Jumat, 08 Desember 2017

Cebong Bali Tolak Ustadz Abdul Somad Tapi Dirangkul KODAM IX Udayana Denpasar


" Bali " Menolak Ustadz Abdul Somad LC MA?

Apakah benar beliau seorang ustadz yang anti NKRI, anti kebhinnekaan, intoleran? sehingga ada segelintir cebong Bali yang menolak kedatangan UAS dengan alasan bodoh yaitu karena mengkafir-kafirkan orang diluar islam. Orang diluar islam  memang kafir, kalau tak mau disebut kafir masuk islam!
Alasan konyol lainnya yang diusung oleh kelompok intoleran Bali yang menolak Ustadz Somad tersebut adalah karena UAS mengusung ideologi Khalifah ala HTI. Artinya mereka tak pernah lihat video UAS di youtube, tak pernah mengikuti kajian UAS yang sekalipun tak pernah mengatakan ingin mengganti Pancasila sebagai ideologi negara.

KODAM IX Udayana kok mengundang ustadz yang intoleran dan anti Pancasila?

Jika tuduhan segelintir cebong Bali benar bahwa UAS adalah anti khebinnekaan, pengusung Khalifah ala HTI lalu mengapa TNI sebagai garda terdepan penjaga Pancasila malah memback-up UAS dan mengundang beliau untuk mengisi pengajian di mesjid Agung Sudirman komplek KODAM IX Udayana?

Ada apa ini, apakah TNI sudah anti NKRI, anti kebhinnekaan sehingga tega-teganya ngundang ustadz intoleran dan pengusung khalifah? Atau para pendemo di Hotel Aston Denpasar Bali tersebut yang tak paham arti kebhinnekaan sehingga menolak Ustadz jebolan Daarul Hadits Maroko tersebut,  dengan alasan lucu dan tak masuk akal. Atau mereka dibayar oleh kelompok atau ormas tertentu sehingga akal sehat mereka hilang.

Para perusak persatuan, kaum intoleran yang sesungguhya adalah merka yang demo didepan Hotel Aston Denpasar. Tak punya nalar sehatkah mereka? Jika ustadz Abdul Somad adalah Anti NKRI anti Pancasila tentu TNI-lah yang pertama sekali yang akan menolak kedatang UAS di Bali. Jadi kesimpulannya adalah " ada udang di balik bakwan, ada rupiah di balik demo. Itulah cebong!

Surat undangan pengajian Maulid Nabi Kodam IX Udayana Denpasar Bali 2017 dengan penceramah Ustadz Abdul Somad LC MA;

Jadilah peran dalam suatu perjuangan umat dan jangan hanya jadi penonton. Sungguh rugi diakhirnya nanti.