Selasa, 29 Mei 2018

Ulama Bangkai Dunia Penjual Agama Diteras-Teras Politik


Bangkai-Bangkai Dunia

Dalam suatu hadist Nabi Muhammad SAW bersabda “Kelak sesudahku benar-benar umatku akan diselimuti oleh fitnah-fitnah yang seakan-akan gelapnya malam, di zaman itu seseorang dipagi hari dalam keadaan mukmin, kemudian di sore harinya ia menjadi kafir, banyak kaum yang menjual agamanya dengan harta duniawi yang sedikit”. Diriwayatkan oleh Hakim melalui Ibnu Umar r.a.

Tidak dapat kita pungkiri kebenaran akan keterangan Baginda Nabi SAW. Pada masa ini memang banyak manusia yang mengaku mukmin, namun sanggup menjual imannya. Bahkan seseorang yang dikatakan ulama lebih mudah menjual agamanya diteras-teras politik. Tentu, layaknya tukang obat yang dagangannya laris manis tanpa pernah berfikir apa-apa yang ia ucapkan, yang penting obat laku, perutnya kenyang.

Sesungguhnya seburuk-buruk zaman bagi umat ini, bila berhadapan dengan sekelompok orang yang mengaku membela dan menjaga agamanya, tetapi dibalik itu mengincar perhiasan-perhiasan dunia, bak singa kelaparan yang sedang mengintai seekor domba. Maka berhati-hatilah kita terhadap pandangannya, seperti isyarat nabi Muhammad SAW kepada kita,” Ulama adalah orang-orang yang dipercaya oleh para rasul selama mereka tidak berdekatan dengan penguasa dan memilih perkara duniawi. Apabila mereka dekat dengan penguasa dan memilih perkara duniawi, maka mereka benar-benar telah berkhianat terhadap para Rasul, karena itu hati-hatilah kalian terhadap mereka”. Diriwayatkan al ‘uqaili melalui Anas r.a.

Seumpama bangkai-bangkai yang menaburkan bau busuk, menularkan penyakit bagi orang-orang yang didekatnya. Maka akan lebih berbahaya bila berkawan dengan orang alim yang mencintai dunia, daripada berkawan dengan orang bodoh yang jauh daripada cinta dunia. Karena dengan kecantikan dunia ini, manusia sanggup saling menjatuhkan dan menjadi pecundang bagi kawan karib sendiri. Dunia ini pejuang mampu berkhianat terhadap perjuangannya sendiri, tanpa disadari ia telah meludah dan kemudian menelannya kembali.

Dimana dan siapapun ulama yang bertebaran dimuka bumi ini, tetaplah mempunyai jiwa, yang jiwa itu sendiri seperti angin. Bila ia melewati bangkai, maka akan terbau bangkai, dan jika ia melewati bunga maka iapun akan terbawa harum. Hingga sepantasnya bagi seorang ulama menempatkan dirinya sesuai dengan yang dikadarkan pada dirinya. Akan tetapi, seorang ulama tetaplah manusia yang penuh dengan segala kekurangan. Dan sebagai manusia, ulama tetaplah membutuhkan dunia dalam ia hidup dan berkeluarga, namun bukan berarti ia harus menjual ayat-ayat Tuhan dalam kepentingan dunianya. Baginda Nabi SAW sendiri, selain sebagai pemimpin umat, beliaupun dikenal sebagai seorang pedagang yang gigih dan jujur.

Berbanggalah umat ini bila disetiap sudut bumi ini menemukan ulama-ulama yang mencintai Ukhrawi daripada duniawinya, dan mencintai umat daripada mencintai penguasanya. Menjadi tempat berteduh umatnya dari panas terik matahari, dan daripada hujan badai gelombang dunia ini. Hingga ketenangan dan kedamaian merayapi setiap dada umat. Segala permasalahan demi permasalahan dapat dipecahkan tanpa salah satu pihak dikecewakan. Serta,  ilmu-ilmu agama kelak semakin berkembang menjadi pengharum jiwa dan penyuluh dalam kegelapan, penerang Hati ketika membedakan yang haq dan yang bathil ditengah-tengah umat.

Oleh: Tuangku Syaikh Muhammad Ali Hanafiah
( Rais Mustasyar Dewan Ulama Thareqah Indonesia )

Sumber: https://buyahend.wordpress.com

Artikel terkait:

Minggu, 27 Mei 2018

Inilah Perbedaan Ajaran Syiah dengan Ahalussunnah Waljamaah (ASWAJA)


Ada 17 Perbedaan Mendasar antara Syi’ah Dengan Ahlussunnah Waljamaah.

Banyak orang yang menyangka bahwa perbedaan antara Ahlussunnah Waljamaah dengan Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah(Ja’fariyah) dianggap sekedar dalam masalah khilafiyah Furu’iyah, seperti perbedaan antara NU dengan Muhammadiyah, antara Madzhab Syafi’i dengan Madzhab Maliki.

"Ambil THRnya dan Tetap 2019 Ganti Presiden" Membantah Logika Cacat Bong 200 di Medsos


Seakan-akan Semua Pemberian Presiden 

Tiba-tiba saja logika bangsa ini jatuh ke bawah garis minus yang mencemaskan. Andai saja saya bukan umat yang tercerahkan, saya mulai percaya kalau sebagian besar anak bangsa ini adalah keturunan monyet seperti teori evolusi Darwin.
Ulah Gerombolan Penista Logika (GPL) benar-benar membuat saya mesti geleng-geleng kepala dan kembali bertanya-tanya, apa benar semua manusia memiliki otak?

Saya tidak bisa bayangkan ada sekelompok orang hanya gara-gara tidak mendukung rezim yang berkuasa sekarang, lalu berkata :
" Mudik Lebaran jangan lewat jalan tol ya, karena tol itu hasil kerja Pak De dan anda bukan pendukungnya..."
Wo-te-ef?, hallo.., emang bangun jalan tol pakai uang pribadi Pak De ya?, lagipula lewat jalan tol itu bayar, bukan gratis. Semakin banyak mobil yang lewat maka akan semakin cepat kembali dana investasinya.

Jadi ingat sekelompok makhluk goblok yang gara-gara kita anti Jahudi Israhell, mereka ngomong :
" Kalau gitu jangan main fesbuk karena fesbuk buatan Jahudi, haram, bla..bla..bla..."
Lah, si Mark-zuki yang punya fesbuk aja ngga melarang, malah berharap semua orang bikin akun fesbuk karena itu sumber pundi-pundi kekayaannya, situ jadi onyet kok malah ribut?
Seharusnya cepat-cepat lap ingus karena kalian akan melewati jalan-jalan negara gratis hasil karya Pak Harto yang sangat kalian benci itu.

" Kamu PNS, di gaji Pemerintah. Kalau tidak suka dengan Pak De, keluar dari PNS..."
Lo, emangnya PNS itu karyawan Pak De?, Jangan kalian buat Indonesia seakan-akan adalah Perusahaan milik Pribadi, negara ini milik kita bersama.

Presiden itu menjabat hanya 5 tahun dan setelah itu akan dipilih kembali, sedangkan PNS itu Karyawan Negara yang karirnya bisa puluhan tahun di rezim Presiden yang bergonta-ganti.
Atau apa sebaiknya kita ganti aturan Konstitusi, setiap ganti Presiden maka semua PNS , Polisi dan juga semua personil TNI ikut diganti sesuai pendukung Presiden yang terpilih ?
Repot bong, dan jauh lebih mudah serta murah biayanya untuk mengganti otak kelompokmu dengan otak kuda.

" Kalau ngga suka sama Pak De, kembalikan Uang THR hasil pemberian Pak De".
"Wot...???"
Kira-kira berdosa ngga sekali lagi kalau saya bilang wo-te-ef?, karena ini benar-benar penistaan logika yang menjijikkan.
Uang THR atau apapun yang dibayarkan Pemerintah bukan uang pribadi Presiden yang berkuasa.
Sama dengan Hutang Negara yang menumpuk sekarang, kita semua rakyat Indonesia yang bertanggung jawab membayarnya.

Baiklah, sebagai Ketua Partai Tirik Yaluk, saya akan memberikan sedikit pencerahan.
Presiden itu, siapapun orangnya adalah Petugas Rakyat (catat : Bukan Petugas Partai apalagi Kacung) yang kita pilih secara demokrasi untuk mengelola negara ini.
Karena Presiden adalah petugas rakyat, maka kita menggaji Presiden lewat sistem Pemerintahan untuk mengelola kekayaan dan keuangan negara untuk membuat kita semua rakyat Indonesia makmur dan sejahtera.

Kalau misalnya masih banyak rakyat yang masih hidup melarat, bahkan untuk beli beras untuk makan sehari-hari hanya sanggup beli beras sachetan, berarti ada yang salah.
Artinya Presiden yang sedang berkuasa gagal dan ojo dipilih lagi.
Kalaupun dia bisa bagi ini-bagi itu termasuk THR dan lainnya, dimana letak luar biasanya ya?
Luar biasa itu kalau bisa membuat pertumbuhan ekonomi negara kita 10 persen keatas (sekarang cuma 5 persen).
Luar biasa itu kalau bisa membuat pendapatan perkapita rakyat kita jadi 17.000 US Dolar ( sekarang cuma 3300 US Dolar).
Luar biasa itu kalau nilai Rupiah membaik misalnya 7000 per 1 US Dolar ( sekarang 14.220).

Piye...?
Sudah tercerahkan sedulurku semua?, ya sudah ambil THR nya tapi tetap #2019GantiPresiden biar kita dapat Presiden yang luar biasa ya.

Sumber: FB Azwar Siregar

Jumat, 25 Mei 2018

Ust. Abdul Somad Lc MA " Siapa yang Belum Pernah Bersuluk, Ikutlah" Suluk Juga Untuk Anak Muda

Abdul somad, suluk tarekat zikir Allah..Allah
Gambar; kamar suluk Surau Rabbani, Solok

Video Ustadz Abdul Somad bercerita tentang suluk yang pernah dijalaninya, suluk atau riyadhah kaum sufi selama 10 hari 10 malam yang diisi dengan sholat sunat tobat dan zikir Allah..Allah..Allah.

