Rabu, 05 Desember 2018

Orang yang Curang Bukan Umat Nabi Muhammad SAW

orang curang bukan umat nabi

Saat ini, apalagi di musim coblos-mencoblos berebut kursi empuk Pilpres dan lainnya nampaknya CURANG adalah sesuatu hal yang tak bisa dihindarkan, malah kecurangan dalam pemilu atau pemilihan ketua ormas dll nampaknya saat ini semakin terang-terangan, tanpa ada rasa malu ataupun takut, apalagi kecurangan orang-orang curang tersebut di beking oleh pihak yang berwenang.

Tapi berhati-hatilah, tidak ada kecurangan yang berakhir dengan kenyamanan dan kebahagiaan, belum ada kisah-kisah atau dongeng sekalipun yang ending ceritanya dimenangkan oleh orang yang curang.

Orang Curang Bukan dari Golongan Nabi Muhammad SAW

Ada banyak kita lihat para pendukung orang-orang kafir (Munafikun), pembela penista agama yang berbuat curang di dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) berKTP Islam, namun bangga dengan kecurangannya.

Apa kata Hadits tentang mereka;

Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa yang menyerang kami, dengan senjata maka bukan termasuk golongan kami. Dan barangsiapa yang berbuat curang, maka bukan termasuk golongan kami.” (HR. Muslim, No. 279. Hadits dikutib dari Syarh Shahih Muslim, Imam An-Nawawi, jilid 1, hal. 793).

Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah saw pernah melewati tumpukkan makanan lalu beliau memasukkan tangannya ke dalamnya lalu beliau menarik kembali tangannya dalam keadaan basah, beliau berkata, “Apa ini wahai pemilik makanan?” Dia menjawab, “(Basah) wahai Rasulullah.” Beliau berkata, “Kenapa kamu tidak menaruhnya di bagian atas makanan? Barangsiapa yang berbuat curang maka dia bukan termasuk golonganku.”
(HR. Muslim, No. 280. Hadits dikutib dari Syarh Shahih Muslim, Imam An-Nawawi, jilid 1, hal. 794).

Kata Mursyid tentang kecurangan orang-orang yang curang;

Sesungguhnya seluruh tipu daya mahklukNYA tidak akan pernah berhasil kepada orang-orang yang bertawakal, karena tawakal merupakan sebab pertama kuasa Allah menyertai kekuatan hamba-hambaNYA. Maka saksikanlah wahai manusia dan jin, semakin kalian menikmati tipu daya dan kecuranganmu, maka tunggulah kuasa dan perbuatan Allah pada kelompok dan diri kalian !
(Tuangku Syaikh Muhammad Ali Hanafiah Ar-Rabbani)


Jadilah peran dalam suatu perjuangan umat dan jangan hanya jadi penonton. Sungguh rugi diakhirnya nanti.