Selasa, 09 Januari 2018

Klarifikasi Ustadz Abdul Somad Tentang Video Lecehkan Nabi Di Muktamar HTI Riau

Klarifikasi Ustadz Abdul Somad Tentang Video Lecehkan Nabi Di Muktamar HTI Riau


Klarifikasi UAS Terkait Video:

1. Mohon maaf jika klarifikasi ini terlambat. Karena selama umroh saya tidak beli nomer baru Saudi Arabia dan tidak isi pulsa. Khawatir tergoda internet. Hanya pakai wifi hotel saja.

2. Video pertama di depan Masjid Raya An-Nur Provinsi Riau. Dihadiri banyak tokoh lintas ormas. Semua memberikan orasi 5-10 menit. Saya diundang sebagai dai dari luar HTI. Orasi saya seputar urgensi politik Islam.

3. Video kedua di Hotel Pangeran Pekanbaru. Dihadiri tokoh lintas ormas. Saya sebagai dai luar HTI.

4. Isi tausiyah video 8 menit itu tentang politik Islam. Usia Nabi dibagi tiga:

- 40 tahun sebagai seorang dalam persiapan kenabian. Belum memegang kekuasaan.

- 13 tahun di Makkah fase kenabian, tapi lemah, tertindas. Bilal disiksa, Sumayyah wafat sebagai syahid, Shuhaib terusir, dan lain-lain.

- 10 tahun di Madinah setelah memiliki kekuasaan. Barulah terwujud pemerataan keadilan dengan bahasa Al-Qur'an: Rahmatan Lil-'Alamin.

5. Fiqh Islam itu banyak aspek:

- Ada fiqh ibadah: shalat, zakat, puasa, haji, dan lain-lain.

- Aspek mu'amalah: jual beli, gadai, hutang piutang, dan lain-lain.

- Aspek munakahat: nikah, cerai, zhihar, li'an, dan lain-lain.

- Aspek politik: syarat pemimpin, dan lain-lain.

Dalam membahas aspek politik Islam ini, Ulama menggunakan banyak istilah. Panjang lebar dibahas Imam al-Mawardi (wafat 450 H) dalam Al-Ahkam As-Sulthaniyyah, sampai Al-Qaradawi dalam Min Fiqh Ad-Daulah. Hingga Ustadz Sulaiman Rasjid dalam Fiqh Islam:

Macam-macam istilah digunakan:

- As-Siyasah As-Syar'iyyah
- Al-Imamah
- Al-Khilafah
- Ad-Daulah

Yang dimaksud adalah, aspek politik dalam Islam.

6. Yang selalu saya sampaikan adalah pendapat moderat Syaikh Al-Qaradawi dalam Min Fiqh Ad-Daulah. Bahwa ketika mencoblos, maka itu adalah persaksian di hadapan Allah SWT bahwa kita bersaksi memilih pemimpin dan wakil kita. Jangan lupa diantara dosa terbesar adalah kesaksian palsu.

7. Dalam ilmu hadits ada yang disebut dengan "al-Jam'u wa at-Taufiq" yaitu mengkombinasikan dan mengkompromikan beberapa hadits tentang suatu masalah.

Begitu juga hendaknya sikap kita menyikapi beberapa potongan video, tulisan, pernyataan dari seseorang agar dapat pemahaman yang utuh.

8. Ada pernyataan: "Abdul Somad menghina Nabi Muhammad SAW". Saya katakan: "Saya Alumni Darul Hadits yang belajar hadits-hadits Nabi. Dari tahun 2008 pulang ke Indonesia mengajar hadits. Di UIN mengampu mata kuliah hadits". Please deh!

9. Insya Allah saya dapat menjelaskan pada ikhwah sudaghe sedulur sederek sedoyo halak hita sasudena yang gagal faham. Tapi saya tidak akan pernah mampu memberikan penjelasan pada orang-orang yang memang mengambil kesempatan dengan gagal faham.

10. Biasanya efek fitnah-fitnah begini orang makin simpati, lovers dan followers makin bertambah. Saya sudah cukup ribet dengan popularitas ini. Ke mall saya terpaksa pakai topi pet. Itu pun ketahuan juga. Di airport saya sering hampir ketinggalan pesawat gara-gara lovers minta poto. Jadi tolong, belilah paket 4 GB. Tonton tuntas. Kalau nggak faham, nanya. Semoga Allah SWT selalu membimbing hati kita. Aamiin.

Baca: Menjawab Fitnah Dan Tuduhan Terhadap Ustadz Abdul Somad Lc MA

Sumber: Ustadz Abdul Somad Lc MA


Senin, 08 Januari 2018

Inspirasi Jihad Ustadz Abdul Somad LC MA - Belajar dari Muhammad Al-Fatih

Inspirasi Jihad Ustadz Abdul Somad LC MA - Belajar dari Muhammad Al-Fatih


Belajar Dari Al-Fatih

1. Hadits Nabi Muhammad SAW menjadi sumber inspirasi: "Kamu pasti akan membebaskan Konstantinopel. Panglimanya adalah panglima terbaik. Pasukannya juga terbaik". (Hadits riwayat Imam Ahmad).

2. Di balik sosok perkasa itu ada guru yang menanamkan keyakinan ke dalam jantung hati sang murid. Dialah 'Aq Syamsuddin.

3. Konstantinopel dikuasai 1453. Al-Fatih menjadi sultan tahun 1451. Pentingnya kekuasaan.

4. Ketika merebut Konstantinopel, usia Muhammad Al-Fatih 25 tahun. Perlunya anak muda mandiri yang visioner.

5. Hagia Sophia dirubah menjadi masjid. Islam tidak menghancurkan, tapi menjaga dan membangun.

6. Ketika Islam jatuh di Andalusia, ia bangkit di Konstantinopel. Cahaya Islam akan terus berkobar. Itu janji Allah SWT. Yang menjadi pertanyaan, apa kontribusi kita di dalamnya?

7. Konstantinopel tidak berubah menjadi Muhammadinopel. Tapi dirubah menjadi Istanbul: kota negeri Islam yang penuh kedamaian.

