Senin, 23 Mei 2016

Para Pendekar Solok Selatan Mulai Serius Menjaga Tradisi Minangkabau

Pertemuan Tuo Silek Solok Selatan
pendekar solok selatan mulai serius
Pendekar Ridho Ilahi

Pahimpunan Tuo Silek Tradisi Minangkabau Daerah Solok Selatan mulai menampakan keseriusan dalam menjaga dan membangkitkan kebudayaan asli daerah Minangkabau yaitu Silek Tuo. Silek/ Silat merupakan kebudayaan asli Nusantara yang menurut sejarah merupakan kebudayaan Minangkabau yang telah menyebar ke seluruh seantero jagad. Kesenian yang menyatukan keindahan dan ketangkasan ini sudah mulai memudar seiring perkembangan zaman. Para pendekar Solok Selatan mulai menyadari akan hal ini dan telah mengambil langkah inisiatif untuk kembali " mambangkik batang tarandam " menjadikan silek sebagai tuan rumah di negeri sendiri.

Bukti keseriusan para pendekar Solok Selatan dalam mensosialisasikan kebudayaan atau seni silat ini terlihat dengan telah diadakan pertemuan para guru-guru silek dan tuo-tuo silek Minang di berbagai daerah. Sebelumnya pada Bulan April 2016 di adakan pertemuan dengan pengurus Tuo Silek tingkat provinsi di Ranah Pantai Cermin Sangir Batang Hari. Kemudian pada Sabtu Malam 21 Mei 2016 diadakan pertemuan Tuo Silek dan para guru serta para pendekar yang terdiri dari berbagai macam aliran/sasaran silek seperti :

Silek Pakiah Rabun
Silek Calau
Silek Pangean
Silek Luncua
Silek Ambun Sakaki
Silek Ridho Ilahi
Dan lain-lain

Pertemuan tuo silek ini di adakan dirumah Tantuah Rajo Sahilan, Sungai Kunyik, Sangir Balai Janggo. Yang dihadiri oleh niniak mamak, camat serta inyiak "Rajo" Rantau Duobaleh Koto, Tantuah Rajo Sahilan. Sebelum gelanggang di pakai, dilakukan prosesi maureh, mandarahi dan mamancang galanggang oleh niniak mamak dan tuo silek, kemudian di ikuti dengan penampilan seni silat dari berbagai sasaran/perguruan silat yang datang dari berbagai daerah

Foto-foto pertemuan Tuo Silek Minangkabau di Sungai Kunyit Sangir Balai janggo Solok Selatan

Pertemuan tuo silek 

solok selatan silat
Pengurus Pahimpunan Tuo Silek Solok Selatan


tuo silek minang solsel
Pendekar putri Solok Selatan


Pendekar solok selatan
Tuo-tuo silek Solok Selatan

Minggu, 22 Mei 2016

Syarat Menjadi Penafsir Al Quran Dan Ilmu Yang Harus Dikuasai

Kembali Kepada Alquran Dan Hadits




Pernahkan anda mendengar atau membaca sebuah slogan yang berbunyi " KEMBALI KEPADA ALQURAN DAN HADITS " Sepintas slogan tersebut memang tepat, benar dan begitu seharusnya yang di lakukan oleh umat islam keseluruhan.

Tapi apakah semudah membalikan telapak tangan untuk melaksanakan slogan tersebut? Tidak! Untuk kembali kepada alquran & hadits tidaklah segampang yang di ucapkan berulang kali oleh kelompok atau golongan yang menamakan dirinya salafi ( Wahabi ), mungkin menurut hemat mereka kembali kepada Alquran dan hadits adalah terjemahannya saja, kalau hanya sekedar terjemahannya saja memang mudah beli saja di toko buku, selesai.

Ada beberapa syarat yang harus di penuhi untuk menjadi seorang penafsir Alquran, syarat ini wajib jika memang ingin kembali kepada alquran dan hadits yang sebenarnya, ilmu ini mesti tamat dan betul betul di kuasai alias mahir. Jika belum mengetahui 15 macam ilmu ini jangan coba-coba untuk menafsirkan Alquran secara otodidak sebab terjemahan tidak sama dengan tafsir. Yang mampu untuk menafsirkan Alquran ( mufassirin ) hanyalah ulama terkemuka, dan mereka tidak banyak apalagi di Indonesia.

