Minggu, 25 Februari 2018

Kisah Habib Rizieq dan Copet Dalam Bis Kota NKRI

Kisah Habib Rizieq dan Copet Dalam Bis Kota NKRI


Copet di Bis Kota

Di sebuah bus seorang copet mencoba mengambil dompet penumpang. Namun seorang lelaki rupanya melihat perbuatan itu. Ia langsung berdiri dan berteriak "copet..!!"

Tiba-tiba sebuah pukulan melayang di pipinya. Pemukul itu berteriak copet sambil memukulinya. Beberapa penumpang yang melihat itu langsung mengerubutinya.

Apes...!

Bermaksud menolong malah dituduh copet. Ia tahu bahwa pemukulnya adalah komplotan copet juga. Namun apa daya, sudah terlambat. Para penumpang terlanjur menuduhnya sebagai copet.

Itulah perumpamaan bangsa ini..!!!
Ketika aset negara di curi pelan-pelan oleh asing, seorang lelaki bernama Habib Muhammad Rizieq bin Husein Shihab bangkit dari tempat duduknya yang nyaman. Dengan lantang ia berteriak agar penumpang lain sadar dan selamat dari ulah para copet.

Namun sayang, komplotan pencopet langsung memukulinya. Para penumpang lain yang tidak mengerti pun mudah terhasut oleh komplotan copet. Bukan berterima kasih, sang habib yang malah di tuduh sebagai pencopet.

Namun sang habib bukan manusia biasa yang berhenti begitu saja. Ia terus berteriak lantang setiap hari agar penumpang lain selamat, meski resiko dan bahaya mengintai.

Ia laksana Nuh kecil yang tidak pernah kapok dihina
Ia laksana Ibrahim kecil yang gagah berani melawan penguasa
Ia laksana Daud kecil yang menantang raksasa
Ia laksana Musa kecil yang dibuang bangsa sendiri demi si asing.

Bagaimana dengan kita.?
Hanya melanjutkan rutinitas seolah tidak terjadi apa-apa..?
Tidak mau membela si pemberi tahu copet dengan kemampuan masing-masing..?
Tidak mau berdoa agar para musuh bangsa dan kafir perusak Islam di azab..?
Atau hanya sekedar membaca artikel ini tanpa mau meneruskan serta menyebarkannya kepada sahabat-sahabat yang lain..?

Bangkitlah wahai saudara...!
Kalau bukan kita yang mau menjaga keutuhan NKRI dan kemulia'an Islam saat ini, lalu siapa lagi..!
#savenkri & stop kriminalisasi ulama.

Kami umat muslim berada di barisan imam besar umat muslim nusantara, Habibana Muhammad Rizieq bin Husein Shihab

Hidup Mulia atau Mati Syahid.
Takbiiiirrr....!!!!!


Rabu, 21 Februari 2018

Syair Indah dan Kreatif yang Huruf Awalnya Nama USTADZ ABDUL SOMAD LC MA

Syair Indah dan Kreatif yang Huruf Awalnya Nama USTADZ ABDUL SOMAD LC MA



Syair panjang Ustadz Abdul Somad Lc MA Datuk Seri Ulama Setia Negara kemaren sangat mempesona heboh dan sangat kreatif sekali. Tak disangka Ulama Riau pemersatu umat ini tak cuma handal di bidang hadits tapi bisa juga bersyair, memang begitulah orang melayu, kalau tak pandai berpantun atau bersyair berarti melayunya tak sah, begitulah kira-kira.

Untaian panjang syair sang datuk menghebohkan dunia maya, memancing para penyair lainnya. Termasuk seorang fans Ustadz Somad yang membuat balasan syair yang lebih keren dan kreatif. Fans ustadz Somad ini membuat sebuah syair yang diawali dengan huruf-huruf awalnya adalah urutan nama; U S T A D Z  A B D U L  S O M A D  L C  M A

Syair ciptaan Hendra Khoto ini sangat kreatif
mari kita simak

USTADZ ABDUL SOMAD LC MA adalah;

U lama muda dari melayu
Rendah hati tinggi ilmu
Profesi utama jadi guru
Sepatutnya digugu ditiru

S pesialisasi dalil hadist sunnah
Lulusan S2 darrul hassaniah
Selalu tegas dalam ceramah
Dikemas dalam retorika renyah

T iga poin dakwah utama
Pendidikan islam yg pertama
Ekonomi islam yang kedua
Politik islam yang ketiga

A manatnya untuk umat islam
Katakan hitam adalah hitam
Putih jangan disangka buram
Itu lah rahmat semesta alam

D ari beliau kita belajar
Beribadah dengan benar
Amar makruf nahi mungkar
Harus berjalan dengan sejajar

Z aman boleh terus berganti
Tiada suatu pun yang abadi
Ulama pun datang dan pergi
Sekarang UAS yang di hati

A lim tawadu pribadi yang taat
Kebanggaan dan dicintai umat
Penuntun jamaah ingat akhirat
Lurus di dunia akhirat selamat

B erbekal ilmu agama dalam
Mengajari umat yg masih awam
Dengan syariat agama paham
Hidup dan mati didalam islam

D akwah beliau mudah dicerna
Gampang diterima akal logika
Setiap kalimat penuh makna
Menguraikan hadist dan terjemahanya

U raian ceramah penuh hadist
Berbingkai kata yang humoris
Jamaah seolah terhipnotist
Belajar agama makin optimis

L ogat khas melayu asli
Selalu berkoko dan berpeci
Mari belajar mari mengaji
Untuk hidup yang islami

S etiap kali mengisi ceramah
Ataupun sekedar tausiah
Jamaah hadir melimpah ruah
Berharap ilmu dan barokah

O rasi beliau di atas mimbar
Dalam acara tabligh akbar
Lantang dan semangat berkobar
Sanggup membuat hati bergetar

M ateri dakwah selalu di nanti
Oleh jamaah di penjuru negeri
Baik siang malam dan pagi hari
Untuk menyirami jiwa dan rohani

A mal ibadah yang di syariatkan
Dikerjakan dengan tuntutan
Yang sesuai hadist dan Al Quran
Ceramah UAS menjabarkan

D ialah ustadz sejuta viewer
Difacebook instalgram dan twitter
Walau banyak para heather
Makin banyak pula para lover

