Jumat, 02 Juni 2017

Media Arab Saudi Juga Gerah Dengan Kriminalisasi Terhadap Habib Rizieq


Supaya tidak dianggap Hoaxs, kami lampirkan link situs tersebut diawal;
http://twasul.info/820794/%20/2017/06/01/
Bagi Ahoker yang tak percaya dan bisa bahasa Arab silahken ke TKP langsung!

Muslim Arab rupanya juga agak " kepanasan " melihat kondisi Islam di Indonesia yang sudah dicabik-cabik oleh munafikun yang bersekongkol dengan liberal dan pendukung penista agama. Hal ini terlihat dari media atau situs Arab saudi yang dengan tegas mengatakan bahwa kriminalisasi terhadap Habib Rizieq yang di tenggarai oleh media-media sekuler, terutama dalam kasus balada cinta rizieq. Situs t.wasul.info juga menuliskan bagaimana organisasi-organisasi masyarakat umat Islam yang menjatuhkan Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok akibat perbuatannya sendiri yang dianggap sudah melakukan penistaan terhadap agama Islam.

T.wasul.info memberi judul pada artikelnya
RENCANA MEMBIDIK PIMPINAN FPI SETELAH PERANNYA JATUHKAN GUBERNUR KRISTEN JAKARTA.

Berikut isi berita yang sudah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia oleh salah satu tokoh muda Islam, Mustofa Nahrawardaya ;

RENCANA MEMBIDIK PIMPINAN FPI SETELAH PERANNYA JATUHKAN GUBERNUR KRISTEN JAKARTA


Paragraf 1 :

Kemenangan Ormas-Ormas Islam di Indonesia dalam menjatuhkan Gubernur Jakarta yang lalu Basuki Cahaya Purnama yang populer disebut Ahok, seorang Kristen dari keturunan China, dalam Pilkada, sebagai akibat dari pelecehannya terhadap Al-Qur’an.

Kelompok-kelompok Anti Islam mulai mengatur serangan pembusukan terhadap Pimpinan FPI Rizieq Syihab dengan tuduhan-tuduhan bohong dan fitnah serta menuntutnya agar diadili.

Paragraf kedua :

Media-Media Sekuler Indonesia yang dibiayai oleh kelompok-kelompok Anti Islam melakukan serangan melawan Rizieq Syihab setelah peran besarnya dalam menggelar Aksi Besar Anti Gubernur Jakarta yang lalu sehingga berakhir dengan kejatuhannya dalam Pilkada.

Semua Media tersebut berusaha merusak dan membunuh karakter Rizieq dengan menyebar-luaskan gambar dan chat hoax.

Jadilah peran dalam suatu perjuangan umat dan jangan hanya jadi penonton. Sungguh rugi diakhirnya nanti.

1 komentar so far