Selasa, 04 April 2017

Deklarasi Dewan Ulama Thariqah Asean 2017 Di Ponpes Tasawuf Rabbani Solok

deklarasi duti asean

Tujuan DUTI menyelenggarakan pertemuan Ulama Thariqah se-ASEAN dan deklarasi berdirinya Dewan Ulama Thariqah ASEAN (DUTA), adalah dalam rangka :

1. Dakwah, akan diwujudkan dakwah mursyid lintas negara. Para mursyid akan saling mengunjungi dan berbagi dengan jama’ah thariqah se-ASEAN dengan jadwal yang disepakati, guna menjalin rasa kekeluargaan karena dunia thariqah adalah satu rumpun dan satu jalur sampai kepada Nabi Muhammad SAW.

2. Pendidikan, Dewan Ulama Thariqah akan menyelenggarakan studi banding para murid-murid thariqah se-ASEAN. Pertukaran jamaah diharapkan agar terciptanya generasi yang punya wawasan yang luas sehingga tidak merasa paling benar sendiri dan untuk menghilangkan keegoan dalam berthariqah serta memaklumi perbedaan dan cara yang berbeda dengan thariqah-thariqah lain.

3. Ekonomi, Dewan Ulama Thariqah dalam hal ini meyakini bahwa hampir seluruh mursyid mempunyai kegitan ekonomi tersendiri yang dikelola untuk menunjang penghasilam jama’ah dan thariqah. Dewan Ulama Thariqah akan mencoba mensinergikannya dengan jama’ah-jama’ah thariqah se-ASEAN. Dewan Ulama Thariqah merencanakan agar setiap mursyid dapat membawa sedikitnya 10 (sepuluh) pengusaha muslim untuk mensinergikannya dengan thariqah yang ada dalam ruang lingkup Dewan Ulama Thariqah ASEAN, yang tujuannya adalah untuk mengembangkan potensi daerah masing-masing.

4. Pengkaderan/Regenerasi, Pengaruh globalisasi sangat kuat sekali mempengaruhi perkembangan dan pertumbuhan anak dan jika tidak dibentengi dengan akidah yang kuat, pengetahuan agama yang memadai, dan keteladanan yang baik maka mereka akan tumbuh dengan tanpa pegangan, tanpa identitas, dan tanpa nilai. Hal ini merupakan awal bagi kehancuran sebuah generasi.

( Dibacakan saat pertemuan ulama Thariqah ASEAN di Ponpes Tasawuf Rabbani Solok oleh Sekjen DUTI, DR. Zubair Ahmad ).

Selanjutnya baca:

Jadilah peran dalam suatu perjuangan umat dan jangan hanya jadi penonton. Sungguh rugi diakhirnya nanti.