L over UAS terus bertambah
Ditengah cibiran dan fitnah
Semoga beliau tetap tabah
Disetiap waktu istiqomah

C acian tak membuatnya tumbang
Sanjungan tak membuatnya melayang
Jamaah terus bertambah sayang
Sepanjang waktu terus terkenang

M ari kita jaga para ulama
Dari fitnah yg merajalela
Beliau penerus para anbiya
Dai sang pejuang aswaja

A kankah kita biar beliau sendiri
Di boikot di persekusi
Di ancam di intimidasi
Yang menjurus kriminalisasi


Selasa, 20 Februari 2018

Ponpes Muhammadiyah di Teror, Syafi'i Maarif Diam Saja Tanpa Aksi

Ponpes Muhammadiyah di Teror, Syafi'i Maarif Diam Saja Tanpa Aksi


Aneh, Aksi Pak Tuo Syafii Maarif kemaren yang cepat tanggap bak super hero melakukan aksi saat gereja Lidwina di serang kok tidak terjadi disaat Ponpes Muhammadiyah di serang oleh orang yang katanya gila? Setau saya Syafii Maarif itu dulu adalah Ketum PP Muhammadiyah, bukan pendeta kristen? Tapi kok beda ya perlakuannya?....

Sikap aneh dan tak wajar ini menjadi sebuah pertanyaan besar, mengapa di saat umat seagamanya yang kena musibah pak gaek ini aniang saja tanpa action. Tapi ketika umat yang diluar agamanya terkena musibah, ia gerak cepat, berkunjung, berkomentar serta mengutuk pelakunya.
" Ada apa ni pak tuo?" jangan-jangan....ah sudahlah!

MANTAN JENDRAL POLISI BERTANYA PADA SAFII MAARIP

Untuk pak Syafi'i Maarip

Maaafkan saya pak Syafi'i, saya sekedar bertanya, apakah bapak sudah mengutuk pelaku penyerangan terhadap pengurus Muhammadiyah kemarin siang itu? Beliau diserang saat mau sholat lho pak. Beliau ulama yang jadi guru bagi umat disekitarnya lo pak. Beliau pimpinan pesantren Muhammadiyah disana lo pak. Lagi pula bapak kan mantan ketum PP Muhammadiyah. Wajar ya kalau kami menanyakan hal ini.

Kok kami belum dengar berita kesigapan bapak untuk hal ini, seperti yangg bapak tunjukkan pada saat gereja Lidwina Jogjakarta diserang tempo hari ya? Kenapa pak?

Maafkan ya pak. Saya bertanya disini karena gak tahu nomor hp dan akun bapak. Semoga ada yang meneruskan pesan ini ke ybs.

Salam.
Irjen Pol (P) Drs Wisjnu Amat Sastro Kapolda Sumut 2011 - 2013


Untuk sekedar mengetahui siapa Syafii Maarif dimata orang Padang ( Sumatera Barat ) lihat video berikut;

Syafii Maarif Dimata Ustadz Zukifli M Ali ( Ustadz Akhir Jaman )


Senin, 19 Februari 2018

KYAHI SASMITA Keris Tuan Guru Abdul Somad Lc MA, Ini Penampakan dan Maknanya

KYAHI SASMITA Keris Tuan Guru Abdul Somad Lc MA, Ini Penampakan dan Maknanya


KYAHI SASMITA Keris Tuan Guru ABDUL SOMAD

Oleh: Ustadz @salimafillah

Hadiah itu tanda cinta. Menghadiahkan hal yang dicintai pada orang tercinta adalah secinta-cintanya cinta. "Tahaaduu tahaabbuu", demikian sabda Nabi ï·º.

Telah beberapa waktu, kami di Yayasan Mandat Mataram memikirkan keris apakah kiranya yang tepat untuk jadi tanda sih-katresnan ukhuwah bagi Tuan Guru @ustadzabdulsomad. Ketika ianya masih dalam rancangan, tetiba tim @tafaqquhonline menghubungi kami, menyatakan bahwa Tuan Guru memang menghendaki sebilah keris sebagai ageman untuk penganugerahan suatu gelar budaya bagi beliau.

Maka dalam waktu yang terbatas, kami coba untuk memenuhi harapan sesuai pesanan beliau, sekaligus juga mempersiapkan hadiah persaudaraan itu.

Hari ini, jadilah pesanan beliau. Keris Kyahi Sasmita, dipersembahkan oleh Yayasan Mandat Mataram kepada Tuan Guru Abdul Somad, Lc., MA. dengan harapan dan doa agar beliau senantiasa mewakili suara nurani yang memberi petunjuk pada ummat.

Makna "Sasmita" sesuai kepribadian beliau; luwes karena manthiq yang kokoh dan santun karena balaghah yang mantab khas fuqaha' Syafi'iyyah, faham perbandingan madzhab dan amat mengetahui variasi aqwal para 'ulama, ketat pada diri tapi membawa keluasan bagi ummat.

Dhapur (Bentuk Tampilan) keris ini disebut Sempaner atau Sempana Bener. Sempana artinya fathanah (cerdas cerdik), Bener artinya shiddiq (jujur dan lurus). Ini sesuai dengan pembawaan Tuan Guru sebagai da'i, yang dikenal masyarakat selama ini.

Pamor (Pola Hiasan Meteorit) pada bilahnya termasuk Wahyu Tumurun. Ini menggambarkan Al Quran yang nuzul sebagai bimbingan terus-menerus dalam kehidupan. Adapun Tangguh (Prakiraan Masa Pembuatan) keris ini mendekati ciri Mataram Sultan Agung (1613-1645).

Deder (Hulu Keris) terbuat dari Kayu Trembalo Jawa yang disungging. Warangkanya berbentuk Wulan Tumanggal (Bulan Sabit) sebagai lambang syiar Islam yang masuk ke Nusantara. Warangka ini populer pada masa Demak hingga masa Sultan Agung. Bahannya kayu Trembalo Jawa gandar iras (utuh), kayu istimewa untuk sarung pusaka.

Sunggingan pada sarung dan hulunya berpola hias Modang, maknanya nyala api yang tak pernah padam, menunjukkan semangat perjuangan yang terus hidup. Sunggingan ini berintikan lambang perjuangan pembebasan Masjidil Aqsha seperti permintaan Tuan Guru, agar beliau selalu ingat untuk bersumbangsih memperjuangkan kemerdekaan Baitul Maqdis.

