dikenang, amal dan amanah akan menjadi pahala yang tidak akan pernah putus..

Memang pembngunan menuntut ikutserta kita smua, tapi anda adalah decision maker nya,, ditangan anda negri ini akan dibawa kemana, kami masyarakat hanya pengikut saja..

Tanya hati nurani kita,, sudah benarkah yang selama ini kita perbuat? , hati nurani tidak akan pernah berdusta..

Jangn beralasan berbagai problem dan masalah, karena semua itu pasti ada solusinya.. Asalkan memang kita betul-betul berniat menyelesaikannya..

Bagi kita warga Solsel yang hanya mncari keuntungan pribadi semata, tanpa mau peduli terhadap kemajuan negri kita, mari mulai hari ini niatkan dari lubuk hati yang paling dalam untuk mem persembahkan sedikit bhakti dan peran serta kita demi kemajuan solsel kita tercinta..

Semoga kita smua memasang niat tulus dalam hati agar Allah swt mendengar doa-doa kita, Aamiin
Salam,,





Jumat, 23 Juni 2017

Berhentilah Membid'ahkan Amalan Aswaja - Ustadz Salafi Abdullah Hadrami

berhenti membidahkan amalan aswaja

Fenomena saling menyalahkan atau saling mengkafirkan satu sama lain di tengah-tengah masyarakat Indonesia, sampai saat ini masih seringkali terjadi. Pemicunya terkadang karena perbedaan paham, bahkan karena persoalan yang sifatnya cabang (furu’) dan bukan yang prinsip (ushul) dalam beragama.

Misalnya, di tengah-tengah masyarakat Indonesia yang sebagian banyak dihuni oleh masyarakat muslim berorganisasi Nahdlatul Ulama (NU) yang seringkali melakukan amalan-amalan seperti tahlil, yasinan, dibaan, dan seterusnya, oleh sebagian kelompok, utamanya oleh kelompok wahabi ekstrem, dianggap sebagai amalan bid’ah yang sesat dan menyesatkan. Padahal warga nahdliyin memiliki sumber rujukan yang kuat di dalam setiap apa-apa yang mereka lakukan.

Karena itu, untuk menyikapi perbedaan semacam itu, menurut seorang dai kondang pengasuh kajian ‘Hati Bening’, Ustadz Abdullah Sholeh Ali Hadrami, pertama-tama seseorang ketika menghadapi perbedaan amalan, harus mula-mula sadar bahwa dia hidup di tengah-tengah masyarakat Indonesia yang majemuk.

“Kita ini harus menyadari, kita ini hidup di mana. Kita hidup di Indonesia. Kita hidup di kota Malang. Kita harus jujur, di sini banyak orang NU; banyak habaib, yang mana di antara para habaib itu, amalan mereka adalah tahlilan dan shalawatan. Mereka melakukan itu pun juga punya argumentasi,” kata Ustadz Sholeh yang selama ini dikenal sebagai salafi moderat dalam sebuah video yang diunggah di akun Youtube oleh seorang netizen bernama muh dho pada 3 Mei 2017 kemarin.

Maka, karena orang-orang NU memiliki rujukan amalan yang jelas kepada ulama-ulama klasik, maka menurut Ustadz Sholeh, kelompok yang berbeda dengan NU, termasuk kelompok dirinya (salafy – red), tidak boleh meributkan masalah tahlil dan shalawatan itu.

“Sehingga kita tidak perlu ribut masalah ini. Ndak perlu ribut; ndak perlu bid’ah-bid’ahkan. Kalau kita nyesat-nyesatkan, berarti kita cari masalah, kita ngajak ribut. Sampai kapan kita mau ribut?” ujar Sholeh di hadapan jamaah pengajiannya.

Sikap yang demikian, lanjut Sholeh, harus diambil kelompoknya, karena yang selama ini diributkan, utamanya amalan orang-orang NU, bukan masalah yang sifatnya prinsip, tetapi masalah cabang yang memang memungkinkan perbedaan pemahaman di dalam beragama.

“Ini bukan masalah yang prinsip. Ini bukan masalah prinsip ya ikhwan. Ini masalah furu’iyah (masalah cabang). Dan mereka punya ulama. Walaupun kesimpulannya kita arus berbeda pendapat,” kata dia.

“Jadi tidak usah memaksakan keyakinan. Agama itu privasi kita dengan Tuhan, dengan Allah. Nggak usah ikut campur urusan agamanya orang lain. Berdakwah boleh. Harus berdakwah. Tapi caranya juga harus santun,” sambungnya.

Pihak yang sering meributkan hal-hal yang sifatnya furu’iyah semacam itu, lanjut Sholeh, karena pelakunya atau yang sering meributkan, tidak memiliki wawasan terhadap kitab-kitab rujukan yang dipakai pihak lain. Karena itu, Sholeh menganjurkan kepada jamaah pengajiannya untuk banyak mengkaji kitab-kitab rujukan yang berbeda dengan kelompoknya.

“Karena itu, saya mengajurkan supaya antum banyak piknik. Piknik bukan jalan-jalan. Piknik ke kitabnya para ulama. Jadi baca kitabnya ulama yang berbeda dengan kita. Tujuannya apa, untuk membuka wawasan. Karena kalau kita hanya satu kitab, nanti kita merasa paling benar sendiri,“ ujar dia.

Menurut Sholeh, hal itu perlu dilakukan, karena akan bisa mengatasi klaim kebenaran miliki sendiri sebagaimana banyak terjadi belakangan ini. Dengan begitu, kelompok yang kurang memiliki wawasan itu, tidak akan lagi mengklaim surga milik mereka pribadi.

“Kalau ada yang mengklaim surga milik pribadi, itu lucu. Ulama sedunia ini banyak,” sebut sosok pengasuh laman kajianislam.net itu.

Sholeh juga menuturkan bahwa selama ini otaknya telah dicuci dengan ajaran-ajaran untuk membenci kelompok lain yang berbeda dengan narasi-narasi bid’ah.

“Saya saat ini sadar, otak kita selama ini diprogram dengan kebencian. Kalau ada kata-kata ahli bid’ah, yang langsung otak kita kemana arahnya yang dibayangkan kita? Kelompok mana? Ayo antum jujur ya ikhwan. Kemana? NU dan habaib. Ini salah,” tegas dia.

“Mereka bukan ahli bidah. Mereka ahlus sunnah wal jamaah. Sama dengan kita. NU, Muhammadiyah, Al-Irsyad, Salafi, habaib, ikhwannul muslimin, jamaah tabligh, ini semua ahlus sunnah wal jamaah,” tukasnya.

Sholeh menyatakan demikian, karena dia sudah menyadari bahwa aqidah kelompok-kelompok tadi sama saja dengan apa yang diyakininya. Walaupun ada perbedaaan, tapi hanya sedikit, dan masalah cabang saja.

Video pencerahan dari Ustadz Salafi Abdullah Hadromi; Berhentilah membidahkan amalan orang lain




Selasa, 20 Juni 2017

Mengapa Susah Sekali Untuk " Memandang Allah "

Dekat Tapi Tak Bisa Memandang
memandang Allah
Image by; Isa Rabbani
Kajian Tasawuf oleh Tuangku Syaikh Muhammad Ali Hanafiah Ar-Rabbani
Di majelis pertemuan Ulama Thareqah se-Sumatera Barat  2016.

Rasa dekat dengan Allah adalah batu loncatan untuk memandang Allah, rasa dekat mustahil terbit dari akal apalagi hawa nafsu, tapi rasa dekat datangnya daripada Allah, Allah sendiri yang memberikan rasa tersebut.

Ketika rasa dekat itu muncul, yakinlah bahwasanya di balik rasa dekat itu tidak ada yang lain. Tidak ada satu zatpun yang sanggup memberikan rasa dekat kepada Allah melainkan Allah sendiri.

Banyak kita yang sudah mengetahui hal ini, tapi mengapa masih berat untuk dapat menyaksikan Allah, masih belum bisa membuka tirai itu. Belum mampu untuk menyaksikan bahwa dibalik rasa dekat itu " Engkau ya Allah ". Ilmu sudah sampai, pengamalan sudah di lakukan, tapi mengapa masih ada hijab?

Penghalang Bagi Hati Untuk Menyaksikan Allah

Banyak orang bertareqat, tapi masih hubbuddunya ( cinta dunia ).
Hati itu tidak bisa di duakan, selagi masih ada selain daripada Allah di dalam hati walau sebesar debu sekalipun, hati itu akan tetap buta selamanya. Memang ilmu pengetahuan kita sudah sampai, setelah zikir kita melahirkan rasa, setelah rasa dekat sudah muncul dan kita yakin bahwa di balik rasa dekat itu " Engkau ya Allah ". Yakin sekali kita di sana. Tapi mengapa susah sekali kita untuk meyaksikan-Nya? Ada apa?

Yang menyaksikan Allah adalah hati. Apabila hati buta maka tidak akan bisa menyaksikan.
Kenapa hati itu buta?
Karena Hubbuddunya", masih menyimpan cinta terhadap dunia.

Apa Itu Cinta Dunia?

Apakah kita tidak boleh memiliki dunia, harta benda dan sebagainya? jawabanya boleh. Silahkan memilki harta, rumah, mobil, kebun, ladang dan sebagainya. Tidak ada tasawuf yang mengajarkan kita untuk miskin.

Cinta itu melahirkan rasa memiliki yang sangat tinggi, maka kalau cinta dunia munculah rasa memiliki yang sangat kuat terhadap dunia itu sekalipun secuil, dan yang di minta oleh Allah adalah rasa memiliki itu yang harus di hilangkan. Memiliki dunia boleh, tapi rasa memilki yang harus di cabut. Kelebihan para Nabi dan Para Auliya itu adalah kalau memilki harta tidak merasa memilki.

Tingkatan-tingkatan dalam dunia sufi itu bukan dilihat dari banyaknya zikir, tapi barometernya adalah di lihat dari semakin hilangnya rasa kepemilikan terhadap dunia. Bahkan terhadap kepemilikan terhadap dirinya sendiri. inilah yang membuat kita yang sudah dari awal bercita-cita meraih cinta kepada Allah melalui tareqah-tareqah yang ada, namun di tengah jalan patah arang lantaran kita tidak sadar bahwa untuk sampai kepada Allah itu bukan dengan ilmu, tapi dengan " nol ", dengan mengembalikan segala sesuatu yang kita anggap selama ini sebagai milik kita sendiri kepada Allah.

