Jumat, 05 Mei 2017

Salafi Jujur Mengungkap Jati Diri Ajaran Firqah Salafi Yang Sebenarnya

salafi jujur mengungkap firqah salafi sebenarnya

KESAKSIAN SAYA SELAMA DALAM HIZBI SALAFI.
Saya semenjak tahun 1999 sudah ikut hizbi Salafy, saya menyaksikan perpecahan yang banyak diantara hizb salafy, antara klaimer salafy asatidznya juga muqollidnya saling meng-hizbikan atau men-sururikan atau mengkhawarij-kan dengan permasalahan sepele karena menerima bantuan dana dari Ihya’ut Turots yang dianggap organisasi ikhwanul muslimin atau perbedaan pendapat tentang jihad Ambon. Bahkan sampai tidak menjawab salam dan buang muka sesama klaimer salafy.

Saling tahdzir dan hajr merembet ke berbagai masalah furu'iyyah yang masing masing kelompok menanggap kelompok lain bukan salafy padahal masyayikhnya sama mengambil rujukan dari Syaikh Bin Baz, Syaikh Utsaimin, Syaikh Jibrin, Syaikh Albani,, Syaikh Robi’, Syaikh Muqbil, dll.

Masing masing hizb salafy ini walau BERPECAH BELAH SESAMA MEREKA, tapi mereka memiliki sikap yang sama terhadap ormas ormas Islam di Indonesia, NU, Muhammadiyah, Persis, IM, JT, Wahdah Islamiyah, Hidayatullah, MIUMI bahkan semua ormas islam yg tidak berafiliasi dengan mereka disebut BUKAN SALAFY dan termasuk HIZBIYYIN/IKHWANI/MUBTADI'. Bahkan MUI dikalangan internal Salafy (group manapun juga) mereka tahdzir ulamanya manhajnya gado gado bukan salafy. Rata rata Asatidznya juga muqollidnya/akar rumput memiliki mulut yang tajam suka mencela dan menghina umat Islam yang dianggap tidak semanhaj dengan mereka. Bahkan perkara khilaf furu'iyyah sudah jadi dalil tahdziran dan lisan mudah mengatakan “anda bukan salafy !”

Berikan saya bukti bahwa hizbi yang mengaku dirinya salafy ini mau bekerjasama dengan
NU, Muhammadiyah, Persis, IM, JT, Wahdah Islamiyah, Hidayatullah, MIUMI dalam dakwah dan muamalah? Tidak pernah sama sekali! Bahkan jika ada ketahuan asatidz salafy duduk bersama yang dianggap hizbi sudah jadi keributan baru dikalangan klaimer hizb salafy (ditahdzir dan di hajr).

Saya bertobat kepada Allah karena hizbiyyah pernah ikut komunitas yang menamakan dirinya salafy.

Komunitas Salafy cirinya wala' dan bara' nya dibangun atas tokoh2 komunitas tersebut. Firqoh model begitu harus dicampak ke samping kata Syaikh Utsaimin..karena kita disuruh ikut salaf bukan bergabung dgn komunitas yang menamakan diri salafiyyin.

Saya tetap Salafy dalam artian berusaha mengikuti jalannya Salafu Sholeh walau kadang tergelincir dan terseok-seok sebab saya cuma manusia biasa bukan ma’shum dan saya TIDAK MAU lagi ikut komunitas yang dinamakan salafiyyin, saya bebas merdeka mengambil kebaikan dari siapapun dan asatidz ormas manapun termasuk saya juga suka ambil kebaikan bahkan dari komunitas salafy dan yamg tidak baik saya tolak sebab saya pramukiyyun.

Nggak penting bagi saya jika saya dianggap bukan salafy sebab nanti di yaumil hisab yang menentukan saya masuk surga atau neraka adalah tauhid, amal ibadah, adab dan akhlak saya, bukan merasa paling salafy lalu merasa dirinya paling selamat diakhirat nanti. Saya berusaha untuk terus memperbaiki diri.
Doakan saya.......

Perdana Akhmad Lakoni
Mantan Veteran Laskar Jihad (LJ) Ambon.

Sumber: Link

Jadilah peran dalam suatu perjuangan umat dan jangan hanya jadi penonton. Sungguh rugi diakhirnya nanti.

1 komentar so far

amiin, alhamdulillah sudah bertaubat dari kesesatan