UAS mengatakan bahwa ia pernah menjalani suluk dan menghimbau jamaah terutama yang muda-muda untuk melakukan riyadhah suluk " Siapa yang belum pernah bersuluk, bersuluklah" kata Ustadz Somad. Da'i sejuta umat ini juga melukiskan kenikmatannya dalam melaksanakn riyadhah suluk " Nikmatnya sungguh luar biasa susah diungkapkan dengan kata-kata, siapa yang ingin ikut ikutlah" ajak UAS.

" Banyak orang yang salah sangka, dia sangka suluk itu hanya untuk orang yang sudah tua yang mau mati saja, ini tak betul!" tegas UAS. 

Ustadz Abdul Somad menyindir orang yang selalu mengucapkan zikir di mulut, tapi di hatinya tidak dan selalu memikirkan dunia . Beliau mengungkapkan; 
" Barulah saya tau bahwa didalam suluk itu kita selalu fokus. Barulah saya paham ketika didalam kelambu, lihat kekiri dinding, lihat kekanan dinding, pandang kebelakang dinding, pandang kedepan dinding, pandang keatas tertutup, rupanya saya sedang berada dalam miniatur alam kubur alam barzah. Duduk berzikir Allah..Allah..Allah.

Ustadz Abdul Somad mengatakan dalam videonya bahwa zikir suluk Allah..Allah..dalam suluk di baca terus dalam hati, tidak terputus sehingga terbawa dalam kehidupan sehari-hari, sampai malaikat datang mencabut nyawa insyaAllah mati dalam keadaan husnul khotimah, karena zikir Allah..Allah sudah melekat di jantungnya. Yang mana darah dari jantung menyembur ke otak terus ke panca indra maka insyaAllah akan terhindar dari maksiat.

" Jadi kalau ada orang mengatakan berzikir, bersuluk hanya untuk orang tua saja, itu salah, keliru. Anak-anak muda mestinya juga demikian" Kata UAS.

" Apa dalilnya zikir Allah...Allah...Allah...? "
Ustadz Abdul somad menjawab; "Orang-orang yang berzikir menyebut nama Allah diwaktu tegak waktu duduk, waktu berbaring kau ingat Allah. Sampai pada akhirnya kalau sudah melekat zikir itu dijantungmu, berdegub, berdetak dia tak pernah berhenti Allah...Allah...Allah.

Simak video Ustadz Abdul Somad tentang suluk dan zikir Allah...Allah...Allah"



Artikel terkait:

Rabu, 23 Mei 2018

"Bisikan Untuk Bangsa" Himbauan Ulama Tarekat Untuk Persatuan Bangsa

Bisikan untuk bangsa

Oleh : Tuangku Syaikh Muhammad Ali Hanafiah Ar Rabbani.
( Rais Mustasyar Dewan Ulama Thariqah Indonesia )

Wahai saudaraku, bukalah hatimu…,tidaklah elok jika hanya karena SATU kepentingan politik, membuat bangsa ini terpecah menjadi ribuan bahkan jutaan keping. Rajutan darah ratusan tahun para pejuang untuk merekat bangsa begitu mudah terlepas karena begitu mudahnya kita membenci hanya dengan satu perkara yang belum tentu tahu kebenarannya.

Wahai saudaraku, bukalah hatimu…,bangsa kita bukanlah bangsa yang tercipta karena rasa kasihan bangsa lain, namun terlahir dari rasa “kesakitan” yang sama dalam kemajemukkan warna suku dan agama ketika merasa sama sama terjajah dan terbakar semangat untuk hidup bersatu dalam satu negara yang berdaulat atas diri dan cita cita bersama yakni menuju keadilan dan kesejahteraan.

Wahai saudaraku, bukalah hatimu….janganlah kita jadikan suku dan agama menjadi jurang pemisah rasa kebangsaan, bukankah dahulu bangsa ini belajar berjalan karena sebuah keseimbangan dan keserasian diantara perbedaan suku dan agama. Dan apabila suatu hari nanti langkah langkah bangsa ini sudah terseok seok, maka jangan kita saling menyalahkan jika bangsa ini tumbang bukan karena angin kencang tetapi karena kehilangan keseimbangannya sendiri dalam berbangsa dan bernegara.

Wahai saudaraku….bukalah hatimu, sebaiknya jadikanlah nama Tuhan dan Nabimu sebagai “panggilan” untuk seruan persatuan untuk saling menjaga dan memelihara keutuhan cita cita bangsa, sebab Nabi Muhammad SAW bukan saja sebagai Nabi dan Rasul yang paling Mulia diantara para Nabi, namun beliaupun sebagai Pahlawan pemersatu suku dan bangsa yang paling Sukses di zamannya dan hal itu diakui oleh seluruh dunia hingga sekarang.

Wahai saudaraku…bukalah hatimu, lihat dan rasakanlah dengan hatimu, setiap bangsa bangsa di dunia pastilah punya kelemahan dan kekurangan, namun justru kesadaran masih banyaknya kekurangan suatu bangsa akan menjadi semangat untuk lahirnya persatuan dengan saling merangkul segala elemen bangsa, bukan saling melempar dan saling menyalahkan apalagi harus saling membenci.

Wahai saudaraku…akhirnya, jika memang perlu sebuah perubahan besar untuk Negara dan Bangsa maka buatlah perubahan tersebut dengan kearifan dan kebijakan yang lebih besar melebihi dari satu kepentingan dan dari satu golongan.

Baca juga:

Sabtu, 19 Mei 2018

Daftar Mubaligh Kemenag Ditolak Publik dan Mulai Menuai Masalah



Sertifikasi penceramah? Ditolak publik dan gagal total. Umat menganggap itu bentuk kontrol dan pembatasan. Para penceramah akan merasa dipantau dan diawasi. Di zaman Orde Baru aja gak sampai begitu, kenapa sekarang diperrketat? Begitulah kira-kira keluhan ulama dan umat Islam.

Gagal mensertifikasi, Kemenag sekarang merilis 200 penceramah. Kriterianya? Punya kompetensi, reputasi baik dan punya komitmen kebangsaan. Berarti, penceramah di luar angka 200 itu tidak kompeten, reputasinya buruk dan tidak memiliki komitmen kebangsaan?

Angka 200 itu sementara, masih bisa nambah. Begitu kira-kira jawaban Kemenag. Publik lalu bertanya: kalau belum selesai didata, kenapa sudah dirilis? Kenapa sudah disebar di media? Kok gak profesional ya?

Lalu, apa maksudnya rilis Kemenag ini? Apakah ingin menegaskan bahwa 200 penceramah tersebut pro pemerintah, yang lain tidak? Apakah yang lain dianggap terlalu kritis kepada pemerintah? Atau dicurigai berbau radikal? Atau sekedar latah, karena ada bom meledak di Surabaya dan Riau? Biar dianggap ikut berperan melawan radikalisme? Opini dan asumsi liar terus bermunculan. Duga-duga terus berkeliaran.

Jika tiga kriteria di atas yang dijadikan standar, tidakkah penceramah-penceramah dari IAIN dan UIN di seluruh pelosok Indonesia memenuhi kriteria? Tidakkah ulama-ulama pesantren yang bertebaran di berbagai wilayah memenuhi kriteria? Apakah lantaran tidak pernah masuk tv dan kurang populer sehingga tidak masuk daftar rilis? Nah, muncul banyak protes

Yang jelas, dari 200 nama tersebut, tak ada nama Dr. Habib Rizieq, ketua FPI Sobri Lubis, ketua AQL Bachtiar Nasir, mantan ketua Muhammadiyah Amin Rais, ketua Wahdah dan ketua ulama se-Asia Tenggara Zaitun Rahmin, ketua MUI Jawa Barat K.H. Athian Ali, ketua MUI Bandung K.H. Miftah Farid, dosen Pasca sarjana UIN Prof. Dr. Nabilah Lubis, ahli hadis dan penceramah TVRI Dr. Lutfi Fathullah dan Dr. Haikal Hasan.

Apakah karena mereka tak punya kompetensi, reputasinya buruk dan tidak memiliki komitmen kebangsaan? Atau karena ceramahnya terlalu kritis terhadap pemerintah? Supaya terkesan diplomatis, Kemenag cukup jawab: belum dimasukkan. Akan dipertimbangkan. Cakep dah...

Ada yang lalu menduga-duga' jangan-jangan ini langkah awal untuk menerbitkan sertifikasi penceramah yang sempat gagal? Dugaan itu wajar muncul mengingat rilis nama-nama 200 penceramah tersebut oleh Kemenag dianggap publik sebagai kejanggalan. Seolah publik ingin bertanya: apa maunya Kemenag sih?

Khawatir akan langkah Kemenag, sejumlah penceramah yang namanya dicantumkan dalam rilis protes, dan meminta namanya dikeluarkan dari daftar list. Diantara penceramah yang melakukan protes adalah K.H Fahmi Salim, LC MA. Disampaikan langsung di Tv One pagi tadi. Kabarnya Ustaz Yusuf Mansur juga menolak namanya dimasukkan dalam list Kemenag tersebut.

Ketika Aa Gym dikonfirmasi soal rilis tersebut, jawabnya malah bingung. Gak tahu menahu. Lah kok?

Kenapa ada protes? Kabarnya, pertama, tidak ada konfirmasi. Asal main comot dan taruh nama. Kedua, mungkin merasa khawatir akan dibatasi gerakan dakwahnya. Ketiga, tidak setuju dengan campur tangan Kemenag melakukan intervensi dakwah para penceramah. Keempat, berpotensi memecah belah penceramah dan umat.

