Jumat, 05 Januari 2018

Anda Yang Mentahdzir Dan Mencari Syubhat Ustadz Abdul Somad, Kesini Sebentar Tuan..!

Anda Yang Mentahdzir Dan Mencari Syubhat Ustadz Abdul Somad, Kesini Sebentar Tuan..!


KESINI SEBENTAR TUAN...

Sebagaimana sudah Tuan maklumi juga, Ustadz Abdul Somad jadwal ceramahnya berpindah tempat dengan cepat, dari satu negeri ke daerah lain. Bahkan dalam sehari, sudah ghalib lintas propinsi, lintas negara juga ada. Tapi tetap saja yang menunggu kehadiran Ustadz tidak terhitung-hitung massa. Kalau Tuan tak percaya, datang dan cobalah berbilang angka. Berapa konon jamaah yang hadir?

Lain lagi di alam maya, video Ustadz Abdul Somad menghiasi halaman medsos semacam Facebook, Youtube, Instagram, lain sebagainya juga ada. Tuan kan juga pakai itu. Tak terhitung-hitung, Tuan. Semua-mua Ustadz Abdul Somad. Sharing-sharing cuplikan videonya juga bersiliweran dari satu grup chat ke grup lain. Memang begitu nyatanya Tuan.

Rusuh dan bimbangkah Tuan melihat Ustadz Abdul Somad hilir-mudik menghimpun massa? Tak usah takut Tuan. Ustadz Abdul Somad tidak kemana-mana. Dia sudah menetap, berdiam dan tinggal di hati ummat. Ummat begitu mencintai Ustadz mereka. Yang sudah tinggal di hati jamaah, sudah terlalu susah untuk tanggal, lepas begitu saja. Pake linggis-pun Tuan ungkit dan Tuan sorongkan upaya untuk mencerabut Ustadz Abdul Somad dari hati ummat..Percuma! Apa lah lagi peniti patah yang Tuan tusukkan. Tapi namanya juga usaha. Jadilah, Tuan.

Tuan pakai gaya yang mana untuk mencegah Ustadz Abdul Somad berkibar di nusantara ini? Tempuhlah!

Hadir beliau ke Bali, Tuan hambat, Tuan cari ke tempat Ustadz menginap. Hinaan, persekusi serta ancaman Tuan lontarkan. Tidak ingatkah Tuan bahwa Ustadz Abdul Somad bukan sebatang kara di Nusantara ini. Tak Tuan lihatkah mata ribuan jamaah di Bali menunggu kedatangan beliau. Tak usah Tuan heran, karena memang begitulah ummat merindukan kehadiran beliau.
Tuan-tuan suruh Ustadz menyanyikan lagu Indonesia Raya, hormat bahkan cium bendera sebagai timbang tanda beliau cinta NKRI dan berbhineka. Halah, Tuan. Cium bendera sudah tidak level beliau lagi, anak Tuan yang baru masuk TK juga bisa cium bendera. Ustadz Abdul Somad sudah berpeluh-peluh masuk ke pedalaman, berjam-jam diatas arus sungai yang menderas. Menggigil beliau bersama rombongan ditengah guyuran hujan. Jauh ke dalam rimba belantara Riau menemui anak bangsa yang masih hijau, mengajarkan menggerek bendera, menyanyikan lagu kebangsaan. Bukan sekali waktu seperti model-model pencitraan sahaja, Tuan, tapi nanti akan berulang lagi insya Allah. Bagi Tuan ini bukan cinta pada Indonesia?

Beliau penuhi undangan taushiyah ke negeri Hongkong. Menemui saudara sebangsa setanah air jugalah itu pastinya. Adakah Tuan yang melapor-laporkan bahwa Ustadz Abdul Somad tak boleh berceramah di Hongkong sebab karena Ustadz terorist, radikal dan ekstrim? Beliau itu eskrim, Tuan.

Tapi tak apa Tuan. Paling tidak live streaming with skype menjadi solusinya. Bolehlah Tuan tersenyum sungging sedikit dengan peristiwa ini. Karena kami tersenyum senang tak alang kepalang ketika melihat beliau disambut oleh jamaah di Aceh. Kabarnya satu koma dua juta orang, Tuan.