8. Beri hadiah buku atau sesuatu yang membangkitkan inspirasi.

9. Mereka pernah singgah di "panggung ini", dan berbuat. Apa yang sudah kita lakukan?

Sumber: Ustadz Abdul Somad


Minggu, 07 Januari 2018

SKYLIVE TV Chanel Tivi yang Tayang Video Ceramah Ustadz Abdul Somad Setiap Hari

SKYLIVE TV Chanel Tivi yang Tayang Video Ceramah Ustadz Abdul Somad Setiap Hari


Sekarang tak perlu lagi repot-repot mendownload video-video ceramah Ustadz Abdul Somad di Youtube yang menghabiskan kuota internet. Karena sekarang sudah ada chanel tivi yang menayangkan kajian atau ceramah UAS secara full setiap saat, yaitu SKYLIVE TV di satelit Palapa.

Sabtu, 06 Januari 2018

Sambutan "Hangat" Warga Medan Untuk Lae Djarot yang Ingin Bermain di Pilgub Sumut 2018

Sambutan "Hangat" Warga Medan Untuk Lae Djarot yang Ingin Bermain di Pilgub Sumut 2018


Bah, Main Juga Kau Lae Rot?
(Sambutan Buat Cagubsu Lae Djarot)

Jujur saja, setelah dapat kepastian dari Omak kita Ketua Partai Banteng, kau maju bertarung jadi Calon Gubernur kami di Sumatera Utara, aku mau tak mau jadi salut juga sama kau, Lae Rot.

Di bandingkan orang-orang kami Batak yang juga petinggi di partai kau itu,misalnya Apparaku si Simbolon yang pernah mencalon dulu dan juga Lae Sirait kader muda yang seharusnya jadi menteri di Kabinet Abangda Haji Jokowi Siregar, tentu saja kau yang patut aku acungkan jempol. 
Salut betul aku sama kau jadi kukasih kedua jempol tangan ku kanan dan kiri ya Lae?
Mereka itu jangankan ber-kukuruyuk seperti ayam jantan, berkotek aja ngga ada kudengar suara mereka sekarang.

Entah karena takut sama Omak, ngga tau jugalah aku ya?
Di kultur kami Sumut khususnya Batak, Perintah Omak adalah harga mati. Bertempur kata Omak,bertempurlah kami. 
Kawin kata Omak, ya kawinlah awak.
Ngga berani kami melawan kata Omak, lagipula Surga di Telapak Kaki-nya,kan?
Cuma seingatku, Omak itu yang membrojolkan kami kedunia ini, bukan boss partai, tapi ya sudahlah ...bantai kaulah di situ.

Kudengar-dengar Lae Rot, kau mau maju selain karena ngga ada kerjaan, juga karena dapat dukungan dari senior kau yang lagi trening di Tahanan Mako Brimob itu ya?
Hati-hati kau di jerumuskan mereka Lae, dia saja seingatku dulu pernah mau mencalon jadi Gubernur di Sumut tapi gagal karena ngga laku.
Jangankan kalian, Jenderal Naga Bonar yang kesohor itu lebih memilih bertempur di Jawa Barat daripada di Sumut ini Lae.
Sudah paham dia klo medan tempur di sini keras , apalagi lawannya sekali ini Jenderal Asli Putra Daerah, Pak Edy Rahmayadi.

Tapi itu pilihan kau lah Lae, saya acungi jempol lagi ya?, cuma sudah habis jempol tanganku, apa boleh pakai jempol kaki?

Kulihat sudah bertebaran di berandaku status dan tulisan-tulisan yang memuja-muji mu Lae, ada pula yang sampai ajak nantulang nya buat milih kau.
Segala macam prestasi mu waktu kau jadi Walikota Blitar,mereka cerita sampai berbusa-busa. Tapi kok ngga ada yang mereka ceritakan waktu kau jadi Wagub dan Gubernur Jakarta,ya..?
Ngga apa-apalah, aku juga malas baca karena menurutku ngga ada juga lah yang luar biasa. 
Blitar tetap saja kota kecil yang bahkan banyak orang Medan ngga tau di mana letaknya di Peta.

Bagiku kelebihanmu itu cuma pelihara kumis aja Lae, saya akui itu karena sudah berulang kali ku coba pelihara kumis tetap saja yang tumbuh satu helai-dua helai mirip kumis lele.
Serius aku,pakai minyak apa kau kasih kumis kau itu? 
Minyak nyong-nyong apa minyak Wak Doyok?

Satu lagi lae, Kalau boleh ku kasih saran, hindari ikut langsung kampanye di Pajak (pasar) Sambu dan Simpang Melati Medan.
Di sana itu sentra jual-beli monza, barang-barang bekas dari Malaysia dan Singapura. Semua yang bekas-bekas cepat sekali di kilokan dan di jual inang-inang di sana. 
Bukan maksudnya karena kau itu bekas Cawagub dan ngga laku di Pilgub Jakarta nanti akan di kilokan mereka Lae,bukan...
Cuma jalan di sana kalau hujan sering becek dan kadang masih ada copet.

Terakhir kalau mau di kasih marga,tolong lah Lae, jangan Siregar lagi. Pilihlah marga yang lain dulu, capek sudah aku makan hati. Abang awak sudah jadi Presiden pun tak pernah-nya awak di undang makan-makan ke Istana.
Kalau mau, marga Harahap aja ya Lae, biar pas kita mar-Lae,nya.

Sebelum lupa, terminal taksi paling murah ada di sekitaran Terminal Pinang Baris. Siapa tau Lae butuh transportasi murah-meriah buat kabur jalan-jalan ke Aceh kalau kali ini kalah lagi.
Di sana laut dan pantai-nya mirip-mirip Labuan Bajo juga, Betti-lah...alias beda-beda tipis.

Selamat datang di Sumut dan Selamat berjuang Lae. 