Pasca rilis 200 penceramah versi Kemenag, muncul rilis penceramah versi non-Kemenag. Soal kompetensi, reputasi dan komitmen kebangsaannya, nama-nama tokoh tersebut tak kalah. Ini bukti adanya protes dan penolakan yang kuat dari umat Islam.

Situasi ini justru bisa memecah belah antar ulama dan jama'ah. Jangan sampai Kemenag dianggap sebagai sumber pemecah belah. Dan ini jadi kontraproduktif bagi upaya banyak pihak yang sedang berupaya meredam kegaduhan sosial dan merajut ukhuwah kebangsaan

Langkah Kemenag menjadi blunder karena tidak terkonsolidasi secara baik dengan ormas, lembaga-lembaga Islam dan para ulama. Terutama dengan para ulama yang namanya dicantumkan dalam list. Lalu, muncul curiga, kekhawatiran dan penolakan. Ramai lagi. Gagal maning...gagal maning.

Jangan sampai rilis 200 penceramah tersebut punya kesan politisasi penceramah. Kalau kesan ini menguat, kekhawatiran adanya anggapan bahwa Kemenag ikut berpolitik dan berubah jadi lembaga politik akan mengemuka. Ujungnya, ada petisi ulama, ustaz dan penceramah minta Kemenag dicopot. Akhirnya, senjata makan tuan.

Oleh: Tony Rosyid
(penulis adalah Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa, tinggal di Jakarta)


Tanggapan Resmi Ust. Abdul Somad Tentang 200 Mubaligh Rekomendasi Kemenag yang Tak Mencantumkan Namanya



Setelah heboh daftar 200 nama mubaligh yang dirilis oleh Kemenag pada jum'at kemaren, yang mana pada list tersebut tidak tercantum nama-nama ustadz yang rajin membela umat dan memberikan pencerahan dan selalu memberikan petunjuk jalan yang lurus kepada pemerintahan Jokowi. Seperti Tengku Zulkarnain, Ust. Aldi Hidayat, Ustadz Haikal Hassan, Ust. Yahya Waloni, Ust. Zulkifli M Ali dan juga termasuk Ustadz Abdul Somad.

Dengan tidak masuknya nama da'i pujaan umat Abdul Somad Lc MA membuat kehebohan di jagad maya. Banyak yang menyesali keputusan dari Kemenag tersebut. Cacian dan bullyan bertebaran di medsos menanggapi hal ini.

Bagaimana tanggapan serta komentar UAS terhadap daftar Mubaligh Islam Indonesia yang dirilis kemenag ini. Kami shot dari akun resmi Fans Page Ustadz Abdul Somad tentang jawaban beliau.

Jawaban UAS ketika ditanya oleh seseorang melalui WA dan dijawab oleh UAS dengan bijaksana.

Cek di: https://web.facebook.com/UstadzAbdulSomad/


Jumat, 18 Mei 2018

Ustadz Abdul Somad Tak Masuk Daftar Kemenag Dalam 200 Mubaligh Terekomendasi, Ada Apa..?


Kementrian Agama RI telah merilis nama dari 200 mubaligh yang direkomendasikan untuk mengisi pengajian dimasjid, musholla, kantor dll. Para mubaligh tersebut menurut Lukman Hakim harus memiliki keilmuan yang tinggi, reputasi yang baik, serta berkomitmen kebangsaan yang tinggi. Para mubaligh itu berasal dari masukan ormas islam, tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Kupas Tuntas TERORIS oleh Mantan Intelijen - Konspirasi Asing yang Ingin Hancurkan NKRI Secara Sistematis


Terorisme
Oleh : Aslam al Atsary
Mantan Anggota BAIS (Badan Intelijen Strategis)

Bismillah,
Berikan waktu untuk saya membuka diri dalam rangka ingin meluruskan isue dan pandangan masyarakat yang sudah jungkir balik terhadap kejadian aksi-aksi teror dimulai dari kerusuhan dan pembunuhan di Rutan Mako Brimob hingga bom di Surabaya yang terakhir ini. Dengan tetap menjaga rahasia sandi Corps Imtelijen.

Saya hamya ingin menceritakan sewaktu masih aktif di BAIS (Badan Intelijen Strategis) milik TNI, saya bergabung dan direkrut sebagai TBO (Team /Tenaga Bantuan Operasi). Hal itu telah menambah saya ilmu dan wawasan tentang seluk beluk intelijen.
Saya bergabung karena diminta bantuannya di dalam tugas dan misi khusus menghadapi kelompok-kelompok yang teridentifikasi Separatisme. Ini sifatnya rahasia selama beberapa tahun.

Semua kita bekerja dan bertugas sesuai dengan data informasi dan aplikasi harus akurat dan benar-benar falid. Dari mulai penangkapan dan sampai "endingnya" saya pernah mengalami semua. Dan itu adalah tugas negara, yang mungkin apabila dilakukan oleh pihak TNI saja mungkin TNI akan terkena pelanggaran HAM. Sehingga didalam tugas kita yang menjalanlan operasi tsb sampai selesai. Kita dalam menjalankan tugas saat move bisa cepat tepat sesuai sasaran dan sesuai dengan misi, tujuan sekenario.

Didalam dunia intelijen kita biasa mendapatkan data dan informasi yang harus akurat dan kredibel terhadap kejadian yang akan terjadi atau belum terjadi. Memang tugas Intelijen diantaranya adalah mempra-kondisikan. Membuat batu lemparan-lemparan ke belakang supaya terlihat dan muncul apa yang terjadi nanti.

Misalnya masalah teror-teror bom besar yang terjadi beberapa waktu tahun yang lalu di indonesia. Masyarakat kita akan mudah sekali termakan berita maka terbentuklah "Allegations of opinion" tuduhan hanya berdasarkan opini. Karena sudah terbiasa termakan berita yang dibuat walaupun itu bersumber dari lembaga institusi negara sekalpun kita tidak boleh langsung mempercayai sepenuhnya. Kami Inteliijen lebih independen dalam hal ini. Sebenarnya kamipun sudah mendapatkan informasinya. Kami pihak Intelijen mendapat informasi bahwa "Team x" akan turunkan "calon pengantin" untuk "action". Istilah Team x dibuat oleh kelompok itu sendiri dan itu bukan merupakan bagian dari institusi corps Intelijen kami dan tidak ada hubungan struktural dengan BIN atau BAIS. Jadi mereka diluar struktural dan pengawasan Badan Intelijen Nasional.
Dan sebetulnya istilah "Calon Pengantin" juga adalah istilah yang di buat-buat oleh intelijen dari Team x itu sendiri yang sengaja dibuat terhadap calon korban "si teroris" yang sudah di siapkan.

Keberadaannya kami akui ada kelompok ini yang bermain yang menamakan dirinya "Team x". Dan kita tidak akan pernah bisa untuk bertemu dan mengetahui siapa saja tokoh dan aktor dibalik itu dan penghimpun dana didalam Team x itu. Yang jelas merupakan konspirasi dengan pihak asing. Biasanya Team x akan turunkan "calon pengantin" nya tepat pada waktu yang tepat biasanya berhubungan kondisi politik dalam negeri atau kondisi yang terjadi di luar negeri. Terjadinya aksi Teror bom pasti ada tujuannya supaya memunculkan stigma dan opini di masyarakat. Aksi bom bunuh diri pasti ada misi tujuan besar dibalik itu dan bukan karena alasan murahan yaitu hanya sebatas "balas dendam", bukan!

Aksi Teror bom bunuh diri akan dimunculkan pasti selalu bersamaan dengan saat negara dalam situasi kondisi tertentu. Atau ada misi campur tangan pihak asing yang memiliki kepentingan di dalam negeri di Indonesia ini. Maka diambilah keputusan dengan pertimbangan alasan yang biasanya mengarah kepada dua alasan :
Pertama, agar dibuat stigma negatif kepada simbol-simbol keagamaan atau golongan tertentu yang sekiranya akan mengganggu.
Kedua, pengalihan isue atau pengalihan fakta agar mereka lupa, terpecah dan tidak fokus lagi dengan masalah yang sebenarnya lebih penting dan lebih utama tujuan mereka.

Maka ini saya bukan ada maksud membocorkan tapi karena saya paham. Saya hanya mantan yang pernah bergabung didalam Corps Badan Intelijen Strategis. Karena penghimpunan informasi data merupakan rangkaian tugas struktural Intelijen.

Saya hanya ingin meluruskan image masyarakat bahwa selama ini yang masyarakat mengira aksi-aksi bom bunuh diri yang dilakukan oleh para pelaku bom bunuh diri adalah dari niat dan rencana mereka sendiri para pelakunya? Itulah opini yang telah berhasil dikembangkan ditengah masyarakat. Padahal sebenarnya tidak..! Apakah masyarakat lupa bahwa semua kejadian-kejadian teror bom besar pasti melibatkan Intelijen asing. Sebenarnya hakikatnya para pelaku bom bunuh diri yang dicap "teroris" itu mereka juga adalah Korban yang di umpankan saja. Saya buka ini semua supaya masyarakat kita terbiasa berpikir secara cerdas dan kontruktif tidak hanya polos mengikuti apa kata berita saja. Supaya di publik muncul stigma, ketakutan dan pengalihan.

Perlu saya jelaskan disini tugas intelijen kita hanya mencari dan mengolah data informasi sebelum peristiwa peledakan terjadi. Maka kita sudah mendapatkan informasi sebelum aksi terjadi, bahwa nanti pada hari H jam J akan terjadi peledakan bom pada hari H dan jam J di lokasi titik poin mana itu sudah ditentukan dan dibuat sekenarionya. Dari mulai Siapa yg dijadikan pelaku atau calon pengantin (yg bakal nanti tertuduh teroris). Itu sudah disiapkan dengan matang. Sehingga kira-kira berapa banyak jumlah korban, dan isue apa nanti yg akan dimunculkan.. Itu semua sudah di design dirancang dan direncanakan secara matang..