Jika belum mampu untuk kembali kepada Alquran dan hadits secara sendiri sebaiknya slogannya di rubah saja yaitu " KEMBALI KEPADA ULAMA " yang mengerti dan paham dengan Alquran dan hadits yang benar benar menguasai 15 ilmu yang akan kami paparkan berikut:


15 Ilmu wajib bagi penafsir Alquran

1. Ilmu Lughat (filologi), yaitu ilmu untuk mengetahui arti setiap kata al Quran. Mujahid rah.a. berkata, “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhirat, maka tidak layak baginya berkomentar tentang ayat-ayat al Quran tanpa mengetahui ilmu lughat. Sedikit pengetahuan tentang lughat tidaklah cukup karena kadangkala satu kata mengandung berbagai arti. Jika mengetahui satu atau dua arti, tidaklah cukup. Bisa jadi kata itu mempunyai arti dan maksud yang berbeda.
.
2. Ilmu Nahwu (tata bahasa), Sangat penting mengetahui ilmu Nahwu, karena sedikit saja I’rab (bacaan akhir kata) berubah akan mengubah arti perkataan itu. Sedangkan pengetahuan tentang I’rab hanya didapat dalam ilmu Nahwu.
.
3. Ilmu Sharaf (perubahan bentuk kata), Mengetahui Ilmu sharaf sangat penting, karena perubahan sedikit bentuk suatu kata akan mengubah maknanya. Ibnu Faris berkata, “Jika seseorang tidak mempunyai ilmu sharaf, berarti ia telah kehilangan banyak hal.” Dalam Ujubatut Tafsir, Syaikh Zamakhsyari rah.a. menulis bahwa ada seseorang yang menerjemahkan ayat al Quran yang berbunyi:

“(Ingatlah) pada suatu hari (yang pada hari itu) kami panggil setiap umat dengan pemimpinya. “(Qs. Al Isra [17]:71)

Karena ketidaktahuannya tentang ilmu sharaf, ia menerjemahkan ayat itu seperti ini:“pada hari ketika manusia dipanggil dengan ibu-ibu mereka.” Ia mengira bahwa kata ‘imaam’ (pemimpin) yang merupakan bentuk mufrad (tunggal) adalah bentuk jamak dari kata ‘um’ (ibu). Jika ia memahami ilmu sharaf, tidak mungkin akan mengartikan ‘imaam’ sebagai ibu-ibu.
.
4. Imu Isytiqaq (akar kata, Mengetahui ilmu isytiqaq sangatlah penting. Dengan ilmu ini dapat diketahui asal-usul kata. Ada beberapa kata yang berasal dari dua kata yang berbeda, sehingga berbeda makna. Seperti kata ‘masih’ berasal dari kata ‘masah’ yang artinya menyentuh atau menggerakkan tangan yang basah ke atas suatu benda, atau juga berasal dari kata ‘masahat’ yang berarti ukuran.
.
5. Ilmu Ma’ani, Ilmu ini sangat penting di ketahui, karena dengan ilmu ini susunan kalimat dapat di ketahui dengan melihat maknanya.
.

6. Ilmu Bayaan, Yaitu ilmu yang mempelajari makna kata yang zhahir dan yang tersembunyi, juga mempelajari kiasan serta permisalan kata.
.
7. Ilmu Badi’, yakni ilmu yang mempelajari keindahan bahasa. Ketiga bidang ilmu di atas juga di sebut sebagai cabang ilmu balaghah yang sangat penting dimiliki oleh para ahli tafsir. Al Quran adalah mukjizat yang agung, maka dengan ilmu-ilmu di atas, kemukjizatan al Quran dapat di ketahui.
.
8. Ilmu Qira’at, Ilmu ini sangat penting dipelajari, karena perbedaan bacaan dapat mengubah makna ayat. Ilmu ini membantu menentukan makna paling tepat di antara makna-makna suatu kata.
.
9. Ilmu Aqa’id, Ilmu yang sangat penting di pelajari ini mempelajari dasar-dasar keimanan, kadangkala ada satu ayat yang arti zhahirnya tidak mungkin diperuntukkan bagi Allah swt. Untuk memahaminya diperlukan takwil ayat itu, seperti ayat:

