Jumat, 02 Februari 2018

Sejarah Tarekat Muhammadiyah al- Sanusiyah al-Idrisiyah Sulawesi Selatan (Part I)

Sejarah Tarekat Muhammadiyah al- Sanusiyah al-Idrisiyah Sulawesi Selatan (Part I)


Tarekat Muhammadiyah tergolong muktabarah, diakui, sahih, sah dan sebagai bagian integral jam’iyah Ahlit Thariqah al-Muktabarah al-nahdliyah Nahdlatul Ulama (Jatman-NU). Tarekat ini, oleh kalangan tertentu menamakannya Haqiqatul Muhammadiyah, Muhammadiyah al-Sanusiyah, dan al-Idrisiyah.

Kamis, 01 Februari 2018

Mencari Berkah di Kuburan Wali Keramat, Syirik atau Bukan?

Mencari Berkah di Kuburan Wali Keramat, Syirik atau Bukan?


Ketika Amirul Mukminin Umar bin Al-Khatthab RA akan meninggal dunia, ia berkata kepada putranya Abdullah, “Pergilah datangi Ummul Mukminin Aisyah RA, lalu katakanlah kepadanya, ‘Umar menyampaikan salam kepadamu’ dan jangan kau katakan Amirul Mukminin, sebab aku pada hari ini bukan lagi Amirul Mukminin.

Katakanlah kepadanya, ‘Umar bin Al-Khatthab meminta izin dikuburkan bersama kedua sahabatnya.’” Lalu Abdullah mendatangi Aisyah dan meminta izin menemuinya sambil mengucap salam. Kemudian Abdullah masuk menemui Aisyah, sementara saat itu Aisyah sedang menangis. Lalu Abdullah berkata, “Umar menyampaikan salam kepadamu dan meminta izin dikuburkan bersama kedua sahabatnya.”
Maka Aisyah menjawab, “Tadinya aku menginginkannya untuk diriku. Tapi hari ini aku lebih mendahulukannya (Umar) dari diriku.” Saat kembali, ada yang mengatakan kepada Umar, “Ini Abdullah telah datang.” Lantas Umar berkata, “Angkatlah aku.” Lalu seorang lelaki menyandarkannya kepadanya (Abdullah). Setelah itu Umar berkata, “Apa yang kau bawa?.” Abdullah menjawab, “Yang kau inginkan hai Amirul Mukminin, kau diizinkan.”

Lalu Umar berkata, “Al-Hamdulillah, tak ada sesuatu yang paling penting bagiku selain dari itu. Jika aku telah meninggal dunia, maka bawalah aku ke sana. Kemudian ucapkanlah salam dan katakan Umar meminta izin. Jika dia (Aisyah) mengizinkanku, maka bawalah aku masuk. Jika dia menolakku, maka bawalah aku ke perkuburan kaum muslimin.”
HR Bukhari (1392)

Sayyida Umar melakun hal ini untuk mengais berkah dari Rasulullah SAW padahal beliau telah wafat. Ini bertentangan dengan pernyataan orang yg mengatakan bahwa orang mati tidak ada manfaat.

Imam Syafi'i RA berkata," Sungguh aku mengambil berkah dari Abi Hanifah, aku mendatangi kuburannya setiap hari, jika aku mempunyai hajat maka aku shalat dua rakaat, lalu aku meminta pada Allah agar dikabulkan hajatku di kuburannya, maka tak lama dari itu Allah mengabulkan hajatku.
Tarikh Baghdad karya Imam al-Hafidh al-Baghdadi 1/123.

Al-Hasan bin Ibrahim al-Khallal salah seorang imam Madzhab Hanbali berkata," Tak pernah aku menginginkan sesuatu lalu aku mendatangi makam Musa al-Kadhim lalu aku bertawasul padanya, kecuali Allah telah permudah segala keinginanku.
Lihat Tarikh Baghdad (1/120)

Ibnu Jauzi dalam kitab al-Hishn al-hashin berkata," Telah aku coba betapa doa itu mustajab di kuburan orang-orang shalih.
Asy-Syaukani juga menyetujui dalam kitab Tuhfatudz dzakirin, hal 46.

Adz-dzahabi dalam kitab siyar a'lam annubala 9/34 menjelaskan tentang keberkahan kuburan Ma'ruf al-Karkhi.