Kami pihak intelijen biasa memberikan istilah aksi-aksi bom di tanah air dengan istilah "Aksi Jilid 1" yaitu Bom bali 1. Kemudian "Aksi Jilid 2" yaitu Bom Kuningan. Aksi Jilid 3 yaitu Bom Mariot dan seteruanya.. Dan aksi bom di Surabaya kemarin saya sudah tidak mengikuti lagi itu "Aksi Jilid" yang ke berapa lagi. Karena saya sudah tidak aktif lagi.

Saya dan pihak intelijen hanya mengetahui bahwa yg merencanakan, menseting semua dari mulai merekrut dan action dan membiayai aksi dilapangan adalah ada suatu kelompok Profesional yang terlatih yang kita namakan "Team x" tersebut. Kelompok inilah yang selama ini mendanai aksi-aksi teror bom besar di Indonesia dan memiliki dana yang besar. Kelompok ini berpusat di luar dan telah buka cabang dibentuk di Indonesia. Dibentuk secara rahasia biasanya ini berkonspirasi dengan intelijen asing. Kelompok ini dalam data file di beri nama "team x" dan aksi pendanaan dilakukan oleh "mr. x". Semuanya satu paket sampai telur itu pecah (istilah sandi) telur itu pecah maksudnya berhasil..

Pihak intelijen sebenarnya mengetahui bahwa hampir mayoritas aksi-aksi teror bom yg besar yang terjadi di Indonesia itu bukan dari inisiatif para pelakunya sendiri. Tapi memang pelakunya di rekrut oleh Team x dari orang-orang bekas atau mantan yg terduga teroris sebelumnya. Kadang "Team x" ambil dari istri atau anak-anaknya atau keluarganya pelaku terduga teroris supaya nanti agar mudah di opinikan di publik bahwa ada benang merah dengan jaringan tertentu. Ini bagi orang-orang aktifis atau keluarganya yang pernah terlibat jaringan terduga teroris.

Adapun Team x ini juga biasa melakukan merekrutan dengan saling bertatap muka dari kalangan orang masyarakat awam yang tidak memiliki hubungan kasus teroris. Pertemuan itu biasanya Team x memberi nama "Pengajian". Yaitu mereka sengaja dikumpulkan oleh Team x ini untuk direkrut dan di motivasi dengan di cuci otaknya kemudian diberi tambahan untuk menonton video dokumentasi tentang penindasan dan penganiayaan terhadap kaum muslimin dibelahan negara lain. Sehingga orang yang masih awam akan marah, semangat dan muncul keberaniannya untuk membalas dendam. Memang "penataran" seperti ini diupayakan supaya berhasil dijadikan sebagai "calon pengantin".
Team x dari jauh akan selalu mengarahkan dan memantau para calon pengantin ini demi memuluskan "action"nya.

Ada juga Team x melakukan dengan cara memasukkan atau menyusupkan bahan peledak Bom yang dikiranya adalah barang dagangan yang harus diambilnya dan diantar dimana bom itu telah ditaro didalam barang tsb. Dan disuruh minta diantarkan ke alamat yang bersangkutan. Cara ini memang lebih sadis dari pada cara-cara pengrekrutan. Sebab bila sistem pengrekrutan si calon teroris (calon korban) sudah melakukan hubungan komunikasi dengan Team x. Tapi sistem dengan menyusupkan bom diam-diam ke dalam tas calon korban itu tidak perlunya adanya komunikasi atau pendekatan lebih lanjut atau saling mengenal pernah bertatap muka. Bom yang dimasukkan tas biasanya sudah kendalikan dengan remote control dari jarak jauh. Cara seperti ini memang pekerjaannya Team x tersebut supaya disiapkan segalanya kepada mereka yg akan nanti tertuduh dijadikan sebagai "calon teroris itu". Padahal mereka juga adalah sama-sama korban.
Program ini semua sebenarnya hanya bertujuan supaya muncul image, isue dan stigma negatif terhadap kondisi apa yang sekarang terjadi dalam negeri ini.

Informasi Ini semua kita didapatkan dari mantan anggota "Team x" itu sendiri yang tidak bisa ditemui secara langsung. Dan saya dapat bercerita seperti ini karena ada pengalaman dan data yang dihimpun selama gabung di Intelijen.
Orang-orang di "Team x" atau "mr. x" itu bukan lah dari orang Intelijen atau BIN dan bukan pula dari kalangan salah satu kelompok Islam radikal. Walaupun memang benar ada orang-orang dari kelompok radikal atau "Khowarij" yang tertangkap. Tetapi bukanlah dari mereka perencana dan dalang semua ini. Mereka hanya sebagai "obyek" untuk penguat terhadap aksi tindakan teror bom selama ini. Tapi Team x ini kita akui ada eksistensinya. Sampai saat inipun kita pihak intelijen tidak bisa mengetahui secara pasti siapa person orang dan tokohnya yg terlibat di dalam "team x" itu yang telah membuka cabang di Indonesia ini. Yang pasti jelas melibatkan konspirasi pihak asing yang memiliki kepentingan terhadap negeri ini. Pihak istana atau kepresidenan juga tidak akan mengetahui gerakan kelompok ini walaupun kelompok ini merupakan dalang dari semua aksi teror bom selama ini. Aksi teror ini justeru akan memberikan keuntungan yang besar dan secara tidak langsung membatu rezim yang sedang berkuasa saat ini. Nah itulah tugas intelijen. Yang jelas memang tujuannya adalah :
1. Membiaskan fakta yang sedang terjadi di dalam negri.
2. Pengalihan fakta terhadap kondisi politik dalam negeri agar berkurang.
3. Membuat kecurigaan antar umat beragama bahkan kecurigaan dan ketakutan terhadap sesama seagama.
4. Mempertahankan stigama bahwa Islam radikal adalah kelompok yang tidak menginginkan memisahkan antara urusan politik dengan urusan agama.

Hati-hati dan tetap Waspada dengan kelompok "Team x" ini. Mereka tidak mengenal waktu dan tempat mereka akan terus selalu bekerja mencari korban-korban yang bakal dijadikan umpan "supaya diberi gelar "Teroris" nantinya. Dan mereka bekerja secara silent, secret dan closed (tertutup).
Sekian..

Salam.
Sumber: FB Satya Nugraha Laksana

Selanjutnya:

Kamis, 17 Mei 2018

Jadwal dan Tema Ceramah Ust. Abdul Somad di TV One Selama Ramadhan 1439H/2018M


Selama sebulan penuh Ustadz Sejuta Viewer Abdul Somad Lc MA akan mengisi pengajian atau tausiyah di TV One. Kajian beliau tayang pada saat sahur dengan program Indahnya Ramadhan bersama Ustadz Abdul Somad, dan sebelum berbuka puasa dalam program Jelang Berbuka bersama Ustadz Abdul Somad.

Walaupun ada beberapa pihak yang tak senang dengan dakwah ustadz yang bermahzab Syafii ini yang tampil di layar lebar, namun dakwah sunnah beliau tetap jalan. Oknum yang tak suka dengan kajian-kajian UAS sudah barang tentu terdiri dari orang munafik, Liberal, Syiah dan Komunis.


Inilah jadwal serta judul ceramah UAS yang akan tampil di TV One sebulan penuh di bulan Ramadhan tahun ini 2018M / 1439 H;




Dewan Ulama Thariqah Indonesia | Gerakan Politik Vs Gerakan Nurani


GERAKAN POLITIK VS GERAKAN NURANI
*Oleh: Tuangku Syaikh Muhammad Ali Hanafiah Ar Rabbani

Semakin hari semakin lebar jurang antar umat di indonesia, dan setiap hari selalu bermunculan bibit kebencian serta perpecahan, seakan menjadi sebuah bacaan novel yang selalu ada sambungannya seperti sinetron sinetron yang memiliki ratusan episode.

Memang negara kita baru belajar demokrasi tapi bukan berarti orang lagi belajar dapat “dibodohi”. Rakyat sudah dapat memilih pemimpin dengan hatinya bukan berdasarkan logika logika bodoh politikus. Tetapi, justru rakyat yang baru belajar memakai hatinya dalam berpolitik, dimanfaatkan dengan kelompok kelompok politik tertentu untuk merengkuh hati rakyat dengan isu isu yang membuat hati tersentuh secara emosional. Sehingga tidak tanggung tanggung menjadikan rakyat terhanyut latah dan melupakan “dosa dosa” politik kelompok tersebut.

Maka sudah sepantasnya kita lebih bijak untuk membedakan antara gerakan politik dan gerakan nurani, isu teroris yang seharusnya menjadikan kita lebih sadar akan perlunya kerjasama antar umara dan ulama dalam meredam “pemahaman pemahaman” menyimpang, malah dipolitisir menjadi isu politik yang seharusnya ditempatkan pada posisi yang tepat sesuai dengan waktu dan kondisi yang sudah ditentukan dalam aturannya masing masing.
Isu teroris semestinya disikapi dengan arif dan bijak, dibutuhkan sebuah pemikiran matang yang masih dapat bekerjasama dengan nuraninya, sehingga dalam mencari solusi tidak harus mencekal sebuah kelompok dengan tudingan tudingan kosong penuh kebencian.

Siapa yang tidak marah dan kesal mendengar apalagi menyaksikan peristiwa peristiwa teror yang memakan korban jiwa seakan nyawa manusia lebih murah daripada harga sembako, namun apakah pernah kita berfikir jika peristiwa peristiwa teror tersebut terjadi bukan disebabkan “manusianya”, namun 100% lebih dikarenakan dari sebuah pemahaman yang salah, dan pemahaman itu tidak akan pernah dikalahkan dengan senjata atau politik saja, tetapi butuh sebuah gerakan nurani bangsa. Dimana gerakan itu adalah gerakan yang harus dimotori oleh umara dan ulama, jika tidak maka tujuh keturunan pun bangsa ini tidak akan pernah lepas dari legenda “teroris”.