“Tangan Allah di atas tangan mereka.” (Qs. Al Faht 48]:10)
.
10. Ushu l Fiqih, Mempelajari ilmu ushul fiqih sangat penting, karena dengan ilmu ini kita dapat mengambil dalil
dan menggali hukum dari suatu ayat.
.
11. Ilmu Asbabun-Nuzul, Yaitu ilmu untuk mengetahui sebab-sebab turunnya ayat al Quran. Dengan mengetahui sebab-sebab turunnya, maka maksud suatu ayat mudah di pahami. Karena kadangkala maksud suatu ayat itu bergantung pada asbabun nuzul-nya.
.
12. Ilmu Nasikh Mansukh, Dengan ilmu ini dapat dipelajari suatu hokum uang sudah di hapus dan hokum yang masih tetap berlaku.
.
13. Ilmu Fiqih, Ilmu ini sangat penting dipelajari. Dengan menguasai hokum-hukum yang rinci akan mudah mengetahui hukum global.
.
14. Ilmu Hadist, Ilmu untuk mengetahui hadist-hadist yang menafsirkan ayat-ayat al Quran.
.
15. Ilmu Wahbi, Ilmu khusus yang di berikan Allah kepada hamba-nya yang istimewa, sebagaimana sabda Nabi Saw..,,

“Barangsiapa mengamalkan apa yang ia ketahui, maka Allah akan memberikan kepadanya ilmu yang tidak ia ketahui.”
.

Juga sebagaimana disebutkan dalam riwayat, bahwa Ali r.a. pernah ditanya oleh seseorang, “Apakah rasulullah telah memberimu suatu ilmu atau nasihat khusus yang tidak di berikan kepada orang lain?” Maka ia menjawab, “Demi Allah, demi Yang menciptakan Surga dan jiwa. Aku tidak memiliki sesuatu yang khusus kecuali pemahaman al Quran yang Allah berikan kepada hamba-Nya.” Ibnu Abi Dunya berkata, “Ilmu al Quran dan pengetahuan yang didapat darinya seperti lautan yang tak bertepi.
.
Ilmu-ilmu yang telah diterangkan di atas adalah alat bagi para mufassir al Quran. Seseorang yang tidak memiliki ilmu-ilmu tersebut lalu menfsirkan al Quran, berarti ia telah menafsirkannya menurut pendapatnya sendiri, yang larangannya telah di sebutkan dalam banyak hadist. Para sahabat telah memperoleh ilmu bahasa Arab secara turun temurun, dan ilmu lainnya mereka dapatkan melalui cahaya Nubuwwah.

.
Iman Suyuthi rah.a. berkata, “Mungkin kalian berpendapat bahwa ilmu Wahbi itu berada di luar kemampuan manusia. Padahal tidak demikian, karena Allah sendiri telah menunjukkan caranya, misalnya dengan mengamalkan ilmu yang dimiliki dan tidak mencintai dunia.”
.
Tertulis dalam Kimia’us Sa’aadah bahwa ada tiga orang yang tidak akan mampu menafsirkan al Quran:
.
(1) Orang yang tidak memahami bahasa Arab.
.
(2) Orang yang berbuat dosa besar atau ahli bid’ah, karena perbuatan itu akan membuat hatinya menjadi gelap dan menutupi pemahamannya terhadap al Quran.
.
(3) Orang yang dalam aqidahnya hanya mengakui makna zhahir nash. Jika ia membaca ayat-ayat al Quran yang tidak sesuai dengan pikirannya (logikanya), maka ia akan gelisah. Orang seperti ini tidak akan mampu memahami al Quran dengan benar.



Selasa, 03 Mei 2016

Akreditasi Sekolah SDN 03 Bidar Alam Solok Selatan

akreditasi sekolah



Nilai akreditasi sebuah sekolah adalah hal yang teramat penting bagi sebuah institusi pendidikan ( sekolah ), ibaratkan sebuah cap atau label pada sebuah merek dagang, nilai akreditasi adalah sebuah cerminan mutu ( gengsi ) dan kualitas sebuah sekolah. Disinilah wibawa dan karakter sebuah sekolah di tentukan.

