Rabu, 06 Desember 2017

KEJAMNYA ILC 212, Abu Janda Denny Siregar Macan di Medsos Krupuk di Alam Nyata


Kejamnya ILC!
Nara sumber yang diundang tadi malam di ILC adalah mereka yg namanya terkenal dimedia sosial melalui tulisan-tulisannya, bagi si Desy dan si Abu ini kali pertama kemunculanya secara live sebagai kelompok yang kontra 212 sementara dikubu pro 212 dihadirkan tokoh-tokoh kawakan dan ditambah bintang baru Ustazd Felix.

Untuk Ustazd Felix ini tampilan perdananya, namun cara bicaranya pengetahuan atas topik yg disajikan begitu memikat, anda bisa melihat bagaimana mata pak Karni tdk lepas memandang Ustazd ini sampai akhir bicaranya.

Lain Ustazd Felix lain si Desy dan si Abu, tampilan pertama terlihat demam panggung, melotot kesana sini, nggak bisa diam ditempat duduknya mencari-cari posisi yg aman dari semprotan Ustazd Felix. Percis seperti siswa saya yg lgi ulangan tdk tenang bola matanya kesana kemari cari aman unk dapat mencontek! Yah.. beda memang live dangan non live sekedar menulis bro.. kualitas otak asli dan kopi paste itu terlihat jelas ....

Berdiskusi dengan menulis adalah sesuatu yang sangat berbeda. Menulis adalah ekspresi satu arah saja dimana emosi dan pikiran pikiran anda, anda wujudkan dalam bentuk tulisan. Lalu orang yang membacanya boleh setuju atau tidak terserah saja. Tetapi berdiskusi atau berdebat anda head to head dengan orang orang yang berlawanan dengan anda dimana argumentasi harus diberikan saat itu juga. Anda juga harus mengeksekusi berbagai argumen langsung tanpa bisa ditunda seketika dalam hitungan detik. Diskusi juga sangat dinamis dimana perkembangan arah pembicaraan bisa menjadi tidak terduga diluar dari skenario yang sudah anda persiapkan sejak dari rumah.

Buat Desy dan Abu, ada baiknya menjadikan hal tadi malam sebagai pelajaran berharga hingga tdk merasa diri sendiri yg paling oke power, biar bisa tampil elegan berisi dilain waktu, tdk dalam kondisi panas dingin deman tinggi yg sempurnya. Kejamnya ILC

Oleh: Baiq Wiwiek Diyan Anggraeni


Jadilah peran dalam suatu perjuangan umat dan jangan hanya jadi penonton. Sungguh rugi diakhirnya nanti.