Gerakan Nurani Bangsa, merupakan sebuah tindakan harmoni antara umara dan ulama perpaduan antara hati dan tangan yang berangkat dari rasa keadilan sesama manusia, dengan cara mengembalikan nilai nilai agama dan berbangsa kepada poros ketuhanan, sebab suatu bangsa tidak akan pernah berdiri tanpa nilai nilai ketuhanan, dan ketika suatu bangsa lebih mengedepankan politik tanpa menggandeng nilai nilai ke Tuhanan, maka tidak butuh waktu lama Bangsa itu akan hancur. Hancur bukan karena kemiskinan namun hancur karena ketidakseimbangan antara pemikiran dan nurani, ulama dilecehkan dan para pemimpin direndahkan.

Tidak ada kata terlambat bagi Bangsa dan Negara ini untuk bangkit dari segala aspek kehidupannya, yakni dengan mulai belajar untuk memisahkan gerakan politik dan gerakan nurani, sehingga kita dapat melihat peristiwa demi peristiwa dengan kaca mata yang pas serta dapat melahirkan tindakan tegas dan cepat tanpa mesti harus bertabrakan satu sama lain. Keseimbangan “berfikir” dan “merasa” tetap menjadi resep kemesraan dalam ber Bangsa dan ber Negara hingga bangsa ini tetap utuh dan semakin dewasa di mata dunia dan di mata Tuhan.

*Rais Mustasyar Dewan Ulama Thariqah Indonesia ( DUTI )

Selanjutnya:

Senin, 14 Mei 2018

Mantan Kopassus; Tidak Ada Teroris di Indonesia Semua Hanya Fiksi dan Pengalihan Isu


TERORIS DI INDONESIA, FAKTA ATAU FIKSI?

3 tahun lalu saya pernah ngobrol santai dengan Letkol TNI (Purn) Petrus Sunyoto, Kopassus yang pernah meraih penghargaan dari Presiden RI sebagai Prajurit Terberani TNI.

Kamis, 10 Mei 2018

Salah Paham Tentang Riyadhah Tarekat yang Selama Ini Dianggap Ibadah

riyadhah tarekat
Silaturrahmi Ulama Tarekat ASEAN di Surau Suluk Rabbani Solok

Oleh: Tuangku Syaikh Muhammad Ali Hanafiah Ar Rabbani.
Rais Mustasyar Dewan Ulama Thariqah Indonesia (DUTI)

Kembalilah Berzikir Keras (Jahar) Setelah Shalat Fardhu, Syaikh Utsaimin; Itu Sunnah Nabi


Zikir dengan suara keras selesai sholat fardhu berjamaah itu bid'ah! begitulah suara-suara miring yang saat ini kita dengar dari saudara kita di sebelah. Zikir bersama dengan mengangkat suara tersebut seakan membuat panas telinga mereka. Padahal guru besar, imam besar mereka Syaikh Sholih Utsaimin menfatwakan bahwa mengeraskan suara dzikir adalah pekara sunnah. Bahkan menurut Syaikh Utsaimin mereka yang membi’ahkan Dzikir keras adalah salah.

Adalah tidak beradab jika seorang murid level bawah melawan atau membantah fatwa gurunya yang membolehkan zikir keras setelah shalat fardhu. 

Dalam kitab Majmu Fatawa wa Rasa`il asy-Syaikh Muhammad Shalih al-Utsaimin (kumpulan fatwa-fatwa dan risalah-risalah Syaikh Ibnu Utsaimin) volume 13 halaman 182-184 beliau menuliskan fatwa-fatwanya seputar zikir dengan suara keras selepas shalat fardhu;

إن الجهر بالذكر بعد الصلوات المكتوبة سنة، دل عليها ما رواه البخاري من حديث عبد الله بن عباس – رضي الله عنهما – أن رفع الصوت بالذكر حين ينصرف الناس من المكتوبة كان على عهد النبي صلى الله عليه وسلم قال: “وكنت أعلم إذا انصرفوا بذلك إذا سمعته”. ورواه الإمام أحمد وأبو داود.

وهذا الحديث من أحاديث العمدة، وفي الصحيحين من حديث المغيرة بن شعبة – رضي الله عنه – قال: سمعت النبي صلى الله عليه وسلم يقول إذا قضى الصلاة: “لا إله إلا الله وحده لا شريك له”. الحديث، ولا يسمع القول إلا إذا جهر به القائل. وقد اختار الجهر بذلك شيخـ الإسلام ابن تيميه -رحمه الله- وجماعة من السلف، والخلف، لحديثي ابن عباس، والمغيرة رضي الله عنهم.

والجهر عام في كل ذكر مشروع بعد الصلاة سواء كان تهليلاً، أو تسبيحاً، أو تكبيراً، أو تحميداً لعموم حديث ابن عباس، ولم يرد عن النبي صلى الله عليه وسلم التفريق بين التهليل وغيره بل جاء في حديث ابن عباس أنهم يعرفون انقضاء صلاة النبي صلى الله عليه وسلم بالتكبير، وبهذا يعرف الرد على من قال لا جهر في التسبيح والتحميد والتكبير.

وأما من قال: إن الجهر بذلك بدعة فقد أخطأ فكيف يكون الشيء المعهود في عهد النبي صلى الله عليه وسلم بدعة؟!… وأما احتجاج منكر الجهر بقوله تعالى: (وَاذْكُرْ رَبَّكَ فِي نَفْسِكَ تَضَرُّعاً وَخِيفَةً وَدُونَ الْجَهْرِ مِنَ الْقَوْلِ بِالْغُدُوِّ وَالْآصَالِ). فنقول له: إن الذي أمر أن يذكر ربه في نفسه تضرعاً وخيفة هو الذي كان يجهر بالذكر خلف المكتوبة، فهل هذا المحتج أعلم بمراد الله من رسوله، أو يعتقد أن الرسول صلى الله عليه وسلم يعلم المراد ولكن خالفه؟!…

وأما احتجاج منكر الجهر أيضاً بقوله صلى الله عليه وسلم: “أيها الناس اربعوا على أنفسكم”. الحديث فإن الذي قال: “أيها الناس أربعوا على أنفسكم” هو الذي كان يجهر بالذكر خلف الصلوات المكتوبة، فهذا له محل، وذاك له محل، وتمام المتابعة أن تستعمل النصوص كل منها في محله…

أما من قال: إن في ذلك تشويشاً فيقال له: إن أردت أنه يشوش على من لم يكن له عادة بذلك، فإن المؤمن إذا تبين له أن هذا هو السنة زال عنه التشويش، إن أردت أنه يشوش على المصلين، فإن المصلين إن لم يكن فيهم مسبوق يقضي ما فاته فلن يشوش عليهم رفع الصوت كما هو الواقع، لأنهم مشتركون فيه.

وإن كان فيهم مسبوق يقضي فإن كان قريباً منك بحيث تشوش عليه فلا تجهر الجهر الذي يشوش عليه لئلا تلبس عليه صلاته، وإن كان بعيداً منك فلن يحصل عليه تشوش بجهرك.

وبما ذكرنا يتبين أن السنة رفع الصوت بالذكر خلف الصلوات المكتوبة، وأنه لا معارض لذلك لا بنص صحيح ولا بنظر صريح، وأسأل الله تعالى أن يرزقنا جميعاً العلم النافع والعمل الصالح، إنه قريب مجيب، وصلى الله وسلم على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.

Sesungguhnya mengeraskan zikir saat selesai shalat wajib adalah sunnah, hal itu telah diterangkan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, dari hadisnya Abdullah ibnu Abbas radhiyallahu anhuma (ia mengatakan) “Sesungguhnya mengeraskan zikir saat selesai dari shalat wajib, itu telah ada di masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.” Ibnu Abbas juga mengatakan, “Aku tahu selesainya shalat mereka itu, saat kudengar (suara zikir keras berjamaah) itu”. Hadis ini juga diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Abu Dawud. Hadis ini termasuk diantara hadis-hadis utama (dalam masalah ini).

Dalam kitab shahihain, dari hadisnya al-Mughirah ibnu Syu’bahradhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Aku pernah mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam jika selesai shalat (wajib), beliau membaca zikir “lâ ilâha illawlâhu wahdahû lâ syarîka lah…” (al-Hadis). Dan dia tidak akan mendengar bacaan zikir itu kecuali orang yang mengucapkannya mengeraskan suaranya. (Bahkan) Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah dan sekelompok ulama salaf telah memilih pendapat (sunnahnya) mengeraskan zikir, dengan dasar dua hadis, yakni hadisnya Ibnu Abbas dan al-Mughi rahradhiyallahu ‘anhum.

Mengeraskan zikir di sini, berlaku umum untuk semua zikir setelah shalat yang disyariatkan, baik itu berupa tahlil, atau tasbih, atau takbir, atau tahmid. Karena umumnya redaksi hadis Ibnu Abbas. Dan tidak ada keterangan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam yang membedakan antara tahlil dan yang lainnya. Bahkan dalam hadisnya Ibnu Abbas dikatakan, bahwa para sahabat dahulu tahu selesainya shalat Nabishallallahu ‘alaihi wasallam dengan takbir. Keterangan ini, membantah orang yang berpendapat tidak bolehnya mengeraskan suara kecuali pada tasbih, tahmid dan takbir.

Adapun orang yang mengatakan, bahwa mengeraskan (zikir setelah shalat) itu bid’ah, maka sungguh ia salah, karena bagaimana mungkin sesuatu yang ada di zaman Nabishallallahu ‘alaihi wasallam dikatakan bid’ah?!

