Senin, 24 Juni 2019

Gagal Paham Tentang Menempelkan Mata Kaki dalam Shalat Berjamaah

gagal paham menempelkan mata kaki

Menempelkan Mata Kaki dengan Mata Kaki

Oleh : Ustadz. Abdullah Al Jirani

Dalam kitabnya yang berjudul “Minhatul ‘Allam Syarh Bulughil Maram” (3/411) – lihat gambar terlampir -, Asy-Syaikh Abdullah bin Shalih Al-Fauzan –hafidzahullah- menjelaskan akan kesalahan pemahaman beberapa pihak tentang masalah menempelkan mata kaki dengan mata kaki ketika bershaf (berbaris) dalam salat.

Merapatkan Shaff Shalat dengan Menempelkan Ujung Jari Kaki, Sunnahkah?

menempelkan ujung jari kelingking

MENGURAI SALAH PAHAM TENTANG MERAPATKAN & MELURUSKAN SHAFF

Oleh : Ustadz. Abdullah Al Jirani

Awalnya, kami ingin menyusun artikel tentang permasalahan “meluruskan dan merapatkan shaff” secara luas dan detail. Akan tetapi, karena telah ada beberapa penulis yang menyusunnya, maka niat tersebut kami urungkan. Kali ini kami hanya akan fokus untuk membahas kekeliruan dalam hal memahami dan mengamalkan hadits-hadits tentang merapatkan dan meluruskan shaff saja. Dikarenkan masih sangat sedikit yang membahasnya.

Selasa, 18 Juni 2019

Sistem Zonasi PPDB yang Lucu Ala Pedagang Nasi Goreng

sistem zonasi ppdb

Guyonan PPDB (Penerimaan Peserta Didik baru) Sistem Zonasi

SISTEM ZONASI PEDAGANG NASI GORENG

Jumat, 14 Juni 2019

Hukum Shalat di Masjid yang Ada Simbol Segitiganya | Fenomena Masjid Al Safar


SIMBOL SEGITIGA DI MASJID DAN HUKUM SALAT DI DALAMNYA

Oleh : Abdullah Al Jirani

Dulu, saya pernah kedatangan tamu dari Padang, Sumatra. Waktu tiba waktu salat Ashar, saya ajak para tamu tersebut untuk salat di salah satu masjid milik komunitas tertentu. Saat masuk masjid, tamu saya heran. Beliau tanya : “Apakah ini masjid, ustadz. Kok tidak ada mihrabnya ? kayak rumah saja”. Saya jawab : “Iya, pak. Ini masjid.” Selain tidak ada mihrabnya, juga tidak ada kubah, menara, atau ciri-ciri khas masjid di Indonesia. Lebih tepat disebut rumah atau aula.

Selasa, 11 Juni 2019

ASN Mengkritik Pemerintah, Apa Salahnya?

asn mengkritik pemerintah

Menjawab Pernyataan Ketum Dewan Pengurus KORPRI yang menyuruh ASN/PNS mengundurkan diri jika masih mengkritik pemerintah.

KRITIK ITU MEMBANGUN BUKAN "ENEMY"

"Pemerintah boleh berganti-ganti, presidennya bisa berganti-ganti tapi PNS-nya ya tetap kita-kita ini. Makanya kita tidak boleh menjelek-jelekkan pemerintah. Masak iya sih kita jelek-jelekan diri kita sendiri?," sindir Prof. Zudan yang juga Ketua Umum Dewan Pengurus Korpri Nasional itu."