Tuan ada pula menulis-nulis artikel, bahan bacaan untuk mengkritisi kajian guru kami Ustadz Abdul Somad? Tuan sanggah kaji Ustadz Abdul Somad dengan berbagai paparan, qaul dan dalil. Ini istiwa, apa itu itsbat, abdul shomad mentakwil, manhaj rusak, aqidah penuh syubhat dan lain sebagainya.

Tuan! Apa yang Tuan tuliskan itu sudahpun diurai oleh alim ulama berabad silam. Tuan hanya memutar ulang kaset lama. Tak ada yang baru dari yang tuan goreskan. Copy paste, edit-edit sikit, khan begitu caranya yang Tuan tempuh. Tuan ibarat memanjat pokok kelapa rebah. Tak usah diulangi lagi, Tuan. Bersorak orang sekeliling kampung melihat tingkah Tuan. Apalagi sampai melorot celana Tuan memanjat pokok kayu yang rebah itu.

Atau Tuan bersorak-sorai bersama jamaah medsos Tuan mengejek Ustadz Abdul Somad terkait penista pesek-memesek itu dan ejekan receh lainnya? Haha. Tuan kan tak bergeraham, tak usah dikunyah jua yang liat dan kuat ini. Cocoknya makanan Tuan itu biji cempedak dikasih mentega, tak payah kunyah. Telan saja bulat-bulat.
Tak kami ragukan memang, kalau Tuan tak bergeraham lagi, sebab kami lihat Tuan gemetar tampil di tv. Adapun teman Tuan itu, samalah dengan Tuan. Payah!!

Macam-macam tingkah Tuan nampaknya. Tuan senggal-senggol Ustadz Abdul Somad "ilmu nya tak seberapa", "tukang dakwah keliling", "hanya pintar melawak", "tidak ada yang istimewa" dan ungkapan rendahan lainnya. Apakah Tuan takut mata Tuan hilang satu, hingga ikut bersemangat mengipas-ngipasi ummat? Kalau memang bukan itu mata pencarian Tuan, lalu why? Atau kalau Tuan merasa lebih pintar, lebih berilmu, lebih hebat, ayo maju ke depan, jangan bergumam di belakang. Biar sama kami lihat juga lepas tangkas tangan Tuan ikut membenahi kami yang awam agama ini. Kami sebagai jamaah memang awam dan bingung tapi masih mau diajari, kalau Tuan cerdik, bijaklaksana apa bisa diikut dan ditauladani?

Satu lagi, bagi tuan-tuan yang hanya bisa berkumur-kumur di postingan-postingan medsos menceramahi Ustadz Abdul Somad. Sudahlah.. Daripada tuan-tuan menggerutu tidak keruan, baiknya temui beliau, ajak diskusi. Jangan membelalak di tempat gelap, menyipak di sebalik bukit. Payahnya saja yang akan tuan-tuan tuai, hasilnya tak menaruh manfaat barang sedikitpun.

Terakhir, Tuan-tuan semua, menghadang laju dakwah tuan guru kami Ustadz Abdul Somad itu bak menghambat badai dengan telapak tangan. Sia-sia Tuan. Salah-salah Tuan bisa digulungnya!!!

Wassalam....
Ditulis oleh Hady Ismanto.




Kamis, 04 Januari 2018

Akhwat Salafi; Saya Lebih Nyaman di Majelis Aswaja dan Habaib

Akhwat Salafi; Saya Lebih Nyaman di Majelis Aswaja dan Habaib


Alhamdulillah dulu saya seperti saudara-saudara salafi yang lain aktif mengikuti pengajian-pengajian di ma’had-ma’had salafi di Jakarta, merasa diri saya sudah sangat sesuai dengan ajaran Rasulullah dengan syariat yang murni dan berlandaskan hadits shahih dan kompeten terhadap dakwah tauhid dan sunnah.

Ketika melihat kalangan yang maulid, hati saya seakan ada sesuatu yang berkata ‘dia ahlul bid’ah’ kadang berdoa mudah-mudahan dia di beri hidayah.

Pada awalnya indah tetapi lama kelamaan makin banyak tanda tanya yang muncul didalam pikiran saya… memang ada sih kajian-kajian yang menarik tetapi tak jarang ada kajian-kajian membahas ikhtilaf, saya bertanya kok semangat membahas masalah khilafiyyah dan menghakimi orang yang berbeda?

