Rabu, 31 Januari 2018

Silek Batin Atau Silat Ghaib Dalam Ajaran Tareqat di Minangkabau


BACK TO SPIRIT OF THARIQAT: “SILAT LAHIR HINGGA KE BATIN”

Surau Inyiak Cubadak, JENIUS. - Membahas Kaji Silek (ilmu Silat) yang berkembang di Alam Minangkabau se akan tak ada habisnya, bagai menggali sumur tanpa dasar. Makin dikaji makin banyak ditemukan KHAZANAH SILEK yang selama ini TERSEMBUNYI, TERPENDAM atau bahkan mulai HILANG dari Kancah Persilatan.

Kaji SILEK BATIN misalnya, adalah Ilmu Silat yang berkembang seiring dengan proses Islamisasi yang dilakukan oleh para ‘Ulama Thariqat di Tanah Minangkabau. Maka, Kaji Silek Batin tidak lepas dari ajaran tarekat tersebut. Langkah-langkah dalam gerakan Silatnya pun membentuk Alif-Lam, Lam-Ha, Mim-Ha, dan Mim-Dal.

Kaji Silek Batin ( silat ghaib) menekankan pendidikan SPIRITUAL atau MISTIS untuk membuka mata jiwa, kekuatan SUPERNATURAL, dan beragam kekuatan MAGIS lainnya. Para murid biasanya kebal api, termasuk bisa melempar kelapa yang dibakar pakai tangan kosong.

Mereka digembleng dengan tiga kekuatan. Satu adalah fisik yang menjatuhkan dan melumpuhkan lawan. Mereka juga diwajibkan mandi MINYAK PANAS atau AIR KERAS yang bertujuan agar tidak terkilir atau patah. Kedua, TENAGA DALAM melalui olah pernafasan dan yang ketiga ialah TENAGA GHAIB dilatih dengan doa-doa melalui wirid (zikir).

Jika yang digembleng dengan Silek Batin ini adalah anggota Densus 88, tentu siap menjadi anggota satuan elit ANTITEROR dengan kekuatan SUPER. Tak hanya kebal, terhadap bacokan, tembakan, dan panas membara, mereka juga bisa memiliki kepekaan tinggi terhadap marabahaya. Mirip-miriplah dengan indera supernya Spider Man.

Tanpa perlu senjata api, atau lainnya Insya Allah setiap kepalan tangan, kaki dan anggota tubuh adalah senjata. Pelurunya melalui OLAH PERNAPASAN dan WIRID, membuka mata batin sekaligus intuisi melalui firasat ketika ada kejahatan yang ditujukan kepada dirinya.

MISTISME mengakar kuat dalam kebudayaan asli Indonesia. Benturan antara senjata api dan kekuatan magis bukan barang baru di Indonesia. Beberapanya bahkan pernah diulas panjang lebar di media. Salah satu yang paling menggemparkan adalah kasus tentang seorang pembunuh yang tak mempan ditembak sampai seorang sniper polisi menembak cincin bertuah yang ada di jari sang pembunuh.

Cari saja video-video semacam itu di Youtube, maka kita akan melihat bermacam cerita luar biasa adanya manusia super dari negara ini berkat menguasai ilmu silat dioplos ilmu kebal.
Karena itu, saya yakin sepenuhnya bahwa silat dapat dipakai tak sekadar untuk bela diri. Silat yang telah diimbuhi tenaga dalam bisa memberi proteksi tambahan pada personel polisi saat menghadapi pelaku aksi teror.

Buktinya, sudah tersaji pada masa perjuangan antikolonial kakek nenek kita melawan militer Belanda. Silek Batin telah digunakan oleh Tuanku Nan Renceh dan orang-orang zaman dulu dalam mengusir penjajahan. Hanya berbekal bambu runcing dan teriakan Allahu Akbar, bisa melawan penjajah yang memiliki peralatan lebih canggih. Nah teriakan ini ibaratnya tenaga gaib pengobar semangat memberikan tambahan tenaga untuk melumpuhkan penjajah. (az)

Sumber: Surau Suluak Inyiak Cubadak

Jadilah peran dalam suatu perjuangan umat dan jangan hanya jadi penonton. Sungguh rugi diakhirnya nanti.