Rabu, 10 April 2019

Wahai Umat, 13 April Jauhi GBK Karena Berbahaya Bagi Iman dan Akal Sehat


WAHAI UMAT, 13 APRIL JAUHI GBK. AURA JAHATNYA AKAN MERUSAK IMAN DAN MENUMPULKAN AKAL

Oleh : Nasrudin Joha

Ada ulama, fatwanya ditunggu umat, begitu merapat ke rezim menjadi ngigau. Meminta maaf telah 'membela agama' dan membuat penista agama masuk penjara. Fatwanya jadi kacau, tidak lagi halal haram jadi standar.

Tiap hari sebar ujaran lawan hoax, tapi dirinya sendiri sering tebar hoax. Masih merasa muda, padahal usia tua Bangka. Menjanjikan mobil SMK, padahal mobil SD, mobil TK bahkan mobil PAUD pun tak jelas rimbanya. Berkoar berdarah ini itu, keturunan Nasab ini dan itu.

Ada pengacara, mengaku kuasa hukum Ulama Umat. Begitu ke kubu rezim ujarannya meracau. Ga ada kelasnya, seperti orang awam saja.

Berbusana bak penjaga agama, tapi nyaleg di partai penista agama. Bukannya merasa bersalah, justru bangga telah menjadi bagian barisan penista agama.

Ada profesor, ahli hukum ahli tata negara. Begitu merapat ke rezim, terlihat bodoh seperti tidak pernah mengenyam bangku sekolah hukum. Berbusa mengumbar janji membebaskan ustadz, merapat kepercayaan rezim akan bebas tanpa syarat, nyatanya juga dikibuli rezim.

Artis paling kritis di era 80 an, sampai bikin judul lagi 'bento' untuk mengkritik rezim. Sekarang merapat, lagunya jadi hambar. Tak ada lagi lagu kritis, paling lagu 'seperti biasa aku diam tak bicara, hanya mampu pandangi bibir tipismu yang menarik'. Syair lagunya jadi Letoy, tak ada aura perjuangan.

Profesor tolak angin, jadi ikut ikutan masuk angin merapat ke rezim. Kicaunya 'penyebar hoax adalah iblis' tapi begitu ditanya hoax 50 juta apakah perbuatan iblis ? Sang profesor hanya terdiam sambil nyengir dingin.

Nah, tanggal 13 April itu mereka semua mau ngumpul di GBK. Saran saya khusus tanggal 13 April jauhi GBK. Berbahaya !

Berbahaya bagi iman, juga bagi akal. Iman akan luntur sedangkan akal akan tumpul. Jika tidak beruntung, bisa juga jadi korban 'anak buah begawan BPIP' yang mengamuk garang, menghajar anggota TNI dan bawaslu di jogja.

Disana, di GBK itu, tak akan ada persoalan sholat campur baur atau tidak, karena nanti yang ada hanya nyanyi-nyanyi dan joget jogetan. Mana ada agenda sholat dan bermunajat kepada Allah SWT.

Ingat, dua harta yang paling berharga itu iman dan akal sehat. Tidak berguna akal sehat, jika Anda kehilangan Iman. Sama juga, tidak bernilai iman jika akal menjadi tumpul, dungu, seperti dengkul.

Jauhi GBK dalam radius minimal 20 KM, agar aura jahat itu tidak menyebabkan polusi iman dan polusi akal. Akan terjadi dehidrasi jiwa dan kegoncangan hati, jika kalian memaksa mendekat, apalagi hadir dan merapat.

Jadilah peran dalam suatu perjuangan umat dan jangan hanya jadi penonton. Sungguh rugi diakhirnya nanti.