Jumat, 05 Januari 2018

FPIphobia - Aktivitas Bedah Rumah FPI Dianggap Sebagai Perayaan Kriminal Oleh Facebook

FPIphobia - Aktivitas Bedah Rumah FPI Dianggap Sebagai Perayaan Kriminal Oleh Facebook



Sebagai salah satu elemen perjuangan umat Islam dalam menegakkan Amar Ma'ruf Nahi Munkar, Front Pembela Islam (FPI) sejak awal berdirinya selalu rutin melakukan aksi-aksi sosial kemanusiaan dan membantu sesama.

Termasuk saat bencana Tsunami besar melanda Aceh pada tanggal 26 Desember 2004, FPI termasuk salah satu Ormas yang paling awal datang membantu dan menerjunkan tak kurang dari 1700 relawannya di Bumi Serambi Mekah.

FPI juga mengirimkan Relawan pasca meletusnya Gunung Merapi di Yogyakarta, Gunung Sinabung di Sumatera Utara, Gempa Bumi di Padang, tanggul jebol di Situ Gintung dan berbagai lokasi bencana lainnya di tanah air.

Tidak hanya di dalam negeri, musibah yang terjadi di luar negeri pun tak luput dari perhatian FPI dengan mengirimkan bantuan secara langsung di Gaza untuk membantu rakyar Palestina, membantu warga Muslim Rohingya di Myanmar dan sebagainya.

Dan walaupun media-media nasional menolak memberitakan berbagai kiprah positif FPI ini, namun berkat pesatnya perkembangan Media Sosial akhirmya semakin banyak masyarakat yang mengetahui bahwa sejatinya FPI adalah Ormas Islam yang aktif melakukan kegiatan positif, bukan Ormas "radikal, brutal dan anarkis" seperti yang sering digambarkan oleh media-media sekuler.

Namun ternyata ada pihak-pihak yang tidak suka apabila aksi-aksi sosial kemanusiaan FPI makin diketahui oleh masyarakat luas. Sehingga pihak tersebut ingin Media Sosial "bersih" dari segala berita tentang FPI dan Habib Rizieq Shihab, kecuali berita negatifnya.

Terlebih sejak FPI bersama berbagai komponen umat Islam lainnya sukses menumbangkan Ahok dalam Pilgub DKI 2017 dan menyeret sang penista agama Islam yang dekat dengan penguasa itu ke penjara.

Sehingga kemudian pada pertengahan bulan Agustus 2017 terjadi "badai" pemblokiran secara besar-besaran terhadap akun-akun Facebook, Instagram dan Media Sosial lainnya yang nama dan konten pemberitaannya menyangkut FPI atau Imam Besarnya, Habib Muhammad Rizieq Shihab.

Kemudian pada pertengahan bulan November 2017, "badai" kedua penghapusan kembali terjadi. Kali ini skala penghapusannya jauh lebih hebat, dan tidak saja menimpa akun-akun FPI tetapi akun-akun Medsos para netizen Muslim yang berada diluar kubu penguasa. 

Ratusan akun Medsos umat Islam dihabisi tanpa ampun oleh Facebook termasuk akun Fanpage Forum Umat Islam (FUI), Gerakan Indonesia Sholat Shubuh (GISS), API Jabar dan lain-lain.

Dan lebih gilanya lagi, puluhan akun-akun Fanpage sosial kemanusiaan FPI yang isinya murni hanyalah dokumentasi berita, foto dan video kegiatan sosial kemanusiaan FPI juga dihapus, salah satunya adalah Fanpage "FPI Bedah Rumah". 

Padahal Fanpage FPI Bedah Rumah ini kontennya hanya berisi proses pembangunan dan renovasi rumah-rumah warga miskin yang dilakukan oleh FPI dan tak pernah membahas masalah politik sedikitpun. 

Namun tiba-tiba dihapus begitu saja oleh Facebook dengan alasan "memakai Facebook untuk mengelola aktivitas kriminal atau merayakan tindakan kriminal"!. 

Sungguh luar biasa, sejak kapan foto dan video orang sedang membangun dan merenovasi rumah kaum dhuafa' masuk kategori "aktivitas kriminal?". 

Saat ini akun-akun resmi FPI dan Habib Rizieq Shihab di Facebook maupun yang tidak resmi yang dibuat oleh simpatisan sudah tidak ada lagi, karena semuanya sudah dihapus oleh Facebook. 

Dan kini jangankan untuk membuat Fanpage baru, sekedar memasang foto Habib Rizieq atau Laskar FPI saja sudah langsung dihapus oleh Facebook. 

Sungguh sebuah proses Delegitimasi yang sangat mengerikan, memasang foto Habib Rizieq atau Laskar FPI kini oleh Facebook dianggap lebih berbahaya daripada memasang foto porno! Atas perintah siapa Facebook sampai melakukan ini?

Tak cukup sampai disitu, sebaliknya pihak musuh-musuh Islam yang membenci perjuangan FPI justru dibiarkan oleh Facebook untuk menggunakan akun-akun dengan nama FPI dan Habib Rizieq Shihab, dan mereka bebas setiap hari menyerang, menghina dan memfitnah FPI dan Habib Rizieq Shihab di Facebook. 

ADA APA DIBALIK SEMUA INI?

Sumber: Ustadzgugel.com


Anda Yang Mentahdzir Dan Mencari Syubhat Ustadz Abdul Somad, Kesini Sebentar Tuan..!

Anda Yang Mentahdzir Dan Mencari Syubhat Ustadz Abdul Somad, Kesini Sebentar Tuan..!


KESINI SEBENTAR TUAN...

Sebagaimana sudah Tuan maklumi juga, Ustadz Abdul Somad jadwal ceramahnya berpindah tempat dengan cepat, dari satu negeri ke daerah lain. Bahkan dalam sehari, sudah ghalib lintas propinsi, lintas negara juga ada. Tapi tetap saja yang menunggu kehadiran Ustadz tidak terhitung-hitung massa. Kalau Tuan tak percaya, datang dan cobalah berbilang angka. Berapa konon jamaah yang hadir?

Lain lagi di alam maya, video Ustadz Abdul Somad menghiasi halaman medsos semacam Facebook, Youtube, Instagram, lain sebagainya juga ada. Tuan kan juga pakai itu. Tak terhitung-hitung, Tuan. Semua-mua Ustadz Abdul Somad. Sharing-sharing cuplikan videonya juga bersiliweran dari satu grup chat ke grup lain. Memang begitu nyatanya Tuan.