Jika para sahabat dan muhadditsin melakukan hal itu, dan mereka bertanggung jawab atas apa yang mereka lakukan, mengapa masih banyak orang bodoh yang menganggap pencari berkah sebagai penyembah kubur?

Padahal jauh lebih bijak jika mereka bisa menghargai pendapat para ulama yang karyanya dipakai oleh muslimin di seluruh dunia. Cobalah menghargai para hafidh yang sudah meghafal 100.000 hadits.

By; Abu Hasan 313


Rabu, 31 Januari 2018

Silek Batin Atau Silat Ghaib Dalam Ajaran Tareqat di Minangkabau

Silek Batin Atau Silat Ghaib Dalam Ajaran Tareqat di Minangkabau


BACK TO SPIRIT OF THARIQAT: “SILAT LAHIR HINGGA KE BATIN”

Surau Inyiak Cubadak, JENIUS. - Membahas Kaji Silek (ilmu Silat) yang berkembang di Alam Minangkabau se akan tak ada habisnya, bagai menggali sumur tanpa dasar. Makin dikaji makin banyak ditemukan KHAZANAH SILEK yang selama ini TERSEMBUNYI, TERPENDAM atau bahkan mulai HILANG dari Kancah Persilatan.

Kaji SILEK BATIN misalnya, adalah Ilmu Silat yang berkembang seiring dengan proses Islamisasi yang dilakukan oleh para ‘Ulama Thariqat di Tanah Minangkabau. Maka, Kaji Silek Batin tidak lepas dari ajaran tarekat tersebut. Langkah-langkah dalam gerakan Silatnya pun membentuk Alif-Lam, Lam-Ha, Mim-Ha, dan Mim-Dal.

Kaji Silek Batin ( silat ghaib) menekankan pendidikan SPIRITUAL atau MISTIS untuk membuka mata jiwa, kekuatan SUPERNATURAL, dan beragam kekuatan MAGIS lainnya. Para murid biasanya kebal api, termasuk bisa melempar kelapa yang dibakar pakai tangan kosong.

Mereka digembleng dengan tiga kekuatan. Satu adalah fisik yang menjatuhkan dan melumpuhkan lawan. Mereka juga diwajibkan mandi MINYAK PANAS atau AIR KERAS yang bertujuan agar tidak terkilir atau patah. Kedua, TENAGA DALAM melalui olah pernafasan dan yang ketiga ialah TENAGA GHAIB dilatih dengan doa-doa melalui wirid (zikir).

Jika yang digembleng dengan Silek Batin ini adalah anggota Densus 88, tentu siap menjadi anggota satuan elit ANTITEROR dengan kekuatan SUPER. Tak hanya kebal, terhadap bacokan, tembakan, dan panas membara, mereka juga bisa memiliki kepekaan tinggi terhadap marabahaya. Mirip-miriplah dengan indera supernya Spider Man.

Tanpa perlu senjata api, atau lainnya Insya Allah setiap kepalan tangan, kaki dan anggota tubuh adalah senjata. Pelurunya melalui OLAH PERNAPASAN dan WIRID, membuka mata batin sekaligus intuisi melalui firasat ketika ada kejahatan yang ditujukan kepada dirinya.

MISTISME mengakar kuat dalam kebudayaan asli Indonesia. Benturan antara senjata api dan kekuatan magis bukan barang baru di Indonesia. Beberapanya bahkan pernah diulas panjang lebar di media. Salah satu yang paling menggemparkan adalah kasus tentang seorang pembunuh yang tak mempan ditembak sampai seorang sniper polisi menembak cincin bertuah yang ada di jari sang pembunuh.

Cari saja video-video semacam itu di Youtube, maka kita akan melihat bermacam cerita luar biasa adanya manusia super dari negara ini berkat menguasai ilmu silat dioplos ilmu kebal.
Karena itu, saya yakin sepenuhnya bahwa silat dapat dipakai tak sekadar untuk bela diri. Silat yang telah diimbuhi tenaga dalam bisa memberi proteksi tambahan pada personel polisi saat menghadapi pelaku aksi teror.

