Sabtu, 04 Maret 2017

Pengajian " SUNNAH " Wahabi Sidoarjo Dipaksa Bubar Oleh Banser

 

Seandainya kajian DR. Khalid Basalamah adalah kajian sunnah Rasulullah pastilah Banser tak akan membubarkan acara tersebut. Banser tentu tak asal paksa membubarkan sebuah pengajian jika tak ada efek buruknya, saya bukan NU, bukan anggota Banser juga bukan fans Khalid Basalamah. Tapi geger tentang pembubaran paksa acara pengajian Wahabi Salafi di Sidoarjo memang harus terjadi.
Apa alasannya??

Penyebar virus Wahabi harus dibubarkan!

"Betulkah yang dibubarkan olen Banser adalah pengajian sunnah?"

BUKAN!!

Tapi itulah adalah pengajian WAHABI !

Lalu apa hubungannya?

Sudah menjadi rahasia umum bahwa ajaran Wahabi yang dianut oleh DR. Khalid Basalamah adalah aliran yang agak nyentrik, suka memuji diri sendiri dan tentu selalu menyalahkan aliran atau kelompok yang berbeda paham dengan mereka. Ustadz Ahlussunnah yang mereka sematkan kepada Ustadz Khalid juga tidak tepat, yang pasnya adalah Ustadz Wahabi karena kemana-mana yang akan di bicarakan dan disampaikannya pasti tak keluar dari pemahamannya yang condong kepada ajaran Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab sang pendiri Wahabi.

Jadi gelar USTADZ WAHABI kepada Ustadz Khalid bukanlah fitnah, tapi fakta. Coba dengar semua tausiyahnya di youtube, tak ada bedanya dengan para pesohor-pesohor Wahabi lainnya. Hampir setiap ceramahnya selalu berisi tentang Bid'ah yang tak dipahaminya, menganggap syirik Tawassul, ziarah kubur, menyesatkan para pengamal tasawuf padahal ia tak mengerti apa itu tasawuf, mengatakan Allah diatas langit menyebarkan paham mujassimahnya, dll. Dan inilah yang diantisipasi oleh Banser Sidoarjo supaya paham nylenehnya tak tersebar di lingkungan mereka.

Jadi kesimpulannya adalah bahwa Pengajian Wahabi oleh Ustadz Wahabi DR. Khalid Basalamah dibubarkan oleh Banser adalah untuk kemaslahatn warga sidoarjo agar virus Wahabi Salafi tak menyebar di wilayah mereka.
Terkait: Tak Dengar Nasehat Ulama Pengajian Ust. Khalid di Sidoarjo Dibubarkan NU

Jadilah peran dalam suatu perjuangan umat dan jangan hanya jadi penonton. Sungguh rugi diakhirnya nanti.

3 komentar

cie... phobia sunnah nih admin..

alhamdulillah, sidoarjo terhindar dari kaum TALAFI. bravo BANSER

Kalau mengikuti Sunnah di sebut Wahabi, maka orang yAng tidak mengikuti Sunnah layak disebut AHLUL BIDAH