Kembali ke titik nol dalam diri kita. Dengan ketidakadaan kita, dengan kenol-an kita itulah Allah yang menarik kita. Karena kita tak punya kemampuan untuk menjumpai Allah, apalagi mencintai Allah. Siapa kita? Allah Maha Suci, kita siapa? Ingin mencoba mencintai Allah, sedangkan mendekati saja kita tak layak. jika bukan Allah yang menarik kita mustahil kita akan berjumpa dengan Allah.


Jumat, 16 Juni 2017

Mawaqif Wal Mukhotobat Kitab Dialog Dengan Allah - Imam An-Nafri

BUKU 5


6. ARTI  MAKNA  “ISLAM”

Allah berseru kepada hamba-Nya. (Pahami QS.Al-Insylqaq 84.6).
“Hendaklah engkau menyerahkan kepada Ku dengan sepenuh hatimu, dan menyerah kepada perantara-perantara dengan tubuhnmu; Supaya engkau bersama Ku dengan kemauan kerasmu, dan bersama selain Ku dengan akal budimu.

Rabu, 14 Juni 2017

Yang Kabur dan Pengecut Habib Rizieq Atau Ahok? Ini Buktinya!


Kasus hukum yang dipaksakan untuk menjerat Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab terasa semakin menggelikan.

Di berbagai jejaring sosial, kerap ditemukan pertanyaan dan pernyataan yang sama berulang-ulang.

"Mana Habib Rizieq?"
"Katanya jagoan... HADAPIN DONG! JANGAN KABUR.."

Dua hal itu saja yang terus menerus disuarakan nyaris bersamaan di berbagai jejaring media sosial. Yang membedakannya hanya ungkapan makian yang menyertai dua pernyataan dan pertanyaan itu.

Mari kita lihat 2 fakta di bawah ini.

FAKTA 1:
Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab masih berada di Arab Saudi, meski Polda Metro Jaya telah menetapkannya sebagai tersangka kasus percakapan berkonten pornografi bersama Firza Husein.

Eggi Sudjana, Ketua Advokasi Tim Pembela Ulama dan Aktivis Indonesia (TPUA) menjelaskan, visa yang digunakan Rizieq merupakan visa umrah yang berjangka waktu 30 hari.

"Habib saat ini berada di Saudi Arabia. Terakhir

kali saya ketemu beliau di Mekkah (Arab Saudi). Kemudian visanya umrah, habisnya tanggal 17 Ramadan (12 Juni)," ucap Eggi di kantor pengacaranya di bilangan Jalan Tanah Abang III, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis, 1 Juni 2017.
Sumber: Tribun


FAKTA 2:
Kuasa hukum Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), I Wayan Sudirta mengaku tidak mengetahui di blok mana Ahok ditahan.

"Kalau masalah blok saya gak tahu," katanya saat Republika.co.id menanyakan keadaan blok yang tempati Ahok, Sabtu, 10 Juni 2017.
Sumber: Republika

Kuasa hukum Ust. Al Khaththath, Ketua FUI yang ditahan dengan tudingan makar, juga mengaku tidak pernah melihat Ahok selama mereka menjenguk Ust. Al Khaththath.

Beberapa petugas di Mako Brimob juga menolak mengetahui keberadaan Ahok.

Hacker Amerika Tak Punya Kerjaan, Akhirnya Hack HP Firza Husein



Akal - akalan polisi untuk menghilangkan rasa malu !!!

Kali ini ada juga yang entah sadar dengan apa yang diucapkan atau tidak.
Mengatakan yang menyebarkan kasus chat ini adalah hacker dari Amerika.

Ini sama saja dia berkata saya akan menjadi presiden planet mars dalam waktu dekat.
Waduh boss,,, hacker masa ngurusi whatsapp. Firza? Inget yang disadap suaranya firza. Artinya dia menyadap hp Firza bukan HRS.

Hacker pasti bilang mending sadap Paris Hilton, obama, Donald Trump, raja Arab, Sultan Brunei.
Ngapain buka whatsapp firza? Coba deh jangan rakyat dianggap tolol semua.
Yang tolol dan belum move on memang ada tapi tidak banyak ini negri rakyatnya sudah semakin cerdas.

Coba deh pikir ngapain sadap hp Firza? Firza siapa? Orang Indonesia aja nggak kenal kecuali setelah ada kasus ini saja.

Trus ujug-ujug hacker amerika bobol whatsapp Firza? Hadeehhh
Bobol email siapa kek, ratu Inggris kek, presiden Rusia kek, perdana mentri Inggris kek... Hadeh pak pak...

Gimana kita bisa merasa aman jika kualitas pranata umum sipil yang kewajibannya menjaga ketertiban, keamanan & penegakan hukum diseluruh wilayah negara punya kualitas yang dibawah standart?

Dan satu lagi. Penyebar pertama yang di maksud dari Amerika memakai judul Balada Cinta Habib Rizieq.

Ini kan kelewatan, tau dimana kelewatannya.?
Masa hacker Amerika bikin judul selain pake bahasa Indonesia dia juga menggunakan bahasa sastra.?
"Balada Cinta" ini bukan bahasa umum pak. Terserah mau bikin kayak apa rekayasanya, tapi please jangan jorok kayak gini. Saya bacanya ikut malu.

Kok nggak cerdas begini bersandiwara.
Sampai kapan permainan ini dipertahankan? Udahlah stop itu, ini memalukan, ingat ini tercatat loh dalam sejarah.

Jangan berikan beban berat kepada keturunan dong. Karena mereka akan malu melihat fakta bahwa, bapak, kakek, buyutnya sangat tidak cerdas & memalukan

By: Helmi Felis


Senin, 12 Juni 2017

Surat Terbuka Guru Madrasah Kepada Jokowi Terkait Full Day School 2017

full day school 2017

Curahan hati salah satu guru madrasah Kabupaten Pasuruan Jawa Timur:

Surat Terbuka
Assalamu'alaikum wr.wb

Dengan membaca bismillahirrohmanirrohim saya mulai segala yang mempunyai nilai kebaikan. Sholawat dan salamNya semoga mengalir kepada Sayyidina Muhammad saw, shohabat, keluarga dan ummahatul mu'minin. Amin.

Kepada yth Bapak Presiden Joko Widodo melalui Menteri Pendidikannya yth Sdr Bpk Muhajir. Saya ingin menyampaikan kegelisahan para pendidik agama islam khususnya di madrasah diniyah (Madin) dan TPQ.

Sebagaimana Bapak tahu bahwa waktu pembelajaran Madin itu adalah jam 13.00 sd 16.00, Tpq 16.00 sd 19.00, maka dengan wacana Menteri Pendidikan Anda yg akan merencanakan hanya 5 hari hari kerja tentu harus pulang di atas jam 15.00, bahkan kalimat full day school ya tentu sampai jam 18.00 bahkan kalau perlu bermalam di gedung sekolahnya, maka KAMI MOHON Bapak Presiden menanyakan kepada Menteri Bapak;

1. Wacana tersebut apakah sudah didukung dengan hasil kajian yang konprehensip

2. Kalau memang ingin tidak menyulitkan jumlah jam guru mencapai 24 jam atau kurang dari itu, mengapa justru jam kerja hanya 5 hari kan tidak rasional ?

3. Apakah menteri Anda memang secara sengaja menutup mata bahwa pendidikan keagamaan yang sudah berakar di tengah masyarakat sebagai lokal wisdom itu, yang keberadaannya justru sebelum NKRI berdiri, mau dihapus dari sejarah perjuangan berdirinya NKRI yang notabene lembaga-lembaga pendidikan tersebut. adalah didirikan orang-orang NU ?

4. Untuk pejabat setingkat menteri kok suka dengan wacana, mestinya dikaji dulu, hasilnya 99,9 % positif artinya yang dirugikan hanya sedikit sekali, baru ditetapkan kemudian dimumkan, kalau wacana kan....bergurau itu ?

5.Bapak Presiden masih ingat apa tidak dengan perjuangan Indonedia merdeka ? Siapa penyuplai terbesar dalam perjuangan Indonedia menjadi NKRI

Minggu, 11 Juni 2017

GEMASABA Riau Ingatkan Polri Dalam Menangani Kasus Habib Rizieq

gemasaba ingatkan polri

Gonjang-ganjing kasus Muhammad Habib Rizieq Shihab sampai saat ini belum menemukan titik temu. Polisi harus hati-hati dalam melangkah, karena kasus ini belum jelas akar permasalahannya. Polri semestinya jangan gegabah, karena orang yang dihadapi ini bukanlah sembarangan,

Habib Rizieq adalah sosok terhormat yang sudah menjadi bahagian dari kebesaran ulama indonesia.” hal tersebut disampaikan oleh keluarga besar Aktivis Riau yang sebagian juga merupakan alumni 212. Pertemuan tersebut dilakukan diselasela menunggu jadwal berbuka puasa (09/06/2017).

Larshen Yunus selaku Pimpinan dari kelompok tersebut, yang juga merupakan Ketua DPC GEMASABA Kota Pekanbaru, menjelaskan bahwa dalam kasus ini semua pihak harus hati-hati, jangan sembrono, ingat siapa yang dihadapi. Muhammad Habib Rizieq adalah ulama kita semua.” tutur Yunus dengan tegas.

Hal ini sejalan dengan Pemberitaan dari Televisi, bahwa Habib Rizieq telah dijadikan target Daftar Pencarian Orang dari aparat kepolisian. Seperti penjelasan dari acara Indonesia Lawyer Club, melalui penasehat hukum Habib Rizieq, bahwa pihaknya sejauh ini justru bingung dan heran atas penetapan tersebut, pihak Habib Rizieq mengutarakan bahwa mereka sama sekali tidak berniat untuk melawan hukum, justru selama ini kami kooperatif. Jangan karena Habib Rizieq masih di luar negeri kita anggap sebagai perlawanan. Iya benar, perlawanan atas ketidakjelasan dari aparat kepolisian kita,” tegas Larshen Yunus menjelaskan apa yang telah disampaikan Pengacara GNPF MUI pada saat acara ILC tersebut. oleh karena itu, kami meminta agar kita semua harus menarik diri, jangan gegabah.

Persoalan ini juga bahagian dari semua umat, sedikit saja yang tergores, maka bayarannya akan besar. Jangan sampai seluruh umat kembali membanjiri ibukota, demi sebuah perlawanan atas ketidakadilan dinegeri ini. hindari proses yang tidak elok dan jangan sampai terjadi Kriminalisasi terhadap kaum Ulama.” ungkap Larshen Yunus yang juga menjabat sebagai Ketua Presidium Pusat GAMARI.