Buktinya, sudah tersaji pada masa perjuangan antikolonial kakek nenek kita melawan militer Belanda. Silek Batin telah digunakan oleh Tuanku Nan Renceh dan orang-orang zaman dulu dalam mengusir penjajahan. Hanya berbekal bambu runcing dan teriakan Allahu Akbar, bisa melawan penjajah yang memiliki peralatan lebih canggih. Nah teriakan ini ibaratnya tenaga gaib pengobar semangat memberikan tambahan tenaga untuk melumpuhkan penjajah. (az)

Sumber: Surau Suluak Inyiak Cubadak

Catatan Terhadap 37 Masalah Populer Abdul Somad Lc Dari Ustadz Ubaidah Yusuf As-Sidawi

Catatan Terhadap 37 Masalah Populer Abdul Somad Lc Dari Ustadz Ubaidah Yusuf As-Sidawi


MENIMBANG CATATAN USTAD ‘SALAFI’ TERHADAP BUKU KARYA USTAD ABDUS SHOMAD.

Download ebook lengkapnya disini;
Menimbang Catatan Ustadz " Salafi " Terhadap Buku 37 Masalah Populer

Selasa, 30 Januari 2018

Tawaran Debat Terbuka Untuk Ustadz Khalid Basalamah dari Banser NU Lubuk Linggau

Tawaran Debat Terbuka Untuk Ustadz Khalid Basalamah dari Banser NU Lubuk Linggau


Khalid Basalamah sang penceramah Wahabi yang hampir disetiap kajiannya tak pernah lepas dari yang namanya sikap; merasa paling sunnah, paling benar,paling syar'i dan jamaah diluar kelompknya adalah aliran sesat, bid'ah, dan ahli neraka dan tak sesuai dengan sunnah. Karena pemahaman dan ilmunya yang dangkal tapi merasa sudah alim itu sang ustadz yang diidolakan oleh kebanyakan orang-orang awwam itu mendapat sebuah tantangan dari Banser NU Lubuk Linggau untuk dialog terbuka. Dikarenakan kelompok atau jamaah yang sering di sindir atau disinggung oleh Ustadz Khalid dalam setiap ceramahnya adalah NU.


Semua amalan-amalan NU nyaris dibabat habis oleh Ustadz Khalid sebagai Bid'ah atau melenceng dari sunnah nabi. Hal inilah yang dipermasalahkan oleh kalangan NU yang merasa dianggap tak paham sunnah oleh Ustadz Khalid.

Undangan debat terbuka tersebut dilayangkan dalam bentuk surat, dengan harapan surat tersebut sampai kepada Khalid Basalamah. Undangan tertanggal 28 Januari 2018 ditanda tangani Panglima Banser Lubuklinggau Sumarsam.

Berikut undangan dialog terbuka tersebut versi lengkap:

KEPADA
YTH; Bapak Khalid Basalamah
Di -
TEMPAT

Bismillahirrohmanir rohiim
Assalaamu’alaikum warohmatullohi wa barokaatuhu

Segala puji bagi Alloh Seru Sekalian Alam.
Sholawat beserta salam semoga senantiasa tercurah ke haribaan Sayyidinaa wa Maulaanaa Muhammad Saw.

Melalui Surat terbuka ini saya sampaikan kepada Bapak Khalid Basalamah mohon berkenannya untuk meyampaikan KONFIRMASI-nya tentang bersedia atau tidak nya untuk menerima serta menghadiri undangan saya pada :

Hari dan Tgl : Ditetapkan setelah mendapatkan konformasi dari Bapak Khalid Basalamah
Tempat : Kota Lubuklinggau Sumatera Selatan
Acara : Dialog atau diskusi Terbuka dengan Ulama NU Tingkat Cabang Kota Lubuklinggau

Demikian Surat Permonan Konfirmasi ini .
Atas perhatian dan jawaban dari Bapak Khalid Basalamah sebelum dan sesudahnya disampaikan terimakasih
Wallohul muwafiq ilaa aqwamit thoriq

Lubuklinggau , 28 Januari 2018
PANGLIMA BANSER KOTA LUBUKLINGGAU
S U M A R S A M

NB:
Kepada para sedulur sekalian wabil khusus kepada para Pengagum Pak Kholid Basalamah yang mengetahui alamat lengkap Pak Khlid Basalamah dalam menerima surat surat resmi, mohon info alamat lengkapnya

Bagi para sedulur wabil khusus kepada para Pengagum Pak Kholid Basalamah yang TIDAK mengetahui alamat lengkap Pak Kholid Basalamah , mohon bantuannya untuk membantu menyebarkan Surat Terbuka ini dengan harapan agar segera sampai ke Pak Kholid Basalamah .

