Senin, 22 Januari 2018

Kehadiran Mursyid Tak Tergantikan Oleh Teknologi Apapun - Tuangku Syeikh Muhammad Ali Hanafiah


Assalamu’alaikum wr.wb.

Banyak orang yang belajar tasawuf di youtube dan internet merasa diri mampu memahami apa tasawuf itu. Memang, internet itu ada manfaatnya. Namun, manfaat itu justeru dapat membawa mudharat jika kita tidak tahu cara dan adab menggunakannya. Banyak di antara kita belajar tasawuf menganggap tidak perlu bertemu dengan seorang guru. Ada yang merasa cukup dengan menonton gurunya di youtube sehingga tidak perlu menjumpainya secara langsung. Padahal, tasawuf itu tidak hanya sekadar ilmu pengetahuan. Jika tasawuf itu hanya sebagai ilmu pengetahuan, maka cukup dengan baca buku atau membuka internet. Fenomena masyarakat kita saat ini sedang mengarah ke sana, terutama masyarakat perkotaan. Fasilitas orang kota lebih lengkap, sinyal untuk internetnya full, apalagi harganya murah. Dengan internet, mereka bisa menggantikan pertemuan dengan guru mursyid dengan menonton youtube dan mencari di Google. Ini merupakan cara-cara Dajjal untuk menutupi hati kita dari cahaya iman. Cara Dajjal untuk memutus hubungan antara murid dan guru. Sebab, apabila seorang murid atau orang yang berkehendak ingin mengetahui atau mengenal Allah lebih dekat maka ia harus bertemu dengan guru mursyid.

Bertemu dengan mursyid bukan hanya sekadar ilmu pengetahuan yang akan dia terima tetapi juga gelombang energi spiritual. Gelombang energi itu adalah gelombang yang dialirkan dan guru sebagai perantaranya. Gelombang energi itu bukan berasal dari guru melainkan berasal dari sumber energi, yaitu Allah dan turun kepada Rasulullah Saw sampai melalui pewaris-pewarisnya yang berhadapan dengan murid-muridnya. Bahkan, dalam banyak kitab-kitab tasawuf dimana tidak asing lagi kalau kita mendengar bahwa jika seorang murid bertemu dengan mursyid itu sama dengan mandi secara ruhaniah. Mandi dengan energi ketuhanan. Dan inilah yang sudah kurang ditemui di tengah-tengah masyarakat kita. Jangankan hal itu, penilaian kita tentang keberkahan sudah tipis, dan sudah tidak percaya lagi adanya keberkahan. Yang kita percayai adalah sesuatu yang bisa disentuh atau dilihat, tetapi lupa dengan keberkahan. Internet itu menghilangkan keberkahan, dan kajian yang didapat dari internet itu tidak membawa berkah.  Mau sebanyak apa pun yang kita baca di sana, tidak ada yang membawa berkah di sana. Sekali lagi, tidak ada yang membawa berkah di sana. Di sana telah bercampur antara yang hak dan batil. Kalau hanya untuk mendapatkan pengetahuan dan menambah wawasan, silahkan baca di internet. Namun, jika mau mencari berkah maka jangan di internet. Temuilah guru-guru kita! Datangi majelis-majelis dan langsung bertemu dengan para guru. Satu detik saja duduk bersama guru mursyid itu lebih baik daripada 24 jam menonton kajian-kajian di internet atau youtube.

Acara kita di Majelis Rabbani ke depan itu kan berkumpul dengan para mursyid, ulama, dan habaib. Kegiatan ini jangan diremehkan. Ambillah berkah di sana. Berkah itu bisa menjadi energi yang akan mengubah kehidupan kita. Bisa menjadi pintu-pintu rezeki dalam kehidupan kita. Bisa menjadi kesehatan untuk perpanjang umur kita. Keberkahan itu banyak, bergerak dan bertransformasi dalam mengubah kehidupan kita. Berkah itu bukanlah sekadar berkah yang kita pahami, tetapi ia merupakan energi yang mengubah dan mentransformasi pada diri kita, mencukupi apa yang menjadi kebutuhan dan kekurangan kita.

Malam ini kita ziarah rambut suci Rasulullah Saw. Keberkahan yang kita peroleh dari acara ziarah ini memiliki dampak yang berbeda-beda bagi setiap kita. Ia bergerak dan bertransformasi sesuai dengan kebutuhan dan apa yang menjadi kelemahan dan kekurangan pada diri kita masing-masing. Jangan dipahami bahwa berkah itu hanya terkait dengan duit atau kesehatan saja atau lainnya,  tetapi ia datang sesuai dengan apa yang kita butuhkan, atau apa yang menjadi sesuatu yang kurang dari diri kita saat ini.

Bapak dan ibu yang Allah rahmati

Silahkan membaca internet atau menonton youtube untuk belajar wawasan dan pengetahuan tentang tasawuf, dan kita tidak membatasi itu. Namun, jika ingin menambah berkah dan gelombang energi spiritual yang datang dari Allah, itu tidak mungkin bisa dengan internet. Maka, kehadiran seorang mursyd di tengah-tengah muridnya tidak bisa digantikan oleh teknologi apa pun di dunia ini dan sampai kapan pun.

Alhamdulillah, semoga pada malam hari ini, Allah bukakan hati kita dan tersingkap dari hijab-hijab, yang jauh dapat menjadi dekat, yang dekat bisa lebih menyatu dan rapat lagi.

Masjid Rabbani, 17 Januari 2018.

Ditulis oleh: DR. Zubair Ahmad, MA
Sumber: http://majelisrabbani.org

Bersambung ke:

Jadilah peran dalam suatu perjuangan umat dan jangan hanya jadi penonton. Sungguh rugi diakhirnya nanti.