Sabtu, 20 Februari 2016

Icon Biru OS X Minimalism iPack Untuk Windows 7 8 8.1 10

Mempercantik Icon Windows

icon biru minimalis untuk windows 7 8 10


Sekali lagi buat para pencinta seni tampilan Windows 7, 8, 8.1 dan Windows 10 yang berbahagia, kali ini guru biru akan berbagi lagi sebuah icon iPack OS X Minimalism yang sangat cantik keren dan sangat mudah sekali untuk memasangnya.

OS X Minimalism iPack khusus kami bagikan untuk para pengunjung yang " pembosan " dan sangat usil sekali dengan perangkat PC/laptopnya, punya sifat suka gonta-ganti tampilan, icon dll, tapi bukan suka gonta-ganti pasangan hee..hee...

Lihat dulu tampilan icon-icon biru minimalis cantik keren OS X Minimalism iPack yang tertanam pada kompi jadoel admin gurubiru :

icon biru minimalis untuk windows 7 8 10










langsung saja ke TKP bagi yang berminat

Cara instalnya sangat mudah sekali. Setelah di download, ekstrak file, buka folder kemudian klik dua kali OS X Minimalism iPack seperti gambar di bawah


icon biru untuk windows 7 8 10

Selamat menikmati icon Windows 7, 8, 8.1, 10 sobat yang baru dan sangat keren....

Icon-icon cantik lainnya:



Senin, 15 Februari 2016

Linux Jauh Lebih Keren Dari Windows, Ini Buktinya !

Linux Os Bergengsi

linux jauh lebih keren dari windows


Sistem Operasi Linux seperti Ubuntu dll sebetulnya jauh lebih keren dan lebih bagus jika di bandingkan dengan Os Windows, walau dengan Windows 10 sekalipun.
Pernyataan ini bukan sekedar mengada-ada, ada beberpa hal yang membuktikan akan pendapat ini yang akan segera kami uraikan:

Sabtu, 13 Februari 2016

Dua Orang Yang " Dianugerahi " Gelar Sebagai AL - KADZAB

Gelar " Kehormatan " Bagi Si Pendusta

orang yang di anugerahi gelar al kadzab

Alkadzab atau pendusta alias pembohong, adalah sebuah gelar yang berhak di sandang oleh orang-orang yang betul-betul serius dalam kebohongannya, sangat rapi dan sistematis dalam berdusta sehingga akibatnya sangat fatal yaitu banyak orang yang terkena dampak ucapan dustanya sehingga orang mudah percaya begitu saja akan apa yang di katakan atau di dakwahkan oleh orang tersebut. Seakan - akan apa yang di katakannya itu benar padahal bohong besar.

Karena saking hebatnya kebohongan dan fitnah yang di bawa oleh orang yang bergelar AL-KADZAB tersebut banyaklah umat ini yang terkecoh di siang bolong alias takicuah tagak, di sangka ia membawa kebenaran rupanya kabar bohong yang ia suguhkan.

Al-kadzab adalah sebuah gelar yang tak bisa di peroleh dengan cara mudah, tingkat kebohongan yang di buat haruslah sudah mencapai maqam tinggi/serius dan sudah memakan korban yang tak sedikit. Karena itu hanya ada dua orang saja yang berhak dan sah mendapatkan gelar kehormatan tersebut. Berhak karena setiap ucapannya adalah kebohongan serius dan fatal, sah karena yang memberikan gelar tersebut adalah orang yang di anggap berhak dan layak untuk memberikan gelar tersebut.

Gelar Al-Kahzab di berikan kepada orang tersebut dengan maksud supaya umat yang lain tersadar dan mengetahui serta terhindar dari fitnah yang di timbulkannya, segera menghindar jauh jika bertemu, dan jangan pernah dengarkan perkataannya karena apapun yang diucapkanya adalah kebohongan semata.

Lalu siapakah dua orang yang sangat " beruntung " tersebut?


1. Musailamah Al-Kadzab 

Gelar Al-Kadzab di berikan Nabi Muhammad 

Musailamah adalah seorang yang mengaku sebagai nabi pada zaman Nabi Muhammad melakukan dakwah di jazirah Arab.Musailamah adalah seorang nabi palsu.
Musailamah al-Kadzab lahir dengan nama Musailamah bin Habib dari Bani Hanifah, salah satu suku terbesar di jazirah Arab dengan wilayah domisili di Yamamah. Berdasarkan suatu temuan sejarah, ia telah membangun Yamamah sebelum hijrahnya Nabi Muhammad ke Madinah. Setelah tersebarnya Islam di jazirah Arab, kemudian Musailamah menyatakan diri sebagai seorang Muslim. Ia juga kemudian membangun Masjid di Yamamah.