Selamat mewangking dhuwung, penanda waspada dan hati-hati, Tuan Guru!

Sumber: https://web.facebook.com/UstadzAbdulSomad/


Kamis, 15 Februari 2018

Nasehat Habib Nabiel Kepada Wahabi yang Rayakan Valentine Day Tapi Larang Maulid Nabi

Nasehat Habib Nabiel Kepada Wahabi yang Rayakan Valentine Day Tapi Larang Maulid Nabi


MENASIHATI SAUDARA-SAUDARAKU PARA PENENTANG MAULID NABI SAW..

Wahai saudaraku para penentang Maulid Sayyidina Muhammad SAW, selama ini aku menjaga lisanku dari berdebat dengan kalian..

Bukan karena aku tak mampu, bukan karena tak bisa menunjukkan dalil-dalil, dan bukan pula karena tak mau menunjukkan hujjah kebenaran diantara kita..

Tapi kutahan lidah dan pena ku, karena sayang pada kalian, karena kita adalah sama-sama ummat Sayyidina Muhammad SAW, dan karena persatuan ummat adalah di atas segala perbedaan..

Tapi setelah makin banyak vonis kau sebarkan, cacian syirik dan bid'ah kepada kami kau umbar, dan foto-foto serta video ulama kami kau lecehkan..

Maka tangan kami pun menengadah ke Yang Maha Penyayang, Yg Maha Mengetahui, Yang Maha Pembalas, dengan doa yang mirip dilakukan oleh Pemuda Ashabul Ukhdud : YAA RABB, balaslah tuduhan-tuduhan keji kepada kami dari mereka itu sekehendak-MU..

Maka Ar Rahman pun tidak tinggal diam, lihatlah sekarang vonis-vonis kalian itu telah kembali ke wajah-wajah kalian sendiri, sebagai bagian dari teguran ALLAAH SWT kepada kalian, apakah kalian mau sadar dan berhenti mencaci kami..?

Tahukah bahwa Hari Valentine itu adalah harinya Santo Valentine : "Valentine's Day, also called Saint Valentine's Day or the Feast of Saint Valentine,[1] is celebrated annually on February 14. Originating as a Western Christian feast dayhonoring one or two early saints named Valentinus, Valentine's Day is recognized as a significant cultural, religious, and commercial celebration of romance and romantic love in many regions around the world, although it is not a public holiday in any country." (Wikipedia)

Dan sekarang ulama-ulama kalian malah merayakannya..? Dan berkata bahwa; "Hari Valentine itu sesuai dengan etika kemasyarakatan yang dibolehkan dalam Islam, sepanjang tidak dicampuri dengan hal-hal yang melanggar aturan syariat.".. Inna liLLAAHi wa inna ilayhi raji'un.. Lalu bagaimana kalian menolak Maulid Nabi SAW tapi memfatwakan bolehnya Valentine Day..? Bagaimana kalian bisa menghalalkan sebagian dan mengharamkan sebagian..?

Fa'tabiru yaa ulil Abshar..!

Sumber: https://web.facebook.com/Nabiel.almusawa/posts/

Sanad Guru dan Keilmuan Jamaah Tabligh ( JT ) Sampai ke Rasulullah

Sanad Guru dan Keilmuan Jamaah Tabligh ( JT ) Sampai ke Rasulullah


Apakah yang dimaksud dengan sanad dan sebatas manakah pentingnya sanad ( Ulama ) ?
Muzakarah Ust. Yazid Jawas Bogor Ditunda Karena Permintaan Pihak Yazid Sendiri

Muzakarah Ust. Yazid Jawas Bogor Ditunda Karena Permintaan Pihak Yazid Sendiri


Pernyataan Resmi MUI Kota Bogor Tentang Mudzakarah dengan Ustad Yazid Jawas

Rabu (14/02)-Juru bicara Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bogor untuk kasus Masjid Imam Ahmad bin Hanbal (MIAH), Ustad Khotimi Bahri, S.Ag, M.P, memberikan pernyataan resmi atas nama MUI kota Bogor tentang kronologis mudzakarah MUI kota Bogor dengan Ustad Yazid bin Abdul Qodir Jawas.

“Kronolgis ini perlu kami sampaikan untuk menghindari kesimpangsiuran opini di media sosial” Kata Wasekjen Komisi fatwa MUI Kota Bogor

Baca:
MUI Kota Bogor Undang Yazid Jawaz Untuk Muzakarah Atas Tuduhan Sesat Kepada Asy'ariyyah Suffiyah

Berikut Kronologisnya:

MUI Diminta Menjadi Saksi Ahli.

Jumat, 05 Februari 2018, MUI Kota Bogor diminta menjadi saksi ahli di PTUN Bandung, karena salah satu rekomendasi pendirian MIAH adalah MUI Kota Bogor. Sehingga pengadilan perlu mengklarifikasi apakah MUI memiliki kewenangan untuk memberikan rekomendasi. Kemudian, MUI Kota Bogor menjelaskan bahwa MUI tidak memiliki kewenangan untuk memberikan rekomendasi, karena rekomendasi hanya dimiliki oleh Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan Kementrian Agama (Kemenag). Oleh karena itu, ada atau tidaknya surat rekomendasi dari MUI tidak mempengaruhi pendirian rumah ibadah tersebut.

Dalam pengadilan, pertanyaan terus berkembang. Hingga muncul pertanyaan, apa yang telah MUI lakukan untuk melihat perkembangan di lapangan, terutama penolakan pembangunan masjid dari masyarakat sekitar? Kemudian MUI menjelasan, berdasarkan laporan dan pemantauan di lapangan bahwa ada ketersinggungan terhadap apa yang disampaikan oleh Ustad Yazid bin Abdul Qadir Jawas. Ustad Yazid jawas mengatakan bahwa sufi (pengamal ilmu tasawuf), asya’irah (pengikut Imam Abu Hasan al-Asy’ari), dan maturidiyah (pengikut Imam Abu Mansur al-maturidy) adalah sesat dan kafir. Sebenarnya tiga poin itu yang menjadi permulaan konflik di MIAH.

MUI Diminta Memfasilitasi Mudzakarah dengan Ustad Yazid Jawas.