Dan selanjutnya melempar tuduhan yang sinis, pikir saya kenapa ajaran ini selalu membahas masalah ikhtilaf, menuding kelompok yang memiliki pemahaman yang berbeda dengan tuduhan ahlul bid’ah, musyrik, khurafat, taghut, hizbi, tahayul?

Saya bertanya kenapa syiah begitu di musuhi? kenapa seperti sinis kepada habib-habib? kenapa sinis kepada yang hobi maulid dan tahlil?

Saya bertanya-tanya sendiri dan mencoba mencari jawabannya sendiri, akhirnya saya tau alasan kenapa memusuhi pemahaman syiah saya pikir oh iya benar ternyata pemahaman syiah keliru, pertanyaan pertama saya sudah terjawab.

Lalu muncul lagi pertanyaan lain kenapa memusuhi dan seperti sinis terhadap ulama-ulama dari kalangan habib? Saya coba mencari jawaban sendiri, apa benar habib-habib mengajarkan orang untuk musyrik, menyembah kubur dll?? Saya coba cari jawabannya sendiri, pada waktu itu saya masih dipihak yang meragukan status habib, lalu saya silaturrahim kebeberapa orang habib dan syarifah di inbox facebook dan di Dunia nyata, dan menemukan jawabannya sendiri, rata-rata mereka memperlakukan saya dengan menghargai saya, lembut, sopan, penuh tata krama, penuh keikhlasan, hati saya bergidik, subhanallah kenapa mereka lembut-lembut?

Saya melempar pertanyaan-pertanyaan yang kritis tetapi mereka menjawab seperti menjawab pertanyaan anak kandung mereka sendiri, rata-rata seperti itu, hati saya terkesima, kenapa saya menemukan sesuatu yang berbeda pada diri mereka? bahkan sebelum berbicara pun saya merasakan sesuatu yang berbeda, tenang, sejuk, lembut, susah di ceritakan.

Hati saya bergidik lagi mungkin mereka benar-benar keturunan Rasulullah, didalam tubuh mereka mengalir darah Rasulullah.

Setelah itu saya masih aktif di pengajian salafi sampai pada akhirnya mereka membahas habib lagi, batin saya seakan berontak dan menolak semua ucapan sang ustadz, ingin rasanya saya berteriak “Tidakkkkkkkkkkkkkkk apa yang kau katakan tidak benarrrrrrrr” tetapi apalah daya semua hanya terpendam dihati.

Penuturan demi penuturan yang diucapan sang ustadz dalam membahas ‘habib’ semakin membuat hati ini tidak tenteram, saya keluar berpura-pura kekamar kecil masuk dan mengunci pintu kamar kecil, saya menangis tak tahu kenapa saya keluar kamar kecil dan tidak berniat mengikuti pengajian lagi, pulang ke rumah dengan air mata yang berlinang, saya tidak tahu kenapa menangis tetapi batin saya seakan tidak terima atas pembahasan sang ustadz yang menyudutkan para habib.

Hari berganti minggu berikutnya saya masih sering hadir di pengajian salafi seperti biasa tetapi juga dihari lain menyempatkan diri mengikuti pengajian-pengajian yang di laksanakan habib-habib, di Majelis Rasulullah, Nurul Musthofa, Al Anwar, Ustadzah Halimah Alaydrus, Majelis Nisa, Petamburan, dan lain lain.

Hati saya tidak bisa berdusta, saya merasa jauh lebih merasa nyaman di majelis aswaja. betapa bahagia ketika mengikuti maulid, saat-saat qiyam ada rasa rindu yang membara kepada Rasul yang tidak bisa diungkapan

Sekarang sudah satu tahun lebih saya tidak pernah lagi mengikuti pengajian salafi manapun, saya hanya aktif di pengajian aswaja.

Puncak penolakan saya terhadap pemahaman salafi ketika salafi beranggapan bahwa kedua orang tua Rasulullah masuk neraka, batin saya menolak sekeras-kerasnya “tidakkkkkkkk” seakan teriakan yang membelah langit, saya tidak terima jika kedua orang tua Nabi Saya dianggap masuk neraka.