Rusuh dan bimbangkah Tuan melihat Ustadz Abdul Somad hilir-mudik menghimpun massa? Tak usah takut Tuan. Ustadz Abdul Somad tidak kemana-mana. Dia sudah menetap, berdiam dan tinggal di hati ummat. Ummat begitu mencintai Ustadz mereka. Yang sudah tinggal di hati jamaah, sudah terlalu susah untuk tanggal, lepas begitu saja. Pake linggis-pun Tuan ungkit dan Tuan sorongkan upaya untuk mencerabut Ustadz Abdul Somad dari hati ummat..Percuma! Apa lah lagi peniti patah yang Tuan tusukkan. Tapi namanya juga usaha. Jadilah, Tuan.

Tuan pakai gaya yang mana untuk mencegah Ustadz Abdul Somad berkibar di nusantara ini? Tempuhlah!

Hadir beliau ke Bali, Tuan hambat, Tuan cari ke tempat Ustadz menginap. Hinaan, persekusi serta ancaman Tuan lontarkan. Tidak ingatkah Tuan bahwa Ustadz Abdul Somad bukan sebatang kara di Nusantara ini. Tak Tuan lihatkah mata ribuan jamaah di Bali menunggu kedatangan beliau. Tak usah Tuan heran, karena memang begitulah ummat merindukan kehadiran beliau.
Tuan-tuan suruh Ustadz menyanyikan lagu Indonesia Raya, hormat bahkan cium bendera sebagai timbang tanda beliau cinta NKRI dan berbhineka. Halah, Tuan. Cium bendera sudah tidak level beliau lagi, anak Tuan yang baru masuk TK juga bisa cium bendera. Ustadz Abdul Somad sudah berpeluh-peluh masuk ke pedalaman, berjam-jam diatas arus sungai yang menderas. Menggigil beliau bersama rombongan ditengah guyuran hujan. Jauh ke dalam rimba belantara Riau menemui anak bangsa yang masih hijau, mengajarkan menggerek bendera, menyanyikan lagu kebangsaan. Bukan sekali waktu seperti model-model pencitraan sahaja, Tuan, tapi nanti akan berulang lagi insya Allah. Bagi Tuan ini bukan cinta pada Indonesia?

Beliau penuhi undangan taushiyah ke negeri Hongkong. Menemui saudara sebangsa setanah air jugalah itu pastinya. Adakah Tuan yang melapor-laporkan bahwa Ustadz Abdul Somad tak boleh berceramah di Hongkong sebab karena Ustadz terorist, radikal dan ekstrim? Beliau itu eskrim, Tuan.

Tapi tak apa Tuan. Paling tidak live streaming with skype menjadi solusinya. Bolehlah Tuan tersenyum sungging sedikit dengan peristiwa ini. Karena kami tersenyum senang tak alang kepalang ketika melihat beliau disambut oleh jamaah di Aceh. Kabarnya satu koma dua juta orang, Tuan.

Tuan ada pula menulis-nulis artikel, bahan bacaan untuk mengkritisi kajian guru kami Ustadz Abdul Somad? Tuan sanggah kaji Ustadz Abdul Somad dengan berbagai paparan, qaul dan dalil. Ini istiwa, apa itu itsbat, abdul shomad mentakwil, manhaj rusak, aqidah penuh syubhat dan lain sebagainya.

Tuan! Apa yang Tuan tuliskan itu sudahpun diurai oleh alim ulama berabad silam. Tuan hanya memutar ulang kaset lama. Tak ada yang baru dari yang tuan goreskan. Copy paste, edit-edit sikit, khan begitu caranya yang Tuan tempuh. Tuan ibarat memanjat pokok kelapa rebah. Tak usah diulangi lagi, Tuan. Bersorak orang sekeliling kampung melihat tingkah Tuan. Apalagi sampai melorot celana Tuan memanjat pokok kayu yang rebah itu.

Atau Tuan bersorak-sorai bersama jamaah medsos Tuan mengejek Ustadz Abdul Somad terkait penista pesek-memesek itu dan ejekan receh lainnya? Haha. Tuan kan tak bergeraham, tak usah dikunyah jua yang liat dan kuat ini. Cocoknya makanan Tuan itu biji cempedak dikasih mentega, tak payah kunyah. Telan saja bulat-bulat.
Tak kami ragukan memang, kalau Tuan tak bergeraham lagi, sebab kami lihat Tuan gemetar tampil di tv. Adapun teman Tuan itu, samalah dengan Tuan. Payah!!

Macam-macam tingkah Tuan nampaknya. Tuan senggal-senggol Ustadz Abdul Somad "ilmu nya tak seberapa", "tukang dakwah keliling", "hanya pintar melawak", "tidak ada yang istimewa" dan ungkapan rendahan lainnya. Apakah Tuan takut mata Tuan hilang satu, hingga ikut bersemangat mengipas-ngipasi ummat? Kalau memang bukan itu mata pencarian Tuan, lalu why? Atau kalau Tuan merasa lebih pintar, lebih berilmu, lebih hebat, ayo maju ke depan, jangan bergumam di belakang. Biar sama kami lihat juga lepas tangkas tangan Tuan ikut membenahi kami yang awam agama ini. Kami sebagai jamaah memang awam dan bingung tapi masih mau diajari, kalau Tuan cerdik, bijaklaksana apa bisa diikut dan ditauladani?

Satu lagi, bagi tuan-tuan yang hanya bisa berkumur-kumur di postingan-postingan medsos menceramahi Ustadz Abdul Somad. Sudahlah.. Daripada tuan-tuan menggerutu tidak keruan, baiknya temui beliau, ajak diskusi. Jangan membelalak di tempat gelap, menyipak di sebalik bukit. Payahnya saja yang akan tuan-tuan tuai, hasilnya tak menaruh manfaat barang sedikitpun.

Terakhir, Tuan-tuan semua, menghadang laju dakwah tuan guru kami Ustadz Abdul Somad itu bak menghambat badai dengan telapak tangan. Sia-sia Tuan. Salah-salah Tuan bisa digulungnya!!!