Atas penyertaan ini, kami mengharapkan dikemudian harinya, para aparat dinegeri ini harus lebih profesional lagi dalam bekerja, jangan ada pilih kasih, kalau memang “terbukti” salah, ya proses. Namun jika memang tidak ada kejelasan atas bukti-bukti yang valid, maka sudah layak di SP3 kan. Sebagaimana yang telah disampaikan sebelumnya, bahwa pengaduan terhadap Habib Rizieq tidak lebih dari sekedar bahagian dari persoalan kepentingan politik. “kami kira ada yang dirugikan, maka Habib Rizieqlah sekarang yang jadi targetnya.

Ada kepentingan besar didalam kasus ini, pemain besar sedang bekerja,” tutur Larshen Yunus.  Diatas segalanya, kami tidak menginginkan hal tersebut terjadi, kita ini sesama umat manusia, semua orang pasti pernah salah, pastilah khilaf dalam suatu hal, tapi jangan kita persulit dengan hal-hal seperti ini. ingat, bahwa Habib Rizieq itu Ulama besar. Ulama yang sangat dihormati di Republik ini, jangan sesekali menyentuhnya dengan sikap yang tidak santun,” tambah Larshen Yunus.

Seperti wacana yang sudah berkembang, bahwa ada sekelompok orang yang mengatasnamakan pembela Habib Rizieq untuk akan Melakukan Unjuk Rasa besar-besaran, apabila Polri sewenang-wenang terhadap kasus ini, dan kamipun setuju dengan niatan tersebut.” cetus Larshen Yunus.

Oleh karenanya, sekali lagi kami pertegas, agar aparat kepolisian hati-hati dan tidak gegabah dalam menangani kasus ini. jangan ada dusta diantara kita, junjung tinggi konstitusi, maka dengan sendirinya Yth, Habib Muhammad Rizieq Shihabpun akan kembali pulang ke indonesia, tanpa adanya upaya Jemput paksa dari pihak Interpol yang bekerjasama dengan aparat kepolisian indonesia. “kami pertegas sekali lagi, untuk jangan melakukan Kriminalisasi terhadap Kaum Ulama” akhir Larshen Yunus.

gemasaba riau

Kapolres Solok Selatan, Bapaknya 7 Anak Berprestasi Yang Kurang Mampu


Bapak kapolres Solok Selatan AKBP. Mochamad Nurdin, S.I.K patut menjadi contoh dan teladan bagi para pejabat daerah di Kab. Solsel. mengapa tidak, beliau yang baru sekitar 2 bulan bertugas di Solok Selatan sudah memiliki 7 orang anak angkat. Seperti yang di tulis oleh Bapak Wali Nagari Ranah Pantai Cermin ( RPC ) ketika Bapak Kapolres berkunjung ke daerahnya ( Sabtu, 10/06/2017 ). Melalui Akun FBnya Zulnasri menuliskan bahwa Bapak Kapolres telah mengangkat seorang anak berprestasi dan kurang mampu di RPC atas nama Delima Putri Pelajar kelas10 SMA negeri 7 Abai.

Dalam setiap kecamatan Bapak Kapolres punya 1 orang anak angkat. Solok Selatan memiliki 7 kecamatan berarti anak angkat beliau berjumlah 7 orang yang terdiri dari anak yang berprestasi yang ekonomi orang tua mereka kurang mampu.

Seperti sama-sama kita ketahui, anak yang berprestasi di Kab. Solok Selatan sangat banyak, tapi sebagian keadaan ekonomi keluarga mereka kurang mampu, sehingga untuk sekolah terkadang mereka harus menggadaikan harta benda mereka. Gebrakan dan langkah kongkrit dari Bapak Kapolres ini patut kita banggakan dan kita dukung.

Kita berharap kepada pejabat yang lain untuk meneladani langkah Bapak Kapolres sehingga kedepannya anak-anak berprestasi di Kabupaten Solok Selatan bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi tanpa takut kekurangan biaya, sehingga mereka nantinya-lah yang akan membangun Solok Selatan menjadi lebih baik.

Postingan Bapak Wali Nagari RPC Zulnasri;

Saya sangat terharu sekali dengan pembicaraan Bapak Kapolres Solok Selatan, beliau bersedia​ menjadi bapak angkat untuk anak berprestasi yang tidak mampu dan akan memenuhi segala kebutuhan pendidikan kedepannya. 

Bapak Kapolres mendatangi salah seorang yang di jadikan anak angkat di Nagari Ranah Pantai Cermin Kecamatan Sangir Batang Hari atas nama Delima Putri. Menurut informasi Bapak Kapolsek Sangir Batang Hari, Bapak Kapolres mengambil anak angkat 1 orang 1 kecamatan, dan Solok Selatan ada 7 kecamatan, terimakasih Bapak Kapolres Solok Selatan.



Komentar dan dukungan dari masyarakat;

Sabtu, 10 Juni 2017

Wako Solok " Silahkan dr Fiera Lovita Pulang, Solok Aman dan Kondusif "


Menyikapi tetap maraknya dugaan persekusi di Kota Solok, Pemko Solok bersama Polres Solok Kota menggelar Jumpa pers di Balaikota Solok, Jumat (9/6). Dalam jumpa pers tersebut, hadir elemen-elemen di Pemko Solok untuk mengklarifikasi pemberitaan yang menganggap Kota Solok sebagai negeri yang tidak aman.

Dalam jumpa pers tersebut, Wali Kota Solok Zul Elfian, Wakil Wali Kota Solok Reinier, Ketua DPRD Yutris Can, Wakapolres Solok Kota Kompol Sumintak, Dandim 0309 Solok, Kajari Solok serta Forkompimda seperti Ketua LKAAM Rusli Khatib Sulaiman, Bundo kandung Milda Murniati dan Ketua MUI Afrizal Thaib. Ikut hadir dalam kesempatan tersebut, Wakil Direktur RSU Solok Elfahmi.

Dalam paparannya, Wali Kota Solok Zul Elfian mengatakan pihaknya mendukung penuh proses hukum yang sedang berjalan terhadap Fiera Lovita. Zul Elfian menyatakan Kota Solok merupakan daerah yang aman, kondusif dan menjunjung tinggi falsafah Minangkabau, Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah.

“Kota Solok telah menjadi perbincangan nasional. Namun sebagai daerah yang dianggap tidak aman dan kondusif. Hal itu membuat gejolak sosial di masyarakat. Masyarakat Kota Solok sangat menghargai dan memiliki toleransi tinggi. Saya tegaskan, Kota Solok dan Kabupaten Solok adalah daerah yang aman dan kondusif,” tegas Zul Elfian.

Mengenai masih adanya cap yang masih melekat di Kota Solok sebagai daerah yang dikatakan tidak toleran, Zul Elfian menantang dokter Fiera Lovita untuk membuktikannya. Zul Elfian mempersilakan Fiera Lovita untuk pulang ke Solok.

“Silakan dokter Fiera Lovita untuk pulang. Dia aman dan terjamin. Silakan membuktikan sendiri,” ujarnya.

Wakil Wali Kota Solok Reinier menambahkan, Pemko bersama Forkompimda dan tokoh-tokoh masyarakat di Solok sangat menentang segala bentuk persekusi. Reinier juga menegaskan menentang adanya upaya politisasi terhadap pemberitaan di media massa dan media sosial terkait adanya indikasi persekusi terhadap Fiera Lovita.

“Pemko Solok bersama Forkopimda memiliki komitmen bersama untuk memberikan perlindungan terhadap warga masyarakat Kota Solok dengan berbagai upaya koordinasi lintas sektoral. Termasuk untuk membantu Satgas (Satuan Tugas) Anti Persekusi dengan melibatkan seluruh elemen. Kita mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan Polres Solok Kota dengan memberikan akses layanan informasi untuk pengaduan Anti Persekusi Kota Solok melalui Hotline di nomor 0822-8502-5050,” ujarnya.

Sementara itu Ketua DPRD Kota Solok mengatakan Pemko Solok bersama tokoh-tokoh masyarakat memdukung penuh pihak Kepolisian, untuk melakukan proses hukum penyelidikan dan penyidikan terhadap indikasi adanya terjadi persekusi. Yutris Can menyatakan agar masalah ini terang benderang, dan masyarakat Kota Solok maupun nasional harus tahu apa yang sebenarnya terjadi.

“Masyarakat Kota Solok memang merasa terganggu dengan adanya kasus ini. Namun dengan koordinasi bersama segenap unsur, baik pemerintah, tokoh masyarakat dan pihak kepolisian, masalah ini dapat segera terselesaikan. Silakan pihak kepolisian mengusut tuntas kasus dugaan persekusi ini,” ujarnya.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Solok Afrizal Thaib mengatakan pihaknya telah mengonfirmasi seluruh ormas Islam yang ada di Kota Solok, terkait kasus ini. Afrizal menyatakan tak satupun di antara mereka yang telah melakukan persekusi terhadap dr Fiera Lovita. ”Saya telah konfirmasi kepada semua ormas yang ada di kota Solok, tak satupun ada intimidasi apalagi persekusi terhadap dokter tersebut,” ujarnya.

Wakapolres Solok Kota Kompol Sumintak, mengatakan saat upaya mediasi telah dilakukan antara Polres Solok Kota,Ormas Islam dan Fiera Lovita, sang dokter sempat curhat dan mengatakan ingin pindah tugas ke Jakarta dengan alasan suaminya berdomisili di Jakarta.

Lebih lanjut dikatakan Sumintak, Polres Solok Kota telah melakukan penyelidikan dengan memeriksa 14 saksi. Menurut rencana, dokter Fiera Lovita dan dua orang yang sebelumnya mengaku dari staf Kemenpolhukam, juga akan turut diperiksa.

Sumintak juga menegaskan, hingga saat ini Tim Cyber Polres Solok Kota masih mengumpulkan bukti-bukti di dunia maya terkait kasus ini.

“Hingga saat ini 14 saksi telah diperiksa dari rencana 17 saksi. Tiga lainnya yang akan kita periksa adalah FL dan dua orang yang mengaku dari staf Kemenpolhukam. Perlu juga kita ingatkan, Tim Cyber Polres Solok Kota hingga kini tetap bekerja. Karena itu kita minta masyarakat pengguna Medsos tidak lagi mengomentari status dan menyebar ulang postingan FL,” ujarnya.