Hati saya bertanya dan bertanya sendiri:

Kenapa melarang tabarruk di makam nabi ?
Kenapa melarang orang bergembira atas kelahiran nabi ?
Kenapa melarang orang tawassul kepada nabi ?
Kenapa melarang orang membuat syair pujian kepada nabi sebagai ekspresi ungkapan rasa cinta mereka?
Kenapa peninggalan-peninggalan nabi seperti rumah nabi di saudi seakan tidak terawat?
Kenapa seperti sinis kepada keturunan nabi?
Kenapa menganggap kedua orang tua rasul masuk neraka?
Saya menolak pemahaman ini, ini bukan cinta nabi tetapi seperti ‘memusuhi nabi’
Wallahu a’lam, semoga Allah mengampuni hamba..

Oleh : Akhwat Sunni Salafiyyin
Sumber: Generasisalaf


ILUNI UI Minta Jokowi Ganti Menteri - Menteri Biang Kegagalan

ILUNI UI Minta Jokowi Ganti Menteri - Menteri Biang Kegagalan

iluni ui minta jokowi ganti mentri

ILUNI-UI Minta Jokowi - JK ganti Menteri-Menteri biang Kegagalan

TIGA TAHUN Jokowi - JK KEHIDUPAN BERNEGARA MAKIN RUNYAM, lahir UU ORMAS, yg memberi wewenang PEMBUBARAN ORMAS TANPA MELALUI PENGADILAN. KORBANNYA baru dua: HTI n ILUNI-UI, BERBADAN HUKUM. Rakyat makin miskin, ASET2 NEGARA dan BUMN DIJUAL ke ASING, UTANG NEGARA MAKIN BESAR, dan KONSESI MAKIN BANYAK DISERAHKAN KEPADA SWASTA. PEMERINTAH JKW-JK GAGAL TOTAL !!.

KALAU MAU TERUS SAMPAI AKHIR PERIODE, maka MENTERI2 BIANG KEGAGALAN HARUS segera DIGANTI, YAITU :

1. Menko maritim luhut binsar panjaitan : merusak tatanan negara dgn mengangkangi wewenang kementrian lain, MELAKUKAN KEBOHONGAN PUBLIK soal REKLAMASI 17 PULAU buat KEPENTINGAN BISNIS PROPERTI 9 NAGA AGUAN dkk. Mengorbankan pemukiman rakyat kcil. TIDAK MENGHORMATI HUKUM' dg meneruskan MEGA PROYEK REKLAMASI yg telah DIHENTIKAN PENGADILAN, dll.

2. Menkeu sri mulyani indrawati (SMI) : gagal menjaga pertumbuhan ekonomi yg sustainable. Pertumbuhan malah menurun drastis dibanding zaman SBY yg tumbuh 6,2 persen. Pembangunan hrs dibiayai dgn berhutang dari china dll dgn mengorbankan kepentingan bangsa n tenaga kerja sendiri, rakyat terus diperas dgn pajak makin banyak n kenaikan harga. Pengemplang BLBI n pajak malah dibebaskan n jadi pahlawan pembangunan lewat UU Tax Amnesty. Sdg rakyat malah dikejar2 pajak, deklarasi aset, dll. Padahal yg hrs mdeklarasikan aset adalah PEJABAT PUBLIK.

3. Mendagri tjahjo kumolo : gagal memenuhi kebutuhan blanko e-KTP sampai sekarang (3 tahun lbh), tdk mengusut kasus impor e-KTP aspal, tak bisa memindahkan server e-KTP ke Indonesia, ingin menghapus kolom Agama dr KTP, data penduduk Indonesia terjual. Menuduh Islam sebagai radikal sebagai tafsiran UU Ormas. Sdg PKI dan EKSTREM KIRI, yg sdh JELAS DILARANG oleh TAP MPRS, sebagai sesuatu yg biasa2 saja. Suka merecoki Pemda di era otonomi daerah, dll.

4. Menkumham yasonna laoly : terang2an menunjukkan solidaritas kpd narapidana mantan plt gub dki ahok alias basuki tjahaya purnama yg telah divonis bersalah di pengadilan. Tidak bisa bertindak adil dlm penegakan hukum alias tebang pilih. Mafia narkoba besar dpt pengampunan. Disinyalir terlibat korupsi e-ktp, dll.