Pada saat yang bersamaan Musailamah juga mempelajari sihir, dan menyatakan sebagai mukjizat. Musailamah melalui kemampuan sihirnya membuat orang-orang percaya bahwa ia juga seorang nabi. Musailamah juga menyatakan bahwa ia juga memperoleh wahyu dari Allah dan berbagi wahyu dengan Nabi Muhammad. Bahkan, ia menyebut dirinya sebagai Rahman, dan menyatakan dirinya memiliki sifat ketuhanan. Setelah itu, beberapa orang menerimanya sebagai nabi bersama dengan Nabi Muhammad.

Perlahan-lahan pengaruh dan wewenang Musailamah meningkat terhadap orang-orang dari sukunya. Setelah itu Musailamah berusaha menghapuskan kewajiban untuk melaksanakan salat serta memberikan kebebasan untuk melakukan seks bebas dan konsumsi alkohol. Ia juga kemudian menyatakan sebagai utusan Allah bersama dengan Nabi Muhammad, dan menyusun ayat-ayat, yang dinyatakan sebagai tandingan ayat Alquran. Sebagian besar ayat-ayat buatan Musailamah memuji keunggulan sukunya, Bani Hanifah, atas Bani Quraisy.

Setelah wafatnya Nabi Muhammad, Musailamah kemudian menyatakan perang kepada Khalifah Abu Bakar, namun pasukannya dikalahkan oleh Khalid bin Walid. Pada Pertempuran Yamamah, ia dibunuh oleh Wahsyi. ( Wiki )


2. Firanda Andirja Al - Kadzab 

Gelar Al-Kadzab di berikan oleh Asy-Syaikh Abdullah bin Abdirrahim Al-Bukhari seorang ulama besar Madinah

Gelar “kadzdzab” (gemar berdusta) yang disematkan oleh salah seorang ulama besar di Madinah Asy-Syaikh Abdullah bin Abdirrahim Al-Bukhari Hafizhahullah kepada seorang pelajar di Madinah yang bernama Firanda Andirja memang merupakan gelar yang layak  disandangnya.

Mengapa tidak, Firanda seakan tiada henti menghembuskan fitnahnya dengan menyebarkan berbagai kedustaan dikalangan salafiyyin dengan menyebarkan berita-berita palsu yang kandungannya adalah upaya merendahkan kedudukan para ulama dan Da’i Ahlus sunnah ditengah umatnya.

Belum lama kita mendengarkan “haditsul ifk” Firanda yang menyebarkan fitnah dusta dengan mengatasnamakan Asy-Syaikh Rabi’ bahwa Beliau meninggalkan kota Madinah dan menetap di Makkah karena diusir dari Madinah. “Subahanaka hadza buhtaanun ‘azhim”, betapa lancangnya anda berdusta atas nama seorang yang disebut oleh Imam Al-Albani sebagai “pembawa bendera al-jarhu wat-ta’dil” dizaman ini.

Mungkin dia berkata: bukan saya yang mengatakan itu, tapi saya hanya menukil.

Kami katakan: Anda terkena ucapan anda sendiri, bukankah anda sendiri menyebutkan dalam “buku fitnah” anda yang berjudul “lerai pertikaian sudahi permusuhan” sebagai berikut:

“Imam al-Bukhari meriwayatkan dalam kitabnya, al-Adab al-Mufrad (no.324), demikian juga Ibnu Abid Dun-ya dalam kitabnya, ash-shamt (no.260), dan dihasankan oleh Syaikh al-Albani dalam shahih al-Adab (no.247), dari ‘Ali, ia berkata:

القَائِلُكَلِمَةَ الزُّوْرِ وَالذِيْ يَمُدُّ بِحَبْلِهَا فِيالإِثْمِ سَوَاءٌ

Pengucap perkataan dusta adalah sama dosanya dengan orang yang memanjangkan tali perkataan tersebut.”

Makna ucapan ‘Ali “yang memanjangkan tali perkataan tersebut”, yaitu menyebarkannya.”