Jika sekolah tersebut mendapat nilai A maka secara otomatis nama dan kewibawaan sekolah tersebut akan naik di mata masyarakat, karena nilai A adalah lambang kelengkapan dan kesempurnaan sebuah pengelolaan sekolah yang baik, teratur dan disiplin.

Sedangkan jika nilai sekolah tersebut di bawah seperti E atau tidak terakreditasi ( TT ) ini merupakan sebuah kiamat kecil pada institusi tersebut, mengapa tidak? Nilai E atau TT pada sebuah sekolah melambangkan bahwa sekolah tersebut di kelola dengan serampangan, tidak disiplin, administrasi tidak lengkap, atau lebih jelasnya sekolah tersebut bermasalah, masalah yang serius. Apalagi jika tidak terakreditasi itu berarti sekolah tersebut tidak layak untuk menjalankan sebuah proses pembelajaran ( PBM ).

akreditasi sekolah sdn 03 bidar alam

AKREDITASI SDN 03 BIDAR ALAM

Begitu juga di daerah Kabupaten Solok Selatan Sumaetra Barat, Penilaian atau akreditasi sekolah juga diadakan. Untuk tahun 2016 ini di SDN 03 Bidar Alam juga mendapat " jatah " dari tim asesor untuk di periksa, di teliti, di arahkan semua gurunya, Segala hal yang berkaitan dengan sekolah, kelengkapan administrasi sekolah, ADM kelas dan tetek bengeknya di " lihat " dan di periksa oleh dua orang tim asesor kabupaten yaitu bapak Rusman, S.Pd dan Arman, S.Pd.


akreditasi sekolah


Pemeriksaan semua kelengkapan adm, data surat-surat penting, adm kelas, kelengkapan bahan ajar, kelengkapan sarana dan prasarana sekolah dan seribu satu hal hal lain termasuk kualitas dan pengetahuan guru dan kepala sekolah pun di uji. 

Namun seorang guru yang memang bekerja dan ahli di bidangnya segala hal tersebut bukanlah masalah, karena segala tetek bengek yang di lihat oleh tim asesor sudah ada dan, lengkap dan tersusun rapi.

akreditasi sekolah

Proses penilaian akreditasi sekolah di SDN 03 Bidar Alam berjalan sukses dan lancar jaya. Tidak banyak kendala yang di hadapi, walau ada juga sedikit ketegangan yang melanda para guru, namun itu tidak berlangsung lama, mereka stress jika ada kesalahan atau bahan yang di kumpulkan tidak lengkap. Tapi alhamdulillah berkat kerjasama dan kekompakan guru dan kepala sekolah semua hal yang akan di nilai telah dipersiapkan dengan matang.



Minggu, 01 Mei 2016

Kebangkitan Ulama Thariqah Nusantara - Thariqah Adalah Kebersamaan

PERTEMUAN ULAMA TAREKAT SE-NUSANTARA SOLOK 2016

kebangkitan ulama tarekat nusantara

“Solok Berzikir dan Silaturrahmi Akbar Ulama Tariqah Se-Sumatera” dihelat kerjasama Pemerintah Daerah Kabupaten Solok dengan Dewan Ulama Tariqah Indonesia (DUTI). Kegiatan ini mengusung tema “Tariqah adalah kebersamaan dan di dalam kebersaman terdapat keberkahan”. Acara yang dipusatkan di Masjid Islamic Centre Kab. Solok, Sumatera Barat, 23/4/2016, ini dihadiri para mursyid/khalifah dan murid-muridnya dari berbagai tariqah di Sumatera dan Jawa.

Silaturahmi dimulai bakda Asar dan dibuka dengan selawat dari Tim Salawat Majelis Rabbani Indonesia, Pesantren Tasawuf Rabbani, Solok. “Silaturahim Ulama Tariqah Se-Sumatera ini merupakan yang pertama kali diselenggarakan. Sebelumnya, pada bulan Januari lalu, kita telah melakukan Majelis Mudzakarah dan Tawajjuh Akbar yang diinisiasi oleh para mursyid/khalifah se-Sumatera Barat,” ungkap H. Nafrul selamu ketua panitia.