5. Mentri ESDM Ignatius Yonan n wakilnya archandra tahar : gagal melunakkan Freeport utk tunduk kpd hukum n perundang2an Indonesia. Gagal menaikkan bagian Indonesia dr freeport n kuasa tambang lain, sehingga Indonesia tetap miskin n penguasa2 tambang makin kaya dng mdptkan hasil diatas 90 persen dr kekayaan SDA kita (utk EMAS pemerintah Indonesia hanya dpt 1% sebuah pelecehan thd kedaulatan). Gagal memaksa freeport dll bikin smelter n pabrik pengolahan di Indonesia, dll.

6. Menneg BUMN Rini Sumarno: GAGAL MENGELOLA perusahaan BUMN utk kemakmuran rakyat, malah suka menjual aset-aset Negara/perusahaan² BUMN, Memaksa BRI, Bank Mandiri, dan BNI menerima pinjaman dr cina yg nantinya bisa jd penyertaan modal cina. PLN dipaksa berutang terus utk membangun pembangkit listrik 35 ribu MW dng menyingkirkan PLN dr lapangan. 25 ribu MW diserahkan kpd swasta dg konsep beli atau bayar. Sdg harga listrik sdh ditetapkan pemerintah agar swasta untung (besar). PLN sepertinya sengaja mau dibikin bangkrut. Agar rakyat membeli listri dr swasta, kompor gas akan di ganti kompor listrik, dengan dalih lebih murah.

7. Mentri Perdagangan Enggartyasto lukito : gagal menjaga harga2 pangan n sembako, gagal memasarkan produk pertanian, perikanan n pangan indonesia. Malah impor makin besar termasuk garam, beras, cabe, daging, jeroan, dll.

8. Jaksa Agung M. Prasetyo n Kapolri Tito Karnavian: keduanya gagal menegakkan hukum & keadilan utk semua, melakukan tebang pilih, memusuhi ormas islam, MUI, Ulama, Habibi, dan Tokoh² ISLAM' yg dihormati dimasyarakat. Gagal menangkap pelaku penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan, memusuhi KPK .

9. Menkopolhukam wiranto: terlalu dikendalikan luhut, sehingga gagal melaksanakan tugas kementrian [JO]

COPAS dr wag jaket kuning.

Dari rapat online ILUNI-UI.
Telah dirapikan
oleh : ishak rafick.

Sumber : FB

Rabu, 03 Januari 2018

Penjelasan dan Tafsir Istilah Hoax Membangun dari Kepala BSSN Ala Netizen

Penjelasan dan Tafsir Istilah Hoax Membangun dari Kepala BSSN Ala Netizen

hoax membangun

Ada istilah baru yang di "rilis" oleh Kepala Badan Siber dan Sandi Negara yaitu HOAX MEMBANGUN. Istilah aneh ini membuat pusing netizen. Apa makna dan tafsir dan penjelasan dari istilah Hoax membangun itu dan seperti apa pula bentuk realisasinya? memangnya ada Hoax atau kabar bohong, tipu-tipu berita yang bisa membangun?

Sebelum pertanyaan ini terjawab oleh pihak yang berwenang, warganet sudah punya tafsir dan memaknai sendiri dari istilah Hoaks membangun yang di "luncurkan " oleh Bapak Djoko Setiadi yang berusan dilantik oleh presiden sebagai Kepala BSSN.

Pernyataan Kepala BSSN tentang hoaxs membangun; 
"Tentu hoax ini kita lihat, ada yang positif dan negatif. Saya imbau kepada kawan-kawan, putra-putri bangsa indonesia ini, mari sebenarnya kalau hoax itu hoax membangun ya silakan saja,"

"Tapi jangan terlalu memprotes lah, menjelek-jelekkan lah, ujaran-ujaran yang tidak pantas disampaikan, saya rasa pelan-pelan dikurangi," 

Inilah beberapa tafsir atau makna dari istilah hoax membangun ala netizen;












Selasa, 02 Januari 2018

Lebih Baik Pak Djarot Kembali ke Blitar Main Gitar, Daripada Malu Kalah di Sumut

Lebih Baik Pak Djarot Kembali ke Blitar Main Gitar, Daripada Malu Kalah di Sumut

jarot sumut


KENAPA HARUS DJAROT?