Adapun orang yang mengingkari amalan mengeraskan (zikir setelah shalat ini) dengan firman-Nya: “Sebutlah (wahai Muhammad) nama Tuhanmu di dalam dirimu, dengan rendah hati dan suara yang lirih serta tidak mengeraskan suara, ketika pagidan petang. Dan janganlah kamu menjadi orang yang lalai” (QS. al-A’raf[7]: 205). Maka bisa dijawab dengan mengatakan: Sesungguhnya orang yang telah diperintahkan untuk berzikir dalam dirinya dengan rendah hati dan suara lirih (yaitu Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam), beliau juga orang yang telah mengeraskan zikir setelah shalat wajib. Lalu apakah orang itu (orang yang mengingkarizikir keras berjamaah) lebih tahu maksud Allah dalam ayat itu melebihi rasul-Nya?! Ataukah ia beranggapan bahwa Rasululullah shallallahu ‘alaihi wasallam sebenarnya tahu maksud ayat itu, tapi beliau sengaja menyelisihinya?!

Adapun orang yang mengingkari amalan mengeraskan (zikir setelah shalat ini) dengan sabda beliaushallallahu ‘alaihi wasallam: “Wahai manusia, sayangilah diri kalian, karena kalian tidaklah berdoa kepada Dzat yang tuli…! (sampai akhir hadis)”. Maka bisa dijawab dengan mengatakan: Sesungguhnya orang yang menyabdakan hal itu, dia jugaorang yang dulunya mengeraskan zikir setelah shalat wajib ini. Itu berarti, tuntunan ini punya tempatnya masing-masing, sedangkan yang itu juga ada tempatnya masing-masing. Dan sempurnanya mengikuti sunnah beliau adalah dengan memakai semua nash yang ada, pada tempatnya masing-masing.

Adapun orang yang mengatakan bahwa amalan itu bisa mengganggu orang lain, maka bisa dijawab dengan mengatakan padanya: Jika maksudmu akan mengganggu orang yang tidak biasa dengan hal itu, maka hal itu akan hilang (dengan sendirinya), ketika ia tahu bahwa amalan itu adalah sunnah.

Jika maksudmu akan mengganggu jama’ah yang lain, maka jika tidak ada ma’mum yang masbuq, tentu hal itu tidak akan mengganggu mereka, sebagaimana fakta di lapangan. Karena mereka sama-sama mengeraskan zikirnya.

Adapun jika ada ma’mum masbuq yang sedang menyelesaikan shalatnya, maka jika ia dekat denganmu hingga kamu bisa mengganggunya dengan (kerasnya) suara zikirmu, maka janganlah kamu meninggikan suara dengan tingkatan suara yang bisa mengganggunya, agar kamu tidak mengganggu shalatnya. Sedang jika ia jauh darimu, maka tentu kerasnya suara (zikir)-mu tidak akan mengganggunya sama sekali.

Dengan keterangan yang kami sebutkan di atas, menjadi jelas bagi kita, bahwa mengeraskan zikir setelah shalat wajib adalah sunnah. Hal itu sama sekali tidak bertentangan dengan nash yang shahih, maupun dengan sisi pendalilan yang jelas.

Aku memohon kepada Allah, semoga Dia memberikan kita semua ilmu yang bermanfaat dan amal shalih, sesungguhnya Dia itu maha dekat lagi maha mengabulkan doa. Semoga Allah s.w.t. senantiasa mencurahkan shalawat dan salamnya kepada nabi kita Muhammad, keluarganya dan sahabatnya semua.” Demikian kata Syaikh Ibnu Utsaimin dalam fatwanya.

Perhatiakan fatwa utsaimin di atas, bahwa mengeraskan suara dzikir adalah pekara sunnah. Bahkan menurut Utsaimin mereka yang membid’ahkan Dzikir keras adalah salah.







Perhatikan lagi dengan seksama fatwa beliau yang diberi warna merah pada gambar;

وأما من قال: إن الجهر بذلك بدعة فقد أخطأ فكيف يكون الشيء المعهود في عهد النبي صلى الله عليه وسلم بدعة؟!

“ADAPUN ORANG YANG MENGATAKAN BAHWA MENGERASKAN (DZIKIR SETELAH SHALAT) ITU BID’AH, MAKA SUNGGUH IA SALAH. KARENA BAGAIMANA MUNGKIN SESUATU YANG ADA DI ZAMAN NABI SAW DIKATAKAN BID’AH!?”

Artikel terkait:

Setelah kita mengetahui hal ini, sebaiknya dimasjid-masjid kita ahlussunnah waljamaah yang kemaren-kemaren sedikit terpengaruh oleh propaganda mereka, sehingga setelah shalat zikir sendiri-sendiri, kembalilah untuk zikir berjamaah dengan suara keras, karena itu sunnah nabi bukan bid'ah apalagi sesat dan ada dalam Shahih Bukhari.

Banyak kita saksikan masjid atau surau yang telah meninggalkan sunnah ini. Untuk itu sesuai dengan fatwa ulama besar Wahabi ini kita tegakan sunnah nabi kembali dan jangan lagi terpengaruh oleh kebiasan jamaah wahabi indonesia yang tak mau mematuhi ajaran guru besar mereka Syaikh Utsaimin.

Baca juga:

Jembatan Penghubung Tanjung Durian - Bidar Alam Solok Selatan Terputus


Tanjuang Durian, 10 Mei 2018.
Duka masyarakat Tanjung Durian Nagari Padang Limau Sundai Sangir Jujuan Berdarah Kembali.
Kenapa tidak, satu-satunya jembatan yang bisa menghubungkan transportasi roda 4 ke daerah tersebut telah "mengakhiri hidupnya" dengan tragis. Jembatan yang belum mencapai umur 5 tahun tersebut terputus dan ambruk, padahal tidak ada banjir yang melanda.

Menurut info dari warga setempat yang kami hubungi musibah terjadi sekitar jam 12.00 malam.

Musibah terputusnya jembatan berwarna biru ini berarti akses perekonomian warga sekitar akan kembali terasa agak sulit karena kendaraan roda empat tidak bisa masuk, dan untuk akses roda 2 akan kembali memutar ke arah Sibalabeh yang menempuh waktu yang sedikit lebih lama.

Foto ini di upload oleh salah seorang warga Tanjuang Durian Akri Anto dalam akun Facebooknya.
Dalam foto tersebut juga terlihat sebuah truck pengangkut sawit terjatuh di pinggir jembatan yang untung tidak hanyut yang sedang di tolong warga setempat.

Belum ada konfirmasi dari pihak terkait mengenai musibah ini, apakah terdapat korban jiwa, kerugian serta penyebabnya.

Foto Jembatan Bidar Alam-Tanjung Durian yang ambruk
Kiriman; Yenti Gusnita









Rabu, 09 Mei 2018

Hakikat Bai'at dalam Tarekat - Tuangku Syaikh Muhammad Ali Hanafiah

hakikat baiat tarekat
Majelis Surau Suluk Rabbani Solok

Berbai’at kepada Mursyid merupakan hal yang mutlak dilakukan berdasarkan hati yang ikhlas tanpa ada unsur paksaan ataupun kepentingan yang lain kecuali berharap ridho Allah SWT.

Perang Mako Brimob Nyawa Ahok Terancam, Ketum Kokam; Pindahkan Ahok ke LP Cipinang


Ketua Kokam Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak ternyata punya ide cemerlang untuk Ahok terkait dengan "Perang kecil-kecilan" di mako Brimob Jakarta. Ahok sang napi yang saat ini tak diketahui keberadaannya oleh publik, tapi para pendukungnya mengatakan bahwa dia berada di rutan Mako Brimob yang saat ini lagi rusuh dan resah menghadapi tahanan yang melawan.

Karena keberlangsungan hidup Ahok terancam, ketua umum Kokam punya saran untuk antisipasi penyelamatan selembar nyawa Ahok yang sangat berarti bagi para pembelanya. Dalam akun twitternya beliau menyarankan agar Ahok dipindahkan saja dari Mako Brimob ke LP Cipinang karena tak aman, atau ke apartemen mewah yang di jaga super ketat atau ke tempat di dekat istana bogor.

Isi tuit full ketum Kokam;

Dikarenakan penjara mako brimob tidak aman, saran saya Ahok dipindahkan penjaranya ke Cipinang, atau klo masih tidak aman lebih baik disewakan apartemen yang mewah dg penjagaan super ketat, klo gak aman juga ya dekat Istana bogor saja.

Berikutnya;

Selasa, 08 Mei 2018

Zikir Sufi Goyang Kepala Menari Berteriak yang Dianggap Sesat dan Bid'ah

PERTEMUAN ULAMA TAREKAT ASEAN II
Silaturrahmi Ulama Thariqah ASEAN II 

Zikir Sufi yang Sering Disalahpahami

Di dalam halaqah sufi atau pengajian-pengajian tarekat pada umumnya kita jumpai atau kita lihat mereka berzikir duduk atau berdiri sambil goyang-goyang kepala atau badan terlihat seperti menari dengan suara yang keras bahkan sampai berteriak.

Prof. Yusril; Ganti Presiden 2019 Adalah Hak Rakyat yang Tak Bisa Dilarang-Larang


Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra menegaskan bahwa tulisan atau perkataan yang mengatakan “Ganti Presiden 2019” atau sebaliknya “Dukung Presiden 2 Periode” adalah hak konstitusional seluruh rakyat yang dijamin oleh UUD 1945 dan karena itu secara hukum tidak bisa dilarang oleh siapapun. Hal itu dikatakan Yusril dalam orasi yang dihadiri sekitar 10 ribu massa di Alun-Alun Pandeglang, Banten minggu sore 6/5/2018.

Dalam sistem demokrasi konstitutional yang kita anut, menurut Yusril, hak rakyat mengeluarkan pendapat dan menyatakan pikiran tidak dapat dihalangi, termasuk bagi yang mendukung Presiden dua periode, atau sebaliknya menginginkan agar tahun 2019 Presiden diganti dengan yang baru.