Menanggapi hal itu, Majelis Hakim meminta kepada tergugat apakah bisa membuktikan pernyataan tersebut. Tergugat membawa bukti berupa rekaman video dan buku berjudul “Mulia dengan Manhaj Salaf”. Dalam rekaman video dan buku tersebut, ditemukan terdapat pernyataan bahwa sufi, asya’irah, dan maturdiyah adalah sesat dan menyesatkan. Oleh karena itu, MUI diminta untuk memfasilitasi pertemuan semacam mudzakarah dengan Ustad Yazid jawas untuk mengklarifikasi pernyataan tersebut.

Selasa, 6 Fabruari 2018, MUI Kota Bogor mengirimkan surat undangan mudzakarah kepada Ustad Yazid Jawas di sekretariat Masjid Imam Hanbal. Surat tersebut diantarkan langsung oleh ketua pelaksana mudzakarah MUI Kota Bogor, Kang Dzoelkarnain. Kang Dzoel menuturkan bahwa sebelum menerima surat tersebut, pihak penerima surat naik ke lantai dua dan berkomunikasi dengan berbagai pihak. Akhirnya, pihak MIAH menerima surat tersebut yang ditandatangi oleh Bapak Arief Cahyo Utama.

Rabu, 7 Februari 2018, Acara mudzakarah dijadwalkan bertempat aula bawah Pusat Pengembangan Islam Bogor (PPIB) pukul 13.00 WIB. Namun jam 12 lebih, datang utusan dari MIAH membawa surat permohonan penundaan mudzakarah dari tim kuasa hukum MIAH pada tanggal 13 februari 2018 yang sebelumnya akan dikonfirmasi kembali.

Ada beberapa catatan dalam surat permohonan penolakan tersebut:

Surat mudzakarah dilayangkan secara khusus kepada Ustad Yazid Jawas, karena beliau yang mengungapkan pernyataan sufi, asya’irah dan maturidiyah sesat baik di buku Mulia dengan Manhaj Salaf ataupun video yang diunggah di youtube. Namun dalam surat tersebut yang memberi balasan tim kuasa hukum MIAH. Jadi surat ditujukan pribadi kepada Ustad Yazid, namun balasan mengatasnamakan tim kuasa hokum MIAH.
Dalam surat tersebut, pihak MIAH mengusulkan mudzakarah tanggal 13 Februari 2018, namun diberikan dalam kurung “sebelumnya akan kami”
Mudzakarah tersebut ingin membahas buku dan ceramah Ustad Yazid tentang kesesatan sufi, Asya’irah, dan Maturidiyah. Namun, dalam surat permohonan pengunduran tersebut, justru topik yang dibahas adalah tuduhan ketua MUI Kota Bogor yang menuduh wahabi keluar dari Ahlussunnah Waljamaah. Padahal ketua MUI Kota Bogor tidak menyampaikan hal itu, namun beliau hanya menyampaikan hasil mukhtamar Ahlussunnah Waljamaah di Chechnya. Justru Ketua MUI menyanpaikan bahwa wahabi adalah saudara kami, namun keluar dari Aswaja menurut mukhtamar Aswaja di Chechnya.
Dalam surat tersebut, pihak MIAH meminta penundaan mudzakarah yang diinisiasi MUI, namun mereka minta yang menyelenggarakan adalah Pemerintah Kota Bogor.

Pemerintah Kota Bogor Mengadakan Mudzakarah yang Tertunda

Pemkot Bogor mengagendakan mudzakarah hari Selasa, 13 februari 2018 yang bertempat di Ruang Rapat 1 pukul 11.00 WIB. Dalam udangan tersebut, terdapat  catatan yang diperkenankan hadir maksimal sebanyak 5 orang dari pihak MUI,  5 orang dari pihak MIAH, dan 5 orang dari perwakilan masyarakat yang tersinggung disekitar MIAH serta undangan khusus lainnya

Kenyataan yang dilapangan sangat berbeda. Sejak pagi hari, jamaah Ustad Yazid Jawas sudah berdatangan di Balai Kota. Acara diagendakan pukul 11.00 WIB, namun pukul 10.00 WIB ruang rapat 1 hampir sudah dipenuhi oleh jamaah masjid Imam Ahmad Bin Hanbal. Informasi kehadiran jama’ah ustad Yazid terdengar oleh masyarakat di sekitar Tanah Baru. Sehingga masyarakat yang tersinggung tersebut mulai berdatangan pukul 12.00 WIB, padahal tidak diagendakan sebelumnya. Jadi kedatangan masyarakat adalah reaksi dari ketidakpatuhan jamaah Ustad Yazid terhadap undangan Pemkot Bogor. Kemudian masyarakat menggelar dzikir dan sholawat di lantai bawah.

Dengan kondisi tersebut, Pemkot selaku penyelenggara mudzakarah menganggap suasana kurang kondusif. Kemudian Pemkot mengajak musyawarah di ruang rapat sekda. Rapat tesebut ingin membahas mudzakarah tersebut akan dilanjutkan atau tidak. Pemkot meminta saran kepada MUI dan MUI mengatakan lebih baik dilanjut mengingat sulitnya mencari waktu yang sama. Selain itu, forum ini adalah sifatnya silaturahum dan mudzakarah. Di samping itu, pihak warga sekitar yang disampaikan Bapak Haji Indra juga menyampaikan lebih baik dilanjutkan. Namun dari Tim Kuasa Hukum Ustad Yazid meminta penundaan waktu kembali. Bahkan, Ustad Yazid Jawas menyampaikan bahwa beliau adalah da’i nasional yang memiliki jadwal padat. Penundaan tersebut tersebut akan dikonfirmasi kembali oleh kuasa hukum MIAH.