Wassalam....
Ditulis oleh Hady Ismanto.




Kamis, 04 Januari 2018

Akhwat Salafi; Saya Lebih Nyaman di Majelis Aswaja dan Habaib

Akhwat Salafi; Saya Lebih Nyaman di Majelis Aswaja dan Habaib


Alhamdulillah dulu saya seperti saudara-saudara salafi yang lain aktif mengikuti pengajian-pengajian di ma’had-ma’had salafi di Jakarta, merasa diri saya sudah sangat sesuai dengan ajaran Rasulullah dengan syariat yang murni dan berlandaskan hadits shahih dan kompeten terhadap dakwah tauhid dan sunnah.

Ketika melihat kalangan yang maulid, hati saya seakan ada sesuatu yang berkata ‘dia ahlul bid’ah’ kadang berdoa mudah-mudahan dia di beri hidayah.

Pada awalnya indah tetapi lama kelamaan makin banyak tanda tanya yang muncul didalam pikiran saya… memang ada sih kajian-kajian yang menarik tetapi tak jarang ada kajian-kajian membahas ikhtilaf, saya bertanya kok semangat membahas masalah khilafiyyah dan menghakimi orang yang berbeda?

Dan selanjutnya melempar tuduhan yang sinis, pikir saya kenapa ajaran ini selalu membahas masalah ikhtilaf, menuding kelompok yang memiliki pemahaman yang berbeda dengan tuduhan ahlul bid’ah, musyrik, khurafat, taghut, hizbi, tahayul?

Saya bertanya kenapa syiah begitu di musuhi? kenapa seperti sinis kepada habib-habib? kenapa sinis kepada yang hobi maulid dan tahlil?

Saya bertanya-tanya sendiri dan mencoba mencari jawabannya sendiri, akhirnya saya tau alasan kenapa memusuhi pemahaman syiah saya pikir oh iya benar ternyata pemahaman syiah keliru, pertanyaan pertama saya sudah terjawab.

Lalu muncul lagi pertanyaan lain kenapa memusuhi dan seperti sinis terhadap ulama-ulama dari kalangan habib? Saya coba mencari jawaban sendiri, apa benar habib-habib mengajarkan orang untuk musyrik, menyembah kubur dll?? Saya coba cari jawabannya sendiri, pada waktu itu saya masih dipihak yang meragukan status habib, lalu saya silaturrahim kebeberapa orang habib dan syarifah di inbox facebook dan di Dunia nyata, dan menemukan jawabannya sendiri, rata-rata mereka memperlakukan saya dengan menghargai saya, lembut, sopan, penuh tata krama, penuh keikhlasan, hati saya bergidik, subhanallah kenapa mereka lembut-lembut?

Saya melempar pertanyaan-pertanyaan yang kritis tetapi mereka menjawab seperti menjawab pertanyaan anak kandung mereka sendiri, rata-rata seperti itu, hati saya terkesima, kenapa saya menemukan sesuatu yang berbeda pada diri mereka? bahkan sebelum berbicara pun saya merasakan sesuatu yang berbeda, tenang, sejuk, lembut, susah di ceritakan.

Hati saya bergidik lagi mungkin mereka benar-benar keturunan Rasulullah, didalam tubuh mereka mengalir darah Rasulullah.

Setelah itu saya masih aktif di pengajian salafi sampai pada akhirnya mereka membahas habib lagi, batin saya seakan berontak dan menolak semua ucapan sang ustadz, ingin rasanya saya berteriak “Tidakkkkkkkkkkkkkkk apa yang kau katakan tidak benarrrrrrrr” tetapi apalah daya semua hanya terpendam dihati.

Penuturan demi penuturan yang diucapan sang ustadz dalam membahas ‘habib’ semakin membuat hati ini tidak tenteram, saya keluar berpura-pura kekamar kecil masuk dan mengunci pintu kamar kecil, saya menangis tak tahu kenapa saya keluar kamar kecil dan tidak berniat mengikuti pengajian lagi, pulang ke rumah dengan air mata yang berlinang, saya tidak tahu kenapa menangis tetapi batin saya seakan tidak terima atas pembahasan sang ustadz yang menyudutkan para habib.

Hari berganti minggu berikutnya saya masih sering hadir di pengajian salafi seperti biasa tetapi juga dihari lain menyempatkan diri mengikuti pengajian-pengajian yang di laksanakan habib-habib, di Majelis Rasulullah, Nurul Musthofa, Al Anwar, Ustadzah Halimah Alaydrus, Majelis Nisa, Petamburan, dan lain lain.

Hati saya tidak bisa berdusta, saya merasa jauh lebih merasa nyaman di majelis aswaja. betapa bahagia ketika mengikuti maulid, saat-saat qiyam ada rasa rindu yang membara kepada Rasul yang tidak bisa diungkapan

Sekarang sudah satu tahun lebih saya tidak pernah lagi mengikuti pengajian salafi manapun, saya hanya aktif di pengajian aswaja.

Puncak penolakan saya terhadap pemahaman salafi ketika salafi beranggapan bahwa kedua orang tua Rasulullah masuk neraka, batin saya menolak sekeras-kerasnya “tidakkkkkkkk” seakan teriakan yang membelah langit, saya tidak terima jika kedua orang tua Nabi Saya dianggap masuk neraka.

Hati saya bertanya dan bertanya sendiri:

Kenapa melarang tabarruk di makam nabi ?
Kenapa melarang orang bergembira atas kelahiran nabi ?
Kenapa melarang orang tawassul kepada nabi ?
Kenapa melarang orang membuat syair pujian kepada nabi sebagai ekspresi ungkapan rasa cinta mereka?
Kenapa peninggalan-peninggalan nabi seperti rumah nabi di saudi seakan tidak terawat?
Kenapa seperti sinis kepada keturunan nabi?
Kenapa menganggap kedua orang tua rasul masuk neraka?
Saya menolak pemahaman ini, ini bukan cinta nabi tetapi seperti ‘memusuhi nabi’
Wallahu a’lam, semoga Allah mengampuni hamba..