Sebelumnya, dokter Fiera Lovita mengaku dirinya diintimidasi sejumlah Ormas terkait postingan statusnya di media sosial facebook. Postingan tersebut menjadi viral dan memantik reaksi dari sejumlah Ormas Islam di Kota dan Kabupaten Solok. Ormas Islam yang salah satunya Front Pembela Islam (FPI) mendatangi RSU Solok, tempat Fiera Lovita bekerja.[metroandalas]

Klarifikasi PP Al-Anwar Rembang Terkait Pelucutan Atribut FPI dan Hoak GP Ansor


Klarifikasi dari keluarga besar PP.Al-Anwar atas berita hoak. Klarifikasi yang di sampaikan oleh pengurus GP Ansor yang justru seolah olah organisasi tersebut yang mempunyai acara dalam momentum haul Mbah Zubair, padahal fihak keluarga besar PP Al Anwar selalu menyampaikan undangan kepada segenap elemen khususnya alumni secara umum lewat,SMS,WA dan medsos,di bawah ini hal hal yang perlu kami sampaikan atas hoak yang telah d edarkan:

1. Bahwa pengamanan segala aktifitas kegiatan PP.al Anwar,baik ngaji ahadan,maulidiyah,harlah PP.al Anwar,haul Mbah Zubair murni dan rutin di lakukan oleh fihak pengurus bagian keamanan PP.Al anwar

2. Acara haul mbah zubair dari waktu ke waktu itu rutin d lakukan oleh pengurus keamanan PP.al anwar tanpa melibatkan organisasi dan institusi apapun,cumak kadang d bantu oleh fihak beberapa personel Polsek sarang

3. FPI datang itu murni itikad baik karena ada fihak kami keluarga PP Al Anwar yg memang mengundang secara khusus sebagai bentuk keprihatinan dari ulama' atas kondisi ummat Islam yg saling serang dan menjelekkan, keluarga besar PP.al Anwar ingin melihat antar organ Islam itu kompak,solid dan rukun Li izzatil Islam wal muslimin.

4. Kami keluarga besar PP. Al Anwar amat sangat mengapresiasi kehadiran FPI,dan amat sangat respek dan berterimakasih serta memohon maaf atas ketidak nyamananya,karena ada fihak yg tidak ingin,dan suka dg kehadiran FPI di PP Al Anwar untuk ikut andil mengamankan dan tabarrukan dlm momen haul Mbah Zubair,dan kami sampaikan doa jazakumulloh ahsanal jaza', jazakumulloh Khoiron katsiro.

5. Kami keluarga besar PP.al Anwar amat sangat menyayangkan fihak fihak yg tidak senang mlihat terhadap persatuan ummat Islam dg memanfaatkan institusi negara,,kami berharap insiden ini tidak terjadi lagi d lain waktu dan kesempatan,kami hanya ingin berharap dan ingin melihat kerukunan,kedamaian dan soliditas ummat islam menuju Indonesia baldatun Thoyyibatun WA robbun ghofur

Demikian kami keluarga besar PP.alnwar menyampaikan klarifikasi atas informasi hoak yg d sampaikan fihak fihak tertentu
والله تعالي يوفقنا و يحبنا الي ما هو رضاه

TTD:
KH. Wafi maimoen

Kyai Sufi Yang Ikut " Bergelimang " Di Dunia Hitam Pelacuran


Kiyai para pelacur

Kyai Khoiron, sudah populer sebagai kiainya para pelacur di Surabaya. Sehari-hari ia menjadi guru ngaji, konsultan psikhologi dan bapak, kakak, sahabat yang sangat akrab dengan gemuruh jiwa para pelacur yang bergolak.

Dua puluh tahun silam, diam-diam ia dirikan sebuah pesantren di komplek pelacuran terbesar di Surabaya. Dan saat ini ada tujuh ratus anak-anak pelacur itu nyantri di pesantrennya. Jika senja mulai tiba, gincu-gincu mengoles bibir para pelacur itu, dengan segala sapaan manja pada hidung belang, sementara suara musik keras mendentang memenuhi komplek pelacuran itu, di sudut komplek pelacuran itu terdengar suara bocah-bocah mengaji, meneriakkan halawat Nabi dan berzanji. Keduanya berjalan damai.

“Saya tidak pernah melarang mereka melacur. Saya juga tidak memarahi mereka. Saya hanya menyiapkan ruang jiwa mereka. Sebab mereka melacur paling lama sepuluh tahun. Setelah itu Mereka pasti berhenti. Mereka perlu kesiapan mental, keimanan dan sikap optimis kepada Tuhan,” Pesantren ini saya konsentrasikan untuk membina anak-anak mereka yang tak berdosa. Mereka harus tumbuh dengan jiwa yang merdeka, tanpa konflik, tanpa masa lalu dan trauma-trauma.” ungkap kyiai Khoiron

Kyai Madun

Kiai Madun dari Madiun, sudah dikenal sebagai seorang kiai Thariqat dengan jama’ah ribuan. Suatu hari ia tertimpa gejala psikhologi yang begitu aneh: Rasa takut mati yang berlebihan. Selama enam bulan ia terus menerus menangis, seakan-akan Malaikat Maut membuntutinya. Ia juga heran kenapa harus takut mati? Saking takutnya, Kiai Madun mendatangi guru Mursyidnya.

Dengan serta merta gurunya menyambut dengan sambutan yang cukup kontroversial. “Soal penyakitmu itu gampang obatnya. Mulai besok kamu pergi saja setiap hari ke komplek pelacuran!”“Bagaimana pak Kiai ini, kok saya malah harus main-main dengan pelacur. Apakah ini tidak bertentangan dengan syari’at?” kata Kiai Madun dalam hatinya.Belum sempat ia meneruskan fantasinya, gurunya sudah memotong:“Dun!, Lihatlah mulutku ini!”Begitu melihat mulut gurunya, yang tampak adalah lautan luas tak bertepi. Kyai Madun hanya terperangah. Diam-diam ia menyesal. Kenapa soal-soal hakikat kehidupan harus ia pertanyakan lewat syariat kepada gurunya? Diam-diam pula hatinya menangis. Tapi juga muncul rasa ngeri, kenapa harus main-main dengan pelacur?Tapi Kyai Madun tidak mau membantah perintah gurunya.

Pagi-pagi Kiai ini sudah menghilang dari rumahnya. Ia cari komplek pelacuran yang jauh dari daerahnya. “Jalan penyembuhan” ini ia lakukan hampir setiap hari, sampai pelacur seluruh komplek itu kenal benar dengan Kyai Madun. Bahkan kadang, seharian penuh ia berada di tengah para perempuan penghibur itu, sambil mengingat-ingat, apakah rahasia dibalik perintah gurunya itu.

Suatu pagi, ketika ia datang ke komplek langganannya, tiba-tiba ada kakek-kakek tua, baru saja keluar dari sebuah kamar pelacur. Ia sangat kaget, melihat kakek yang sudah uzur, dan mendekati ajal itu, masih sempat ke komplek pelacuran. Bahkan dengan wajah berseri, riang gembira, layaknya anak muda, sang kakek penuh percaya diri layaknya anak muda.“Iya, ya. Kakek ini sudah tua renta, kok tidak takut mati. Bahkan ia jalani kehidupan tanpa beban. Saya yang masih muda kok takut mati. Kualitas iman macam apa yang saya miliki ini?” katanya Kiai Madun dalalam hati.Dengan wajah terangguk-angguk, Kiai Madun merasa mendapat pelajaran dari Kakek tua renta itu. Dan seketika pula rasa takut matinya hilang begitu saja. Sembuh!

Kyai Marwan

Kiai ini sudah hampir mendekati lima puluh tahun usianya, tetapi masih membujang. Keinginan untuk konsentrasi sebagai Kyai tanpa menghiraukan urusan dunia termasuk wanita, membuatnya menjadi bujang lapuk. Tapi soal kebutuhan penyaluran syahwat, tetap saja mengusik setiap hari. Apalagi kalau ia berfikir, siapa nanti yang meneneruskan pesantrennya kalau ia tidak punya putra?

Dengan segala kejengkelan pada diri sendiri dan gemuruh jiwanya, akhirnya Kiai Marwan istikhoroh, mohon petunjuk kepada Allah, siapa sesungguhnya wanita yang menjadi jodohnya? Petunjuk yang muncul dalam istikhoroh, adalah agar Kyai Marwan mendatangi sebuah komplek pelacuran terkenal di daerahnya. “Disanalah jodoh anda nanti…” kata suara dalam istikhoroh itu.
Tentu saja Kyai Marwan menangis tak habis-habisnya, setengah memprotes Tuhannya. Kenapa ia harus berjodoh dengan seorang pelacur? Bagaimana kata para santri dan masyarakat sekitar nanti, kalau Ibu Nyainya justru seorang pelacur? “Ya Allah…! Apakah tidak ada perempuan lain di dunia ini?”

Dengan tubuh yang gontai, layaknya seorang yang sedang mambuk, Kyai Marwan nekad pergi ke komplek pelacuran itu. Peluhnya membasahi seluruh tubuhnya, dan jantungnya berdetak keras, ketika memasuki sebuah warung dari salah satu komplek itu. Dengan kecemasan luar biasa, ia memandang seluruh wajah pelacur di sana, sembari menduga-duga, siapa diantara mereka yang menjadi jodohnya.

Dalam keadaan tak menentu, tiba-tiba muncul seorang perempuan muda yang cantik, berjilbab, menenteng kopor besar, memasuki warung yang sama, dan duduk di dekat Kyai Marwan.
“Masya Allah, apa tidak salah perempuan cantik ini masuk ke warung ini?” kata benaknya.
“Mbak, maaf, Mbak. Mbak dari mana, kok datang kemari? Apa Mbak tidak salah alamat?” tanya Kyai Marwan pada perempuan itu. Perempuan itu hanya menundukkan mudanya. Lama-lama butiran airmatanya mulai mengembang dan menggores pipinya. Sambil menatap dengan mata kosong, perempuan itu mulai mengisahkan perjalanannya, hingga ke tempat pelacuran ini.

Singkat cerita, perempuan itu minggat dari rumah orang tuanya, memang sengaja ingin menjadi pelacur, gara-gara ia dijodohkan paksa dengan pria yang tidak dicintainya.
“Masya Allah….Masya Allah…Mbak.. Begini saja Mbak, Mbak ikut saya saja. …” kata Kiyai Marwan, sambil mengisahkan dirinya sendiri, kenapa ia pun juga sampai ke tempat pelacuran itu. Dan tanpa mereka sadari, kedua makhluk itu sepakat untuk berjodoh.

