Senin, 14 Agustus 2017

Kata Maaf Si "Anak Emas" Yang Slalu Diterima Walau Hina Simbol Negara, Why ?



APAKAH CUKUP MINTA MAAF SAJA?
PENEGAKAN HUKUMNYA BAGAMANA ?

Akhirnya Platinum Minta Maaf Atas Pemasangan Iklan Wanita Sexy Dalam Rangka HUT RI
Perusahaan pemasang iklan Baliho yang bergambar wanita sexy dengan sebagian paha terbuka, Platinum Ceramic meminta maaf atas pemasangan iklan yang mengundang protes warga Surabaya karena dipandang telah melecehkan simbol negara, bendera Merah Putih.

“Kami minta maaf, tidak ada maksud apa-apa, hanya beranggapan seni saja,” kata Bagus dari Divisi Marketing Platinum Ceramics saat mendampingi petugas Satpol PP mencopot iklan tersebut di jalan Panglima Sudirman, Surabaya, Sabtu (12/8).

Bagus mengatakan bahwa iklan yang memperlihatkan wanita dengan paha sebagian besar terbuka tersebut dibuat dalam rangka menyambut HUT Kemerdekaan Indonesia dan direncanakan akan dipasang di 15 titik di Surabaya.

“Namun baru dipasang di dua titik, satu disini (depan kantor Platinum di jalan Panglima Sudirman -Red), yang lain di jalan Baliwerti,” jelas Bagus.

Setelah pencopotan, lanjut Bagus, materi iklan akan diganti dengan yang tidak menyalahi estetika dan etika sesuai perintah manajemen.

“Sekali lagi kami minta maaf, dan akan mengganti dengan materi iklan yang lain,” janjinya.
Sebagaimana diketahui iklan Platinum Ceramic telah membuat heboh warga Surabaya karena gambar wanita sexy yang digunakan dengan separuh paha terbuka dipandang tidak pantas dan dianggap telah melecehkan simbol negara.

“Bendera Merah Putih diperjuangkan dengan darah para pejuang, kita anak bangsa yang hanya menikmati kemerdekaan wajib mengamankan, menjaga dan membela bila simbol negara dilecehkan seperti iklan itu,” kecam Abdul Malik Ketua DPD Kongres Advokat Indonesia (KAI) Jatim melalui pesan yang diterima SERUJI, Sabtu (12/8).

Setelah ramai protes dari warga Surabaya dan akan didatangi oleh berbagai elemen warga untuk diturunkan pada pukul 13.30 WIB, Satpol PP langsung berinisiatif mencopot iklan tersebut.

Source: Bhoemiputra Menggugat


Jadilah peran dalam suatu perjuangan umat dan jangan hanya jadi penonton. Sungguh rugi diakhirnya nanti.