Akhirnya Mudzakarah ditunda kembali dengan alasan suasana yang tidak kondusif dan permintaan penundaan dari pihak ustad Yazid Jawas. [santrimelinial.com]

Lihat; Video pernyatan resmi pihak MUI Kota Bogor



KH. Tengku Zulkarnain Menjawab Surat Terbuka Yusuf Muhammad Terkait Pembakaran Masjid Pangkalan Brandan

KH. Tengku Zulkarnain Menjawab Surat Terbuka Yusuf Muhammad Terkait Pembakaran Masjid Pangkalan Brandan



Menjawab Surat Terbuka Yusuf Dum Dum dan kawan Kawannya

Bermula dari twit yang dikirimkan dalam akun saudara Thomi Zayn Altair, melalui akun twiternya @zaynaltair. Dikirim tanggal 13/01/2018 pukul 22.52 isi twit nya antara lain:
"Ngutip @ustadtengkuzulkarnain bicara ada pembakaran masjid di Pangkalan Brandan di ILC_TvOnenews. Saya mau bilang :INI BOHONG!
Saya warga asli P. Brandan serta pengakuan teman2 tak ada pernah lihat SATUpun ada pembakaran masjid".

Demikian isi twit akun saudara Thomi Zayn Altair....

Twitan itu kemudian di Cc ke @GsamaraDKI, @ GunRomli @yusuf_dumdum#LCTerorPemukaAgama

Ingin saya berikan penjelasan sbb:

1. Saya tidak ada mengatakan ADA PEMBAKARAN MASJID "DI" PANGKALAN BRANDAN.
Saya katakan malam itu di ILC TV One adalah:"sebagai tambahan data yang ada pada kami (dan Forum Umat Islam Sumatera Utara), masjid masjid yang dibakar di Sumatera Utara yang penanganannya oleh Polisi tidak tuntas adalah :
1. Masjid Sabilillah Porsea, dua kali dibakar tidak musnah dan baru setelah yang ketiga kalinya dibakar masjid itu ludes terbakar. Kapolres saat itu mengumumkan akan mengusut pelaku pembakaran sampai saat ini tidak ada kabar lanjutannya.
2. Masjid Nur Hikmah, Asahan
3. Masjid Taqwa Asahan, yang jaraknya tidak begitu jauh dari Masjid Nur Hikmah dibakar pada malam bersamaan oleh satu pelaku yang kemudian menurut keterangan Kapolres saat itu adalah orang GILA.
4. Masjid DI dekat PANGKALAN BRANDAN(bukan masjid "DI" Pangkalan Brandan) juga dibakar orang(Masjid itu tepatnya di Desa Slamet, Kecamatan Besitang. Perlu diketahui umum bahwa Besitang adalah Kecamatan yang terletak setelah Pangkalan Berandan di Jalan menuju Propinsi Aceh, memang BERDEKATAN).
Itulah yang saya maksud dengan masjid yamg dibakar DEKAT Pangkalan Brandan itu(silakan pembacaa dengar ulang siaran ILC 13 Februari 2018).

Perlu diketahui Forum Umat Islam Sumatera Utara(FUISU) adalah Forum yang terdiri dari 14 Ormasy Islam yang selama ini sangat konsisten membela agama Islam terutama masjid masjid yang mengalami masalah di Sumatera Utara.

Inilah yang kemudian digoreng seolah olah saya mengatakan ada masjid DI PANGKALAN BRANDAN dibakar Orang. Kemudian isu itu berkembang sedemikian rupa di media sosial, bahkan sampai sampai Yusuf Dumu Dum menulis surat terbuka kepada saya mengatakan saya PEMBOHONG ditambah dengan menghina pribadi saya tentang jenggot dan jubah serta jabatan saya sebagai wakil sekjen MUI Pusat.
Semoga Allah merahmati Saudara Yusuf Dum Dum ini. Begitu juga beberapa orang lain di group groupmedia sosial.

Saudara Yusuf Muhammad...
Pengetahuan anda tentang permasalahan masjid masjid di Sumatera Utara pasti tidak ada artinya jika dibandingkan dengan kami dan 14 Ormasy Islam FUISU yang sudah mendata, berjuang membela masjid masjid umat Islam di sana. Jadi saya kira tidak usahlah menjadi Pahlawan Kesiangan yang mendadak turun ke Gelanggang Pertarungan bahkan terkesan membela musuh masjid Allah pula. Astaghfirullah....

Lagi pula isu masjid yang anda dkk goreng dekat Pangkalan Brandan terdata dalam file FUISU . Masjid itu adalah Masjid di desa Selamet, Kecamatan Besitang.
Sangat tidak elok jika anda memelintirnya menjadi peristiwa kebakaran di kota Pangkalan Brandan pada tahun 2017 hanya berdasarkan jejak digital pula.

Apalah artinya jejak digital yang anda posting di Surat Terbuka itu, dibandingkan dengan tindakan nyata yang sudah dilakukan oleh FUISU memantau, mendata dan mengadukannya ke Komnas HAM dan Polisi pula?

Apalah artinya data yang anda dapatkan dari twit seseorang dan data dari kutipan jejak digital, dibandingkan FUI Sumatera Utara yang sudah bertahun tahun berjuang membela masjid masjid di Sumatera Utara.

Sampai saat ini sudah ada 12 masjid yang musnah dibakar, digusur, dijual pihak tertentu atau bermasalah dengan pihak pengembang di Sumatera Utara. Apakah anda dan kawan kawan tidak merasa prihatin dan tergerak untuk mendapatkan keadilan dan pengusutan tuntas dari pihak berwenang atas semua masalah itu?

Saya hanya ingatkan anda wahai saudara Yusuf Dum Dum. Anda saya lihat sudah berkali kali mengirimkan cuitan yang kasar kepada ulama ulama ahlussunnah pembela yang HAQ di negeri ini,. Dan saya juga ingin ingatkan kepada saudara saudara yang lain yang sejenis dengan Yusuf Dum Dum dan Thomi Zayn dkk, agar berhentilah melontarkan tulisan dengan macam macam tuduhan yang tidak berguna bagi kemaslahatan umat Islam dan umat beragama.

Kami hanya ingin keadilan ditegakkan penganiayaan ulama dan tokoh Islam serta tokoh agama lainnya agar dihentikan dan diusut tuntas. Jangan dibiarkan mengambang tidak jelas seperti peristiwa yang kemarin kemarin. Dan, perlu dicatat besar besar kami ini semua cinta NKRI makanya kami menempuh jalur hukum dan masih percaya kepada penegak hukum.

Semoga Allah memberikan hidayah kepada anda semua dan kami semua.

Dan semoga NKRI aman sentosa dalam Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.
Amin....

Jayalah NKRI....!

