Senin, 11 Desember 2017

Persekusi Ustadz Abdul Somad dan Persekusi dr Fiera Lovita Dimata Hukum Jaman Now

persekusi ustadz abdul somad lc

Terilhami oleh Cuitan KH. Tengku Zulkarnain.

Doeloe, di Solok Sumatera Barat ada seorang dokter yang menyebarkan ujaran kebencian, kemudian didatangi warga untuk minta klarifikasi atau penjelasan dan berakhir dengan maaf, dan si dokter malang tersebut mengakui kesalahannya. Tapi sesampainya di Jakarta masalah yang sudah selesai tersebut ajaib langsung berubah menjadi PERSEKUSI. Dan wow, berita tersebut digoreng sedemikian rupa oleh cebongers dan ahokers, ditampung berminggu-minggu oleh Metro Tivu dan Kompor TV hingga gosong. Pihak kepolisianpun cepat tanggap bak Superman membela kebohongan dokter yang akhirnya jadi cebong beneran tersebut. Dan tersiar kabar di media internet dan medsos bahwa Kapolresta Solok diberhentikan karena berkaitannya dengan sandiwara Persekusi bohong tersebut.

Sekarang, Ada seorang ulama yang pengabdiannya kepada NKRI didaerah terpencil sudah tak diragukan lagi, seorang dosen, diundang ceramah ke Bali di demo oleh beberapa ormas preman masuk kedalam hotel sambil membawa senjata tajam, berteriak-teriak, berkata kasar, menghardik serta menuduh ulama tersebut sebagai radikal, anti NKRI, PKI, harus di cuci otaknya...Dan parahnya lagi memaksa sang ulama untuk mencium bendera merah putih, menyanyikan lagu Indonesia Raya tanpa legalitas dan otoritas. Padahal ulama tersebut Ustadz Abdul Somad tidaklah seperti yang mereka tuduhkan, lalu apakah ini bukan persekusi namanya?

Kita salut dengan kepolisian yang super tanggap dengan kisah drama persekusi dr Fiera Lovita walaupun itu hanya sandiwara, dan kita berharap untuk persekusi asli ini pihak kepolisian cepat tanggap juga seperti kasus dokter tersebut.

Cuitan KH. Tengku Zulkarnain menyinggung kisah persekusi dr. Fiera dan di bandingkan dengan kisah persekusi Ustadz Abdul Somad LC MA


Jadilah peran dalam suatu perjuangan umat dan jangan hanya jadi penonton. Sungguh rugi diakhirnya nanti.