Tentu hak konstitusional seperti itu harus disalurkan melalui cara-cara damai, bukan dengan cara-cara kekerasan. Karena itu, Yusril mengajak agar umat Islam untuk ikut Pemilu 2019, jangan ada yang golput, agar aspirasi umat Islam dapat tersalur dengan sebaik-baiknya. “Kalau rakyat ingin mengganti Presiden tahun 2019, maka tidak ada cara lain yang dapat dilakukan kecuali melalui Pemilu.

Umat Islam harus mendukung partai-partai yang membela Islam, membela rakyat dan membela NKRI” tegas Yusril.

Berita terbaru:

Acara tabligh akbar dan istghosah di Pandeglang itu dilaksanakan oleh 100an ormas-ormas Islam yang sebagian besar menyatakan mendukung Partai Bulan Bintang dalam Pemilu 2019 nanti. Turut hadir memberikan orasi dalam kegiatan itu Abuya Kurtubi, Iman Besar FPI Banten, KH Fachrurrozy, KH Bai Ahmad dan Abuya Aceng yang didampingi puluhan kiyai, ulama dan habaib se Banten.

Selanjutnya Baca:

Senin, 07 Mei 2018

Mahfud MD Tersayat Hati, Netizen Pertanyakan Hatinya Ketika Persekusi Kepada Umat Islam


Konon kabarnya pak mahfud tersayat hatinya mendengar cerita intimidasi di CFD

Wahai pak mahfud yang berhati lembut

Waktu waktu umat islam dihajar bom gas air mata sampai seorang guru sepuh meninggal,
padahal tak ada kekerasan kami lakukan
apakah hati bapak tersayat juga?
kami tak dengar suaranya

Waktu seorang ulama difitnah chat rekaan, rumahnya ditembaki sniper, dan dibully kanan kiri
apakah hati bapak tersayat juga?
kami tak dengar suaranya

Waktu saksi ahli pembelanya dibacok di jalan tol
lalu pelakunya beramah tamah di kantor polisi
apakah hati bapak tersayat juga?
kami tak dengar suaranya

Waktu umat islam diserang gerombolan preman yang dibina polisi, dihajar pakai balok sampai tangannya patah
apakah hati bapak tersayat juga?
kami tak dengar suaranya

Waktu ulama kami dikepung dengan
parang di bandara udara
dan ada lagi yang dimaki-maki di pulau dewata
apakah hati bapak tersayat juga?
kami tak dengar suaranya

Waktu ulama kami dibunuh orang yang katanya orang gila
sampai saat ini tak ada kabar beritanya
apakah hati bapak tersayat juga?
kami tak dengar suaranya

Waktu asma dewi dan jonru dipenjara
padahal tidak menghina siapa-siapa
apakah hati bapak tersayat juga?
kami tak dengar suaranya

Waktu masjid kami dibakar dan pelakunya dijamu di istana
apakah hati bapak tersayat juga?
kami tak dengar suaranya

Waktu para muslimah dilarang berjilbab di pulau dewata
apakah hati bapak tersayat juga?
kami tak dengar suaranya

Waktu sorang ibu dimaki-maki gubernur kafir jakarta
apakah hati bapak tersayat juga?
kami tak dengar suaranya

Waktu kitab suci kami dihina kafir yang sama
apakah hati bapak tersayat juga?
kami tak dengar suaranya

Waktu kafir yang sama divonis pengadilan negara
tapi tak pernah dipenjara
apakah hati bapak tersayat juga?
kami tak dengar suaranya

Waktu ormas islam kami dibubarkan semena-mena
tanpa alasan yang nyata
apakah hati bapak tersayat juga?
kami tak dengar suaranya

Waktu para penghina agama
ya, agama bapak juga
bebas berkeliaran di mana-mana
apakah hati bapak tersayat juga?
kami tak dengar suaranya

Waktu adzan dilarang di papua
apakah hati bapak tersayat juga?
kami tak dengar suaranya

Waktu tersangka teroris hilang nyawanya
tanpa pengadilan, tanpa diperiksa
karena siksaan aparat bersenjata
apakah hati bapak tersayat juga?
kami tak dengar suaranya

Apakah kelembutan hati bapak hanya untuk mereka?
tapi tidak untuk umat seagama?

Apakah nanti jenazah bapak dimandikan oleh umat lain agama?
dan apakah jenazah bapak akan dikuburkan oleh umat lain agama?

Konon kabarnya bapak jadi dewan pembina
partai kecil pembela penguasa

kini saya tersayat hatinya

By: Priyadi Setiawan


Minggu, 06 Mei 2018

Penolakan Ustadz Khalid Basalamah di Masjid KH Hasyim Asy'ari Jakarta oleh GP Ansor


Mencaci amalan warga NU, mengaggap bid'ah ibadah warga nahdiyin, mengatakan kafir kepada ulama-ulama NU, menvonis masuk neraka semua pengikut NU. Itulah "keutamaan" seorang da'i Salafi Wahabi DR. Khalid Basalamah yang sering bermasalah dengan setiap kajiannya yang terkadang tanpa pikir dan tanpa ilmu.

Setelah puas dengan vonis sesatnya terhadap amalan-amalan aswaja termasuk NU, tiba-tiba ustadz Khalid mau mengisi pengajian di Masjid KH. Hasyim Asyari. Dikutip dari CNN bahwa Tim Kajian Ilmiah Pegawai (TKIP) Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana menghelat kegiatan tabligh akbar dalam rangka menyambut bulan Ramadhan 1439 H. Dalam acara itu, Khalid Basalamah direncanakan memberikan ceramah di hadapan pegawai negeri sipil Pemprov DKI Jakarta di Masjid KH. Hasyim Asy'ari Jakarta.



Hal ini tentu ibaratkan petir disiang bolong bagi warga NU, terutama GP Ansor. Ketum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas menolak ceramah ustadz khalid di masjid tersebut.

Menurut Yaqut yang mana masjid tersebut namanya adalah Masjid KH. Hasyim Asy'ari. pemberian nama Hasyim Asy'ari terhadap masjid raya itu, merupakan penghormatan atas jasa-jasa Kiai pendiri NU. Oleh karena itu, Yaqut juga berharap DKM Masjid KH. Hasyim Asy'ari menolak permohonan izin yang disampaikan panitia acara untuk menggunakan masjid tersebut.

"Nah kalau di dalamnya ada kajian dari orang yang kerap menyalah-nyalahkan kan amaliyah NU, bukannya itu sama saja berniat mengejek? " ujar Yaqut.

"Saya berharap, pengurus Masjid KH. Hasyim Asy'ari menolak permohonan itu," tutur Yaqut.

Baca: Tawaran Debat Terbuka Untuk Khalid Basalamah dari Banser Lubuk Linggau

Atas insiden kecil penolakan terhadap kajian ustadz Khalid oleh GP Ansor ini bisa menjadi sebuah cambukan kecil bagi da' Salafi Wahabi Ustadz Khalid Basalamah untuk segera merubah metode dakwahnya yang sembrono untuk menjadi dakwah sehat yang menghargai perbedaan atau kilafiyah dalam ibadah atau amaliyah di negeri yang mayoritas Ahlussunnah Waljamaah ini.


Awal Puasa Ramadhan 1439H/2018M Muhammadiyah Sama dengan Pemerintah


Penetapan awal masuk bulan puasa Ramadhan untuk tahun 2018 ini sudah di tetapkan oleh PP Muhammadiyah. Dan kabarnya mulai puasa Ramadhan 1439 H menurut pemerintah akan sama dengan hari yang ditetapkan oleh Muhammadiyah.

Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mengeluarkan keputusan penetapan awal Ramadhan. Hasil hisab yang menandai dimulainya puasa itu, dikeluarkan melalui maklumat nomor 1/MLM/1.0/E/2018.

Isinya, penetapan awal Ramadhan, Syawal dan Dzulhijah 1439 Hijriah berdasarkan hasil hisab hakiki wujudul hilal. Dimana, untuk tanggal 1 Ramadhan jatuh pada hari kamis 17 Mei 2018.

Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Thomas Djamaluddin memprediksi, awal puasa Ramadhan tahun ini akan jatuh pada tanggal yang sama. Selain itu, pihaknya memprediksi, hari Idul Fitri tak akan ada perbedaan antara pemerintah dengan organisasi kemasyarakatan Islam lainnya

Bahkan, kata Thomas, sampai tahun 2021 mendatang, awal Ramadhan, Idul Fitri dan Idul Adha akan bersamaan. "Insya Allah sampai 2021 awal Ramadhan, Syawal dan Dzulhijjah akan seragam," ungkap Thomas.

Surat rersmi PP Muhammadiyah mengenai penetapan awal puasa Ramadhan 1439H/2018M;


Hakikat Mursyid - Tuangku Syaikh Muhammad Ali Hanafiah Ar-Rabbani

hakikat mursyid tarekat

Apa Itu Mursyid?

Sebagaimana sebuah lembaga pendidikan, Thariqah memiliki guru atau pelatih yang disebut sebagai Mursyid. Seseorang yang telah diamanahkan oleh Allah SWT melalui garis keturunan atau nasab dan sanad yang tersambung sampai kepada Baginda Nabi Muhammad SAW, karena kemursyidan bukanlah sebuah jabatan karir yang dapat diraih dengan usaha atau kerja keras.

Kemursyidan merupakan pemberian dan amanah Allah SWT kepada orang orang yang sudah digariskan melalui nasab yang mulia. Setetes darah yang mengalir didalam tubuhnya merupakan sebuah ketentuan Allah Ta’ala, tidak dapat “dipesan” oleh yang punya diri, namun tidak semua yang memiliki nasab mulia yang dapat amanah menjadi mursyid. Seumpama emas yang tersimpan dalam batu, jika ia tidak diambil dari kedalaman perut bumi kemudian diolah dan ditempa menjadi emas yang berkilau, maka mustahil seseorang yang bernasab mulia akan diberikan amanah untuk menjadi seorang Mursyid.

