Jumat, 05 Januari 2018

Anda Yang Mentahdzir Dan Mencari Syubhat Ustadz Abdul Somad, Kesini Sebentar Tuan..!


KESINI SEBENTAR TUAN...

Sebagaimana sudah Tuan maklumi juga, Ustadz Abdul Somad jadwal ceramahnya berpindah tempat dengan cepat, dari satu negeri ke daerah lain. Bahkan dalam sehari, sudah ghalib lintas propinsi, lintas negara juga ada. Tapi tetap saja yang menunggu kehadiran Ustadz tidak terhitung-hitung massa. Kalau Tuan tak percaya, datang dan cobalah berbilang angka. Berapa konon jamaah yang hadir?

Lain lagi di alam maya, video Ustadz Abdul Somad menghiasi halaman medsos semacam Facebook, Youtube, Instagram, lain sebagainya juga ada. Tuan kan juga pakai itu. Tak terhitung-hitung, Tuan. Semua-mua Ustadz Abdul Somad. Sharing-sharing cuplikan videonya juga bersiliweran dari satu grup chat ke grup lain. Memang begitu nyatanya Tuan.

Rusuh dan bimbangkah Tuan melihat Ustadz Abdul Somad hilir-mudik menghimpun massa? Tak usah takut Tuan. Ustadz Abdul Somad tidak kemana-mana. Dia sudah menetap, berdiam dan tinggal di hati ummat. Ummat begitu mencintai Ustadz mereka. Yang sudah tinggal di hati jamaah, sudah terlalu susah untuk tanggal, lepas begitu saja. Pake linggis-pun Tuan ungkit dan Tuan sorongkan upaya untuk mencerabut Ustadz Abdul Somad dari hati ummat..Percuma! Apa lah lagi peniti patah yang Tuan tusukkan. Tapi namanya juga usaha. Jadilah, Tuan.

Tuan pakai gaya yang mana untuk mencegah Ustadz Abdul Somad berkibar di nusantara ini? Tempuhlah!

Hadir beliau ke Bali, Tuan hambat, Tuan cari ke tempat Ustadz menginap. Hinaan, persekusi serta ancaman Tuan lontarkan. Tidak ingatkah Tuan bahwa Ustadz Abdul Somad bukan sebatang kara di Nusantara ini. Tak Tuan lihatkah mata ribuan jamaah di Bali menunggu kedatangan beliau. Tak usah Tuan heran, karena memang begitulah ummat merindukan kehadiran beliau.
Tuan-tuan suruh Ustadz menyanyikan lagu Indonesia Raya, hormat bahkan cium bendera sebagai timbang tanda beliau cinta NKRI dan berbhineka. Halah, Tuan. Cium bendera sudah tidak level beliau lagi, anak Tuan yang baru masuk TK juga bisa cium bendera. Ustadz Abdul Somad sudah berpeluh-peluh masuk ke pedalaman, berjam-jam diatas arus sungai yang menderas. Menggigil beliau bersama rombongan ditengah guyuran hujan. Jauh ke dalam rimba belantara Riau menemui anak bangsa yang masih hijau, mengajarkan menggerek bendera, menyanyikan lagu kebangsaan. Bukan sekali waktu seperti model-model pencitraan sahaja, Tuan, tapi nanti akan berulang lagi insya Allah. Bagi Tuan ini bukan cinta pada Indonesia?

Beliau penuhi undangan taushiyah ke negeri Hongkong. Menemui saudara sebangsa setanah air jugalah itu pastinya. Adakah Tuan yang melapor-laporkan bahwa Ustadz Abdul Somad tak boleh berceramah di Hongkong sebab karena Ustadz terorist, radikal dan ekstrim? Beliau itu eskrim, Tuan.

Tapi tak apa Tuan. Paling tidak live streaming with skype menjadi solusinya. Bolehlah Tuan tersenyum sungging sedikit dengan peristiwa ini. Karena kami tersenyum senang tak alang kepalang ketika melihat beliau disambut oleh jamaah di Aceh. Kabarnya satu koma dua juta orang, Tuan.

Tuan ada pula menulis-nulis artikel, bahan bacaan untuk mengkritisi kajian guru kami Ustadz Abdul Somad? Tuan sanggah kaji Ustadz Abdul Somad dengan berbagai paparan, qaul dan dalil. Ini istiwa, apa itu itsbat, abdul shomad mentakwil, manhaj rusak, aqidah penuh syubhat dan lain sebagainya.

Tuan! Apa yang Tuan tuliskan itu sudahpun diurai oleh alim ulama berabad silam. Tuan hanya memutar ulang kaset lama. Tak ada yang baru dari yang tuan goreskan. Copy paste, edit-edit sikit, khan begitu caranya yang Tuan tempuh. Tuan ibarat memanjat pokok kelapa rebah. Tak usah diulangi lagi, Tuan. Bersorak orang sekeliling kampung melihat tingkah Tuan. Apalagi sampai melorot celana Tuan memanjat pokok kayu yang rebah itu.

Atau Tuan bersorak-sorai bersama jamaah medsos Tuan mengejek Ustadz Abdul Somad terkait penista pesek-memesek itu dan ejekan receh lainnya? Haha. Tuan kan tak bergeraham, tak usah dikunyah jua yang liat dan kuat ini. Cocoknya makanan Tuan itu biji cempedak dikasih mentega, tak payah kunyah. Telan saja bulat-bulat.
Tak kami ragukan memang, kalau Tuan tak bergeraham lagi, sebab kami lihat Tuan gemetar tampil di tv. Adapun teman Tuan itu, samalah dengan Tuan. Payah!!

