Jumat, 02 Maret 2018

Setelah Keok Dihajar MCA, Taiker Cyber Army Menyusup dan Obok-Obok MCA Dari Dalam Demi 2019


Mulanya Cyber Army Mukidi-Taiker menguasai jagad media sosial. Tiap kali muncul ujaran-ujaran kecintaan membela lawan politiknya seketika itu juga bombardir ujaran-ujaran kebencian dari kubu sebelah menghabisinya dan menenggelamkannya.

Siapapun menjadi lawan atau musuh Mukidi-Taiker pastilah dibully habis-habisan hingga hanya tinggal kulit dan tulang sebagaimana dialami capres 08. Berakibat tidak ada yang berani melawan dan memusuhi Mukidi-Taiker secara terang-terangan karena bakal menjadi korban pembunuhan karakter yang bergelimpangan di mana-mana.

Itu sebabnya tidak mengherankan jika Mukidi-Taiker dengan begitu mudahnya memenangkan Pilkada dan kemudian memenangkan Pilihan Jenjang Puncak. Pun Singanu bisa berbuat apa saja sebagai Raja Astina termasuk melanggar konstitusi berkat pengawalan Cyber Army Mukidi-Taiker setiap saat.

Gara-gara Ahok kelepasan omong dan berbangga menoda Alquran khususnya Surat Al Maidah Ayat 51, tiba-tiba saja Muslim Cyber Army (MCA) bermunculan dari mana-mana dan datang dari mana-mana tanpa diketahui asal usulnya. Sebelumnya juga tidak pernah ada seorangpun tokoh-tokoh Muslim merencanakan mendirikan MCA

MCA melakukan Aksi Bela Islam (ABI) di jagad media sosial dengan ujaran-ujaran kecintaan kepada Allah, Rosulullah, Alquran dan Agama Islam. Sekaligus merobohkan semua bangunan kebohongan dari Cyber Army sebelah yang kelihatan begitu kokoh padahal sebenarnya begitu lemah layaknya rumah sarang laba-laba. Berakibat Cyber Army sebelah kelabakan dan berantakan dalam sekejap. MCA pun menguasai jagad media sosial sebaliknya menenggelamkan Cyber Army sebelah.

Tiap kali Cyber Army sebelah berusaha membangun kekuatan dan menguasai kembali jagad media sosial dengan ujaran-ujaran kebenciannya dan kebatilannya, tiap kali itu pula bombardir MCA dengan ujaran-ujaran kecintaannya dan kebenarannya menghadangnya dan menghancurkannya. Cyber Army sebelah masih juga tidak berdaya menghadapi MCA meskipun mendapat bantuan dan dukungan penuh dari singanu.

Peperangan MCA melawan Cyber Army Mukidi-Taiker akhirnya berpuncak pada kegagalan Si Gareng memenangkan Pilkada ditambah hukuman Ahok dua tahun penjara karena menoda agama. Seketika itu juga Cyber Army sebelah kehilangan pekerjaan, ketahuan bohongnya dan ditinggalkan masyarakatnya. Tak tahu lagi apa yang harus dikerjakannya dan diperbuatnya untuk membela tuannya sebagaimana dahulu.

Tampaknya Raja Astina masih tetap optimis dengan Cyber Army dengan mengumpulkannya supaya bangkit kembali seperti semula. Berusaha memulihkan kembali kekuatannya buat mengawalnya memenangkan Ambisi 2019.

Kali ini Cyber Army sebelah tidak lagi berani terang-terangan berhadapan dengan MCA. Kali ini beralih ke strategi paling diandalkan yaitu “Maling Teriak Maling”. Melakukan penyusupan demi penyusupan ke dalam MCA lalu mengaku-aku MCA dan berbaju MCA padahal sebenarnya Cyber Army sebelah banget. Mencari celah dan kelemahan untuk memecah-belah persatuan dan kesatuan MCA yang begitu solid berkat rahmat Allah. Berusaha membuat citra buruk dan jahat MCA dengan seburuk-buruknya dan sejahat-jahatnya sehingga masyarakat membencinya dan menjauhinya.

Inilah babak baru yang menentukan bagi persatuan dan kesatuan serta kelangsungan jihad fi sabilillah MCA. Bisa jadi ada tawaran-tawaran menggiurkan dari Cyber Army sebelah berupa jabatan, kekayaan dan harta duniawi lainnya untuk ikutan memecah-belah MCA dari dalam. Bisa jadi juga ada ancaman-ancaman menakutkan untuk meninggalkan dan menanggalkan MCA lalu kembali menjadi “Muslim biasa-biasa saja” yang mencukupkan beragama dengan shalat saja, tak mau ikutan bersuara, sibuk urusan sendiri.

Inilah juga babak baru menandai kesungguhan dan keseriusan MCA untuk memilih berhenti berjihad atau meneruskan berjihad hingga tetes darah penghabisan. Tetap berdiri teguh di jalan Allah untuk menyebarkan ujaran-ujaran kecintaan dan kebenaran ke mana-mana dan di mana-mana. Tidak bergeming karena tawaran menggiurkan dan ancaman menakutkan hanya berbekal panggilan keimanan dan harapan menggapai ridho-Nya. Karena kemenangan itu hanya datang dariNya.

يَـٰٓأَيُّہَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِن تَنصُرُواْ ٱللَّهَ يَنصُرۡكُمۡ وَيُثَبِّتۡ أَقۡدَامَكُمۡ

“Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong [agama] Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” [QS Muhammad: 7]

Sumber: Link

Jadilah peran dalam suatu perjuangan umat dan jangan hanya jadi penonton. Sungguh rugi diakhirnya nanti.