Selasa, 01 Agustus 2017

Melacak Jejak Tasawuf Di Tubuh Muhammadiyah

jejak tasawuf muhammadiyah

Melacak Corak Tasawuf Muhammadiyah

Muhammadiyah adalah organisasi Islam pertama di Indonesia yang mengusung isu pokok modernisasi. Hal ini sangatlah wajar, karena pada masa organisasi ini dilahirkan oleh K.H. Ahmad Dahlan, umat Islam khusunya di Jawa sedang mengalami krisis kemanusiaan karena terbelenggu oleh kolonialisme Belanda.

Peranan pemerintah Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat yang telah dilemahkan oleh Belanda baik dari segi kebijakan politik maupun militer tidak bisa berbuat banyak untuk melepaskan rakyat dari penderitaan, sedangkan pemerintah kolonial Hindia Belanda menerapkan kebijakan pembagian kelas masyarakat, yang membuat rakyat jelata tidak dapat menikmati fasilitas pendidikan, kesehatan maupun kesejahteraan ekonomi yang hanya berpihak kepada ras Eropa, China dan Pribumi Priyayi.

Berdasarkan latar sosio historis tersebut maka pada hakikatnya yang diperjuangkan oleh KH Ahmad Dahlan adalah agama Islam yang bisa membebaskan penganutnya dari penderitaan dan keterpurukan hidup. Dengan mengadopsi pemikiran Abduh dan Ridha yang mencoba memahami Islam berlandaskan Al-Qur’an dan Sunah, yang diharomisasikan dengan segala perangkat modernitas dan kemajuan teknologi, Persyarikatan Muhammadiyah pun didirikan pada 18 November 1912 M. Muhammadiyah kemudian banyak mendirikan amal usaha dalam bidang pendidikan yang mengajarkan ilmu praktis disamping juga ilmu agama, sarana kesehatan dan panti sosial adalah alat untuk mendapatkan tujuan yang sebenarnya yaitu pembentukan masyarakat yang berakhlaqul karimah.

Seyyed Hossein Nasr menganggap tasawuf sebagai spirit of Islamic religion (jiwa dan semangat agama Islam). Tanpa tasawuf, Islam akan menjadi gersang, tidak subur, bahkan tidak hidup. Karena itu pada hakikatnya jargo anti TBC (taklid, bid’ah, dan c(k)hurafat) bukanlah gerakan yang anti tasawuf, namun lebih kepada praktik keagamaan yang tidak berdasarkan ilmu pengetahuan sehingga membuat manusia yang menjalankan praktik keagamaan tersebut memiliki pemikiran yang jumud dan tak berkemajuan.

Tidak seperti faham Wahabisme yang seringkali diidentikkan dengan Muhammadiyah, pandangan-pandangan keagamaan KH. Ahmad Dahlan pada dasarnya menunjukkan sikap lunak, bahkan bersahabat terhadap tasawuf. Hal inilah yang mengantar Mitsuo Nakamura, peneliti pergerakan Muhammadiyah, menunjukkan elemen-elemen tasawuf dalam ajaran Muhammadiyah. Anggapan Nakamura itu lebih jelas tergambar dalam ungkapan ulama yang bernama kecil Muhammad Darwisy yang bertendensikan tasawuf kepada pengikut-pengikutnya.

Kata-kata mutiara sufi kenamaan Hasan Basri yang senantiasa mengingatkan manusia akan kematian dan hari pembalasan di kemudian hari bergema dalam ungkapan-ungkapan pendiri Muhammadiyah itu. Anjuran-anjuran sufi besar Al-Muhasiby yang menekankan bahaya penyakit riya (hiprokasi), dan Yahya ibn Muaz tentang peringatan kematian dapat ditemukan persamaannya dalam anjuran-anjuran tokoh dari Kauman Yogyakarta ini. Bahkan keengganan murid Syaikh Ahmad Khatib (1855-1916), ulama kelahiran Indonesia yang pernah menempati posisi tertinggi di Makkah, untuk melibatkan diri dalam pemikiran spekulatif teologis yang mengundang perdebatan adalah merupakan kelangsungan tradisi sufi-sufi besar Islam.