Atas bantuannya disampaikan terimakasih.

Hot terbaru:
MUI Kota Bogor Undang Yazid Jawaz Untuk Muzakarah Atas Tuduhan Sesat Kepada Asy'ariyyah Suffiyah

Semoga undangan tersebut dijawab dan di iyakan oleh sang ustadz yang memang betul-betul telah membuat resah warga Nahdiyin dan Ahlusuunnah Waljamaah di Indonesia. Kita tunggu tanggal mainnya, dan kita buktikan apakah Ustadz Khalid punya nyali berhadapan langsung dengan ulama NU dari Lubuk Linggau.


Terkait: 

Dewan Ulama Thariqah; Umat Telah Dibodohi Politisi Busuk dan Ulama Berbau Bangkai

Dewan Ulama Thariqah; Umat Telah Dibodohi Politisi Busuk dan Ulama Berbau Bangkai


Himbauan Dewan Ulama Thariqah Indonesia ( DUTI )

Sungguh miris negeri kita ini, ulama bukan menjadi tempat untuk mendapatkan pencerahan dan kesejukan namun telah menjadi corong-corong kepentingan politik dan kelompok tertentu.
Sungguh sedih melihat umat yang dibodohi dengan gerombolan serigala politik busuk yang selalu menjadi sponsor ulama yang berbau bangkai, yaitu ulama yang mencuri dunia melalui kedok kedok agamanya.
Teguran KH. Tengku Zulkarnain Untuk Kapolri yang Gagap Sejarah Pergerakan di Indonesia

Teguran KH. Tengku Zulkarnain Untuk Kapolri yang Gagap Sejarah Pergerakan di Indonesia


Surat Terbuka KH. DR. Tengku Zulkarnain untuk kapolri.

Jika Petinggi Negara NKRI, sekelas Kepala Kepolisian Republik Indonesia masih bersikap seperti ini, kasihan Ibu Pertiwi dan akan menangis lah Para Pejuang Pendiri Negara Kesatuan Republik Indonesia, ujungnya dapat mengancam Kesatuan dan Persatuan di NKRI

Mereka yang berada di luar Ormasy Islam saja, dan tidak memeluk Agama Islam, walau tidak lebih dari 10% populasi WAJIB dihormati jasa jasanya dalam perjuangan Kemerdekaan, apalagi umat Islam yang hampir 9O%. Bukankah ada ungkapan yang sangat terkenal:”Bangsa yang Besar adalah Bangsa yang dapat Menghargai Jasa Pahlawannya?

Nampaknya, Bapak Kapolri sangat perlu belajar lagi tentang sejarah Pergerakan dan Perjuangan Indonesia. Sikap dan pengetahuan anda tantang hal Ini sangat mengecewakan.

Ada banyak Ormasy Islam di luar NU dan Muhammadiyah yang ikut berjuang mati matian melawan Penjajah di seluruh wilayah Indonesia dari Aceh sampai Halmahera.

Di Jawa saja sebelum Muhammadiyah dan NU lahir Ada Syarikat Islam, kemudian menjadi Syarikat Dagang Islam, dengan Tokoh pendiri HOS Cokroaminoto, guru besar bagi Bung Karno dan banyak tokoh pejuang lainnya.

Di Jakarta tahun 1901 berdiri Jami’atul Khairat, didirikan oleh para ulama dan masyarakat keturunan Nasionalis Arab.

