Sabtu, 05 Agustus 2017

Ustadz Abdul Somad, Lc. MA Berbai'at Tarekat Naqsabandiyah di Mesir?

ustadz abdul somad baiat tarekat naqsabandi

Ustadz Abdus Shomad, Lc. MA adalah salah satu tokoh agama bangsa kita. Putra melayu yang bersahaja. lahir dan berkembang dalam lingkungan keluarga yang kuat beragama. menyelesaikan program study-nya di timur tengah sampai jenjang S 2. Mazhab Syafi’i adalah fiqih rujukannya, Aqidah Asy’ari adalah manhaj teologinya. ia mengajarkan ilmu yang diwariskan guru-gurunya, dengan sanad yang bersambung sampai pada baginda Nabi yang mulia. Tugasnya hanya dakwah, bukan memaksa. ia tak bisa menjadikan semua manusia berfikir sama dengannya, sebagaimana kita pun tak bisa memaksa dirinya untuk sama dengan kita. Karena Ilmu adalah karunia Allah yang paling agung yang tak di berikan kepada semua orang, kecuali mereka yang di kehendaki kebaikan oleh-Nya.

Kata Rasulullah:
من يريد الله به خيرا فيفقه في الدين
“Barangsiapa yang Allah kehendaki baginya KEBAIKAN, maka Allah akan faqihkan ia dalam AGAMA”.

Namun, ilmu yang hakiki adalah ilmu yang membuahkan TAQWA dan AKHLAQ MULIA. Ilmu yang diamalkan dan tak hanya tertinggal dalam hafalan. “Al-‘ilmu bilaa ‘amalin ka-syajarin bila tsamarin” (Ilmu yang tak di amalkan bagaikan pohon yang tak berbuah). Ciri orang taqwa adalah, takut kepada Allah di keramaian maupun di kesepian. Ciri orang berakhlaq mulia adalah, tidaklah yang keluar dari lisan atau tulisannya kecuali kebaikan.

Saya bukan penggemar Ustadz Abdus Shomad, karena saya tak mengenal beliau dan tak pula pernah berjumpa dengannya. tapi kami hanya sering berbincang lewat WhatsApp, selebihnya semoga Allah pertemukan kami di alam nyata sebelum kami di pertemukan Allah di Jannah-Nya bersama orang-orang sholih dan para anbiya’.

IZINKAN saya mengirim senyuman untuk Ustadz Abdus Shomad yang saat ini beliau sedang berada di mesir untuk menjumpai para Ulama dan mufti-mufti Al-Azhar... , tiada henti orang-orang berhati hasad yang selalu merusak nama baiknya dan menjatuhkan kehormatannya... dengan berbagai macam bual dan khayal yang menyesakkan dada orang-orang berakal.

Sejatinya, Allah sedang mempertontonkan kebodohan orang-orang bodoh dan kedunguan orang-orang dungu. Dimana mereka meludahi muka sendiri dengan kedunguan yang di publikasikan. Mereka sesatkan dan mereka rusakkan kehormatan sang maha guru dari pekanbaru itu. Aduhai, betapa memalukan dan memilukannya perangai anak cucu Abdullah Bin Ubay Bin Salul itu...
Tersebar foto Ustadz Abdus Shomad yang katanya berbai’at dengan seorang Syaikh dimesir. lalu dengannya mereka merusak nama baik sang Murabbi dengan bully dan caci maki. tapi apa mau dikata, tak pantas singa melayani anjing.

Ustad Abdus Shomad bukanlah sedang berbai’at dalam artian bersumpah-setia kepada satu aliran. Bukan. Tetapi sedang bersilaturrahmi ke rumah seorang Ulama Al-Azhar, yaitu Syaikh Muhammad Najmuddin Al-Kurdi. Lalu beliau diberi ijazah zikr bersanad yang sama jenisnya dengan ijazah kitab dalam silsilah ilmu. Adapun yang memegang kepala dan tangan beliau namanya Syaikh Prof.DR. Fathi Hijazi. Beliau guru besar di Al-Azhar. bukan mursyid tarekat dan bukan dukun. Beliau memberikan ijazah zikir, sama seperti ijazah kitab. Kata-kata yang diucapkan semisal:
اجزتك هذا الذكر
“Kuberi kau ijazah zikir ini...”, dst.

Jadi, pertemuan itu hanya sebatas pemberian ijazah sanad. Sebagaimana HTI menyebutnya halaqoh, PKS (kader IM) menyebutnya Liqo’. hanya itu. hal ini tentunya tidak akan difahami oleh orang-orang dungu yang mewarisi sifat dan tabiat abdullah bin ubay bin salul (gembong munafiq dimasa Rasulullah). Intinya, tidak ada bai’at apa-apa. Tidak ada baiat cap jempol darah atau minum air kaki, dan lain sebagainya.

Dulu, Imam Asy-Syaukani anti tarekat. Konon katanya kemudian beliau rujuk. Lalu beliau menulis dalam kitab Al-Badr At-Thali’ Bi-Mahasin Man Ba’dal Qarnis Sabi’ :
وقد تلقيت منه الذكر على الطريقة النقشبندية..
“Aku mendapat talqin dzikir tarekat naqsyabandiyyah dari beliau...”

Nah, demikian pula Ustadz Abdus Shomad. beliau mendapat ijazah zikir tarekat dari Syaikh Muhammad Najmuddin Al-Kurdi dengan sanad yang bersambung. dapat sanad zikir tarekat berbeda dengan berbai’at tarekat.