(Dinukil dari buku fitnah Firanda, hal:26)

Tak lama setelah itu, ia kembali berulah di kota Nabi Shallallohu ‘alaihi wasallam, dengan menyebarkan berita palsu berikutnya bahwa Asy-Syaikh Abdullah Al-Bukhari –Hafizhahullah Ta’ala- menjelekkan Syaikh Abdurrazzaq Al-Abbad –Hafizhahullah-, yang menyebabkan Syaikh Abdullah Al-Bukhari marah besar kepadanya dan tidak memaafkannya hingga dia datang kerumah Beliau. Menurut berita dari Syaikh Al-Bukhari bahwa dia telah datang untuk meminta maaf,namun gelar “pendusta” tersebut masih saja Beliau sematkan kepada hamba Allah yang satu ini, dan gelar itu memang pantas disematkan kepadanya. Selamat berbahagia dengan gelar ini wahai Firanda dari salah seorang ulama besar Madinah Nabawiyyah.

Anehnya, Firanda menyebutkan dalam buku fitnahnya (hal:32), ia berkata:

Ada sebagian orang yang tidak bisa mengendalikan lisannya.Tidak peduli dengan apa yang diucapkannya.Tidak peduli siapapun yang sedang ia ghibah, yang ia bicarakan, yang ia rendahkan, yang ia jatuhkan harga dirinya.”(Buku fitnah Firanda:32)

Benar apa yang anda katakan, terlebih lagi kalau yang sedang dibicarakan itu seorang ulama senior yang dikenal sebagai pembela sunnah Rasulullah Shallallohu ‘alaihi wasallam, dan pembela manhaj salafi, semisal Syaikh Rabi’ Hafizhahullah Ta’ala.Al-Hafizh Ibnu Asakir rahimahullah berkata:

اعلم يا أخي وفقناالله وإياك لمرضاته وجعلناممن يخشاه ويتقيه حقتقاته أن لحوم العلماءمسمومة وعادة الله فيهتك أستار منتقصيهم معلومةوأن من أطلق لسانهفي العلماء بالثلب بلاهالله قبل موته بموتالقلب فليحذر الذين يخالفونعن أمره أن تصيبهمفتنة أو يصيبهم عذابأليم

Ketahuilah wahai saudaraku –semoga Allah senantiasa memberi taufik kepada kami dan kalian untuk menggapai ridha-Nya dan menjadikan kami dan kalian termasuk orang- orang yang takut kepada-Nya dan bertakwa kepada-Nya- bahwa sesungguhnya daging para ulama itu beracun, dan kebiasaan Allah ‘azza wajalla, dalam membongkar kedok orang- orang yang merendahkannya adalah hal yang telah dimaklumi, dan barangsiapa yang melontarkan ucapannya dengan menjelekkan para ulama, maka Allah ‘azza wajalla, menghukumnya sebelum dia mati dengan kematian hatinya, hendaknya berhati- hati orang- orang yang menyelisihi perintahnya akan tertimpa fitnah atau tertimpa azab yang pedih.”

Berkata Abdullah bin Mubarak rahimahullah:

من استخف بالعلماء ذهبتآخرته ومن استخف بالأمراءذهبت دنياه ومن استخفبالإخوان ذهبت مروءته

Barangsiapa yang merendahkan para ulama maka hilang akhiratnya, dan siapa yang merendahkan penguasa maka hilang dunianya, dan siapa yang merendahkan saudaranya maka hilang harga dirinya.”

Berkata Ahmad bin Adzro’I rahimahullah:

الوقيعةفي أهل العلم لاسيما أكابرهم من كبائرالذنوب

Mecela para ulama terkhusus yang senior dikalangan mereka termasuk dosa besar.”

Berkata Malik bin Dinar:

كفى بالمرء شرا ألايكون صالحا وهو يقعفي الصالحين

Cukuplah kejahatan bagi seseorang yang menunjukkan dia bukan orang saleh tatkala dia merendahkan orang- orang saleh.”

Syaikh Abdul Aziz Sadhan –hafizhahullah- berkata:

Berhati-hatilah dari sifat lancang dengan lisan dan telunjuknya terhadap lembaran hidup para ulama, dan berusaha memperburuk citra mereka atau menyebarkan berbagai tuduhan atas mereka.Sebab hal itu akan membuka pintu kejahatan yang lebar, yang dapat menyeretnya kepada kerusakan dan membuat kerusakan baik secara hakiki maupun secara maknawi, bukan hanya menimpa yang mengucapkannya saja, namun menyebabkan rusaknya seluruh masyarakat.Untuk menjelaskan bahayanya perkara ini dikatakan bahwa: sesungguhnya merendahkan para ulama dan meremehkan mereka, lebih besar dosa dan kejahatannya dibanding merendahkan selain mereka. Sebab merendahkan para ulama bukan hanya sekedar merendahkan pribadinya saja, namun mengarah kepada sikap merendahkan apa yang mereka bawa berupa ilmu, dan apa yang mereka miliki dari agama dan akhlaq.Oleh karenanya, dikhawatirkan atas orang yang merendahkan para ulama akan ditimpa hukuman yang disegerakan, disebabkan buruknya perbuatan dan kejahatannya.”