Oleh : Akhwat Sunni Salafiyyin
Sumber: Generasisalaf


ILUNI UI Minta Jokowi Ganti Menteri - Menteri Biang Kegagalan

ILUNI UI Minta Jokowi Ganti Menteri - Menteri Biang Kegagalan

iluni ui minta jokowi ganti mentri

ILUNI-UI Minta Jokowi - JK ganti Menteri-Menteri biang Kegagalan

TIGA TAHUN Jokowi - JK KEHIDUPAN BERNEGARA MAKIN RUNYAM, lahir UU ORMAS, yg memberi wewenang PEMBUBARAN ORMAS TANPA MELALUI PENGADILAN. KORBANNYA baru dua: HTI n ILUNI-UI, BERBADAN HUKUM. Rakyat makin miskin, ASET2 NEGARA dan BUMN DIJUAL ke ASING, UTANG NEGARA MAKIN BESAR, dan KONSESI MAKIN BANYAK DISERAHKAN KEPADA SWASTA. PEMERINTAH JKW-JK GAGAL TOTAL !!.

KALAU MAU TERUS SAMPAI AKHIR PERIODE, maka MENTERI2 BIANG KEGAGALAN HARUS segera DIGANTI, YAITU :

1. Menko maritim luhut binsar panjaitan : merusak tatanan negara dgn mengangkangi wewenang kementrian lain, MELAKUKAN KEBOHONGAN PUBLIK soal REKLAMASI 17 PULAU buat KEPENTINGAN BISNIS PROPERTI 9 NAGA AGUAN dkk. Mengorbankan pemukiman rakyat kcil. TIDAK MENGHORMATI HUKUM' dg meneruskan MEGA PROYEK REKLAMASI yg telah DIHENTIKAN PENGADILAN, dll.

2. Menkeu sri mulyani indrawati (SMI) : gagal menjaga pertumbuhan ekonomi yg sustainable. Pertumbuhan malah menurun drastis dibanding zaman SBY yg tumbuh 6,2 persen. Pembangunan hrs dibiayai dgn berhutang dari china dll dgn mengorbankan kepentingan bangsa n tenaga kerja sendiri, rakyat terus diperas dgn pajak makin banyak n kenaikan harga. Pengemplang BLBI n pajak malah dibebaskan n jadi pahlawan pembangunan lewat UU Tax Amnesty. Sdg rakyat malah dikejar2 pajak, deklarasi aset, dll. Padahal yg hrs mdeklarasikan aset adalah PEJABAT PUBLIK.

3. Mendagri tjahjo kumolo : gagal memenuhi kebutuhan blanko e-KTP sampai sekarang (3 tahun lbh), tdk mengusut kasus impor e-KTP aspal, tak bisa memindahkan server e-KTP ke Indonesia, ingin menghapus kolom Agama dr KTP, data penduduk Indonesia terjual. Menuduh Islam sebagai radikal sebagai tafsiran UU Ormas. Sdg PKI dan EKSTREM KIRI, yg sdh JELAS DILARANG oleh TAP MPRS, sebagai sesuatu yg biasa2 saja. Suka merecoki Pemda di era otonomi daerah, dll.

4. Menkumham yasonna laoly : terang2an menunjukkan solidaritas kpd narapidana mantan plt gub dki ahok alias basuki tjahaya purnama yg telah divonis bersalah di pengadilan. Tidak bisa bertindak adil dlm penegakan hukum alias tebang pilih. Mafia narkoba besar dpt pengampunan. Disinyalir terlibat korupsi e-ktp, dll.

5. Mentri ESDM Ignatius Yonan n wakilnya archandra tahar : gagal melunakkan Freeport utk tunduk kpd hukum n perundang2an Indonesia. Gagal menaikkan bagian Indonesia dr freeport n kuasa tambang lain, sehingga Indonesia tetap miskin n penguasa2 tambang makin kaya dng mdptkan hasil diatas 90 persen dr kekayaan SDA kita (utk EMAS pemerintah Indonesia hanya dpt 1% sebuah pelecehan thd kedaulatan). Gagal memaksa freeport dll bikin smelter n pabrik pengolahan di Indonesia, dll.

6. Menneg BUMN Rini Sumarno: GAGAL MENGELOLA perusahaan BUMN utk kemakmuran rakyat, malah suka menjual aset-aset Negara/perusahaan² BUMN, Memaksa BRI, Bank Mandiri, dan BNI menerima pinjaman dr cina yg nantinya bisa jd penyertaan modal cina. PLN dipaksa berutang terus utk membangun pembangkit listrik 35 ribu MW dng menyingkirkan PLN dr lapangan. 25 ribu MW diserahkan kpd swasta dg konsep beli atau bayar. Sdg harga listrik sdh ditetapkan pemerintah agar swasta untung (besar). PLN sepertinya sengaja mau dibikin bangkrut. Agar rakyat membeli listri dr swasta, kompor gas akan di ganti kompor listrik, dengan dalih lebih murah.

7. Mentri Perdagangan Enggartyasto lukito : gagal menjaga harga2 pangan n sembako, gagal memasarkan produk pertanian, perikanan n pangan indonesia. Malah impor makin besar termasuk garam, beras, cabe, daging, jeroan, dll.

8. Jaksa Agung M. Prasetyo n Kapolri Tito Karnavian: keduanya gagal menegakkan hukum & keadilan utk semua, melakukan tebang pilih, memusuhi ormas islam, MUI, Ulama, Habibi, dan Tokoh² ISLAM' yg dihormati dimasyarakat. Gagal menangkap pelaku penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan, memusuhi KPK .

9. Menkopolhukam wiranto: terlalu dikendalikan luhut, sehingga gagal melaksanakan tugas kementrian [JO]

COPAS dr wag jaket kuning.

Dari rapat online ILUNI-UI.
Telah dirapikan
oleh : ishak rafick.