Tiga Kiai tersebut, sesungguhnya merupakan refleksi dari rahasia Allah yang hanya bisa difahami lebih terbuka dari dunia Sufi. Kiai Khoiron yang menjadi kiai para pelacur, sesungguhnya wujud dari kemerdekaan Sufistik pada kepribadian seseorang yang berani menerobos dinding-dinding verbalisme kultur agama, sebagaimana misteri Kyai Madun, yang harus sembuh di komplek pelacuran. Juga nasib bidadari yang ditemukan Kiai Marwan di komplek pelacuran itu. Semuanya menggambarkan bagaimana dunia jiwa, dunia moral, dunia keindahan dan kebesaran Ilahi, harus direspon tanpa harus ditimbang oleh fakta-fakta normatif sosial yang terkadang malah menjebak moral seorang hamba Allah.Sebab tidak jarang, seorang Kiai, sering mempertaruhkan harga dirinya di depan pendukungnya, ketimbang mempertaruhkan harga dirinya di depan Allah. Dan begitulah cara Allah menyindir para Kiai, dengan menampilkan tiga Kiai Pelacur itu.

Sumber: KH. Lukman Hakim, Ph.D - Kedai Sufi Kang Lukman


Jumat, 09 Juni 2017

Presiden Pilihan Habib Rizieq Dipastikan Akan Berkuasa Mulai Pemilu 2019

presiden pilihan habi rizieq

"PRESIDEN PILIHAN HABIB"
SEKALINYA HABIB MELABUHKAN PILIHAN...

HABIB RIZIEQ SHIHAB telah menjadi tokoh paling populer nomor satu di negeri ini. Mengalahkan pamor Pak Presiden sendiri. Semua rangkaian Aksi Bela Islam telah membuat Habib makin dicintai oleh rakyat. Oleh kaum muslimin. Dan semua politikus mengakui bahwa pengaruh Habib akan sangat besar dalam PEMILU 2019 nanti.

Siapapun calon presiden yang didukung Habib, percayalah, akan memiliki peluang kemenangan paling besar. Sekali Habib melabuhkan pilihan, maka jutaan suara akan mengalir deras tanpa perlu mengeluarkan uang sepeser pun. Karena mereka akan memilih berdasarkan ikatan ajaib yang tercipta beberapa bulan yang lalu, ikatan 212.

Uniknya, di saat yang sama, ada kelompok Anti Habib yang ingin melanggengkan kekuasaannya di negeri ini. Seandainya tiba-tiba saja Habib mendukung mereka, maka detik itu juga mereka akan mengangkat Habib sebagai wali kesepuluh. Karena itu bermakna jutaan suara yang akan mengalir deras pada lumbung suara mereka.

Tapi mereka tahu dukungan itu adalah sesuatu yang mustahil. Tidak mungkin Habib akan mendukung mereka, bahkan seandainya ada unta bisa masuk ke lubang jarum. Alih-alih mendukung, Habib akan menjadi ancaman nomor satu bagi eksistensi kelompok tersebut.

Maka, tidak ada pilihan lain bagi mereka kecuali menghancurkan kredibilitas Habib secara masif. Habib tidak mungkin dilenyapkan secara fisik, karena itu hanya akan menciptakan arus persatuan kaum muslimin yang makin besar. Habib harus dihancurkan dengan sesuatu yang paling dibenci oleh kaum muslimin di Indonesia: "Ulama yang cabul".

Kasus fitnah mesumnya Habib bukan dibuat oleh pendukung Ahok yang sakit hati. Mereka terlalu rapuh. Ahok hanyalah masa lalu yang tidak akan kembali lagi (kecuali oleh suatu keajaiban). Ini tentang sesuatu yang lebih besar. Sebuah kekuatan yang ingin melanggengkan kekuasaan di 2019 nanti. Kekuatan yang pasti akan ditolak oleh mayoritas kaum muslimin karena treck recordnya. Kekuatan yang, seandainya mereka tidak berkuasa, akan menghadapi sebuah penegakan hukum yang dahsyat. Semacam "kiamat" bagi karir politik dan kekuasaan mereka...

Makanya Habib digempur sedemikian rupa. Tujuannya agar Habib tidak lagi dicintai dan diikuti fatwanya. Agar Habib dibenci, sehingga jika mereka sukses, presiden pilihan Habib akan kandas di PEMILU 2019.

Kita semua tahu bahwa Habib ada di luar negeri. Tapi kenapa iklan pencariannya menyebar masuk ke pelosok-pelosok desa? Ke basis masa kaum muslimin? Karena banyak pecinta Habib yang tidak punya akun media sosial. Bahkan tidak pula televisi.

Harapannya agar kaum muslimin benci pada "Ulama yang difitnah Cabul" ini. Itu intinya...

Dari: Abu Qawwam


Ustadz Abdul Somad Lc MA di Polisikan, Aktivis GEMASABA Riau Angkat Bicara

ustadz abdul somad di polisikan pembela kebhinnekaan

Pemerhati Kebhinekaan Melaporkan Ustadz Abdul Shomad ke Polisi, 
Aktivis GEMASABA Riau Angkat Bicara

Terkait dengan adanya Laporan dari organisasi yang mengaku Pemerhati Kebhinekaan serta atas pemberitaan dari media cetak maupun media elektronik, bahwa adanya pelaporan dari oknum pengurus organisasi kemasyarakatan tersebut, yang ditujukan pada salah satu ulama yang terkenal dan sangat dihormati, wabbilkhusus bagi masyarakat provinsi riau, yaitu Ustadz Abdul Shomad, Lc., MA.

Atas dasar itu, salah satu Aktivis GEMASABA Riau, dalam hal ini Larshen Yunus selaku Ketua DPC GEMASABA Kota Pekanbaru angkat bicara. Bahwa diharapkan bagi aparat kepolisian agar lebih teliti dalam memahami pengaduan tersebut.  “semua orang memiliki hak dalam melakukan pengaduan, namun harus jelas informasi serta dasar atas pengaduan tersebut,” ungkap Larshen Yunus dkk.  Jangan enteng sekali mengadu sana sini, tapi pembuktian tidak jelas. Kami ingatkan sekali lagi, Ustadz Abdul Shomad tersebut adalah tokoh ulama yang sangat dihormati, jangan karena hal-hal spele justru menimbulkan kekacauan baru. Bukan hanya nama baik beliau selaku tokoh agama, masyarakat riaupun akan merasakan hal yang sama, karena telah menganggap Ustadz Abdul Shomad sebagai Guru dan Panutan kehidupan sehari-hari.

Penegasan tersebut disampaikan juga oleh Keluarga Besar Presidium Pusat GAMARI yang pada saat itu juga menghadiri acara Silaturahmi dan Buka Puasa bersama di Rumah Makan Pondok Patin dengan para Eksponen Aktivis Buruh Riau (06/06/2017).  Sejalan dengan hal itu, kami himbau agar pihak kepolisian dapat lebih komperehensif lagi dalam menindaklanjuti laporan tersebut, agar tidak terjadi kekeliruan, yang justru dapat merugikan nama baik Ustadz Abdul Shomad tersebut.  kalaulah memang oknum yang mengadukan tersebut merujuk dari barang bukti Video yang bersumber dari Youtube, maka sudah seharusnya pihak kepolisian dapat mengikutsertakan tim Cyber Crime, agar dilakukan gelar perkara, supaya jelas terkait dengan fakta atas Video yang disangkakan.” tutur Larshen Yunus.  Karena perlu difahami, bahwa pembuktian atas hal-hal yang diadukan, dapat ditelusuri oleh orang-orang yang ahli dibidang IT, agar menghindari tindak kejahatan dari para Hacker, serta jangan sampai pengaduan ini ternyata hanya cara untuk melakukan Kriminalisasi terhadap kaum ulama.

Sebagaimana yang kita dengar baru-baru ini, bahwa Pengurus Pusat Majelis Ulama Indonesia yang bekerjasama dengan pihak Kementerian Informasi dan Komunikasi Republik Indonesia, telah menyepakati bersama berkenaan dengan penggunaan media sosial. Bahkan MUI sendiri telah mengeluarkan Fatwa bagi kegiatan ber-MEDSOS. Satu diantaranya adalah melarang bagi siapa saja yang selama ini sembarangan dalam menyebarluaskan Postingan ataupun Berita yang kebenarannya belum diketahui. MUI melalui Ketua Umum, KH. Ma’aruf Amin menjelaskan, apabila masyarakat menerima informasi ataupun pemberitaan yang bersumber dari Media Sosial, maka sudah seharusnya untuk Meng-Konfirmasi Substansi dari Makna Pemberitaan tersebut, agar kelak tidak menimbulkan fitnah, jelas Larshen Yunus yang juga merupakan Direktur Eksekutif FORMAPPI Riau.

Oeh karenanya, kami mengajak bagi seluruh masyarakat riau untuk tidak terpancing situasi apalagi emosi. Mari bersama kita hindari hal-hal yang dapat memicu konflik. Kalau memang benar Pengaduan tersebut telah ditanggapi oleh pihak Kepolisian, maka mari ikhtiar dan berbesar hati atas hal tersebut. selaku masyarakat yang baik, maka sudah semestinya kita legowo dan memberikan kepercayaan pada aparat kepolisian atas kasus yang dialami oleh Guru kita semua, Ayahanda yang terhormat, Ustadz Abdul Shomad, Lc,MA.  meskipun demikian, kita semua jangan lengah dan terperdaya. Mari bersama ikut mengawasi perjalanan kasus ini, kita kawal sampai akhir, agar terlihat jelas, siapa yang benar dan siapa yang salah,” tegas Ketua Larshen Yunus.

"Akhirnya, atas kejadian tersebut kami juga mewakili unsur para Aktivis di Riau ini turut bersedih dengan pengaduan tersebut, semoga Ustadz Abdul Shomad tetap tegar menjalaninya, dan yakinlah, apapun ceritanya, kalau proses yang baik, tidak akan mengecewakan hasil," sambung Aktivis GEMASABA Riau tersebut.


Kamis, 08 Juni 2017

Ahok Napi Yang Jadi DPO Netizen - Kembalikan Ahok ke LP Cipinang


AHOK DIMANAKAH KAU BERADA
KAMI RINDU WAJAHMU
BEBERAPAK HARI TERAKHIR KAU TAK TERLIHAT
WALAU DI MAKO BRIMOB SEKALIPUN
BEGITU KATA SEORANG PENGACARA
WER A YU HOK
TUNJUKANLAH WAJAHMU WALAU HANYA SESAAT
UNTUK MELEPASKAN RINDU KAMI

Terlena dengan DPO Habib Rizieq Syihab hingga DPO yang satunya lagi terlupakan. Napi LP Cipinang Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok kabarnya tak pernah terlihat di Mako Brimob

Ini beritanya;
Kuasa Hukum Al Khaththath, Achmad Michdan mengatakan, kliennya tidak pernah melihat Ahok di Rumah Tanahan (Rutan) Markas Komando (Mako) Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat. Padahal, keduanya ditahan di rutan yang sama.