Sumber: https://web.facebook.com/tengkuzulkarnain.id


Rabu, 14 Februari 2018

Jokowi Kalah Pamor oleh Ustadz Abdul Somad di Tanah Sumatera

Jokowi Kalah Pamor oleh Ustadz Abdul Somad di Tanah Sumatera


KETIKA PAMOR PRESIDEN DITANAH SUMATERA KALAH DENGAN USTADZ ABDUL SOMAD, DISITULAH TANDA UMAT SUDAH CERDAS DAN DEWASA

JOKOWI DI SUMBAR, UAS DI KEPRI

Tiga hari ini dinding FB di penuhi dengan dua berita fenomenal, dari dua tokoh nasional yang secara fisik sekilas hampir mirip sama-sama kurus dan tampilan sederhana.

Yang membedakannya adalah status jabatan di dunia. Yang satu bernama Jokowi dengan jabatan Presiden RI, yang satu lagi bernama Ustad Abdul Somad, LC. MA dosen PNS yang yang namanya lagi membumbung tinggi karena ceramahnya yang cerdas, lugas, berisi, bagaikan pelepas dahaga Ummat Islam Indonesia di tengah musim kemarau spritual pasca kriminalisasi Habieb Riziq Syihab.

Bukan maksud mencari perbedaan atau membandingkan tapi memang begitulah adanya, secara materi ilmu Political Marketing tampak dua pola sosialisasi media yang menarik dari dua tokoh bangsa ini.

Jokowi dengan power dan infrastruktur kekuasaanya dengan apik memainkan isu kedatangan ini jauh hari sebelum kedatangannya ke Sumatera Barat yang secara notabone nya beliau kalah telak di Pilpres 2014 yang lalu

Berbagai macam isu pemanasan di mainkan oleh media media mainstream, mulai dari cetak dan elektronik. Semua seragam dan terstrukturisasi sama bukti bahwa out put pemberitaanya memang terkondisikan ala istana ke presidenan.

Mulai dari isu pemberian gelar dari Istano Pagaruyuang (Selanjutnya tak jelas lagi keberlanjutannya), Jalan Tol Padang - Dumai, sertifikasi tanah ulayat, dan seterusnya. Jagad dunia pemberitaan di Sumbar di buat sibuk, tak ketinggalan akun akun robot masuk tak tahu saja entah dari mana ke group group lokal dan perantauan komunitas Minangkabau dengan gagah perkasa.

Dari beberapa manuver cipta kondisi strategi 'water test' ini lahirlah berbagai macam respon dari masyarakat Minangkabau yang tentu saja lebih mayoritas kontra dari pada pro dan tidak sedikit yang membully dan jadi gorengan kelakar 'cimeeh' ala khas urang awak yang bikin lucu dan ketawa

Setelah pusaran badai cipta kondisi media ini, maka sampailah akhirnya Sang Presiden datang dengan rombongan standar pengamanan VVIP RI-1. Jalan jalan di blokir, ratusan bahkan ribuan wartawan hadir (namanya saja HUT HPN), Ratusan Pengawal tegap dan sigap (dengan ciri khas berbaju batik, cepak, tegap, dan kabel kecil di telinganya) Bombardir media dimana mana dengan berbagai corak dan enggel photo.

Tak lupa seperti biasa, masyarakat bertumpuk di satu titik berbaris sambil teriak teriak memanggil nama Sang Presiden, photo di sawah sambil jalan kaki bawa payung di tengah hujan, terakhir hadiah sepeda bagi emak-emak yang membuat koment positif di FB nya tentang Presiden. Luaarrr biasa....

Semua pemberitaannya tertata rapi, terstruktur, seragam dimana intinya adalah seolah-olah ingin menyampaikan kepada rakyat Sumatera Barat, bahwa sudahlah Jokowi pada pilpres 2019 nanti adalah pilihan yang terbaik (sesuai cuap cuap manis kata sambutan ketua PWI Sumbar), lupakan masa lalu, lihatlah tampilannya yang sederhana dan paling berjasa buat masyarakat Minang dengan berbagai argumen 'Bungo bakarang' kuli tinta. Setidaknya demikian 'framing' media ciptakan.

Demikian hebbohnya berita, persiapan, atas kedatangan presiden ke Sumatera Barat, kita tak tahu entah berapa dana dan uang rakyat di pakai dan di hamburkan untuk sebuah prosesi ini.

Namun yang jelas, penulis simpulkan biaya yang di keluarkan sangat tidak sesuai dengan out put acara yang saji kan. Gempita isu yang di beritakan tidak sesuai dengan respon masyarakat real di lapangan. Semua jelas di paksakan dan penuh polesan lipstik pencitraan. Besar pasak dari pada tiang, angek tadah pado galeh. Yah begitulah...

Sangat jauh berbeda dengan kedatangan UAS di Kepri. Minim baliho. Minim spanduk. Apalagi cipta kondisi media mainstream cetak dan elektronik. Semua mengalir apa adanya. Di siapkan oleh panitia kecil apa adanya. Sosialisasi hanya di sosial media dan WA.

Satu bulan jadwal UAS sudah beredar entah dari mana sumbernya. Tapi semua seolah berlomba secara sukarela menyebar luaskan kedatangan Ustad fenomenal ini.

Puluhan ormas menyatakan diri siap jadi tameng pengawalan UAS. Para tokoh, pejabat,pengurus mesjid seolah ingin berlomba ingin melayani UAS dengan senang hati.

Hasilnya sama kita lihat sendiri. Jamaah yang hadir luar biasa membludak hampir di setiap titik kegiatan. Puluham ribu masyarakat tumpah ruah ingin mendengarkan ceramah Ustad jebolan Al Azhar dan Maroko ini. Baik shubuh, dhuha, khutbah jumaat, di Masjid, di lapangan, di Polda, bahkan di pulau pun antusias masyarakat seakan tak terbendung.

Sungguh dua fenomena yg sangat kontras dan unik. Tapi demikianlah apa adanya. Allah seakan memperlihatkan dua diaspora kehidupan nyata di hadapan kita.

Silahkan kita menilai, menelaah dari dua maksud tersembunyi dari dua kejadian ini. Silahkan gunakan mata batin kitauntuk membaca dengan jernih, demikianlah putaran kehidupan yg kita alami sekarang

Kita di hadapkan pada dua sisi kehidupan yang nyata. Silahkan kita akan berada di posisi yang mana.