Di Banten ada Mathla’ul Anwar berdiri tahun 1916 di Menes, bahkan 10 tahun sebelum NU berdiri, dan hanya 4 tahun setelah Muhammadiyah, yang berdiri di Yogjakarta pada tahun 1912. Dan anda perlu tahu saat itu TIDAK ADA satupun anggota Muhammadiyah, apalagi anggota NU yang berjuang demi Rakyat Indonesia dan Kemerdekaan Indonesia di wilayah Banten. Bukankah NU belum lahir ke dunia saat Umat Islam Mathla’ul Anwar di Banten sudah berjuang melawan penjajah dan membuat usaha agar Republik Indonesia bisa berdiri MERDEKA?
Perlu juga Bapak ketahui bahwa salah satu anak didik Mathla’ul Anwar adalah Almarhum Bapak Haji Alamsyah Ratu Prawira Negara, Jendral pejuang asal Lampung, yang pernah jadi Menteri Sekretaris Negara dan Menteri Agama RI.

Di Medan, berdiri Ormasy Islam Al Washliyah pada tahun 1926. Membuat banyak sekolah, bahkan para Ulama nya berjuang angkat senjata melawan penjajah Belanda. Sebut Almarhum Riva’i Abdul Manaf(pengarang lagu “Panggilan Jihad”, yang fenomenal itu), Almarhum Bahrum Jamil, Almarhum Bahrum Sholih dll., Ulama pejuang dari Al Washliyah. Perlu Pak Kapolri Catat BESAR BESAR bahwa pada saat itu dapat dipastikan belum ada Satu orang pun anggota NU di Sumatera Utara, khususnya Medan yang berjuang di sana.
Pada tahun 1936 berdiri pula a Ormasy Islam Al Ittihadiyah, oleh Syekh Muhammad Dahlan, Syekh Zainal Arifin Abbas, (penulis Besar asal Medan, yang juga Ulama Pejuang yang angkat senjata melawan penjajah), Dan Syekh Sayuti Nur(guru saya), Ulama Pejuang di Medan.

Di Aceh berdiri Persatuan Ulama Aceh yang menuliskan fatwa Jihad melawan Penjajah Kafir Belanda dan menuliskan “Hikayat Perang Sabil” yang terkenal itu.

Di Sumatera Barat berdiri Persatuan Tarbiyah Islamiyah(PERTI) yang dipelopori oleh Almarhum Syekh Sulaiman Arrasuli, Syekh Abbas Padang Lawas, Syekh Jamil Jaho, Syekh Sa’ad Mungka, Syekh Abdul Wahid, Padang Jopang, Suliki, Payakumbuh(kakek guru saya). Sudah dapat dipastikan saat itu belum ada anggota NU yang berjuang di sana.

Di Jawa Barat ada Persis, didirikan oleh Syekh A. Hassan Bandung, yang banyak membantu Bung Karno dan menginpirasi pemikiran Beliau. Ada Juga PUI (Persatuan Umat Islam).

Di Lombok ada Nahdhatul Wathon, yang didirikan oleh Tuan Guru Zainudddin, kakek dari Tuan Guru Bajang, Gubernur NTB saat ini.

Di Sulawesi Ada Al Khairat, dan lain lain.

Apa pak Kapolri pikir jika saat itu hanya NU di Jawa Timur, dan Muhammadiyah di Yogjakarta dan sekitarnya yang berjuang memerdekakan NKRI, sementara wilayah Aceh sampai Maluku Ulama dan Umat Islam berpangku tangan tidak ikut berjuang, KEMERDEKAAN INDONESIA dapat tercapai?

Tegas kami katakan bahwa di NKRI ini semua Ormasy yang ada di NKRI mempunyai HAK dan KEWAJIBAN yang sama. Mendoktrin dan menebarkan Policy “BELAH Bambu” sangat tidak manusiawi.

Melalui Surat Terbuka ini saya, Tengku Zulkarnain PROTES KERAS atas pernyataan Bapak Kapolri dan meminta anda meminta maaf serta menarik isi pidato anda yang saya nilai tidak ETIS, merendahkan jasa Para Ulama dan Pejuang Islam di luar Muhammadiyah dan NU. Mencederai rasa Kebangsaan, serta berpotensi memecah belah Persatuan dan Kesatuan Bangsa dan negara Indonesia.

Tanjung Pinang, 29 Januari 2018
Oleh: FB Tengku Zulkarnain ( Link berisi video pidato kapolri )


Senin, 29 Januari 2018

Yakinlah Gurumu Mengetahui Akan Hal Dirimu ...!!

Yakinlah Gurumu Mengetahui Akan Hal Dirimu ...!!




