Minggu, 12 Februari 2017

"Mengapa Kita Tolak Ahok?"Nasehat Tuan Guru Bajang (TGB) Gubernur NTB

 

KENAPA KITA TOLAK AHOK ?
SEMOGA NASEHAT SINGKAT GUBURNUR NTB INI MAKIN MENYADARKAN KITA

Saya 8 tahun mengemban amanah sebagai gubernur NTB Saya tahu persis bahwa gubernur punya banyak sekali kewenangan yang bisa menentukan arah sebuah provinsi.

Sehingga saya tahu persis kalau seorang gubernur ingin mewarnai suatu daerah sesuai keyakinan dan prinsipnya, itu sangat mudah.

Kalau seorang gubernur non muslim ingin memfasilitasi kegiatan pemurtadan secara halus, gunakan instrumen peraturan yang ada, itu bisa dan sangat mudah terjadi.

Sebagaimana seorang gubernur Muslim yang memiliki visi Islami saya bisa menjalankan visi itu dalam program-program yang senafas dengan ajaran Islam.

YANG SANGAT NYATA ADALAH PROGRAM REKLAMASI PULAU-PULAU YANG AKAN DIHUNI JUTAAN CINA LALU MEREKA BER KTP DKI AGAR SAMPE KIAMAT NANTI GUBERNUR DKI ADALAH CINA NON MUSLIM. INGATLAH SINGAPURA DULU JUGA LEE KWAN YU UNTUK KUASAI SINGAPURA JUGA BERPURA-PURA JADI MUSLIM, KEMANA-MANA BERKOPIYAH. BEGITU JADI PRESIDEN IA SINGKIRKAN PRIBUMI MELAYU MUSLIM DENGAN PENGGUSURAN-PENGGUSURAN BESAR-BESARAN BAIK SECARA FISIK LOKASI MAUPUN JABATAN-JABATAN DI BIROKRASI PEMERINTAH.

Dr. M. Zainul Majdi.AH ( Tuan Guru M. Zainul Majdi )

Jadilah peran dalam suatu perjuangan umat dan jangan hanya jadi penonton. Sungguh rugi diakhirnya nanti.

1 komentar so far

Klarifikasi sebagaimana diberitakan dan dimuat di Youtube itu bukan pada substansi yang sebenarnya, apalagi sudah ada framing “para Tuan Guru NU yang mendatangi”.

Merasa para kiai NU di NTB dimanfaatkan oleh media yang baru diregistrasikan di Jogjacamp pada 3 Mei 2017 itu, aktivis muda NU menyebutframing pemberitaan situs abal-abal sebagai suul adab.

“Astaghfirullah. Dalam keterangan gambar TGH Turmudzi sowan ke pendopo Gubernur. Siapa yang sangat suul adab menyetting ini. Presiden Jokowi saja sowan ke al-Mukarrom TGH Turmudzi,” ujar Ustadz T.R dalam sebuah diskusi terbatas, Ahad (08/04/2018).

“Masa kiai/ulama sepuh diberitakan seperti itu?” Ujar AM, yang menangapi respon T.R, tidak terima framing media belum genap berusia satu tahun itu.

Selengkapnya: TGB Zainul Majdi yang "Habisi" Orang-Orang NU, Bukan Cerita Baru di NTB