Sumber : FB

Rabu, 03 Januari 2018

Penjelasan dan Tafsir Istilah Hoax Membangun dari Kepala BSSN Ala Netizen

Penjelasan dan Tafsir Istilah Hoax Membangun dari Kepala BSSN Ala Netizen

hoax membangun

Ada istilah baru yang di "rilis" oleh Kepala Badan Siber dan Sandi Negara yaitu HOAX MEMBANGUN. Istilah aneh ini membuat pusing netizen. Apa makna dan tafsir dan penjelasan dari istilah Hoax membangun itu dan seperti apa pula bentuk realisasinya? memangnya ada Hoax atau kabar bohong, tipu-tipu berita yang bisa membangun?

Sebelum pertanyaan ini terjawab oleh pihak yang berwenang, warganet sudah punya tafsir dan memaknai sendiri dari istilah Hoaks membangun yang di "luncurkan " oleh Bapak Djoko Setiadi yang berusan dilantik oleh presiden sebagai Kepala BSSN.

Pernyataan Kepala BSSN tentang hoaxs membangun; 
"Tentu hoax ini kita lihat, ada yang positif dan negatif. Saya imbau kepada kawan-kawan, putra-putri bangsa indonesia ini, mari sebenarnya kalau hoax itu hoax membangun ya silakan saja,"

"Tapi jangan terlalu memprotes lah, menjelek-jelekkan lah, ujaran-ujaran yang tidak pantas disampaikan, saya rasa pelan-pelan dikurangi," 

Inilah beberapa tafsir atau makna dari istilah hoax membangun ala netizen;












Selasa, 02 Januari 2018

Lebih Baik Pak Djarot Kembali ke Blitar Main Gitar, Daripada Malu Kalah di Sumut

Lebih Baik Pak Djarot Kembali ke Blitar Main Gitar, Daripada Malu Kalah di Sumut

jarot sumut


KENAPA HARUS DJAROT?

Kali ini saya akan menulis pendapat saya tentang rencana majunya, Pak Djarot jadi Calon Gubernur Sumatera Utara.

Sebagai orang Sumut,saya sedikit banyak tentu berkepentingan dengan terpilihnya siapapun yang akan memimpin "Tano Hasorangan" atau tanah kelahiranku itu.

Partai Banteng yang berencana akan mengusung Pak Djarot,bukanlah partai kemarin sore yang akan asal tunjuk orang untuk wilayah sepenting Sumut, walaupun saya tidak akan bilang cukup pintar juga untuk menganalisa perkembangan politik selama ini.
Buktinya kegagalan mereka di Pilgub DKI dan Banten.

Bahkan Partai ini beberapa kali menang pemilu tapi gagal mengantarkan ketua umumnya jadi Presiden. Kalaupun di Pilpres 2014 mereka bisa menempatkan kadernya Pak Jokowi jadi Presiden , tapi menurut saya,keberhasilan mengantarkan Jokowi jadi presiden bukan keberhasilan tunggal PDIP,banyak pemegang saham dan kubu lain yang terlibat.
Karena itu ,wajar saja bila Bu Mega berulang kali menegaskan, Jokowi adalah petugas partainya,untuk mengingatkan kepada para "pemegang saham" dan Khususnya Pak Jokowi sendiri agar selalu ingat, Siapa pemegang saham utama?

Jadi menurut pendapat saya ,rencana penunjukan Djarot kemungkinan besar ; 
Pertama karena bermodalkan suara Ahoker garis keras khususnya yang berasal dari daerah Sekitaran Danau Toba. 
Sayangnya kita semua juga tahu, yang ada di Pilgub DKI adalah Jokower dan Ahoker bukan Djaroter apalagi Kumiser.

Alasan kedua, sekali lagi menurut analisa saya,karena penduduk Sumut suku Jawa hampir 33 persen. Modal suara yang cukup signifikan kalau Djarot bisa memamfaatkan ke-seduluran mereka.
Tentu saja suku terbanyak tetap di pegang suku Batak, cuma sudah menjadi rahasia umum, orang Batak hanya bisa kompak di perantauan,kalau di daerah sendiri malah kami seringkali berselisih hanya gara-gara Kulit Sapi,Daging Kelinci dan Gigi Babi.
Tidak percaya?
Mari kita buktikan di Pilgub Sumut nanti, berapa orang kandidat dari Suku Batak yang akan bertarung jadi BK-1. 
Sebagai pembanding,di Pilgub Sumut 2013 lalu dari 5 Cagub, 4 orang dari suku Batak dan ke empat-empatnya, kalah....

Saya walaupun Suku Batak,tidak mempermasalahkan Suku manapun yang akan memimpin Sumatera Utara kedepan tapi tetap berharap putra-putri daerah setempat.
Kecuali sudah tidak ada putra/putri Sumut yang mampu memimpin Sumut, kalaupun mau mengambil calon Pemimpin dari daerah lain,seharusnya putra/putri terbaik negeri ini.

Tapi kenapa harus Djarot?
Lagipula Djarot itu siapa?
Saya tidak tahu apa prestasi luar biasa Djarot sewaktu menjabat Walikota Blitar maupun ketika jadi Wagub dan Gubernur lungsuran di DKI, berbeda dengan Pak Jokowi sewaktu jadi Walikota Solo menggagas mobil Esemka yang beritanya menggegerkan seluruh dunia walaupun tidak jelas rimbanya.

Terakhir, apakah Pak Djarot tahu?
Kreta yang begitu besar dan panjang bagai ular di Pulau Jawa bagi kami orang Sumut itu artinya cuma sepeda motor?
Sedangkan Motor itu di Sumut beroda empat karena sebutan buat mobil.

Apakah Pak Djarot juga sudah tau kalau Galon itu artinya SPBU?
Jalan Raya kami sebut Pasar sedangkan Pasar tempat jual-beli kami sebut Pajak?

Pusingkan?
Lebih baik Pak Djarot kembali ke Blitar main Gitar, daripada malu tidak terpilih dan kembali melarikan diri....di Acara Pelantikan Pak Edy Rahmayadi.

Sumut membutuhkan Orang Hebat bukan Orang berkumis lebat.

