Selasa, 28 November 2017

Jendral Gatot dan Prabowo Diusung PKS GERINDRA Sebagai Calon Presiden 2019

pasangan gatot prabowo 2019

HEBAT! Pada Pemilu 2019 nanti PKS bakal mengusung Jendral Gatot Nurmantyo sebagai calon presiden RI, Sedangkan Gerindra akan mengusung Prabowo Subianto. Dua " Harimau " NKRI ini di yakini mampu membawa Indonesia kembali kejalan yang benar setelah saat ini hancur lebur salah arah karena tersesat jalan.

Salah satu kesesatan atau masalah republik yang urgen saat ini adalah puluhan ribu atau bahkan jutaan " Pendatang haram " dari China yang masuk ke Indonesia dan langsung punya KTP. KTP palsu yang diyakini  pada saat pemuli 2019 nanti akan mereka gunakan untuk memenangkan calon presiden yang pro China (Komunis).

Jika nanti pasangan " Macan Asia " Jendral Gatot dan Prabowo terwujud maka merekalah yang diharapkan oleh seluruh warga NKRI untuk dapat menyelesaikan masalah ini, mengusir pendatang ilegal dari China yang telah " Mencuri " hak WNI untuk mendapatkan pekerjaan. Diyakini Pasangan Gatot Prabowo bisa menuntaskan masalah ini karena latar belakang mereka yang tegas dan pro rakyat. 

Diambil dari Demokrasi.co;
Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera menegaskan kalau partainya tetap bersama dengan Partai Gerindra hingga Pemilu 2019 mendatang. Kedua partai tersebut terus membahas bersama untuk menemukan pasangan calon presiden dan wakil presiden terbaik yang bakal diusung dalam Pilpres 2019.

“Pilpres 2019 kan masih panjang. Tapi yang jelas PKS dengan sekutu Gerindra, akan membicarakan terus (pasangan calon yang bakal diusung),” kata Mardani, di Jakarta beberapa waktu lalu.

Seperti diketahui, Gerindra telah menggadang-gadang Ketua Umumnya, Prabowo Subianto sebagai calon presiden. Sementara PKS disebut bakal mengusung Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo sebagai calon potensial untuk diusung pada Pilpres 2019. Terlebih lagi, Jenderal Gatot bakal memasuki masa pensiun pada Maret 2018 mendatang.

Menanggapi kabar tersebut, Mardani tak menampik soal pencalonan dua tokoh bangsa itu. Menurut dia, masyarakat Indonesia sudah cerdas dengan tidak lagi melihat latar belakang identitas calon presiden melainkan lebih kepada aspek kemampuan si calon untuk membawa perubahan bangsa ke arah yang lebih baik.

“Publik sudah cerdas, tidak harus mana sipil dan militer. Sekarang ini yang penting, siapa yang mampu men-delivery, mengeksekusi (kebijakan) dan meningkatkan kapasitas bangsa, maka itu yang terbaik,” pungkas Mardani.

Jadilah peran dalam suatu perjuangan umat dan jangan hanya jadi penonton. Sungguh rugi diakhirnya nanti.

1 komentar so far

sangat berfaedah artikelnya, semoga masyarakat lebih sadar politik, dan bisa menyikapi isu-isu nasional dengan lebih bijak.