Bersama penguasa yang penuh rekayasa dan tipu daya, atau bersama Ulama, ummat yang bersatu padu dalam bahasa cinta dan persaudaraan. Wallahu'alam.

Oleh: Anton Permana

Sumber: https://web.facebook.com/agus.santoso

Baca juga:

Selasa, 13 Februari 2018

Konglomerat Maling Besar di Indonesia Pencuri Triliunan Uang Rakyat, Inilah Mereka

Konglomerat Maling Besar di Indonesia Pencuri Triliunan Uang Rakyat, Inilah Mereka


Uang Negara yang lenyap ditangan konglomerat hitam...

Dalam catatan Harian Kompas edisi 2/1/2003, melansir sejumlah nama dan besarnya uang yang diterima dan kemudian dikenal dengan skandal BLBI, antara lain :

1) Sudono Salim alias Liem Sioe Liong sekitar Rp 79 triliun,

2) Sjamsul Nursalim alias Liem Tek Siong Rp 65,4 trilyun,

3) Bob Hasan alias The Kian Seng Rp 17,5 trilyun,

4) Usman Admadjaja Rp 35,6 trilyun,

5) Modern Group Rp 4,8 trilyun dan

6) Ongko Rp 20,2 trilyun.


Kemudian Andrian Kiki Ariawan, terlibat dalam korupsi BLBI Bank Surya.

Kerugian negara mencapai sekitar Rp 1,5 triliun. Proses hukum berjalan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Kemudian Andrian kabur ke Singapura dan Australia. Pengadilan kemudian memutuskan melakukan vonis in absentia.

Eko Adi Putranto, anak Hendra Rahardja ini terlibat dalam korupsi BLBI Bank BHS.

Kasus korupsi Eko ini merugikan negara mencapai Rp 2,659 triliun. Ia melarikan diri ke Singapura dan Australia.

Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menjatuhkan vonis in abenstia 20 tahun penjara.

Sherny Konjongiang, terlibat dalam korupsi BLBI Bank BHS bersama Eko Adi Putranto dan merugikan negara sebesar Rp 2,659 triliun.

Ia melarikan diri ke Singapura dan Amerika Serikat. Pengadilan menjatuhkan vonis 20 tahun penjara secara in absentia.

David Nusa Wijaya, terlibat dalam korupsi BLBI Bank Servitia. Ia diduga merugikan negara sebesar Rp 1,29 triliun.

Kasus tersebut sedang dalam proses kasasi, David melarikan diri ke Singapura dan Amerika Serikat.
Tapi ia tertangkap oleh Tim Pemburu Koruptor di Amerika.

Samadikun Hartono, terlibat dalam korupsi BLBI Bank Modern.

Dalam kasus ini ia merugikan negara sebesar Rp 169 miliar.

Kasus Samadikun dalam proses kasasi. Ia melarikan diri ke Singapura.

Total duit rakyat yang dikemplang tujuh konglomerat hitam dalam kasus ini Sekitar Rp 225 trilyun.


Selain itu, muncul lagi pengusaha yang membawa kabur uang dalam jumlah yang luar biasa besarnya.

Misalnya Hendra Rahardja alias Tan Tjoe Hing, bekas pemilik Bank Harapan Santosa, yang kabur ke Australia setelah menggondol duit dari Bank Indonesia lebih dari Rp 1 trilyun.

Hendra Rahardja tepatnya merugikan negara sebesar Rp 2,659 triliun. Ia divonis in absentia seumur hidup di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Hendra meninggal di Australia pada 2003, dengan demikian kasus pidananya gugur.

Kemudian ada Sanyoto Tanuwidjaja pemilik PT Great River, produsen bermerek papan atas.

Sanyoto meninggalkan Indonesia setelah menerima penambahan kredit dari bank pemerintah.

Lalu Djoko Chandra alias Tjan Kok Hui, yang terlibat dalam skandal cessie Bank Bali, meraup tidak kurang dari Rp 450 miliar. Ketika hendak ditahan Djoko kabur keluar negeri dan kini dikabarkan menjadi warga negara Papua Nugini.

Maria Pauline, kasus pembobolan BNI.

Diperkirakan kerugian negara mencapai Rp 1,7 triliun. Proses hukumnya masih dalam penyidikan dan ditangani Mabes Polri, Maria kabur ke Singapura dan Belanda.

Anggoro Widjojo, kasus SKRT Dephut. Merugikan negara sebesar Rp 180 miliar. Dalam proses penyidikan ke KPK. Anggoro lari ke Singapura dan masuk dalam DPO.

Lesmana Basuki, yang terlibat dalam kasus korupsi Sejahtera Bank Umum (SBU). Dalam kasus ini diduga merugikan negara sebesar Rp 209 miliar dan 105 juta dollar Amerika. Lesmana divonis di Mahkamah Agung 14 tahun penjara. Ia melarikan diri ke Singapura dan menjadi DPO.

Tony Suherman, diduga terlibat dalam kasus korupsi Sejahtera Bank Umum (SBU). Dalam kasus ini diduga merugikan negara sebesar Rp 209 miliar dan 105 juta dollar Amerika. Tony divonis 2 tahun penjara. Ia melarikan diri ke Singapura dan menjadi DPO.

Dewi Tantular, terlibat kasus Bank Century. Kasus ini merugikan negara Rp 3,11 triliun. Kasus tersebut dalam penyidikan di Mabes Polri, tapi menurut ICW perkembangan kasus tersebut tak jelas. Ia dikabarkan lari ke Singapura.

Anton Tantular, terlibat kasus Bank Century. Kasus ini merugikan negara Rp 3,11 triliun. Kasus tersebut dalam penyidikan di Mabes Polri, tapi menurut ICW perkembangan kasus tersebut tak jelas. Ia dikabarkan lari ke Singapura.

Sukanto Tanoto, terlibat dalam dugaan korupsi wesel ekspor Unibank. Ia diduga merugikan negara sebesar 230 juta dollar Amerika. Ia lari ke Singapura.

Menurut ICW, Sukanto masih terduga namun diberitakan menjadi tersangka. Proses hukum tidak jelas. (Nama Sukanto Tanoto dicabut dalam daftar ini).