#SalamSumut Marsipature Hutana Be

Oleh: Azwar siregar


Fakta Investigasi Lapangan SMA 3 Lamongan Yang Diputarbalikan oleh Ahokers

Fakta Investigasi Lapangan SMA 3 Lamongan Yang Diputarbalikan oleh Ahokers


Dinas Pendidikan Jawa Timur menurunkan tim ke Lamongan untuk menginvestigasi kebenaran berita adanya seorang siswa SMAN di Lamongan yang berkirim surat ke Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Diberitakan oleh media nasional sebelumnya, bahwa siswa dengan nama Fadila Maretta mengadukan ke Ahok bahwa ijazahnya ditahan sekolah karena adanya tunggakan yang belum diselesaikan.

Setelah terjun langsung ke Lamongan, akhirnya Dinas Pendidikan Jatim memperoleh fakta kejadian sebenarnya, yang ternyata berbeda dari apa yang diberitakan bahwa ijazah siswa tersebut ditahan sekolahnya.

“Benar siswa bernama Fadila Maretta tercatat sebagai siswa SMAN 3 Lamongan lulusanan tahun 2017 (bukan SMAN 30 Lamongan),” jelas Kepala Dinas Pendidikan Jatim Dr Saiful Rachman, lewat rilis yang diterima SERUJI, Selasa (2/1) sore.

Sebelumnya sempat beredar kabar di sosial media bahwa siswa tersebut bersekolah di SMAN 30 Lamongan, yang faktanya tidak ada sekolah tersebut di Lamongan.

Dari hasil investigasi Disdik Jatim tersebut diketahui juga bahwa Fadila Maretta sejak lulus pada Mei 2017, tidak pernah mendatangi sekolah. “Untuk pengambilan ijazah dan cap tiga jari,” jelas Saiful.

Fadila Maretta, lanjut Saiful, memang datang ke SMAN 3 pada tanggal 28 Desember 2017 sekitar pukul 08.30 WIB menemui Tata Usaha Sekolah, Sulityowati Fitriah.

“Kemudian dilaporkan ke Kepala Sekolah, bahwa ada tamu siswa bernama Fadila Maretta dan seorang perempuan yang mengaku wali murid. Maksud kedatangan untuk meminta nomor rekening sekolah dan rincian tunggakan,” jelasnya.
Wanita yang mengaku wali murid tersebut, mengatakan bahwa Fadila Maretta menang lomba puisi Ahok, tanpa mengungkapkan bahwa siswa tersebut telah berkirim surat ke Ahok.

Wanita tersebut sempat ingin melihatkan percakapannya lewat pesan dengan seseorang kepada Kepala Sekolah, Wiyono.

“Namun Kepala Sekolah menolak membaca isi percakapan itu karena tidak ada kaitannya dengan pengambilan ijazah dan sekolah,” ungkap Saiful.

Akhirnya ijazah tersebut diserahkan kepada Fadila Maretta setelah ia membubuhkan cap tiga jari, tanpa dipungut biaya sama sekali, yang memang sudah jadi kebijakan di Provinsi Jatim.

“Selama proses berlangsung, Kepala Sekolah tidak pernah menjalin komunikasi dengan saudara Natanael, sebagaimana yang disebutkan dalam berbagai berita media masa dan sosial media,” tegas Saiful.

Ditegaskan juga oleh Saiful bahwa selama proses pemberian ijazah, tidak ada sama sekali campur tangan Ahok atau orang kepercayaannya sebagaimana yang diklaim di berbagai media.

“Selama proses ini sama sekali tidak ada campur tangan Ahok apalagi bantuan, semuanya murni karena sekolah ingin memberikan ijazah tersebut sebab yang bersangkutan datang ke sekokah,” ujar Saiful.

Diungkapkan juga oleh Saiful bahwa penyerahan ijazah berlangsung singkat tidak lebih dari 20 menit, karena dianggap tidak ada masalah dan tidak perlu harus membayar apapun untuk sekolah. Sebab sejak awal ada ketentuan di Provinsi Jatim bahwa pengambilan ijazah gratis dan seluruh tunggakan siswa yang lulus jika ada dianggap lunas.

“Catatan dindik_jatim bahwa kasus ini menjadi viral tanggal 30 Desember 2017 sementara penyerahan ijazah 28 Desember 2017. Artinya ijazah diberikan sebelum kasus ini muncul ke permukaan. Bila sekolah menyerahkan saat ramai, akan muncul dugaan rekayasa. Ini yang saya hindari,” pungkas Saiful. [seruji.co.id]

New: Tafsir dan Makna HOAX MEMBANGUN Ala Netizen

klarifikasi Bapak Saiful Rachman dari Dindik Jatim lewat Twitter terkait fakta lapangan yang ditemukan oleh tim investigasi yang turun ke SMA 3 lamongan;


TPP Pegawai Solok Selatan Yang Bikin Heboh - Download PERBUP Solsel No 41 Tahun 2017

TPP Pegawai Solok Selatan Yang Bikin Heboh - Download PERBUP Solsel No 41 Tahun 2017

tpp solok selatan

Download PERBUP TPP Solok Selatan no. 41 Tahun 2017 tentang tunjangan tambahan penghasilan untuk ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Solok Selatan Sumatera Barat.

Download di: PERBUP SOLSEL NO.41 - 2017

Besar tunjangan penghasilan ASN khusus untuk pejabat fungsional ( guru ) di Solok Selatan naik drastis berkali-kali lipat dari yang sebelumnya, jumlahnya berkisar 2. 000.000 untuk golongan terendah dan 4. 000.000 untuk golongan tertinggi.


Namun ada yang mengganjal di hati para guru terkait keputusan Pemda Solsel ini, yakni guru sertifikasi tidak dapat jatah untuk menerima TPP yang telah disosialisasikan oleh Pemda Solsel pada hari Rabu 27 Desember 2017 di Aula Sarantau Sasurambi Padang Aro.

Sekda Solsel Yulian Efi mengatakan TPP ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan pegawai di lingkungan pemda Solsel.

Keputusan Bupati Solok Selatan tentang penerima TPP baru tahun 2017  dan yang tak menerima;





Untuk lebih jelasnya silahkan download Perbup TPP Solsel 2017 pada link diatas