Michdan mengatakan suatu hari dia bertanya apakah kliennya pernah bertemu dengan Ahok selama berada di Mako Brimob. Sekretaris Jenderal Forum Umat Islam (FUI) tersebut menjawab tidak pernah.

Michdan juga mengaku pernah menanyakan keberadaan Ahok kepada petugas di Rutan Mako Brimob ketika sedang menjenguk Al Khaththath. Namun, Michdan mengatakan jawaban petugas selalu sama, yaitu petugas selalu menjawab tidak tahu.

“Saya pernah tanya, tapi (jawabannya) enggak tahu. Petugas itu yang memang tidak tahu atau pura-pura tidak tahu, kami juga enggak ngerti,” katanya dikutip dari Republika, Senin (5/6/2017).

Tertipunya warga internet dengan kasus chat palsu HRS-Firza membuat netize menjadikan Ahok sebagai DPO:

Kicauan netizen tuntut Ahok di kembalikan ke " asalnya "































Daftar Kesalahan Habib Rizieq Sehingga Ia Jadi DPO



Habib Rizieq Memang Harus Diburu dan ditangkap!
(Mohon dikoreksi kalau terdapat kesalahan)

Oleh: Mark Fauzi
Bro, bro, saya dapat bocoran, mengapa Habib Rizieq begitu diburu dan dibenci. Ternyata Habib Rizieq telah membuat serangkaian tindakan yg merugikan negara.

Inilah daftar kesalahan yg telah dilakukan oleh Muhammad Habib Riziq Syihab sehingga beliau melarikan diri ke Arab Saudi:

1. Habib Rizieq telah menaikkan tarif dasar listrik, sehingga rakyat miskin jumlahnya bertambah secara signifikan.

2. Habib Rizieq ngutang hingga ribuan triliun hanya dalam waktu dua tahun, membuat cadangan devisa RI menipis dan negara di ambang kebangkrutan

3. Habib Rizieq menjual Indosat dan aset-aset berharga milik negara ke pihak asing, membuat wibawa RI di mata dunia merosot tajam

4. Habib Rizieq mencabut subsidi BBM sehingga membuat rakyat yang sudah terjepit makin terjepit.

5. Habib Rizieq menginisiasi reklamasi Teluk Jakarta dengan tujuan tahun 2025, atau paling lambat tahun 2040, Jakarta akan menjadi Beijing-nya Asia Tenggara dan fasifik.

6. Habib Rizieq ingkar janji soal mobil Esemka sehingga rakyat Indonesia banyak yang kecewa, termasuk saya.

7. Habib Rizieq terlalu latah meresmikan proyek-proyek yang sebenarnya sudah dirintis oleh Pak SBY. Namun tanpa tahu malu Habib Rizieq dengan sombongnya melakukan gunting pita. Tentu saja dengan melibatkan banyak media untuk dijadikan bahan pencitraan.

8. Habib Rizieq terlalu sering keluar masuk gorong-gorong sehingga tidak punya waktu untuk menganalisis setiap persoalan yang tengah melanda bangsa kita

9. Habib Riziek ingkar janji soal pembantunya yang konon berasal dari kalangan profesional. Nyatanya Habib Riziek merekrut orang-orang parpol yang duduk sebagai pembantu beliau, dan,

10. Ratusan kesalahan lainnya yang dengan mudah dapat dijelaskan berdasarkan kebohongan demi kebohongan serta rekayasa keadaan yang tdk masuk akal.

Jadi tidak usah heran kalau hingga detik ini Habib Rizieq terus diburu, bahkan posternya disebar di seluruh penjuru negeri meskipun yg bersangkutan justru berada di luar negeri.
Simpel kan bro?


Rabu, 07 Juni 2017

dr Fiera Lovita Akan Kembali Pulang ke Sumatera Barat



Kasus dr Fiera Lovita ternyata semakin berbuntut panjang sapanjang tali baruak, karena kesalahan dr FL sendiri. Kasus dr Fiera sebetulnya sudah clear di Solok, tapi tanpa diduga-duga sesampainya ia di Jakarta malah berkicau yang bukan-bukan, dr FL mengatakan bahwa ia adalah korban intimidasi/persekusi dari ormas atau kelompok tertentu dan bahkan ia mengatakan bahwa solok tidak aman bagi diri dan anaknya.

Pernyataanya yang digaungkan oleh media TV nasional tersebut membuat geger masyarakat Solok, hingga membuat elemen masyarakat Solok termasuk DPRD, LKAAM, MUI, FPMS, Bundo Kanduang dan ormas lainnya terpaksa harus meluruskan masalah yang sebenarnya. Masyarakat Solok tumpah ruah ke jalan melakukan aksi demo dan menuntut kasus dr Fiera dilanjutkan ke ranah hukum.

Kasubdit Penmas Polda Sumbar, AKBP Nina Martini menyebutkan terkait kasus dr. Fiera Lovita, saat ini dalam proses hukum oleh Polres Solok.

Dia mengatakan, kepolisian sedang melakukan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) terhadap saksi-saksi Termasuk dr. Fiera Lovita, akan di-BAP.

Untuk menyelesaikan kasus ini Polda Sumbar akan memanggil pulang dr. Fiera Lovita untuk dimintai keterangan atas ucapannya yang seakan-akan ingin membuat gaduh Kota Solok Sumatera Barat.

“Saat ini ada sekitar lebih kurang 11 orang yang akan diperiksa, berasal dari pihak RSUD Solok, kerabat dr Fiera dan dan pihak yang terkait dengan kasus ini termasuk juga dr. Fiera Lovita akan di-BAP nantinya,” jelas AKBP. Nina di Polda Sumbar, Senin (5/6/2017)

AKBP Nina juga membantah adanya persekusi dan intimidasi terhadap dr Fiera di Solok. Kasus dr Fiera ini juga berbuntut dengan dicopotnya Kapolres Solok Kota AKBP Susmelawati Rosya.


Selasa, 06 Juni 2017

Walikota Solok Turun Tangan Tangani Masalah dr Fiera Lovita


Walikota Solok Zul Elfian; kasus dokter Fiera Lovita membawa efek negatif bagi Kota Solok dan Kabupaten Solok ke ranah nasional. Menurutnya kasus tersebut telah membawa angin kurang sedap terhadap Kota Solok dan Kabupaten Solok yang disebut intoleransi.

“Saya tegaskan, Solok (Kota Solok dan Kabupaten Solok) tidak seperti yang diberitakan di sejumlah media. Baik media daerah maupun media-media nasional. Daerah kita aman dan kondusif. Jadi jangan sampai membawa efek negatif bagi kota Solok," tegasnya.

"Kita disini hidup rukun dan penuh toleransi. Mari kita lihat ke belakang, apakah ada kita konflik mengenai SARA ini. Tidak pernah! Karena itu, kita meminta seluruh pihak untuk tidak lagi membuat suasana menjadi keruh,” sambungnya.

Walikota Solok mengajak, seluruh elemen untuk bersatu dan membuktikan bahwa anggapan Solok tidak toleran, adalah anggapan yang salah. Ia menyampaikan pemko Solok saat ini sedang berupaya maksimal agar kasus ini bisa diselesaikan.

Disampaikannya, Saat kasus ini mencuat, Pemko Solok telah menjembatani kasus ini dan telah diselesaikan antara dokter Fiera Lovita dengan sejumlah ormas Islam. Mediasi telah dilakukan sejak dari RSU Solok hingga ke Mapolres Solok Kota.

“Masalah sebenarnya sudah selesai. Namun kembali menghangat akhir-akhir ini. Karena itu, kita berharap seluruh pihak bersatu padu mengembalikan marwah Solok sebagai daerah yang aman, kondusif dan penuh toleransi,” ujarnya.[metroandalas]


Senin, 05 Juni 2017

Jawaban Ustad Abdul Somad Lc MA Terhadap Pelaporan Dirinya Oleh Pembela Kebhinnekaan



Assalamualaikum. Berikut klarifikasi saya sampaikan terkait dengan berita yang dimuat salah satu website:

1. Bahwa website dan person terkait dalam berita tidak pernah konfirmasi kepada saya.
2. Agar pemerintah menertibkan web-web yang tidak bertanggung jawab.
3. Terimakasih tidak terhingga pada semua pihak yang sudah memberikan perhatian dan dukungannya. Jazakumullah khairan.

Abdul Somad



Sumber: Ustadz Abdul Somad


[Video] Pernyataan dr Fiera Lovita Ketika di Kantor Polres Solok - Menolak Lupa


Pernyataan terima kasih dr Fiera Lovita kepada Kapolres Solok AKBP Susmelawati Rosya yang telah cepat tanggap menyelesaikan masalahnya. permintaan tulus dr. Lola diterima oleh ormas islam dan masyarakat Solok Kota



Pernyataan Kapolres Solok Kota di depan tokoh masyarakat dan ormas islam Solok bahwa masalah atau kasus pelecehan atau penghinaan oleh dr FL sudah selesai, tidak ada masalah lagi, tidak ada intimidasi, tidak ada persekusi oleh kelompok atau ormas tertentu.

Surat Terbuka Mahasiswa Solok Kepada Kapolri Terkait Kebohongan dr Fiera Lovita

surat terbuka mahasiswa solok

Surat Terbuka
Solok, 5 Juni 2017

Kepada Yth,
Kepala Kepolisian Republik Indonesia
Bapak Jendral Polisi Tito Karnavian
Di
Jakarta

“Dengan segala hormat, sepuluh jari tersusun di dada, sebelas dengan tundukan kepala, tiga dan empat belas dengan simpuhan dua kaki”

Pertama, izinkan saya memperkenalkan diri. Saya, Risko Mardianto, anak nagari dari Solok Prov. Sumatera Barat. Saya seorang mahasiswa di Fakultas Hukum Universitas Mahaputera Muhammad Yamin Solok, saya setiap hari berada di solok karena memang saya berdomisili disini.

Kedua, saya tidak mengenal Bapak secara pribadi, saya hanya tahu bapak lewat berita televisi, koran, maupun siaran RRI. Jangankan mengenal, bertemu bapak saja sampai saat ini saya belum pernah.