(Manzilatul ulama,Syaikh As-Sadhan,hal:33)

Lalu beliau menyebutkan salah satu bentuk merendahkan para ulama:

mengotori lisannya dengan meng-ghibah mereka atau tidak membela kehormatan mereka tatkala dighibahi, dan musibah yang terbesar adalah tatkala seseorang merasa nikmat dengan merusak kehormatan mereka baik dengan ucapan, pendengaran atau menunjukkan tanda menerima. Perbuatan ini menunjukkan keburukan hati dan kejelekan maksud, bagaimana mungkin dia menghalalkan dirinya untuk melakukan perbuatan yang kotor itu. Meng-ghibah seorang muslim adalah haram berdasarkan nash al-Qur’an

وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا

Dan jangan sebagian kalian mengghibah sebagian lainnya.”(QS.Al-Hujurat:12)

Sebab seorang muslim yang tidak berilmu memiliki kemuliaan dengan sebab islam, lalu bagaimana dengan seorang alim yang kedudukannya jauh lebih mulia dibanding yang lain, dengan kemuliaan ilmunya dan besar manfaatnya?.”(Manzilatul ulama:55)

Namun ternyata kebiasaan berdusta Firanda tidak juga berhenti, dan gelar yang telah dilekatkan kepadanya tidak membuatnya jera dan bertaubat kepada Allah ‘azza wajalla, bahkan masih saja terus menyebarkan fitnah dan dusta. 


Setelah kita mengetahui dengan pasti dua orang yang telah " sangat beruntung " meraih gelar  "kehormatan " tersebut, masihkah kita mau mendengarkannya ? Menganggap si peraih gelar tersebut orang yang layak di dengar? Sebab salah satu dari mereka saat ini masih hidup dan akan terus mengumbar kebohongannya, be carefull!

Selasa, 09 Februari 2016

Bancana Banjir Bandang Longsor Solok Selatan Merugikan Warga

Solok Selatan Berduka
 
Bencana longsor, banjir bandang dan lain-lain secara serentak melanda daerah Sumatera Barat pada 8 Februari 2016, hampir keseluruhan daerah di Propinsi Sumbar terkena dampak hujan deras yang tiada kunjung berhenti.

Hujan yang mengguyur deras di daerah Solok Selatan Sumatera Barat khususnya di Nagari Bidar Alam Kecamatan sangir Jujuan mengakibatnya banyak kerugian yang menimpa warga sekitar.

Sungai Batang Sangir yang deras dan dalam menghanyutkan binatang ternak, hasil panen warga, sebuah pos ronda hanyut di nagari Tanjung Durian, kemudian jembatan daerah talokiak Ranah Pantai Cermin rusak parah sehingga akses menuju ke daerah tersebut dengan kendaraan roda dua sangat susah karena harus mencari jalan alternatif yang jauh.

Begitu juga dengan aliran listrik PLN yang terputus selama 2 hari karena tiang listrik hanyut terbawa derasnya aliran Batang Sangir yang mengamuk karena hujan yang terus menerus melandasehingga selama 2 malam berturut-turut warga harus " bergelap-gelapan " tanpa listrik.

Akses Jalan Padang Padang Aro juga sempat terputus karena badan jalan di daerah Liki Sangir putus terbawa arus sungai yang deras dan memakan korban sebuah minibus Avanza. Banjir tersebut hanya meninggalkan sedikit badan jalan yang hanya bisa di lewati oleh kendaraan roda 2saja

Pemerintah Solok Selatan melalui BPBD telah menetapkan darurat bencana mulai Senin 8 Februari hingga 14 hari ke depan karena begitu parahnya bencana longsor banjir yang melanda daerah ini

Sungai Batang Sangir Mengganas

Akses jalan dari Bidar Alam ke Sibalabeh Padang Limau Sundai terputus karena terjangan Batang Sangir yang meluap




Terjangan Batang Sangir Di nagari Tanjung Durian Sangir Jujuan jadi tontonan warga, Banjir kali ini menghanyutkan pos ronda di Tanjung Durian





Beberapa buah foto bencana banjir bandang di muara Labuh dan Liki dan yang sempat kami ambil dari berbagai sumber








Minggu, 07 Februari 2016

Rahasia Dan Makna Di Balik Huruf - Huruf Hijaiyah

Asma Allah Di Balik Huruf Hijaiyah

rahasia dan makna di balik huruf hijaiyah

Seorang Yahudi mendatangi Rasulullah seraya bertanya, “Apa makna huruf hijaiyah?”.
Rasulullah berkata kepada Ali bin Abi Thalib, “Jawablah pertanyaannya, wahai Ali!”. Kemudian Rasulullah saw berdoa, “Ya Allah, jadikanlah dia berhasil dan bantulah dia.”