Tidak sedikit juga diantara pengamal Thariqah berlomba-lomba untuk menjadi Mursyid, lantaran berharap orang-orang sekitarnya memuliakan dirinya. Sesungguhnya kemuliaan datang bukan dari makhluk namun ia datang dari kehendak Allah SWT, maka itu (merupakan) contoh sebuah penyimpangan bathin yang terburuk jika seseorang mempunyai sifat sifat tersebut.

“Emas” yang masih dalam perut bumi hanya dapat diambil oleh orang ahli dalam “penambangan” spiritual, karena tanpa itu sebaik-baik apapun “emas” tersebut, tidak akan menjadi sesuatu yang bernilai, sebab masih dibalut batu dan terpendam dalam perut bumi. Maka dengan menggunakan perkakas spritual seorang mursyid akan melahirkan seribu mursyid baik dengan jalan bertemu langsung atau tidak, bahkan cukup hanya bersentuhan secara spiritual yang kuat dan terus menerus.

Maka apabila proses “penambangan” itu berhasil menemukan dan membentuk “emas kemursyidan” maka seluruh “penambang” atau mursyid-mursyid yang sezaman akan mengetahui dan mengakui kadar emas kemursyidan tersebut tanpa mesti bukti hitam putih dari sehelai kertas ijazah.

Artikel berikut:

Sabtu, 05 Mei 2018

Sufisme Tonggak Peradaban Bukan Sumber Kemunduran Islam

majelis zikir khalwatiyah
Sufi Turki di Surau Suluk Rabbani Solok

SHUFISME 'TONGGAK' PERADABAN
Oleh: Syeikh DR. Ahmad Sabban Rajagukguk ( Mursyid Tarekat Naqsyabandiyyah Medan )

Arti Tarekat dalam Islam - Tuangku Syaikh Muhammad Ali Hanafiah Ar-Rabbani


Apa Itu Thariqah?

Thariqah merupakan lembaga pendidikan ilmu tasawuf, yang mempelajari dan mendalami metoda ihsan untuk menyempurnakan keimanan, yang menjadikan kita mengenal dan mempraktekkan islam yang kaffah (sempurna).

Jumat, 04 Mei 2018

Ust. Maaher At-Thuwailibi Membantah Ust. Abdul Hakim Abdat Terkait Hastag #2019GantiPresiden


Ustadz Abdul Hakim Abdat seorang da'i Salafi ( Wahabi ) di "Semprot" oleh Ustadz Maaher At-Thuwailibi karena perkara hastag #2019gantipresiden.

Simak ungkapan "Keras" ustadz Salafi Modern ini yang kami tuliskan sedikit dari videonya yang beredar di Youtube menjawab pernyataan Abdul hakim Abdat tentang dakwah Salafi bukanlah dakwah yang memperkarakan urusan dunia termasuk perkara pemilihan pemimpin dan juga masalah yang sedang viral yaitu hastag #2019gantipresiden.

"Abdul Hakim Abdat mengatakan bahwa semua dunia ini isinya terlaknat. Dakwah Salafiyah bukan dakwah yang membicarakan politik, bukan dakwah yang bikin Hastag #2019gantipresiden, ini ciri orang yang jahil murokkab". 

"Sebagai seorang da'i seharusnya dia paham bagaimana memahami realitas. Kalaulah semua isi dunia in terlaknat kecuali Zikrullah, orang alim yang mengajarkan agama, bahwa dakwah Salafiyah adalah dakwah yang maslahat buat ummat, bukan dakwah yang membicarakan urusan dunia, lalu kenapa orang-orang yang mengkritik presiden, mengkritik pemerintahan ini dianggap khawariz? kan bukan urusan agama, hanya urusan dunia?"

"Kalau katanya pengganti presiden 2019 itu tidak ada maslahatnya berarti dia itu jahil tak pernah turun ke lapangan, kerja dia baca kitab saja, baca buku saja. Apakah probelamtika ummat ini selesai hanya dengan membaca kitab? Apakah problematika ummat ini bisa selesai hanya dengan ta'lim di masjid-masjid? Tidak bisa! Ummat harus paham realita kekinian, umat harus paham tentang bagaimana mengaplikasikan nilai-nilai kebangsaan, supaya apa? Ujungnya kemaslahatan buat ummat. Jangan nanti yang terpilih pemimpin kafir, sekuler, anti islam, islamphobia. Maka dibuatlah hastag #2019gantipresiden. Dalam rangka apa? Dalam rangka kita kasihan sama pak Jokowi! Sudah 4 tahun dia capek, lelah, lesu, lunglai memimpin negara ini.

"Mana buktinya Pak Jokowi lelah memimpin negara ini? Sampai hutang Triliyunan Rupiah ke negara asing. Maka kita ISTIRAHATKAN Pak Joko Widodo, kita ganti dengan presiden baru yang lebih berwibawa, bermartabat, yang pro kepentingan ummat Islam dan pro dengan nilai-nilai kebangsaan yang ada".

"Dakwah Salafiyah itu memikirkan keadaan ummat lewat yang namanya kepemimpinan. Kalau kepemimpinan itu bukan untuk kemaslahatn ummat, untuk apa para sahabat menangguhkan pemakaman Rasulullah SAW selama 3 hari? apa yang dipikirkan? Siapa khalifah pemimpin yang akan menggantikan rasulullah SAW setelah beliau wafat. Dicari orangnya, itu membuktikan bahwa kepemimpinan, kekuasaan itu penting dalam Islam untuk bisa menegakan amar ma'ruf nahi mungkar dan untuk menegakkan jihad fisabilillah".

"Islam tidak bisa tegak dalam lumpur demokrasi, tetapi bagi anda yang punya ijtihad untuk melakukan pemilu maka pilihlah pemimpim muslim yang bermartabat, yang terhorma,t yang kira-kira bisa menjadi tonggak, berwibawa dihadapan bangsa-bangsa asing yang tidak gampang kita dijajah dalam sektor ekonomi, sosial, politik dst".

"Ketika kita mencari pemimpin baru yang beriman yang sholeh yang cinta kepada ulama dan agama maka akan mudah bagi kita untuk menyebarkan syiar-syiar Islam."

"Jadi dia ( Abdul hakim Abdat ) jahil, ndak paham yang kerjanya hanya baca kitab. Saking pentingnya kepemimpinan dalam Islam ulama islam menulis kitab tentang politik islam. Politik itu penting, politik yang jujur, bermartabat."

"Jangan memejamkan mata dari keadaan, ini namanya jahil. Yang kiya khawatirkan justru dia ( Abdul hakim Abdat ) adalah bagian dari operasi intelijen global."




Rambut Suci Rasulullah di Solok Dikunjungi oleh Para Ulama, Habib dan Mursyid Tarekat

syeikh eyyub fatih nurullah

Rambut Suci Baginda Rasulullah di kunjungi oleh Syekh Eyyub Fatih Nurullah Sagban, Mursyid Thariqah Khalwatiyah ‘Ussyaqiyah dari Turki. Beliau berkunjung ke Pondok Pesantren Taruna Rabbani di Solok Sumatera Barat dalam acara pertemuan Ulama Thareqah ASEAN II yang diadakan oleh Dewan Ulama Thareqah Indonesia ( DUTI ) 29 April 2018.

Syeikh Fatih Nurullah beserta rombongan murid dan keluarganya menziarahi Rambut Suci Nabi Muhammad yang saat ini diamanatkan kepada Mursyid Tarekat Qodiriyah Hanafiah Tuangku Syaikh Muhammad Ali Hanafiah Al-Qhutub Ar-Rabbani yang berada di Surau Suluk Rabbani Nagari Koto Sani X Koto Singkarak Solok Sumatera Barat

Sanad Rambut Suci Baginda Rasulullah yang di titipkan kepada Tuangku Syeikh Muhammad Ali Hanafiah

Sanad singkat tentang Rambut Suci Nabi Muhammad SAW yang diterima Tuangku Syekh, yakni daripada Sultan Salim, tahun 1512 – 1520 sudah dipegang oleh beliau didapat daripada keturunan Usman bin Affan, yang asal mulanya didapat dari sahabat nabi, yakni Abu Thoha al-Anshori, yang didapat langsung saat beliau mencukur rambut Rasulullah SAW.

Urutannya sebagai berikut semenjak Sultan Salim:
  1. Sultan Abdul Hamid Khan.
  2. Sultan Muhammad Rasyid.
  3. Sultan Mehmed
  4. Mawlana Abdul Majid.
  5. Syekh Mustafa Osman bin mehmed
  6. Syekh Sulaiman bin Mustafa.
  7. Syekh Syuhaimi bin Sulaiman.
Dan diamanatkan kepada Dewan Ulama Thariqah Indonesia dan ASEAN yang dititipkan melalui Tuangku Syekh Muhammad Ali Hanafiah Ar Rabbani, pada tanggal 9 April 2017 di Madinah.

Rambut suci ini telah beberapa kali diziarahi pada acara-acara yang diselenggarakan oleh mursyid thariqah, seperti Mejelis Rabbani Syekh Muhammad Kamal di Malaka-Malaysia, Majelis Syekh H. Drahman Muhammad Amin, Serawak-Malaysia, Majelis Habib Rais Rijaly bin Thahir di Bekasi, Syekh Abu Sukmajati di Jakarta, Majelis Rabbani di Jakarta, Majelis Opic di Bekasi, Mejelis Syekh M. Sabban Rajagukguk di Medan, Majelis dan Haul Sultan Siak, dan lain-lain.

Baca juga: 

syeikh fatih nurullah di majelis tarekat qodiriyah hanafiah solok
Pertemuan ulama tarekat ASEAN  II yang dihadiri Syeikh Fatih Nurullah

Video Ziarah Rambut Suci Nabi Muhammad SAW di Surau Suluk Rabbani di lingkungan Pondok Pesantren Taruna Rabbani Koto Sani Kab. Solok Sumatera Barat


Baca juga;