Macam-macam tingkah Tuan nampaknya. Tuan senggal-senggol Ustadz Abdul Somad "ilmu nya tak seberapa", "tukang dakwah keliling", "hanya pintar melawak", "tidak ada yang istimewa" dan ungkapan rendahan lainnya. Apakah Tuan takut mata Tuan hilang satu, hingga ikut bersemangat mengipas-ngipasi ummat? Kalau memang bukan itu mata pencarian Tuan, lalu why? Atau kalau Tuan merasa lebih pintar, lebih berilmu, lebih hebat, ayo maju ke depan, jangan bergumam di belakang. Biar sama kami lihat juga lepas tangkas tangan Tuan ikut membenahi kami yang awam agama ini. Kami sebagai jamaah memang awam dan bingung tapi masih mau diajari, kalau Tuan cerdik, bijaklaksana apa bisa diikut dan ditauladani?

Satu lagi, bagi tuan-tuan yang hanya bisa berkumur-kumur di postingan-postingan medsos menceramahi Ustadz Abdul Somad. Sudahlah.. Daripada tuan-tuan menggerutu tidak keruan, baiknya temui beliau, ajak diskusi. Jangan membelalak di tempat gelap, menyipak di sebalik bukit. Payahnya saja yang akan tuan-tuan tuai, hasilnya tak menaruh manfaat barang sedikitpun.

Terakhir, Tuan-tuan semua, menghadang laju dakwah tuan guru kami Ustadz Abdul Somad itu bak menghambat badai dengan telapak tangan. Sia-sia Tuan. Salah-salah Tuan bisa digulungnya!!!

Wassalam....
Ditulis oleh Hady Ismanto.




Jadilah peran dalam suatu perjuangan umat dan jangan hanya jadi penonton. Sungguh rugi diakhirnya nanti.

2 komentar

juga diniternet ada seseorg PRO SUFI nanya pada Al Maliki? tokoh aswaja dunia kini (tinggal dimekah tapi tak diijinkan ngajar oleh pemerintah Arab karena tak sesuai Sunnah):
"kenapa tak lagi menyemir jenggot?"

maliky NGAKUNYA : NABI YG MENYURUHKU ????
(dari Mimpi atau saat antara tidur & jaga??)

Padahal NABI : SELISIHILAH YAHUDI, MEREKA TAK MENYEMIR JENGGOT

ini Mirip "wahyu/Bisikan" JIN yg Nyamar sbg syekhabdul qadir atau Ngaku nabi (pdhal rambut sdh putih semua, rambut tak belah tengah dll BEDA dgn

NABI-->JIN TAK BISA TIRU RUPA/FISIK NABI)

atau ngaku jibril bahkan Allah kepada pada tokoh-2 SUFI/Tarekat & Syiah, Paulus, bos ahmadiyah lahore, Lia Edan dll juga Musadeq Nabinya GAFATAR (pecahan NII AlZaitun indramayu ->Bencongnya Khawarij/teroris karena walau tak pake senjata spt ISIS, Alqaeda dll tapi mereka juga Mengkafirkan penguasa & muslimin yg bukan kelompok mereka)

sehingga mereka katakan hal-2 yang aneh-2 & KUFUR seperti :
Ngaku Dirinya adalah Nabi, anaknya adalah al Mahdi, bahkan Tuhan/alHaq kayak Al Hallaj, ibnu arabi yg tak shalat (ngaku sudah level makrifat/hakikat? menyatu dgn Tuhan = panteisme Hindu) dll,
----

*Bahkan presiden chehnya pemuja habaib* (moga kedepan ia berguna utk islam bukannya komunis & SYIAH) *KARENA menganut TASAWUF & TAREKAT MALAH KATAKAN* (pake Demi Quran) *SETAN-SETAN Kepada MUSLIMIN (non Sufi) YANG TH 1999 BERHASIL MERDEKAKAN CHEHNYA* dari Soviet komunis

*Pres Chechnya Ramzan KADIROV TH 2015 INGIN BANTU RUSIA Yg BANTAI MUSLIMIN SURIAH* / non Sufi

nukilan dari situs pro suriah sendiri:

awal Oktober 2015, Kadyrov dikabarkan (ingin) mengirim ribuan Militer Chechnya ke Suriah untuk *bergabung dengan Rusia.* Ia berkata saat wawancara Jum’at (2/10) dengan RSN Radio “Ini bukan omong kosong, saya meminta izin ... kami butuh keputusan Panglima Tertinggi (presiden Putin) untuk melakukannya.”

Ia melanjutkan “Sebagai seorang muslim, seorang Chechnya dan *seorang Patriot Rusia*saya ingin mengatakan *bahwa pada 1999 ketika Republik kami diduduki oleh para ‘Setan' ini* ( aslam maskhadov , syamil, khattab & pejuang lain yg lawan rusia sedang *ramzan & ayahnya ahmad kadirov BELA RUSIA),*

kami bersumpah di atas Al-Qur’an bahwa kami akan memerangimereka dimanapun mereka berada.
-----

INI TAND A AKHIR ZAMAN :
*YANG DUSTA* (HIZBI-2) *DIANGGAP BENAR*
*YANG BENAR* (KIBAR ULAMA MADINAH) *DIANGGAP DUSTA*

Hizbi-2 : yang suka cela ULAMA KIBAR MADINAH & CACI atau KAFIRKAN PENGUASA

Sungguh kami tidak membenci Al-Ustadz Abdul Somad Lc Hafidzahullah , tetapi kami tidak setuju dengan beberapa Syubhat yang beliau sebarkan...