Minggu, 02 Desember 2018

Ada Bau Politis dalam Aksi Reuni 212 Monas Jakarta

reuni 212 berbau politik

Aksi dan Reuni 212 Berbau Politis?

Jawaban Saya,
"IYA, Memangnya Kenapa?"

Kita ini Umat Islam Selalu Menghindari Politis, Namun, Akhirnya Semua Aturan/ Undang Undang, Malah Menyudutkan Umat Islam.

Tidak Ingatkah ANDA, baru-baru ini Bendera Tauhid dianggap sebagai Bendera Teroris?

Tidak ingatkah Ada UU Ormas yang Mengancam Pembubaran Ormas Islam?

Tidak ingatkah Pengajian DI bubarkan?

Kenapa?

Karena KITA Tak Kuat Secara Politis.

Bedakan antara Politis dengan PARTAI POLITIK

Aksi 212 dan Reuni 212 Adalah Momentum bersatunya UMMAT.

Kalau Kita Bersatu, Suara Umat Islam Bersatu. Kita bisa milih Bupati yang sesuai Syariat Islam, memilih Gubernur yang Seiman, memilih Pemimpin yang Berakhlak Mulia.

Kalau Umat ini
Bersatu, KITA akan kuat,
KITA, punya Suara untuk Menentukan Kebijakan.

Mencegah Negeri ini
Jadi Sekuler, Liberal dan Komunis.

Jangan Anti dengan Politik
Tapi Cerdaslah memilih PARTAI POLITIK.

Selain itu,
Ilmu fiqh juga harus diketahui.

Ada banyak macamnya :

1. Fiqh Syariah,
yang mengatur bab ibadah

2. Fiqh Muamalah
yang mengatur perdagangan jual beli

3. Fiqh Munakahah
tentang bab pernikahan, cerai dan rujuk

4. Dan fiqh Siasah,
tentang pemerintahan,
kepemimpinan dan politik

Islam Sangatlah Lengkap,
Jangan Sempit Fikir...

"JANGAN MAU DIBODOHI AGAR MENJAUHI POLITIK TAPI JADI TERZALIMI DI KEMUDIAN HARI."

Salam
Andre Raditya
(Mualaf, Penulis Buku, Trainer, Motivator, Entrepreneur)

Next:

Jadilah peran dalam suatu perjuangan umat dan jangan hanya jadi penonton. Sungguh rugi diakhirnya nanti.

1 komentar so far

Perjuangan masih panjang, dan masih terbuka untuk para pejuang islam yang ikhlas dan taqwa