Pada 2010, mantan kepala ekonom konsultan McKinsey, James Henry, menerbitkan hasil studinya soal penyelewengan pajak di luar negeri (tax havens).

Menurut laporan tersebut, terdapat USD 21 trilyun (Rp 198.113 trilyun) pajak pengusaha di seluruh dunia yang seharusnya masuk kantong pemerintah, namun diselewengkan.

Sembilan diantara para pengusaha pengemplang pajak tersebut berasal dari Indonesia, seperti James Riady, Eka Tjipta Widjaja, Keluarga Salim, Sukanto Tanoto, dan Prajogo Pangestu.

Begitu banyak uang rakyat Indonesia yang jatuh ke tangan segelintir orang.

Sumber: Aksi Mahasiswa


 Gatot Nurmantyo, Tuan Guru Bajang ( TGB ) Pasangan Pilihan Prabowo Pada Pilpres 2019

Gatot Nurmantyo, Tuan Guru Bajang ( TGB ) Pasangan Pilihan Prabowo Pada Pilpres 2019



PRABOWO AKAN PASANGKAN GATOT DAN TUAN GURU BAJANG (TGB) PADA PILPRES 2019

Mereka adalah sosok idaman hampir seluruh rakyat Indonesia saat ini, mereka hadir untuk menjawab keluh kesah ibu pertiwi yang sudah hancur lebur oleh tangan-tangan aseng dan asing.  Duel Maut Gatot Nurmantyo dan Tuan Guru bajang ( TGB ) diyakini akan mampu membawa Bahtera Nusantara yang sudah jauh tersesat ke samudra tanpa arah untuk kembali ke posisinya semula yang saat ini di nahkodai oleh kapten kapal yang kurang mumpuni di bidangnya.

Kabar ini tersiar setelah Ketum Gerindra memberikan " sinyal " terhadap pasangan serasi ini.

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengisyaratkan akan memunculkan calon presiden alternatif sebagai penantang Joko Widodo di Pilpres 2019.

Prediksi itu disampaikan pengamat politik Sahirul Alem kepada intelijen (12/02). “Prabowo mengatakan akan melihat perkembangan, saat ditanya soal capres 2019. Ini meng-indikasikan mantan Danjen Kopassus akan memunculkan capres alternatif,” kata Alem.

Menurut Alem, tentunya Prabowo telah melihat berbagai hasil survei maupun situasi terkini sebelum menyatakan akan melihat “perkembangan”. “Realitasnya, posisi Jokowi sangat kuat, maka diperlukan capres alternatif,” papar Alem.

Alem memperkirakan, ada kemungkinan Prabowo menunjuk Gatot Nurmantyo sebagai capres di Pilpres 2019. “Walaupun dalam berbagai survei suaranya masih rendah, nama Gatot cukup bagus untuk dijual di Pilpres 2019,” jelas Alem.

Sedangkan cawapres, kata Alem, Tuan Guru Bajang (TGB) menjadi pilihan. “TGB dari luar jawa dan punya jaringan pesantren di seluruh Indonesia. Kalau ada survei di kalangan NU diminta suruh Jokowi atau TGB maka warga NU akan memilih TGB,” pungkas Alem.

Soal capres 2019, Prabowo belum secara jelas menyatakan kesediaannya untuk maju kembali sebagai capres, padahal kader Gerindra tetap menginginkannya.

“Saya selalu katakan bagi saya adalah pengabdian. Saya akan lihat perkembangan, saya akan lihat situasi, yang terbaik untuk bangsa itu yang saya jalankan,” ucap Prabowo usai acara HUT ke 10 Partai Gerindra di Kantor DPP Partai Gerindra, Jalan RM Harsono, Ragunan, Jakarta Selatan (10/02).

Minggu, 11 Februari 2018

Daftar Peristiwa "ORANG GILA" Di Pesantren yang Hebohkan Publik 2018

Daftar Peristiwa "ORANG GILA" Di Pesantren yang Hebohkan Publik 2018



FENOMENA TEROR ULAMA DIBUNUH ORANG GILA BERPAKAIAN RAPI YANG TERENCANA DAN TERSTRUKTUR

Peristiwa Orang gila dalam 11 Hari:

1. Tgl 27 Februari 2018, Pemukulan Ust. KH. UMAR BASRI' Cicalengka oleh orang gila berpakaian rapi.

2. Tgl 30 Januari 2018, Penembakan mantan Deputi Operasi Basarnas Mayjen [Purn] TNI Tatang Zaenudin di Jl. Bukit Pasir No. 49 RT 001/RW 012 Depok oleh org gila tak dikenal.

3. Tgl 1 Februari 2018, Penganiayaan Ustadz Prawoto Komandan Brigade Pimpinan Pusat Persatuan Islam [Persis] Cigondewah,Bdg.hingga meninggal, oleh orang gila berpakaian rapi partai anu.

4. Tgl.3 Februari 2018, santri pondok pesantren Al-Futuhat Garut, berinisial Abd alias Uloh diserang oleh 6 orang gila tak dikenal menggunakan senjata tajam.

5. Tgl 4 Februari 2018, Seorang pemuda yang bersembunyi di atas Masjid At Tawakkal 1 Kota Bandung, mengacung-acungkan pisau seraya berteriak-teriak 'ustadz bukan?! Ustadz bukan?!'

6. Tgl 5 Februari 2018,seorang perempuan mondar mandir selama dua hari di sekitar pondok, setelah di interogasi, didapati sajam dan sebilah plat besi di dalam tas. Sasarannya adalah pondok pesantren FajruIslam di daerah Sentul City Bogor.

7. Hari ini tanggal 8 Februari 2018, Ulama Bogor, Ust. Sulaiman di bacok orang gila di desa Cigudeg.

Rapatkan Barisan Kaum Muslimin...

Kami hanya mengingatkan peristiwa 'Ninja Banyuwangi' 1998.
Bahwa jumlah ulama korban Banyuwangi [masa itu] merilis 115 korban jiwa yang tersebar di 20 kecamatan. Sedangkan versi TPF Nahdatul Ulama korban meninggal dunia lebih banyak, 147 jiwa.

Viralkan agar design pembunuhan dan penganiayaan terhadap santri dan ulama oleh orang gila berpakaian rapi ini,.dapat membuat para ulama,santri dan pengurus masjid berhati-hati

Oleh: Mulyadi abuAyub