Ali berkata, “Setiap huruf hijaiyah adalah nama-nama Allah.” Ia melanjutkan:
Alif (ا): Ismullah (nama Allah), yang tiada Tuhan selain-Nya. Dia selalu hidup, Maha Mandiri dan Mahakuasa.

Ba’ (ﺏ): al Baqi’ (Mahakekal), setelah musnahnya makhluk.

Ta (ﺕ): al Tawwab (Maha Penerima Taubat) dari hamba-hamba-Nya.


Tsa’ (ﺙ): al Tsabit (Yang Menetapkan) keimanan hamba-hamba-Nya.


Jim (ﺝ) : Jalla Tsanauhu (Yang Mahatinggi Pujian-Nya), kesucian-Nya, dan nama-nama-Nya yang tiada berbatas.


Ha’ (ﺡ): al Haq, al Hayyu, wa al Halim (Yang Mahabenar, Mahahidup, dan Mahabijak).


Kha (ﺥ): al Khabir (Yang Mahatahu) dan Maha Melihat. Sesungguhnya Allah Mahatahu apa yang kalian kerjakan.


Dal (ﺩ): Dayyanu yaumi al din (Yang Mahakuasa di Hari Pembalasan).


Dzal (ﺫ): Dzu al Jalal wa al Ikram (Pemilik Keagungan dan Kemuliaan).


Ra (ﺭ): al Rauf (Mahasayang).


Zay (ﺯ): Zainul Ma’budin (Kebanggaan Para Hamba).


Sin (ﺱ): al Sami al Bashir (Mahadengar dan Mahalihat).


Syin (ﺵ): Syakur (Maha Penerima ungkapan terima kasih dari hamba-hamba-Nya).


Shad (ﺹ) : al Shadiq (Mahajujur) dalam menepati janji. Sesungguhnya Allah tidak mengingkari janji-Nya.


Dhad (ﺽ): al Dhar wa al Nafi (Yang Menangkal Bahaya dan Mendatangkan Manfaat).


Tha (ﻁ): al Thahir wal al Muthahir (Yang Mahasuci dan Menyucikan).


Zha (ظ): Zhahir (Yang Tampak dan Menampakkan Kebesaran-Nya).


‘Ain (ﻉ): al ’Alim (Yang Mahatahu) atas segala sesuatu.


Ghain (ﻍ): Ghiyats al Mustaghitsin (Penolong bagi yang memohon pertolongan) dan Pemberi Perlindungan.


Fa (ف): Yang Menumbuhkan biji-bijian dan tumbuhan.


Qaf (ﻕ): Yang Mahakuasa atas makhluk-Nya.


Kaf (ﻙ): al Kafi (Yang Memberikan Kecukupan) bagi semua makhluk, tiada yang serupa dan sebanding dengan-Nya.


Lam (ﻝ): Lathif (Mahalembut) terhadap hamba-hamba-Nya dengan kelembutan khusus dan tersembunyi.


Mim (ﻡ): Malik ad dunya wal akhirah (Pemilik dunia dan akhirat).


Nun (ن): Nur (Cahaya) langit, cahaya bumi, dan cahaya hati orang-orang beriman.


Waw (ﻭ): al Wahid (Yang Mahaesa) dan tempat bergantung segala sesuatu.


Haa (ه): al Hadi (Maha Pemberi Petunjuk) bagi makhluk-Nya. Dialah yang menciptakan segala sesuatu dan memberikan petunjuk.


Lam alif (لآ): lam tasydid dalam lafadz Allah untuk menekankan keesaan Allah, yang tiada sekutu bagi-Nya.


Ya (ﻱ): Yadullahbasithun lil khalqi (Tangan Allah terbuka bagi makhluk). Kekuasaan dan kekuatan-Nya meliputi semua tempat dan semua keberadaan.



Rasulullah saw bersabda, ”Wahai Ali, ini adalah perkataan yang Allah rela terhadapnya.” Dalam riwayat dijelaskan bahwa Yahudi itu masuk Islam setelah mendengar penjelasan Sayyidina Ali.