Selanjutnya, Dr. Hanafi Caniago, Ma selaku ketua Forum Persaudaraan Tariqah Indonesia Pusat menyampaikan sambutannya. Ia menekankan bahwa sejarah telah membuktikan kaum tarekatlah yang mampu menciptakan peradaban. Mereka berbuat dengan mengorbankan segala miliknya demi tegaknya agama Allah, sang Kekasih. “Kabupaten Solok bisa menjadi role model untuk membangun peradaban dan negeri rabbani. Negeri yang mengutamakan cinta dan kasih sayang kepada sesama atas dasar iman dan takwa kepada Allah. Karena itu, kaum tariqah siap mendukung pemerintah daerah untuk mewujudkannya. Kegiatan zikir seperti ini hendaknya menjadi program rutin karena sangat dibutuhkan oleh masyarakat,” harapnya. Harapan yang sama juga disampaikan oleh Ketua Ulama Tariqah Sumatera Barat, Buya Mahyuzil Rahmat, S.Ag.

Mengambut harapan para penggiat dan pengamal tariqah tersebut, Wakil Bupati Solok, Yulfadri Nurdin, SH mengatakan, “Pemerintah Kabupaten Solok akan mendukung setiap kegiatan keislaman.” Bahkan, kegiatan zikir seperti ini akan dijadikan agenda rutin tahunan dan juga akan didukung dengan pameran dan syiar Islam lainnya, janji Nurdin. Ini juga atas bisik-bisik Wakil Ketua DPRD Kab. Solok tadi, lanjut Nurdin.

Silaturrahim ini dihadiri oleh Mursyid Tariqah Syattariyah dari Aceh, Tengku Haji Ahmad Tajuddin; Mursyid Tariqah Naqayabandi dari Ponpes Darussalam Rokan Hulu Riau, Buya Haji Alaidin bin Syekh Aidarus bin Abdul Ghany; Khalifah Tariqah Aurad Muhammadiyah (Global Imhwan) dari Sumatera Utara, Syekh Datu Tengku Abdurrahman Umar; Mursyid Tariqah Sammaniyah, Syekh Edison Kasim dari Payakumbuh; Mursyid Tariqah Muqtadiriyah dari Jakarta, Habib Rais Ridjaly bin Hasjim bin Thahir AQ asal Ambon; Mursyid Tariqah Naqsyabandiyah dari Rao Pasaman, Syekh H. Harmaini Nur; khalifah Tariqah Naqsyabandi dari Tanjung Pasei Tanah Datar, Buya H. Yasri Memalanso; kalifah Tariqah Naqsyabandiyah dari Manggilang 50 Kota, Muhammad Nur, S.Pd.I. Sebagai tuan rumah, Mursyid Tariqah Qadiriyah Hanafiyah, Dr (HC) Tuangku Syekh Muhammad Ali Hanafiah Al Qutub al Rabbani dan didampingi oleh 5 khalifah utamanya; Prof. Dr. Ahmad Rahman, M.Ag, Buya Dr. Hanafi Guciano, MA, Buya Hendra Saputra, SH, M.Si, Buya Mahyuzil Rahmat, S.Ag, dan Buya Zulkifli Sukma, S.Ag. Masing-masing mursyid dan khalifah membawa jamaah dan murid-muridnya masing-masing hingga peserta yang hadir mencapai lebih dari 2000 orang.

Silih berganti para mursyid/khalifah memberikan tausiahnya. Buya Alaiddin mengatakan, para ulama adalah pewaris Nabi. Nabi Saw bersabda, “Aku bangga dengan umatku yang mencintaiku walau mereka tidak melihatku.” Mereka itu adalah para pengikut ulama. Selaian itu, Buya juga menjelaskan tentang martabat ihsan adalah beribadah seakan meihat Allah, atau merasakan dilihat Allah (muraqabah). Solusi dunia ini adalah berihsan, dan untuk berihsan maka harus bertariqah. Dalam bertariqah harus berbaiat kepada guru, dan banyak latihan atau riyadhah. Mengajarkan agama ibarat berkebun. Kita harus meninggalkan anak dengan iman (tanah yg subur) yang kuat. Tanah yang subur ini harus ditanami dengan tanaman (ibadah, syariat) yang baik dan beragam. Selanjutnya tanah dan tanaman harus dipelihara agar berbuah (akhlak) dan tidak rusak oleh penyakit. Untuk mencapai ini tidak lain kecuali dengan zikrullah. Buya juga mengingatkan, bahwa untuk takwa kepada Allah, seseorang harus mencari jala nya. Jalannya itu adalah mencari guru sebagai penuntun dan disertai dengan mujahadah yang tinggi. Allah Swt berirman, “Wahai orang beriman, takwalah kepada Allah dan carilah jalan kepada-Nya, be1rsungguh-sungguhlah di jalan Allah agar kalian beruntung.” (QS. Al-Isra’, 17:57).

