Sabtu, 03 Juni 2017

PERSEKUSI Dimata Netizen - Opini Dunia Maya



Persekusi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan sebagai pemburuan sewenang-wenang terhadap seorang atau sejumlah warga dan disakiti, dipersusah, atau ditumpas . 

Pada kedua kasus yang baru-baru ini terjadi, persekusi dimulai dari media sosial yang menjadi alat sekelompok orang untuk memobilisasi massa dalam upaya untuk mengintimidasi pihak tertentu yang dianggap telah membuat status di media sosial yang menyinggung kelompok ataupun tokoh tertentu. 

Dalam kasus Fiera, ia didatangi kelompok ormas yang memintanya membuat surat pernyataan permintaan maaf setelah statusnya di media sosial dianggap menghina dan menyudutkan. Tak sampai ditu, setelah mem-posting permintaan maaf, Fiera masih terus mendapatkan teror. Foto-fotonya tersebar di media sosial dengan komentar provokatif dan tidak senonoh. Rumahnya sering didatangi oleh orang-orang tak dikenal dan minta bertemu. Kejadian ini memberi dampak pada kehidupan dan pekerjaan hingga membuat Fiera memutuskan meninggalkan kota Solok karena intimidasi tersebut. 

Kasus berikutnya yang dialami seorang bocah di Cipinang, Jakarta Timur berinisial PMA juga serupa. Dituduh telah mengolok salah satu ormas berserta pimpinannya melalui postingan media sosialnya, bocah ini mendapatkan intimidasi oleh sekelompok orang. Video persekusi yang dilakukan sekelompok orang terhadapnya bahkan beredar luas di media sosial. Dalam video tersebut terlihat bagaimana PMA tampak mendapatkan kekerasan verbal dan fisik.

TANGGAPAN WARGA INTERNET TERHADAP KASUS PERSEKUSI OLEH FPI























Jadilah peran dalam suatu perjuangan umat dan jangan hanya jadi penonton. Sungguh rugi diakhirnya nanti.