Sabtu, 03 Juni 2017

Kapolres Solok Kota AKBP Susmelawati Rosya Dicopot Karena Persekusi?


Kapolres Solok Kota AKBP Susmelawati Rosya akan di mutasikan oleh Kapolri Tito Karnavian karena dianggap lemah menangani tindakan persekusi yang terjadi di Solok. Tindakan persekusi yang beberapa hari terakhir menimpa seorang dokter RSUD Solok dr. Fiera Lovita. Dr FL di akun FBnya mencaci dan menghina ulama, dan kemudian didatangi oleh beberapa ormas islam untuk minta klarifikasi, dan akhirnya dr.FL mengakui kesalahannya di minta maaf diatas materai 6000, dan persoalanpun selasai
Baca:
https://intiruh.blogspot.co.id/2017/05/dr-fiera-lovita-aman-dan-tidak-ada.html

Tonton Video Klarifikasi FPI Sumatera Barat tentang kasus dr. Fiera Lovita:



Kapolri tentang pencopotan Kapolres Solok Kota;

"Benar yang bersangkutan dimutasi. Ini masih dalam kaitan perintah tegas Kapolri Jenderal Tito Karnavian jika ada aksi persekusi maka pelakunya harus ditindak. Kasatwil yang tidak cakap akan diganti," kata Asisten SDM Polri Irjen Arief Sulistyanto saat dihubungi Beritasatu.com, Sabtu (3/6).

Pergantian ini berdasarkan salinan ST/1408/VI/2007 tertanggal 2 Juni yang ditandatangani Arief. Posisi Kapolres Solok kini dijabat oleh AKBP Dony Setiawan yang sebelumnya menjabat sebagai Kani II Subdit IV Dit Narkoba Bareskrim.

Tito memang telah mengimbau jajarannya untuk menindak tegas pelaku persekusi di semua daerah, tak terkecuali kasus persekusi di Solok. Tito juga mengatakan tak segan untuk mengganti jajarannya yang tidak tegas dalam menindak pelaku persekusi.

"Kalau saya anggap nanti, menurut penilaian saya, Kapolres di Solok saya anggap lemah, takut, ya saya ganti. Ganti dengan yang berani dan tegas," kata Tito di kediaman dinas Ketua MPR RI Zulkifli Hasan di Widya Chandra, Jakarta Selatan, Jumat (2/6) petang.

Kisah Persekusi FPI

Komnas HAM menanggapi persekusi FPI terhadap bocah M;

Komnas HAM menyatakan bahwa itu tidak boleh dilakukan. Persekusi itu adalah tindakan yang tidak dibenarkan,” ujar Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai di gedung Komnas HAM, Jakarta Pusat, Jumat (2/6/2017).

Kejadian itu kini sedang ditangani pihak berwajib. Meski demikian, Natalius pun meminta polisi untuk juga memproses M. Menurutnya, tindakan M dengan menuliskan status tersebut dianggap tidak etis sebab merendahkan martabat seseorang.

“Karena persekusi dilakukan karena ada dugaan tulisan-tulisan yang berorientasi merendahkan martabat manusia, kedua-duanya kami tolak. Jadi, orang yang melakukan tulisan-tulisan atau melalui media sosial yang merendahkan martabat seseorang juga kami tolak, lakukan persekusi juga kami tolak, tidak boleh itu dua dua,” kata Natalius.

Natalius pun meminta polisi bertindak adil. Kepada kedua pihak, baik pelaku persekusi maupun remaja M, harus diproses. Remaja M dinilai telah melakukan kekerasan verbal lewat tulisannya di Facebook.

“Jadi kalau dengan demikian, pihak kepolisian harus memproses kedua-duanya. Jadi, tidak bisa hanya memproses orang yang persekusi tetapi orang yang menuliskan, melakukan, misalnya melakukan kekerasan verbal melalui tulisannya yang merendahkan martabat manusia, itu juga harus diproses,” ujar dia

Rakyat menanggapi persekusi FPI(?) terhadap bocah M;

“Pelakunya bukan anggota FPI, tapi warga biasa,” kata Faisal warga yang tinggal tak jauh dari lokasi kejadian kepada Kriminalitas.com, Kamis (1/6/2017) malam.

Saat diperlihatkan video tersebut, dia pun mengakui bila beberapa warga yang ada dalam video itu memang warga sekitar. Namun, dia mengaku tak mengenal secara dekat dengan orang tersebut.

“Cuma kenal muka saja sih karena memang sering melihat. Tapi kalau namanya sih saya nggak tahu,” lanjutnya.

Hal senada disampaikan Ike, warga yang tinggal di belakang Pos RW 03. Dia mengaku telah mengetahui beredarnya video tersebut sejak kemarin.

“Saya sudah nonton videonya, emang warga sini semua. Kayaknya tinggal di gang sebelah deh,” katanya.

Menurutnya, mungkin saja di antara warga tersebut ada yang merupakan anggota FPI. Namun, mayoritas adalah warga biasa yang tidak terlibat sebagai anggota FPI aktif.

“Mungkin ada yang FPI juga makanya ada yang bilang anggota FPI yang lakukan itu (kekerasan),” tutupnya.[ gerbangrakyat.com]


Jadilah peran dalam suatu perjuangan umat dan jangan hanya jadi penonton. Sungguh rugi diakhirnya nanti.

2 komentar

Semangat Pak (Mantan) Kapolres Solok!

Anda mengabaikan perintah Kapolri tentang isu persekusi karena saya yakin bahwa Anda bijak dalam menilai sesuatu.

Jabatan hanya titipan Allah semata. Insyaallah masih banyak peluang pahala dg mengabdi kepada masyarakat yg lebih bermanfaat.

Allah bersama orang-orang yang sabar.

Aamiin.

Insya Allah, Allah selalu bersama hambanya yang benar