Jika kau merasa lelah dan tak berdaya dari usaha  melawan ego yang sepertinya sia-sia…
Guru mu mengetahui betapa keras engkau sudah berusaha.


Ketika kau sudah menangis sekian lama dan hatimu masih terasa pedih…
Guru mu sudah menghitung airmatamu.


Jika kau pikir bahwa hidupmu sedang menunggu sesuatu dan waktu serasa berlalu begitu saja…
Guru mu sedang menunggu bersama denganmu.


Ketika kau merasa sendirian dan teman-temanmu terlalu sibuk untuk menelepon.
Guru mu selalu berada disampingmu.


Ketika kau pikir bahwa kau sudah mencoba segalanya dan tidak tahu hendak berbuat apa lagi…
Guru mu punya jawabannya.


Ketika segala sesuatu menjadi tidak masuk akal dan kau merasa tertekan…
Guru mu dapat menenangkanmu.


Jika tiba-tiba kau dapat melihat jejak-jejak harapan…
Guru mu sedang berbisik kepadamu.


Ketika segala sesuatu berjalan lancar dan kau merasa ingin mengucap syukur…
Guru mu telah mendoakanmu .


Ketika sesuatu yang indah terjadi dan kau dipenuhi ketakjuban…
Guru mu telah tersenyum padamu.


Ketika kau memiliki tujuan untuk dipenuhi dan mimpi untuk diwujudkan…
Guru mu sudah membuka matamu dan memanggilmu dengan namamu.


Ingat bahwa dimanapun kau atau kemanapun kau menghadap…

Guru mu  MENGETAHUI …………

Sumber: sufimuda.net



Beda Cara SBY dan Mukidi Dalam Meraih Kursi Presiden 2 Periode

Beda Cara SBY dan Mukidi Dalam Meraih Kursi Presiden 2 Periode



DUA PERIODE SBY

1. SBY tidak perlu KACUNG KACUNG yang tersebar di Medsos untuk memimpin dua periode .

2. SBY tidak melakukan pembiaran oknum memacah belah umat untuk berkuasa dua periode .

3. SBY tidak perlu utang gila gilaan untuk mempertahankan pemerintahan nya hingga dua periode .

4. SBY tidak perlu meMONOPOLI Media Cetak dan Televisi bahkan meMONOPOLI PARTAI untuk merebut kembali tampuk Kepimpinan dua periode .

5. SBY tak perlu masuk comberan untuk jadi presiden

6. SBY tak perlu jadi model dadakan untuk mempromosikan sendal jepit ,kain sarung ,sepeda,becak,jadi tukang sapu,dan aksi aksi lainnya

7. SBY tidak pernah menuduh lawan politiknya dengan lima(5) Fitnah KAPIR;

K-KHILAPAH
A- ANTI KE BHINEKAAN
P- PEMECAH BELAH UMAT
I- INTOLERANT
R- RADIKAL

8. SBY tidak perlu bagi-bagi sertifikat tanah untuk rakyat kembali memilihnya dua periode .

KARENA (SBY) DI AKHIR JABATAN PERIODE SATU "1"
ELEKTABILITAS SBY 70% UNTUK PETAHANA YANG ELEKTABILITASNYA 41%MEMANG HARUS LEBIH GIAT KAMPANYE .

SBY berhasil mejabat sebagai presiden dua periode dengan cara cara yang berkelas ,elagan dan bonafide.

By: Ahmad Dhani

Sabtu, 27 Januari 2018

" AIB " Ustadz Abdul Somad Akhirnya Terbongkar Juga

" AIB " Ustadz Abdul Somad Akhirnya Terbongkar Juga

aib ustadz abdul somad

Hari ke hari, aib UAS makin terkuak. Kedok sebenarnya, terungkap setelah UAS menolak undangan Mr. J.

(1) Aib pertama adalah, sensasi dakwah yang diusung UAS. Isinya: mengajak pada pembersihan hati dari iri dengki dan permusuhan sesama umat Islam. Sangat sensasional bukan? UAS diterima HTI, PKS, NU garis lurus, Muhammadiyah, Salafi Garis Lurus,dll. Bahkan diterima semua muslim normal. Pesan Al-Ummah Al Muttahidah, jelas aib yang mengancam budak-budak kolonial.

