Kamis, 23 November 2017

Kontroversi Ustadz Abdul Somad LC MA, Ustadz Zaman Now!

kontroversi ustadz abdul somad, ustadz zaman now

Abdul Somad, USTADZ JAMAN NOW....!!
Dari pelosok ke pelosok berda'wah, hingga merambah di perkotaan dan di kenal luas sudah , karena begitu tawadhu’ walau Ilmunya begitu luas tetap sederhana walau kadang di lingkungan kalangan mewah, tegas terarah dalam mencerahkan sehingga ummat gampang mencerna paham.

Ulama yang rendah hati, penuh dengan kesederhanaan, sama seperti orang-orang kampung kebanyakan yang kita lihat.

Namun Kecerdasannya, Pemahamannya, Ilmu Agamanya, Al Quran, Hadist yang ia dalami akan menggetarkan siapapun yang mendengarkan pemaparannya disaat dia berada diatas podium/mimbar.
Selalu ada guyonan yang berkelas dalam setiap ceramahnya, bukan guyonan garing tanpa ilmu.

Logat melayu dan suara nyaringnya membalut diksinya yg gamblang, detail dan argumentatif, tegas, toleran dlm fiqih. Ustadz kelahiran Medan 1977 ini berpndidikan S1 Al-Azhar Mesir dan S2 Marokko adalah seorang dosen Bahasa Arab dan Tafsir.

Umat kini membutuhkan ulama atau kiyai macam dia tuh! Bukan macam beberapa tokoh yang terseret fanatisme golongan, hingga ikut-ikutan bersama pihak luar menyudutkan sesama muslim hanya karena tak sepaham.

Beliau tanpa tedeng aling-aling mengaku penganut madzhab Syafi'i dalam fiqih, membela tradisi amalan tahlil dan yasinan dengan argumen syar'iy dan tarbawiy kuat, tapi jika bicara perjuangan, baginya Islam hanya satu. Semua gerakan dakwah Islam, dlm koridor Aswaja...

Mengapa beliau beda, karena dua hal: mutsaqqaful fikri dan zakiyyun nafsi.. pinter otaknya dan bersih hatinya sekaligus.

Pinter tapi kotor hanya menciptakan sampah pemikiran; bersih tapi bodoh tak pernah memberi cahaya kepahaman..

Berani menolak permintaan presiden, kalau mau di bandingkan dengan kyai-kiyai sebelah sana..maka akan jauh panggang dari api. Kyai sana malah berSedia tergopoh-gopoh menemui presidennya ketika dipanggil. Walaupun ada jadwal pengajian dengan umat, mereka bisa tinggalkan karena negara memanggil...yaitu presiden. Namun bagI ustadz Abdul somad, rakyat-LAH YANG HARUS DITEMUI.

Satu orang presiden yang beliau temui, bisa mengecewakan ribuan umat yang sudah menunggu kedatangannya. Dan beliau lebih mementingkan ribuan umat dari pada bertemu dengan presiden. Toh sama-sama manusia, sebiji dengan ribuan biji tentu akan lebih bermanfaat karena bukan ketenaran yang dicari tapi menebar manfaat sebanyak-banyaknya.

Semoga Allah SWT senantiasa menjagamu wahai ustadz yang Insya Allah dicintai ummat. ghirrah da'wah engkau adalah inspirasi bagi yang lain bahwa ilmu benar"membuat kedudukan dan kemulyaan bagi hamba yang ikhlas.

Salam hormat dan terima kasih wahai ustadz Somad, kami sangat bersyukur dengan adanya ustadz yang all out mengajar dan mengajak ummat selalu merindukan kasih sayang Allah SWT.

Jadilah peran dalam suatu perjuangan umat dan jangan hanya jadi penonton. Sungguh rugi diakhirnya nanti.

2 komentar

Benar menurut anda, Dalam perjuangan Islam UAS mengingatkan kita semua perlunya persatuan dan menghilangkan ego kelompok hanya perlu tetap waspada pada kelompok orang munafik. Semoga beliau tetap Istoqomah

salut untuk ust abd somad... semoga membawa perubahan yg lebih baik tuk umat islam di Indonesia dan selalu dlm lindungan Allah SWT.