Sabtu, 12 Januari 2019

Untuk Apa Zikir dengan Suara Keras Allah Tidak Tuli

Zikir dengan suara keras
Jamaah zikir Tarekat Qodiriyah Hanafiah

Fenomena Zikir Keras

Ada sebagian kelompok dalam islam yang selalu berzikir dengan suara keras bahkan sampai berteriak sekeras-kerasnya, dan ada juga sebagian yang zikirnya hanya dalam hati tanpa suara sedikitpun atau zikir sirr. dan ada juga kelompok ketiga yang membidahkan zikir keras dengan Alasan bahwa Allah tidak tuli, untuk apa berzikir dengan suara keras padahal Allah Maha Mendengar suara yang paling halus sekalipun.

Untuk menjawab keresahan kelompok yang ketiga, ada sebuah kisah atau dialog antara seorang mahasiswa dengan seorang ulama tasawuf tentang mengapa harus zikir keras dan untuk apa manfaatnya.

Mahasiswi bertanya: “Pak Kiai, kenapa dzikir mesti keras (jahar) padahal Allah itu tidak tuli?”. Ulama Tasawuf menjawab dengan membalikan pertanyaan: “yang bisa kena sifat tuli itu yang memiliki telinga atau tidak?”.

Mahasiswi menjawab: “iya yang punya telinga”.
Ulama Tasawuf kembali bertanya: “Kalau Allah punya telinga tidak?”.

Mahasiswi menjawab: “tidak punya”.
Ulama tasawuf kembali bertanya lagi: “apakah dengan suara keras makhluk akan merusak pendengaran Allah?”.

Mahasiswi menjawab: “tidak Pak Kiai”.
Selanjutnya Ulama Tasawuf mengatakan: “oleh sebab itu istighfarlah dan bersyahadatlah dengan baik, bagaimanapun Allah tidak akan tuli dan tidak akan rusak pendengaran-Nya oleh suara kerasnya makhluk. Bagi-Nya suara keras maupun pelan terdengar oleh Allah sama. Hanya saja, hati manusia yang tuli akan perintah Allah. Jadi, dzikir keras bukan untuk Allah dan bukan ingin didengar oleh Allah karena Allah sudah tahu. Tapi tujuan dzikir keras itu diarahkan untuk hati yang tuli kepada Allah yang keras bagaikan batu sedangkan kita tahu batu itu tidak akan hancur kecuali dengan pukulan yang kuat, begitupun hati yang keras bagaikan batu tidak akan hancur kecuali dengan suara pukulan dzikir yang kuat. Jadi, Allah tidak butuh akan dzikir kita, sebaliknya kitalah yang butuh akan dzikir kepada Allah supaya hati menjadi lembut, bersih dan ma’rifat kepada Allah.

Baca:

Jadilah peran dalam suatu perjuangan umat dan jangan hanya jadi penonton. Sungguh rugi diakhirnya nanti.