Muhammad Abduh, reformis pembaru Mesir yang banyak memberikan inspirasi kepada Muhammadiyah itu, adalah murid Syekh Darwisy, penganut Tarekat Syaziliyah. Rasyid Ridha dalam buku Tarikh al-Ustadz al-Imam al-Syaikh Muhammad ‘Abduh memaparkan bagaimana Abduh mengenang jasa gurunya itu sebagai orang yang melepaskannya dari penjara kebodohan dan ikatan taklid serta mengantarkannya pada satu cita-cita untuk mendapatkan pengetahuan dan disiplin jiwa yang sempurna.

Dewasa ini, korelasi antara Muhammadiyah dan Tasawuf kembali dimunculkan oleh Amin Abdullah yang merupakan Ketua Majelis Tarjih Muhammadiyah mencoba menawarkan satu pendekatan yang selama ini asing dalam tradisi tarjih, yaitu pendekatan ‘irfany dan burhany, suatu pendekatan yang dekat dengan gaya tasawuf.

Gagasan Amin Abdullah ini mendapat respon negatif dari tokoh-tokoh sepuh Muhammadiyah. Namun berbeda dengan tokoh-tokoh sepuh Muhammadiyah, para aktivis muda Muhammdiyah merespon secara positif apa yang digulirkan oleh Amin Abdullah. Mereka mencoba untuk memulai mengimplementasikan ide-ide Amin itu dalam kegiatannya. Salah satu cabang IMM, contohnya, beberapa kali mengadakan diskusi tentang Ibn ‘Arabi, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menggelar diskusi tentang Spiritualitas dan Problem Masyarakat Urban.

Selain Amin Abdullah yang merupakan tokoh kontempor Muhammadiyah saat ini, generasi sebelumnya pun, walau pun tidak mengeluarkan pemikiran tasawuf teoritisnya secara terperinci namun telah melakukan praktek keagamaan yang bercorak sufistik. Hal ini dapat dilihat dari sejarah hidup pendiri Muhammadiyah K.H. Ahmad Dahlan yang dalam garis keilmuan dan spiritualnya bersambung dengan para sufi-sufi di Hadramaut.

Begitu juga dengan HAMKA yang selama hidupnya tetap konsisten sebagai ulama pencerah dan pemberi contoh yang baik kepada seluruh umat Islam. Dari pimpinan Muhammadiyah yang lain setelah K.H Ahmad Dahlan, adalah K.H. A.R. Fachrudin, merupakan tokoh Muhammadiyah yang walaupun telah hampir seperempat abad memimpin Muhammadiyah namun tidak pernah menggunakan kesempatan yang ia miliki untuk memuaskan kebutuhan pribadinya. Ajaran K.H Ahmad Dahlan yang berkata hidup hidupilah Muhammadiyah dan jangan mencari hidup di Muhammadiyah benar-benar melekat dalam diri pribadi K.H A.R Fachrudin.

Source: Link

Jadilah peran dalam suatu perjuangan umat dan jangan hanya jadi penonton. Sungguh rugi diakhirnya nanti.

1 komentar so far

TIDAK ADA SATUPUN IMAM MAZHAB & IMAM HADITS (Bukhari, Muslim, annasai, tirmizi dll) YANG JADI IMAM / TOKOH TASAWUF SEBAGAI *BUKTI TASAWUF BUKAN SUNNAH*
Berkata Imam AlBabahary : ISLAM ADALAH SUNNAH
Dulu Paulus terperngaruh ajaran Pendeta Yahudi *PHILO* yang terperngaruh ajaran Yunani *SOPHY* (hingga sekarang dikenal istilah PHILO-SOPHY / Filu *SUFI)* yang katakan :

LOGOS = Malaikat tertinggi (Roh kudus versi Kristen)

Paulus memasukkan ke aqidah Kristen :

TUHAN jadi Roh Kudus (logos) lalu jadi yesus

SUFI BERAT JUGA IKUT YUNANI: TUHAN JADI LOGOS/NUR MUHAMMAD LALU JADI SEMUA WUJUD (WIHDATULWUJUD KUFUR)

