Jumat, 27 Oktober 2017

"Wahai Ustadz Tak Berjenggot" Abdul Somad LC MA Membuat Kejang Para Pembencinya



Semakin tinggi batang pohon, semakin kencang pula anginnya. Begitulah hal Ustadz Abdul Somad, LC MA saat ini. Ulama ahli hadits asal Riau yang lagi populer dikalangan Ahlussunnah Waljaamaah ini lagi gencar-gencarnya di cari-cari kesalahaannya oleh kelompok sebelah.

Tak ada gading yang tak retak, maju tak gentar, kira-kira seperti itulah semboyan perjuangan kaum TALAFI Indonesia saat ini untuk mencari kesalahan Ustadz Abdul Somad. Mereka menyerang Ustadz Somad, tapi anehnya serangan mereka bukan pada kajian atau ilmunya yang mumpuni, tapi lebih kepada fisiknya.

Hanya itulah kemampuan kaum TALAFI dan Komunis untuk menyingkirkan dakwah seorang ulama pewaris Nabi yang menghalangi langkah mereka untuk menghancurkan keutuhan dan kedamaian bangsa ini.

Karena ustadz Abdul Somad tak berjenggot, maka sasaran utama mereka adalah jenggot! Seolah-olah jenggot dimata kaum RUSUH ini adalah sebuah penentu final bagi keislaman sesorang dan nilai mutlak untuk mendapatkan tiket masuk syorga.

Salah seorang yang tak senang dengan dakwah sunnah ustadz Abdul Somad membuat surat terbuka yang secara tak langsung membuka kedok atas kedangkalan jangakauan ilmunya sendiri.

SURAT TERBUKA KEPADA USTAD ABDUL SHOMAD

Ya Ustadzinal Kiram.

Sungguh ceramah2mu sangat memukau.
Sangat mempesona penuh humor penuh joke.
Tema Akhlaq ubudiyah muamalah sungguh kusuka.
Politisasi agama sungguh berbahaya.
Seakan bersenda gurau ibarat ulama NU.
Tak terasa hadirin terhipnotis tercuci-otak.
Otak mereka tersengat menjadi radikal intoleran.

Wahai Ustad tak berjenggot.
Kau tabuh genderang perang terhadap tasyabbuh.
Padahal tidak berjenggot itu tasyabbuh.
Masjid tempatmu berceramah tidak ada pada jaman Rasul.
Jaman rasul masjid hanya bangunan persegi panjang sebagian tanpa atap.
Pada jaman rasul masjid tanpa kubah dan menara.
Hanya istana romawi dan persia yang berkubah dan bermenara waktu itu.

Kau serukan bulan sabit merah.
Sebagaimana turki telah lakukan.
Tidakkah kau tau jaman rasul tidak ada bulan sabit merah.
Tidakkah kau tau bulan sabit lambang pemujaan terhadap dewi artemis.
Dewi pujaan penduduk byzantion sebelum kristen.
Byzantion berubah jadi byzantine, byzantine berubah jadi konstantinopel, konstantinopel berubah jadi Istanbul.
Konstantinopel menambahi bintang di pelukan rembulan.
Bintang lambang Bunda Maria.

Bulan bintang.
Dewi Artemis dan Bunda Maria.
Kemudian jadi lambang kekaisaran.
Kekaisaran Turki Ottoman nan perkasa.
Seluruh jajahan Ottoman menggunakan bulan bintang sebagai lambang.
Tanpa tau sejarahnya.

Bahkan termasuk antum wahai Ustad abdul Shomad.

Ustad muda berbakat.
Mau kau apakan negara ini?!
Tolong jawab jujur.
Penonton Youtubemu,

Firman Syah Ali,
Admin Majelis NUsantara


Jadilah peran dalam suatu perjuangan umat dan jangan hanya jadi penonton. Sungguh rugi diakhirnya nanti.

1 komentar so far