Rabu, 31 Mei 2017

Pernyataan Sikap Presidium Alumni 212 Terhadap Kriminalisasi Habib Rizieq

sikap alumni 212

Bismillahirahmaanirrahim
Dalam menyambut bulan suci Ramadhan
Kami Presidium Alumni 212 dengan ini menyatakan sikap sebagai berikut:

Demi menjaga kesucian dan menghormati bulan suci Ramadhan serta untuk menghindari segala macam kegaduhan seharusnya tidak terjadi sehingga dapat mengganggu kekhusyu'an dalam beribadah di bulan suci Ramadhan ini, maka kami menghimbau dan meminta kepada Bapak Presiden Jokowi, Menkopulhukam, Kapolri, Kapolda Metro Jaya dan seluruh jajaran aparat dibawahnya;

1. Menghentikan segala bentuk kezaliman-kezhaliman dalam bentuk kriminalisasi, fitnah, tuduhan makar, Pelanggaran Ham dan diskriminasi hukum yang sampai saat ini masih terus terjadi kepada para Ulama, Ustad, Aktivis-aktivis Pro Keadilan, para Mahasiswa dan juga Ormas Islam (HTI & Yayasan Keadilan).

2. Membebaskan Ustad Alkhoththoth dkk dari tuduhan makar serta mengeluarkan mereka dari penjara agar mereka dapat bertemu dan berkumpul dengan keluarga dalam bulan Ramadhan ini.

3. Memberikan jaminan keamanan bagi Habib Rizieq dan keluarga dari segala macam teror, fitnah dan kriminalisasi jika kembali pulang ke Indonesia.

4. Mengeluarkan SP3 dari semua tuduhan dan sangkaan yang dituduhkan kepada Habib Rizieq, Ustad Bachtiar Nasir, Ustad Munarman dan para Aktivis pro keadilan.

5. Mencabut pernyataan pembubaran ormas terhadap HTI karna pembubaran ormas bukanlah wewenang Presiden.

6. Membuka kembali rekening bank Yayasan Keadilan yang merupakan dana ummat Islam yg sebelumnya dibekukan sehingga dana tersebut dapat digunakan segera untuk kepentingan ummat.

7. Meminta kepada Komnas Ham untuk memainkan peran mediasinya dalam menjembatani antara pemerintahan dibawah kepemimpinan Pak Jokowi dengan Tokoh-tokoh Ummat dan anak-anak bangsa khususnya mereka-mereka yang telah dilanggar HAM nya.

8. Meminta kepada Pak Jokowi dan seluruh struktur aparat dibawahnya untuk memperlakukan dengan penghormatan yang sepatutnya kepada ulama-ulama, umat Islam dan Aktivis-aktivis Pro Keadilan yang telah banyak berbuat dan berjuang untuk NKRI yang akhir-akhir ini sangat dirasa oleh ummat sangat tidak  sepatutnya dilakukan oleh Rezim Penguasa saat ini kepada mereka.

Kami Presidium Alumni 212 mewakili perasaan umat Islam sangat berharap kepada Pak Jokowi dan seluruh jajaran aparat kekuasaan di bawahnya untuk mau memperhatikan segala macam Himbauan dan permintaan ini, agar ramadhan kita kali ini dapat kita lalui dengan penuh perdamaian dan ketenangan

Namun Demikian jika himbauan dan permintaan yang sangat mewakili perasaan ummat ini tidak diindahkan Oleh Yang Mulia Bapak Jokowi dan seluruh jajaran aparat dibawanya
Maka KAMI PRESIDIUM ALUMNI 212 dengan akan melakukan:

1. Perlawanan Hukum dan Jihad konstitusional melalui saluran  KOMNAS HAM dengan membentuk TIM INVESTIGASI & TGPF (Tim Gabungan Pencari Fakta) untak mengusut tuntas segala pelanggaran HAM yang dilakukan Rezim Penguasa saat ini kepada para Ulama, Aktivis-aktivis Pro Keadilan & Ormas Islam & jalur-jalur Konstitusional lainnya yang ada di dalam negeri dan di dunia International ( Ramadhan adalah bulan Jihad )

2. Menggalang kekuatan ummat dengan melakukan PETISI DUKUNGAN kepada KOMNAS HAM dan melakukan ISTIGHOSAH, ZIKIR & DOA di seluruh pelosok Indonesia agar Allah menurunkan pertolongan-Nya untuk menyelamatkan negeri ini dari Kezaliman-kezhaliman Rezim Penguasa saat ini ( Ramadhan adalah bulan pengabulan doa-doa )

Demikianlah Penyataan Sikap ini kami sampaikan semata-mata agar negeri Indonesia ini diselamatkan oleh Allah dari segala macam kekacauan, kerusuhan, kerusakan-kerusakan & perpecahan, Aamiin Yaa Rabbal ' aalamiin
Wassalam

Jakarta, Masjid BAITURRAHMAN
Jln Saharjo no 100, Jakarta Selatan
Jam 14.00
TTD:
Ustad Ansufri Idrus Sambo
(Ketua Umum Presidium Alumni 212)
Ustad Hasri Harahap
(Sekretaris Jenderal Presidium Alumni 212)
Prof. Dr. H. Amien Rais
(Ketua Penasihat Presidium Alumni 212)
 Seluruh anggota Presidium Alumni 212


Jadilah peran dalam suatu perjuangan umat dan jangan hanya jadi penonton. Sungguh rugi diakhirnya nanti.