SYIAH JUGA IKUT YUNAN : TUHAN JADI LOGOS/NUR ALI CIPTA NUR MUHAMMAD YG JADI SEMUA WUJUD

AWAM SUFI IKUTI SYIAH : TUHAN CIPTA NURMUHAMMAD LALU JADI SEMUA WUJUD

PADAHAL NUR MUHAMMAD = ZAT YG TAK ADA CUMA IKUT DONGENG YUNANI & SYIAH

Sufi baru Masuk ke Islam setelah masa Al Makmun yg bunuh Al Amin utk berkuasa yang menterjemahkan kitab-2 kaum Yunani yg sayangnya termasuk kitab yg bahas tentang Tuhan / Dewa (Filusufi / filsafat)

Perkataan-perkataan ‘Ulama Salaf Tentang Tasawuf

1. Imam Al-Baihaqi meriwayatkan dengan sanadnya dari Yunus bin Abdil A’la, dia berkata:

Aku mendengar Imam Asy-Syafii berkata: *“Kalau seorang menganut ajaran tasawuf (tashawwuf) pada awal siang hari, tidak datang waktu zhuhur kepadanya melainkan engkau mendapatkan dia menjadi dungu.”*
(Manaqib Imam As-Syafii 2/207, karya Imam Al-Baihaqi)

sufiyyun mengatakan Kedustaan:

BAHWA MAM SYAFI’I MEMUJI SUFI / TASAWUF

(Riwayat dari kitab Kasyf al-Khafa dan Muzid al Albas, ‘Ajluni, vol. 1, hal. 341)

PADAHAL Imam Syafi’i MENCELA mereka seperti perkataan beliau Rohimahullah

* Imam Asy-Syafii mengatakan:

“Tidaklah aku melihat seorang sufi yang berakal sama sekali.” (Manaqib Imam As-Syafii 2/207, karya Imam Al-Baihaqi)

Imam Asy-Syafii rohimahulloh berkata:
“Tidaklah ada seorang yang berteman dengan orang-orang sufi selama 40 (empat puluh) hari, kemudian akalnya akan kembali selama-lamanya.

Dan beliau membacakan syair:
ودع الذين اذا أتوك تنسكوا … واذا خلوا فهم ذئاب خفاف

Tinggalkan orang-orang yang bila datang kepadamu menampakkan ibadah
Namun jika bersendirian, mereka serigala buas
(Talbis Iblis hal. 371)

* Imam Asy-Syafii juga berkata: “Dasar landasan tasawwuf adalah kemalasan.”*
(Al-Hilyah 9/136-137)

Sebagai tambahan.

suatu waktu Imam Waki (salah satu guru Imam Asy-Syafii) berkata kepada Sufyan bin ‘Ashim:
“Kenapa engkau meninggalkan hadits Hisyam?”

Sufyan bin Ashim menjawab: “Aku berteman dengan satu kaum dari sufiyyah, dan aku merasa kagum dengan mereka, kemudian mereka berkata:

*'Jika kamu tidak menghapus hadits Hisyam, kami akan berpisah denganmu’.”*

Maka Imam Waki’ berkata: *“Sesungguhnya ada kedunguan pada mereka.”*

(Talbis Iblis hal 371-372)

Nukilan :
ULAMA KIBAR ARAB TEGUH MEMEGANG SUNNAH UNTUK TAK BERI SELAMAT PADA BID'AH KRISTEN NATAL (Haul/maulid Yesus)
BEDA DENGAN TOKOH-2 SUFI & HIZBI LAINNYA

Ucapan Selamat Natal HabibAlial-Jufri &Ulama-UlamaAl ...1 hari yang lalu ...Ulamabesar yg membolehkan: syekh mustafa az-zarqa, yusuf qardhawi,alijumah, syekhul azhar thayyeb, syekh bin bayyah, wahbahzuhaili, habib umar, habibali... A Zainal Abidin Abd@zabid90 25/12/201707:23:36 WIB.chirpstory.com >Top>Category>Public Figure>Famous People


Nukilan :

*Latar Belakang Munculnya Tasawuf*

Menurut al-Dzahabi, *istilah sufi mulai dikenal pada abad ke-2 Hijriyah, tepatnya tahun 150 H*

Orang pertama yang dianggap memperkenalkan istilah ini kepada dunia Islam adalah Abu Hasyim al-Sufi atau akrab disebut juga Abu Hasyim al-Kufi.

Tetapi pendapat lain menyebutkan bahwa tasawuf baru munculdi dunia Islam pada awal abad ke-3 hijriyahyang dipelopori oleh al-Kurkhi, *seorang masihi* asal Persia.