kebangkitan ulama tarekat nusantara


Global Ikhwan dari Sumatera Utara, Syekh Datu Tengku Abdurrahman Umar asal Aceh, menjelaskan firman Allah, “Siapa yang berpaling dari mengingat-Ku maka akan menjalani kehidupan yang sempit, di hari kiamat akan Kami kumpulkan dalam keadaan buta. Mereka berkata, “Ya tuhan-Ku! Mengapa Engkau mengumpulkan kami dalam keadaan buta padahal waktu di dunia kami melihat? Allah berfirman, “Begitulah, karena kamu dulu telah didatangi ayat-ayat-Ku tetapi kalian melupakannya. Maka, hari ini pun kalian dilupakan. (QS. Thaha, 20: 124-125).
Pesan mursyid, “Anakku, kekuatan umat Islam adalah rasa cinta kepada Allah dan rasul-Nya sebagai bentuk takwanya. Orang-orang yang takwa adalah mereka yang bertariqah. Sebenarnya, kita adalah warga negara akhirat dan akan kembali ke negara asalnya. Tariqah ini adalah jalan membersihkan hati.

Sementara itu, Tengku Ahmad Tajuddin dari Aceh menjelaskan tentang posisi orang-orang yang bertariqah saat ini. Ia mengacu pada firman AllahQS. al-Maidah, :54,
من يرتد منكم عن دينه فسوف يأتي الله بقوم يحبهم ويحبونه أذلة علي المؤمنين أعزة علي الكافرين يجاهدون في سبيل الله ولا يخافون لومة لاءم
Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui. (QS. Al-Mā’idah, 5:54)
Ayat ini menurutnya dialamatkan kepada kita umat Nabi Muhammad Saw di akhir zaman. Sebab, yang memiliki sifat-sifst demikian hanyalah orang-orang yang bertariqah. Hatinya hanya cinta kepada Allah, lemah lembut kepada sesama orang mukmin, tegas terhadap orang kafir, selaku berjuang di jalan Allah, dan tidak peduli dengan celaan orang lain. Ia mengingatkan tentan hadis Nabi Saw yang mengisyaratkan akan datangnya Imam Mahdi dan Nabi Isa a.s. yang akan hadir pada ini. Okeh karena itu, saatnya kita menentukan sikap dan berjuang. Tidak boleh menyerahkan agama ini kepada orang lain, tetapi kita di sini dan saat ini harus berbuat dan berjuang.

Berikutnya giliran Habib Rais, mursyid Tariqah Muqtadiriyah dari Jakarta yang memberikan tausiah. Habib Rais menekankankan tentang pentingnya salawat sebagai tanda cinta kepada Rasulullah Saw. Ia mengutip firman Allah,
 إن الله وملاءكته يصلون علي النبي يايها الذين آمنوا صلوا عليه وسلموا تسليما 

Sesungguhnya Allah dan para malaikat berselawat kepada Nabi Muhammad Saw, maka wahai orang yang beriman, berselawatlah padanya dan sampaikanlah salam keselamatan untuknya! [QS Al Ahzab, 33:56]). 
Selain itu, Habib juga mengingatkan tentang pentingnya membentuk akhlak. Akhlak bisa dibentuk dengan membiasakan mengamalkan sunnah-sunnah Nabi Saw.

Kegiatan ditutup dengan zikir dan muhasabah bersama yang dipimpin oleh Tuangku Syekh Muhammad Ali Hanfiah Al Qutub Al Rabbani. Hampir satu jam para jamaah larut dalam zikir yang menyentuh rasa nuraninya. “Zikir ini menghidupkan rasa bertuhan yang dapat merasakan kedekatan dengan-Nya tanpa jarak dan perantara,” ungkap Arif Batunanggar yang sengaja datang hadir dari Jakarta. 

Oleh : DR. Zubair Ahmad 
Sumber : majelisrabbani.org