Minggu, 27 Januari 2019

Dunia Tak Lengkap Tanpa Orang Dungu, Abaikan Mereka Jika Anda Cerdas dan Berakal


ABAIKAN, KAWAN !

Tidak setiap pernyataan orang kepada kita harus kita tanggapi. Apalagi pernyataan-pernyataan yang muncul dari orang-orang safih (bodoh/dungu). Waktu kita terlalu sia-sia kalau hanya dihabiskan untuk melayani hal-hal seperti itu. Masih banyak hal yang musti kita lakukan untuk kebaikan diri kita, keluarga kita dan orang lain (umat). Prinsipnya, jika kita sudah meyakini suatu perkara, lakukan dengan sebaik-baiknya dengan tulus ikhlas untuk mencari ridha Allah. Selebihnya serahkan kepada Allah. Adapun “slentingan-slentingan” dari manusia, abaikan saja, tidak perlu ditanggapi. Anggap saja itu sebuah hiburan dan dinamika kehidupan di semesata ini.

Sudah menjadi sunnatullah, bahwa dunia ini tidak akan lengkap kecuali dengan adanya orang-orang yang seperti itu. Jangankan kita yang begitu banyak kekurangan, Allah Yang Maha Sempurna saja dicela oleh orang-orang musyrikin. Afdhalul anbiya’ (nabi paling mulia), Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam juga tidak luput dari sasaran caci maki mereka. oleh karena itu, jika kita berangan-angan lepas dari hal itu semua, itu mimpi !

Seorang, semakin dalam ilmu dan hikmahnya, maka dia akan semakin tidak mudah terpancing untuk melayani hal-hal tidak penting yang ada disekitarnya. Lupakan saja semua itu dan teruslah berkarya untuk umat. Yang begitu-begitu akan lenyap dengan sendirinya diterjang zaman. Semakin tidak dihiraukan, akan semakin cepat musnah. Ingat ! adap pepatah menyatakan “Anjing mengonggong kafilah tetap berlalu”.

Imam Asy-Syafi’i –rahimahullah- menyatakan :

الكيس العاقل هو الفطن المتغافل

“Orang yang cerdas lagi berakal, adalah seorang yang pandai lagi suka mengabaikan (hal-hal yang tidak penting).”

Telah diriwayatkan dari Aisyah  radhiallahu ‘anha, beliau berkata:
“Serombongan orang-orang Yahudi mendatangi nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam seraya berkata: “As-samu ‘alaikum (kebinasaan atas kalian) plesetan dari assalamu‘alaikum. Mendengar ucapan mereka seperti ini, maka Aissyah langsung menimpali dengan keras: “Kebinasaan atas kalian juga, semoga Allah melaknat kalian dan semoga kemarahan Allah menimpa kalian!”.Saat mendengar pernyataan ini, nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata: “Tenang/pelan wahai Aisyah! wajib atasmu untuk lemah lembut dan meninggalkan ucapan keras/kasar serta keji!” [HR. Al-Bukhari]

Saat menjelaskan hadits di atas, Imam An-Nawawi rahimahullah berkata :

في هذا الحديث استحباب تغافل أهل الفضل عن سفه المبطلين إذا لم تترتب عليه مفسدة

“Di dalam hadits ini terdapat anjuran kepada orang-orang yang memiliki keutamaan (ilmu) untuk mengabaikan berbagai kedunguan orang-orang yang berbuat kebatilan, apabila tidak akan mengakibatkan kerusakan kepada dirinya.”

Kita tidak perlu sibuk untuk mencari penilaian dan ridha manusia. Karena yang kita cari bukan itu, akan tetapi ridha Allah semata. Penilaian manusia sering kali salah, namun penilaian Allah tidak akan pernah keliru. SALAM DUA JARI !

Oleh: Ustadz: Abdullah Al-Jirani

Next:

Jadilah peran dalam suatu perjuangan umat dan jangan hanya jadi penonton. Sungguh rugi diakhirnya nanti.