Jumat, 21 Juli 2017

Presidential Threshold 20 Persen SAH, Rezim Diktator Bersuka Ria Rakyat Makin Sengsara



INGAT!

1. Gerindra
2. PKS
3. Demokrat
4. PAN

Empat Partai itu yg menolak Presidential Threshold 20 Persen, alias menolak calon tunggal untuk Pilpres 2019.

Dengan menolak 20 persen Threshold , maka empat partai itu menjunjung demokrasi dan memberi kesempatan pada siapapun utk menjadi pemimpin di negara ini. Empat partai itulah sejatinya pelaksana nyata dari sila ke-2 PANCASILA.

INGAT!

PDIP
HANURA
NASDEM
PPP
PKB
GOlKAR

Enam partai itu adalah Pengkhianat Demokrasi. Dengan mendukung kemauan pemerintah 20 persen atau 25 persen Presidential Threshold, mereka adalah peletak sendi -sendi OTORITER di negara ini, dan menafikan demokrasi.

Alasan demi kestabilan politik adalah alasan yang tidak masuk akal, dan mengada -ada!
Demi untuk melanggengkan kekuasaan mereka rela mengkhianati suara rakyat yang terhimpit.

Mereka adalah penghisap duit rakyat yang tidak menjalankan amanah rakyat, karena rakyat dipaksa untuk memilih apa yg mereka mau.

Mereka menjadi penikmat atas kekayaan negeri ini, dan rakyat dibiarkan GLOJOTAN semakin sulit hidupnya.

Mereka hanya berpikir kehidupannya, tapi tidak berpikir bagaimana rakyat banyak yang tidak makan, hukun tidak berjalan, pekerjaan makin sulit, hutang makin menumpuk, dan umat Islam yg terpojok.

RAKYAT HARUS MELAWAN. Caranya?
Bulan Juni 2018 adalah PILKADA Di 177 tempat, HAJAR semua calon yg didukung 6 partai pendukung PENISTA AGAMA itu. Keokkan jago mereka di semua wilayah. Beritahu rakyat yang tidak main Sosmed.

Berikutnya pada 2019 pada Pilpres dan Pileg Serentak , HAJAR LAGI!
Beritahu keluarga, tetangga , teman dan semua orang yg Anda kenal untuk tidak memilih partai pendukung PENISTA AGAMA dan PENELIKUNG DEMOKRASI!
( Nanik Sudaryati )

Jadilah peran dalam suatu perjuangan umat dan jangan hanya jadi penonton. Sungguh rugi diakhirnya nanti.

2 komentar

Sebaiknya presiden mengeluarkan uu subversif ketika jaman suharto, krn demokrasi telah di manfaatkan oleh org yg ingin menghancurkan negara. Demi negara hrs uu subversif di terapkan

Sayangnya presiden tak mau, karena hutang budi pd pemilu 2014 kpd para cukong. daripd boroknya di bongkar, biarlah negara yg hancur.....miris!!