Baca; Hakikat Bai'at Dalam Tarekat - Tuangku Syaikh Muhammad Ali Hanafiah

KESIMPULANNYA, Ustadz Abdus Shomad tidak berbaiat apa-apa sebagaimana yang di tuduhkan dan di sangkakan sebagian manusia berjiwa lalat. Adapun Ustadz Muhammad Hidayatullah (mahasiswa S2 Al-Azhar) yang pertama kali memposting foto Ustadz Abdus Shomad sambil mengatakan “bai‘at tarekat”, beliau bukanlah murid Ustadz Abdus Shomad. Murid bukan, saudara juga bukan. hanya baru ketemu saat itu juga di mesir. Kebetulan Ustadz Abdus Shomad berkunjung ke Al-Azhar. Lalu beliau turut menemani Ustadz Abdus Shomad berkunjung ke kediaman para Ulama. Namun, beliau (ustadz muhammad hidayatullah) juga tidak salah. Hanya saja, beliau kurang tepat merangkai kata. Sehingga menimbulkan kontroversi dan buruk sangka. Tapi apa lagi mau dikata, sudah terlanjur tersebar fitnah di alam maya. Semoga Allah menjaga hati kita dari kotoran dusta dan buruk sangka. Seorang Ulama salaf berkata:
الْمُؤْمِنُ يَطْلُبُ مَعَاذِيرَ إِخْوَانِهِ
“Seorang mu’min itu mencari udzur (alasan-alasan baik) terhadap saudaranya dan tidak mengedepankan buruk sangka!”.

Singkat kata, Andaipun beliau betul-betul berbai’at tarekat naqsyabandi, lalu apa masalahnya? Anda tidak setuju, itu biasa. tapi anda mencaci maki dan membuly-nya, itu luar biasa. maka, sedikitlah malu untuk mengaku sebagai pengikut setia baginda Nabi yang mulia. Karena Nabi tak seperti anda dalam menghakimi manusia. Andai pun beliau benar-benar berbai’at kepada salah satu tarekat shufi, itu hak pribadinya. Kalau salah, luruskan. Bukan menjatuhkan kehormatan. itu baru akhlaq Salaf sungguhan, bukan hanya pengakuan. Andaipun beliau benar-benar berbaiat pada tarekat shufi, apa masalahnya? Tinggal ambil dari beliau ilmu fiqihnya, ambil yang benar buang yang salah. Selesai.

Apa yang jadi masalah? Mengapa harus jungkir-balik banting tulang peras keringat untuk menjatuhkan kehormatannnya?? Beliau bukan fir’aun dan anda bukanlah musa. Beliau adalah manusia yang pantas berbuat salah, sedangkan anda bukanlah makhluq yang tercipta dari cahaya_
Kecintaan menutup segala cela, kebencian menampakkan segala cacat.
Izinkan saya mengirim senyum kepada Ustadz Abdus Shomad. Karena Allah tengah meninggikan derajatnya lewat kedunguan yang sedang di pertontonkan.
Nas’alullah Al-‘Afiyah Was Salamah.

Oleh: Ustadz Maheer At-Thuwailibi

Sumber foto pengambilan ijazah zikir Ustadz Abdul Somad di Mesir;
Menemani Ust. Abdul Somad baiat tarekat Naqsyabandiyah kepada Maulana Syekh Muhammad Najmuddin al-Kurdi. Beliau banyak mendapatkan nasihat dan kitab. Yang tak kalah pentingnya adalah paparan dan wejangan dari Maulana
https://www.facebook.com/moehammed.hidayatulloh/posts/10214026516324982

Update: Berkah Ustadz Abdul Somad Membuat Dokter Bercadar Tobat Dari Salafi

Bonus video kisah-kisah unik sufi mencari guru. Perjalanan Syaikh pendiri Tarekat Naqsabandiyah khalidiyah dalam mencari dan menemukan guru mursyidnya.
Video Syaikh Rohimudin Nawawi Al-Bantani



Jadilah peran dalam suatu perjuangan umat dan jangan hanya jadi penonton. Sungguh rugi diakhirnya nanti.

5 komentar

Semoga Allah ta'ala membalas kebaikan Ustadz Maheer yang telah menjelaskan tentang fitnah yang melanda Ustadz Abdul Somad sebagai 'Ulama yang telah berjasa dalam perkembangan Islam di tanah air kita.. Aamiin yaa Rabbal 'aalamiin

Kami pecinta ilmu, mencintai semua yang mencintai ilmu..

Assalamu'alaikum.. ustadz maheer.. maaf ustadz mau curhat sedikit.. saya mempelajari mensucikan jiwa dari ihya.. yang saya dapati berapa tahun ini ada semacam perjalanan spritual.. nah, beberapa tahun belakangan In Shaa Allah saya sering komunikasi dengan alam.. dan pernah saya sampaikan bahwa alam bisa di ajak bicara sehingga kita bisa berdamai dengan alam.. seperti angin, air, laut, gunung, awan.. tapi sebagian orang mengatakan saya sesat ustadz.. sementara ketika saya mendengar bagaimana kondisi alam saat ini saya sangat prihatin ustadz.. saya ingin berbuat dan menafkahkan apa yang saya terima.. bagaimana menurut ustadz dalam hal ini? apakah yang sebenarnya terjadi dengan saya ustadz?

Menerima dzikir toriqoh naqsabandy yg sanadnya samapai pada Nabi SAW sama daja dg baiat. Beliau juga baiat krbhabib luthfi.