Ketiga, sebagai warga Solok saya tentu tahu bagaimana keadaan lapangan di Solok. Saya menyesalkan adanya pernyataan bapak tentang Kapolres kami, AKBP Susmelawati Rosya yang bapak anggap gagal menangani kasus persekusi di Solok, lebih-lebih bapak mengeluarkan pernyataan itu dihadapan media yang kemudian beritanya menjamur di Solok. Maklum, pak. Saat ini media nasional sepertinya tidak hanya cetak tapi juga media online. Perlu saya sampaikan (boleh jadi ini suara dari masyarakat Solok Prov. Sumbar) bahwa :

1) Sampai hari ini tidak ada persekusi (perburuan orang) di Solok.

2) Pernyataan dr. Fiera Lovita yang diterbitkan dimedia massa secara nasional dimana ia menyatakan sebagai korban persekusi di Solok belum pernah dibuktikan melalui putusan pengadilan di Solok, atau dengan kata lain tidak ada satupun putusan pengadilan yang sudah berkekuatan hukum tetap yang menyatakan ada persekusi di Solok maupun menyatakan bahwa dr. Fiera Lovita sebagai korban persekusi di Solok. Memang benar, dr. Fiera Lovita telah menjadi bahan obrolan di tengah masyarakat karna dirinya dianggap menghina ulama kami dan pernah meminta maaf kepada masyarakat melalui pernyataan maaf secara tertulis diatas materai Rp. 6000,- dan itu dilakukan secara sukarela, tanpa dipaksa atau karena diburu orang solok ketempat kerjanya. Adapun kedatangan beberapa ormas ke RSUD Solok bukan untuk mengadili atau menakuti dr. Fiera melainkan untuk menanyakan keaslian tulisannya di facebook dan meminta kejelasan pihak mana yang ia komentari. Hal itu juga difasilitasi oleh kepolisian dan pihak management RSUD Solok dan pernyataan maafnya kemudian dimuat pula oleh media massa yang ada di Solok dan Sumatera Barat. Saya (dan kami warga Solok) merasa heran jika tindakan itu disebut persekusi, apakah untuk mempertanyakan hujatan dan/atau ujaran kebencian terhadap ulama kami agar tidak terjadi fitnah kepada dr. Fiera Lovita ataupun ulama maupun ormas Islam itu dianggap memburu yang bersangkutan. Sebetulnya, ini bagian toleransi kami di Solok. Ummat Islam mencoba untuk tidak melaporkan dr. Fiera Lovita ke aparat kepolisian namun terlebih dahulu mengklarifikasi kepada dr. Fiera Lovita, hal itu dilakukan dengan damai tanpa konflik (kegaduhan) dan tanpa memburu orang (dr. Fiera Lovita). Bisa saja pak, saat itu ulama (orangtua kami) mengadukan dr. Fiera ke aparat kepolisian namun agar tidak asal melapor beberapa tokoh agama di Solok mencoba mengklarifikasi terlebih dahulu dan agar tidak gaduh proses klarifikasi tersebut dibantu dengan hadirnya aparat keamanan dari Polres Solok. Pasca dinyatakannya permohonan maaf oleh dr. Fiera Lovita , ia tetap bekerja dan persoalan dianggap selesai setelah diadakan jumpa pers di Polres Solok Kota oleh dr. Fiera Lovita bersama Kapolres, Pemerintah Daerah dan segenap tokoh agama di Solok. Dalam pernyataannya, dr. Fiera Lovita berterima kasih kepada Kapolres AKBP. Susmelawati Rosya yang telah optimal bekerja dan menangani penyelesaian kasusnya dengan tanpa menimbulkan gesekan atau kegaduhan. Sejak saat itu segala yang berkaitan dengan dr. Fiera Lovita dan ummat Islam tidak ada lagi. Sampai hari ini tidak ada satupun warga solok yang mencari dr. Fiera Lovita, persekusi dari mana itu pak ?

Dilihat sampai disini tidak jelas siapa pelaku persekusi dan bentuk persekusi yang dilakukan orang solok maupun ormas yang ada di Solok terhadap dr. Fiera , selain itu tidak ada ditemukan laporan kasus persekusi di Polres Solok Kota terhadap dr. Fiera Lovita . Sebagai pihak yang butuh perlindungan, aparat keamanan dari Polres Solok Kota selalu siap melindungi 24 Jam 7 Hari 7 malam , namun bagaimana itu dilakukan saat kasus perburuan orang tidak ada di Solok. Sungguh itu terlalu prematur dan mengada-ada saja. Jauh sebelum dr. Fiera lovita tiba di Jakarta ia juga menyatakan ke media untuk cuti dari pekerjaan dan menenangkan fikirannya, secara ia ingin bertemu suaminya pula. Lalu, tiba-tiba di Jakarta ia menggelar jumpa pers dengan menyatakan ia sebagai korban persekusi di Solok, aneh dan ini menyakitkan sekali bagi saya (dan kami warga solok). Kalau memang butuh perlindungan mengapa ia kabur ke Jakarta dan mengapa ia menggelar jumpa pers di Polres Solok Kota didampingi anak-anaknya saat itu. Saya tidak yakin aparat keamanan tidak mampu melindunginya kalau memang ada persekusi terhadap dirinya, pak.

Selanjutnya, dugaan adanya persekusi di Solok yang belum pernah dibuktikan terlanjur mencemarkan nama daerah Solok dimata publik karena dianggap tidak aman. Sekali lagi, tidak ada kasus persekusi di Solok Prov. Sumbar. Dr. Fiera Lovita menggelar jumpa pers dijakarta dan membuat pernyataan bahwa ia di buru dan di intimidasi tentu tidak dapat saya terima karna tidak satupun warga memburunya, sampai hari ini tidak ada ia lecet sedikitpun oleh perangai orang Solok. Akhirnya aksi protes terhadap putusan bapak mencopot Kapolres Solok Kota membooming di Solok karna pernyataan gagal menangani kasus persekusi dianggap tidak tepat oleh masyarakat. Solok aman dan damai sampai hari ini. Kami memang tidak dapat menerima pencopotan AKBP Susmelawati Rosya, SS karna kami tidak melakukan persekusi terhadap siapapun di Solok.

3) dr. Fiera Lovita yang awalnya menyatakan telah keliru menulis difacebooknya hari ini menutup akun facebooknya, padahal postingan dan facebook tersebut adalah salah satu bukti ia menyatakan pendapat dengan ujaran kebencian, selain akun itu ditutup kini ia mengatakan korban persekusi yang tidak bisa ia buktikan. Miris dan itu memalukan sekali.

Bapak Kapolri yang terhormat, sangat jelas bahwa tidak ada persekusi di Solok. Hal ini mengakibatkan pertanyaan bagi saya selaku warga Solok karna Kapolres yang telah bekerja optimal bersama jajarannya malah dicopot , kami mencintai AKBP Susmelawati karna kami tidak pernah berbenturan dengan pihak manapun serta kondisi aman aman saja. Pernyataan dr. Fiera pada jumpa pers di Jakarta terkesan mengabaikan pernyataannya di Solok kala itu. Demikian saya sampaikan bahwa di Solok tidak ada persekusi dan tidak ada yang tidak terlindungi. Kepergian dr. Fiera Lovita ke Jakarta itu setelah persoalan selesai saat itu. Jika kini ia mengatakan ia korban persekusi sebagai warga negara dan warga Solok meminta agar dr. Fiera Lovita segera membuktikan ucapannya dan jika tidak dapat dibuktikan saya minta kepada Kapolri dan dr. Fiera mempulihkan kembali nama baik Solok Prov. Sumatera Barat yang terlanjur dianggap tidak aman oleh publik, demikian saja pak. Terimakasih !

Hormat saya,

Risko Mardianto
Hp. 0812 667 6667

Tembusan :
1. Kepada Yth, dr. Fiera Lovita Di Tempat


Foto-foto Aksi Damai Lanjutan Masyarakat Kota Solok Bersama DPRD, LKAAM, MUI, BUNDO KANDUANG, KNPI , HMI dan Ormas Lainnya..
Menyatakan Bahwa Kota Solok adalah Kota Yang Aman dan Damai..
Aksi dilajutkan Longmarch menuju Polres Solok Kota ..
Untuk melaporkan dr. FL ke Polres Kota Solok untuk di proses hukum tentang pencemaran Nama Baik Kota Solok.
Kiriman: Jho Doanx:




Minggu, 04 Juni 2017

Ustadz Abdul Somad Lc MA Akan Dilaporkan Oleh Pembela Kebhinnekaan



Kaum liberal dan anti islam semakin menjadi-jadi, semua ulama mereka musuhi. Tokoh dan Aktivis yang tak sejalan dengan maunya mereka dihabisi. kini mereka akan melaporkan Ustadz Abdul Somad, Lc MA, Dosen sekaligus pakar Hadits Propinsi Riau ke polisi. Hal itu di katakan oleh ketua pembela kebhinnekaan.

Ketua Pembela kebhinnekaan mengungkapkan hal itu kepada suaranasional.com:
"Kami akan laporkan Ustadz Abdul Somad, Lc, MA ke polisi karena ceramahnya dan khotbahnya yang membahayakan kebhinnekaan di Indonesia"

Update: Cebong Bali Tolak Ustadz Abdul Somad Tapi Dirangkul KODAM Udayana

Hadiwijaya menganggap bahwa ceramah Ustadz Somad di Youtube bisa merusak kerukunan umat beragama, ia mengatakan kalau untuk internal agama boleh saja, tapi kalau di dengar oleh umat agama lain bagaimana perasaan non muslim setelah melihat ceramah Ustadz Somad (" salah sendiri, mengapa dengar ceramah Ustadz somad ")

Ketua pembela kebhinnekaan Hadiwijaya pernah meminta Ustadz Somad untuk tidak menyinggung umat agama lain dalam khotbahnya, namun Hadiwijaya mengatakan Ustadz Abdul Somad bersikeras.