(2) Aib kedua adalah, Empati dan Egaliter. Pesan dakwah UAS menyuburkan pesan egaliterianisme di kalangan umat. Setiap jawaban UAS, membuat paham jamaah. Paham yang memudarkan fanatisme.

(3) Aib ketiga, hidupkan keagungan iman (isti'laa imani). Di tengah hal-hal aneh yang menimpa sebagian Kyai-kyai NU, DEPAG, dan arogansi aparat. UAS hadir menggemuruhkan keimanan. Umat semakin percaya diri dan sigap melawan dengan santun.

(4) Aib keempat, antusiasme jamaah. Jelas ini adalah aib yang dapat mempermalukan rezim diktator. Umat proletar, mendapatkam energi positif dari pesan-pesan dakwah UAS.

(5) Aib kelima, teguh pendirian. UAS walaupun dijuluki si kurus. Tapi tak pernah menjual kekurusan dan kesederhanaannya untuk membohongi publik. apalagi gaya sholat depan camera guna pencitraan. UAS apa adanya dan bukan “adanya apa”. Tidak mencla-mencle.

(6) Aib-aib UAS diperparah dengan sikap UAS sendiri yang sangat profesional dalam menjalankan tugasnya; baik sebagai dosen, PNS maupun da’i sejuta ummat. UAS mempermalukan semua tokoh Indonesia.

-selesai-

Itulah UAS. Ustad Abdus Shomad,Lc.MA.
Wajar rezim Fir’aun dan koleganya dari para kecebong tak kenal lelah menghentikan laju dakwah UAS. Mencari aib negatif dari UAS, yang ada malah aib-aib di atas. Keep fight UAS!!

Primajasa: 15:35.

By: Nandang Burhanuddin.


Selasa, 23 Januari 2018

Undang-Undang Legalitas LGBT Didukung DPR 5 Fraksi?

Undang-Undang Legalitas LGBT Didukung DPR 5 Fraksi?


Lesbian, gay, biseksual, dan transgender atau transeksual (LGBT) sejatinya adalah musuh seluruh bangsa Indonesia termasuk partai-partai politik. Pengamat Sosilogi, Musni Umar mengatakan alasan teologis, disebutkan dalam kitab suci Alqur'an bahwa kaum Nabi Luth dimusnahkan karena melakukan hubungan seksual sesama jenis seperti yang dilakukan LGBT.

Selain itu, alasan ideologis. Negara Kesatuan Republik Indonesia sesuai pasal 29 ayat (1) berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa. Pilar Ketuhanan Yang Maha Esa adalah agama.

Musni mengatakan bangsa Indonesia yang mayoritas beragama Islam mengharamkan berkawinan sejenis. Begitu juga agama-agama lain di Indonesia. "Atas dasar itu, maka partai-partai politik tidak boleh melegalkan LGBT karena bertentangan dengan ajaran Agama yang merupakan pilar sila pertama dari Pancasila," ujarnya kepada Republika.co.id, Jakarta, Senin (22/1).

Selain itu, alasan sosiologis. Bangsa Indonesia adalah bangsa yang religous (beragama). Wujud dari keberagamaan bangsa Indonesia, mereka amalkan amar ma'ruf nahi mungkar (memerintahkan perbuatan yang baik dan melarang perbuatan yang buruk).

"LGBT merupakan perbuatan yang tidak baik. Jika benar ada lima partai politik di DPR yang mendukung LGBT, maka rakyat bisa menghukum mereka dengan tidak memilih para calon anggota parlemen di semua tingkatan dari partai-partai politik yang mendukung LGBT," ungkapnya.

Menurutnya, pada 2019 akan dilaksanakan pemilu, rakyat bisa menghukum partai politik dengan tidak memilih calon mereka dalam pemilu, yang bisa mulai dilakukan dengan tidak memilih calon partai politik dalam pilkada 2018. [ republika.co.id ]

Senin, 22 Januari 2018

Kajian Tuangku Syaikh Muhammad Ali Hanafiah: Allah Tak Menyembunyikan Diri-Nya

Kajian Tuangku Syaikh Muhammad Ali Hanafiah: Allah Tak Menyembunyikan Diri-Nya

Kajian Tuangku Syeikh Muhammad Ali Hanafiah

Assalamu’alaikum wr.wb.