Selasa, 29 Mei 2018

Ulama Bangkai Dunia Penjual Agama Diteras-Teras Politik


Bangkai-Bangkai Dunia

Dalam suatu hadist Nabi Muhammad SAW bersabda “Kelak sesudahku benar-benar umatku akan diselimuti oleh fitnah-fitnah yang seakan-akan gelapnya malam, di zaman itu seseorang dipagi hari dalam keadaan mukmin, kemudian di sore harinya ia menjadi kafir, banyak kaum yang menjual agamanya dengan harta duniawi yang sedikit”. Diriwayatkan oleh Hakim melalui Ibnu Umar r.a.

Tidak dapat kita pungkiri kebenaran akan keterangan Baginda Nabi SAW. Pada masa ini memang banyak manusia yang mengaku mukmin, namun sanggup menjual imannya. Bahkan seseorang yang dikatakan ulama lebih mudah menjual agamanya diteras-teras politik. Tentu, layaknya tukang obat yang dagangannya laris manis tanpa pernah berfikir apa-apa yang ia ucapkan, yang penting obat laku, perutnya kenyang.

Sesungguhnya seburuk-buruk zaman bagi umat ini, bila berhadapan dengan sekelompok orang yang mengaku membela dan menjaga agamanya, tetapi dibalik itu mengincar perhiasan-perhiasan dunia, bak singa kelaparan yang sedang mengintai seekor domba. Maka berhati-hatilah kita terhadap pandangannya, seperti isyarat nabi Muhammad SAW kepada kita,” Ulama adalah orang-orang yang dipercaya oleh para rasul selama mereka tidak berdekatan dengan penguasa dan memilih perkara duniawi. Apabila mereka dekat dengan penguasa dan memilih perkara duniawi, maka mereka benar-benar telah berkhianat terhadap para Rasul, karena itu hati-hatilah kalian terhadap mereka”. Diriwayatkan al ‘uqaili melalui Anas r.a.

Seumpama bangkai-bangkai yang menaburkan bau busuk, menularkan penyakit bagi orang-orang yang didekatnya. Maka akan lebih berbahaya bila berkawan dengan orang alim yang mencintai dunia, daripada berkawan dengan orang bodoh yang jauh daripada cinta dunia. Karena dengan kecantikan dunia ini, manusia sanggup saling menjatuhkan dan menjadi pecundang bagi kawan karib sendiri. Dunia ini pejuang mampu berkhianat terhadap perjuangannya sendiri, tanpa disadari ia telah meludah dan kemudian menelannya kembali.

Dimana dan siapapun ulama yang bertebaran dimuka bumi ini, tetaplah mempunyai jiwa, yang jiwa itu sendiri seperti angin. Bila ia melewati bangkai, maka akan terbau bangkai, dan jika ia melewati bunga maka iapun akan terbawa harum. Hingga sepantasnya bagi seorang ulama menempatkan dirinya sesuai dengan yang dikadarkan pada dirinya. Akan tetapi, seorang ulama tetaplah manusia yang penuh dengan segala kekurangan. Dan sebagai manusia, ulama tetaplah membutuhkan dunia dalam ia hidup dan berkeluarga, namun bukan berarti ia harus menjual ayat-ayat Tuhan dalam kepentingan dunianya. Baginda Nabi SAW sendiri, selain sebagai pemimpin umat, beliaupun dikenal sebagai seorang pedagang yang gigih dan jujur.

Berbanggalah umat ini bila disetiap sudut bumi ini menemukan ulama-ulama yang mencintai Ukhrawi daripada duniawinya, dan mencintai umat daripada mencintai penguasanya. Menjadi tempat berteduh umatnya dari panas terik matahari, dan daripada hujan badai gelombang dunia ini. Hingga ketenangan dan kedamaian merayapi setiap dada umat. Segala permasalahan demi permasalahan dapat dipecahkan tanpa salah satu pihak dikecewakan. Serta,  ilmu-ilmu agama kelak semakin berkembang menjadi pengharum jiwa dan penyuluh dalam kegelapan, penerang Hati ketika membedakan yang haq dan yang bathil ditengah-tengah umat.

Oleh: Tuangku Syaikh Muhammad Ali Hanafiah
( Rais Mustasyar Dewan Ulama Thareqah Indonesia )

Sumber: https://buyahend.wordpress.com

Artikel terkait:

Jadilah peran dalam suatu perjuangan umat dan jangan hanya jadi penonton. Sungguh rugi diakhirnya nanti.