"Silahkan saja laporkan Ustadz kebanggan anak melayu tersebut, tapi umat islam se-Indonesia yang akan membela. Kami takkan biarkan satu-persatu ulama dan panutan kami dihabisi oleh kelompok penghancur kerukunan NKRI yang berlindung dibalik kata kebhinnekaan"

Inilah ceramah Ustadz Abdul Somad yang dianggap anti kebhinnekaan yang dilaporkan oleh pembela kebhinnekaan, simak baik-baik;

Berikut:
Download Buku 37 Masalah Populer Abdul Somad, Lc. MA [ PDF ]
Perseteruan Ustadz Abdul Somad Lc Dengan Ustad Wahabi Zainal Abidin
Dokter Bercadar Keluar Dari Salafi Berkat Ustadz Abdul Somad



Aktivis NU Menjawab Tulisan WARISAN Afi Nihayah Faradisa


SURAT TERBUKA UNTUK AFI NIHAYA FARADISA
Dari : Gus Zahro Wardi
(Alumni PP Lirboyo Kediri, Aktivis NU lintas Negara; Nasionalis sejati)

Klarifikasi Ormas Islam Solok Terhadap Tuduhan Persekusi FPI Kepada dr. Fiera Lovita


Klarifikasi dari ormas islam Kota Solok mengenai tuduhan persekusi/intimidasi oleh FPI dan ormas islam Kota Solok kepada dr Fiera Lovita. Klarifikasi disampaikan oleh Ustazd Yonni Abu Zacky yang diundang oleh pihak kepolisian untuk memberikan keterangan terhadap kebohongan yang disebarkan oleh dr Fiear Lovita di Jakarta.

Ustadz Yonni menyampaikan bahwa keadaan Kota Solok sebelum dan sesudah terjadinya proses permintaan maaf dr Fiera aman-aman saja, kondusif dan rukun sesama umat beragama dan antar umat beragama, Ustadz meminta kepada dr, Fiera jangan usik ketenangan warga Solok dengan menyebarkan fitnah dan kebohongan kepada publik.

Simak video klarifikasi dari ormas islam Kota Solok terhadap tuduhan persekusi/intimidasi FPI kepada dr Fiera Lovita.

Update: Surat Terbuka Mahasiswa Solok Kepada Kapolri Terkait Kebohongan dr Fiera Lovita


Pulang Basamo SAS Sulit Air Lebaran 1438H 2017M


SAS organisasi terbesar perantau Minang saat ini, mulai bersiap-siap untuk pulang basamo Akbar. Diperkirakan tidak kurang 10-ribuan warga perantau SAS tersebar di 92 cabang SAS meliputi 16 provinsi, tiga negara  tetangga yakni Malaysia, Singapura dan Australia akan meramaikan nagari kampung halaman  nenek moyang nya. Pada saat nya nanti menunggu moment hari raya Idul Fitri 1418H, itulah waktu yang paling sakral untuk ditunggu-tunggu bersilaturahmi dan merayakan hari kemenangan bersama sanak saudara. Momen pulang basamo kali ini juga akan di isi beragam kegiatan dan program SAS untuk masyarakat perantauan, yang paling ditunggu tentu adalah pemilihan raya ketua umum DPP SAS untuk masa empat tahun kedepan.

Sebelum nya pembentukan panitia sudah dilakukan awal bulan feburary yang lalu, tak kurang 160 personil panitia ikut terlibat dan bertanggung jawab dalam beberapa even yang akan diselenggarkan di bumi Sulit Air. Diantara nya adalah Pawai Obor salingka nagari pada malam takbiran, Sholat Id dengan penceramah ketua MUI Sumbar, olah raga bola kaki, Bulu Tangkis, Futsal, Tennis lapangan, Bola Volly, Sepak Takraw, tak lupa malam kesenian IPPSA selama lima malam, serta Off road menjajah gunung papan atau merah putih, namun yang paling utama Konferensi IPPSA dan Musyawarah SAS untuk mencari figur baru sang pemimpin akan datang.

Dari perantauan, panitia pulang basamo tahun ini yang diketuai oleh bapak Naswir, juga akan bersiap diri mengadakan perjalan mudik akbar seperti yang telah pernah dilakukan pada dua tahun silam. Perantau SAS nantinya akan mudik bareng hari selasa tanggal 20 juni 2017 berkumpul pada rest area Ciujung menuju titik pelabuhan Merak untuk berangkat dengan menyewa satu kapal ro-ro menuju Bakauhuni Lampung. Barulah setelah itu dilanjutkan perjalanan dengan melewati pos-pos cabang SAS jalur lintas tengah Sumatera diantara nya Bandar Jaya, Batu Raja, Lahat, Lubuk Linggau, Muaro Bungo pada akhirnya nanti akan ditunggu oleh bapak walikota di kota Solok.

Mencari figur pemimpin

Pulang basamo  kali ini akan terasa spesial momennya, karena akan ada pergantian pucuk pimpinan DPP SAS dan DPP IPPSA, itu pula yang membedakan nagari ini dengan nagari nagari lain di ranah Minang. Jika untuk membangun kampung halaman, berlomba-lomba untuk mewujudkan nya. Tentu tidak akan ada istilah meraih untung untuk menjadi ketua umum, namun semangat untuk menjadi ketua SAS saat ini mulai menggebu dan mengerucut kepada beberapa calon. Dalam menyonsong mubes SAS ke-XXII ada tiga calon potensial yang berniat untuk memimpin SAS kedepan, diantara nya H. Syamsudin Muchtar (pengusaha), DR. Happy Bone Zulkarnaen (pengurus DPP GOLKAR) dan  dr, Heriyanto (ketua cabang SAS Betung - Sumsel).

Tim Syamruci adakan temu tokoh dan cabang SAS di Hotel Maxone di Palembang
Adalah yang sedikit unik, pada mencari figur ketua SAS kali ini sudah dimulai gerilya mencari dukungan dan membentuk tim sukses dua bulan sebelum nya, dan belum pernah terjadi selama ini ! kuat dugaan adalah lumrah mengikuti arus zaman serta semata memeriahkan momen pulang basamo yang dilaksanakan sekali dua tahun. Tentu yang paling nyata dan kasat mata terlihat dari kemauan kuat terjadi pada dua figur kuat sekarang, yakni H. Syamsudin muchtar atau orang menyebut beliau pak Syamruci berhadapan dengan Akademisi dan politikus Golkar bapak Hapy Bone. Kedua calon tersebut memiliki ketua timses masing masing, dipihak bapak Hapy Bone ada bapak Letkol inf (purn) Amreyza dt Sati Marajo (Bandung) di lain tempat bapak Irwansyah Masri (Palembang) didaulat mengkonsolidasi kawan-kawan seperjuangan dan se-ide dalam misi. Bagaimana dengan timses dr. Heri (Betung) ? nampak nya belum ada gerilya kepada cabang-cabang, namun kemauan tetap ada untuk memimpin SAS empat tahun kedepan. Siapakah kira nya akan pimpin SAS 1 ? apakah bisa orang Piliang memecahkan rekor SAS yang belum pernah dipimpin oleh suku ini ? suara cabang-cabang SAS lah yang menjawab nya nanti.

Jangan pula abaikan IPPSA, saat ini akan mencari figur baru setelah ketua lama Taufik Akbar suku Simabur sudah tidak bisa dicalonkan lagi karena sudah dua periode. Kabarnya akan ada calon dari cabang IPPSA Ciledug, ditunggu juga calon-calon lain nya yang akan tampil membangkitkan batang tarandam anak nagari. Bisa dibayangkan jika IPPSA lenyap atau tidak ada ? yakinlah, pulang basamo akan terasa hambar dan tidak yang dikejar. Ada yang menyebut IPPSA mencari tautan jodoh tidak salah, karena inilah perekat nyata untuk bernagari babako dan basanak sakampung halaman.

Nagari bersiap diri

Momen pulang basamo tinggal menghitung hari, kebijaksanaan dan kerjasama Wali Nagari Sulit Air ibu Hj. Alex Suryani sangat diharapkan. Tentu ada keterbatasan dan kekurangan yang susah untuk ditanggulangi sendiri, namun seyogyanya hal ini sudah menjadi suatu kesiapan nyata Wali Nagari beserta jorong-jorong untuk memberikan terbaik untuk saudara dari perantauan nanti nya. Yang paling krusial adalah keterbatasan jalan yang ada saat ini, jika dimasuki oleh 700 atau 1000 kendaraan roda 4 dalam tujuh hari penuh tentu akan menyebakan kemacetan luar biasa. Namun berkat kejelian dan antusias beliau menggandeng para doantur SAS bersama sama merehab jalan setapak bisa dilewati mobil, saat ini ada jalan alternatif yang bisa dilalui.

Jembatan Lubuk Apau dilintasi roda empat, cita cita yang terkabulkan
Ibarat pulau Sumatera, begitupun nagari Sulit Air ada tiga jalan lintas yang dikebut pengerjaan nya seperti lintas tengah dari jorong Silungkang masuk dari guguk rayo bisa menuju Gando via Luak sandiang untuk satu mobil sudah bisa dilewati. Selain itu lintas timur dari Jorong Koto Gadang melintasi Balailamo melewati jembatan Lubuk Apau juga sudah bisa tembus ke Puskesmas jorong Silungkang. Namun agak pelik saat ini lintas barat  dari Limo Panjang jorong Gando menuju Sawitan, tembus Lakuok-Koto Gadang masih belum bisa dijajal karena jembatan Muaro masih seperti dahulu dan perluasan tanah kesana masih belum disetujui oleh hak pemilik ulayat. Semoga kedepan ada solusi nyata untuk kebaikan bersama.

Hal sulit yang malas orang pulang satu lagi adalah-Air ! namun Alhamdulillah, pengerjaan Air Pam untuk masyarakat sudah mulai dilewati pipa. Sebenarnya nagari ini sudah ada air PAM dari tahun 1950an namun terbengkalai karena tinggi nya biaya operasional serta debit air yang mengalir ditampung di telaga cukup terbatas. Jika masih ada yang berminat silahkan ajukan ke pihak Wali ngari  di Balilamo. Dimasuki air PAM, tentu memerlukan biaya untuk itu kerja sama dan pengertian warga sangat diharapkan sekali. Namun tetap saja jika musim kemarau debit air nya akan jauh berkurang.

Baralek Gadang nagari Sulit Air, adalah kebersamaan nyata yang harus dijaga. Perhelatan besar yang akan menelan biaya180 juta rupiah ini sedapat mungkin memberi kenyamana kepada semua warga, terutama masyarakat yang tinggal dikampung halaman. Semoga tidak ada cela dan derita dikemudian waktu membuat organisasi SAS kehilangan marwah. Begitupun para perantau, kemewahan dan kebanggaan semu yang ada tentulah mebuat orang kampung menjaga jarak, rangkulah dan berbagilah InsyaAllah semua merasa bahagia. Selamat baralek gadang Nagariku.

Sumber: Balai Lamo