Kali ini saya akan menulis pendapat saya tentang rencana majunya, Pak Djarot jadi Calon Gubernur Sumatera Utara.

Sebagai orang Sumut,saya sedikit banyak tentu berkepentingan dengan terpilihnya siapapun yang akan memimpin "Tano Hasorangan" atau tanah kelahiranku itu.

Partai Banteng yang berencana akan mengusung Pak Djarot,bukanlah partai kemarin sore yang akan asal tunjuk orang untuk wilayah sepenting Sumut, walaupun saya tidak akan bilang cukup pintar juga untuk menganalisa perkembangan politik selama ini.
Buktinya kegagalan mereka di Pilgub DKI dan Banten.

Bahkan Partai ini beberapa kali menang pemilu tapi gagal mengantarkan ketua umumnya jadi Presiden. Kalaupun di Pilpres 2014 mereka bisa menempatkan kadernya Pak Jokowi jadi Presiden , tapi menurut saya,keberhasilan mengantarkan Jokowi jadi presiden bukan keberhasilan tunggal PDIP,banyak pemegang saham dan kubu lain yang terlibat.
Karena itu ,wajar saja bila Bu Mega berulang kali menegaskan, Jokowi adalah petugas partainya,untuk mengingatkan kepada para "pemegang saham" dan Khususnya Pak Jokowi sendiri agar selalu ingat, Siapa pemegang saham utama?

Jadi menurut pendapat saya ,rencana penunjukan Djarot kemungkinan besar ; 
Pertama karena bermodalkan suara Ahoker garis keras khususnya yang berasal dari daerah Sekitaran Danau Toba. 
Sayangnya kita semua juga tahu, yang ada di Pilgub DKI adalah Jokower dan Ahoker bukan Djaroter apalagi Kumiser.

Alasan kedua, sekali lagi menurut analisa saya,karena penduduk Sumut suku Jawa hampir 33 persen. Modal suara yang cukup signifikan kalau Djarot bisa memamfaatkan ke-seduluran mereka.
Tentu saja suku terbanyak tetap di pegang suku Batak, cuma sudah menjadi rahasia umum, orang Batak hanya bisa kompak di perantauan,kalau di daerah sendiri malah kami seringkali berselisih hanya gara-gara Kulit Sapi,Daging Kelinci dan Gigi Babi.
Tidak percaya?
Mari kita buktikan di Pilgub Sumut nanti, berapa orang kandidat dari Suku Batak yang akan bertarung jadi BK-1. 
Sebagai pembanding,di Pilgub Sumut 2013 lalu dari 5 Cagub, 4 orang dari suku Batak dan ke empat-empatnya, kalah....

Saya walaupun Suku Batak,tidak mempermasalahkan Suku manapun yang akan memimpin Sumatera Utara kedepan tapi tetap berharap putra-putri daerah setempat.
Kecuali sudah tidak ada putra/putri Sumut yang mampu memimpin Sumut, kalaupun mau mengambil calon Pemimpin dari daerah lain,seharusnya putra/putri terbaik negeri ini.

Tapi kenapa harus Djarot?
Lagipula Djarot itu siapa?
Saya tidak tahu apa prestasi luar biasa Djarot sewaktu menjabat Walikota Blitar maupun ketika jadi Wagub dan Gubernur lungsuran di DKI, berbeda dengan Pak Jokowi sewaktu jadi Walikota Solo menggagas mobil Esemka yang beritanya menggegerkan seluruh dunia walaupun tidak jelas rimbanya.

Terakhir, apakah Pak Djarot tahu?
Kreta yang begitu besar dan panjang bagai ular di Pulau Jawa bagi kami orang Sumut itu artinya cuma sepeda motor?
Sedangkan Motor itu di Sumut beroda empat karena sebutan buat mobil.

Apakah Pak Djarot juga sudah tau kalau Galon itu artinya SPBU?
Jalan Raya kami sebut Pasar sedangkan Pasar tempat jual-beli kami sebut Pajak?

Pusingkan?
Lebih baik Pak Djarot kembali ke Blitar main Gitar, daripada malu tidak terpilih dan kembali melarikan diri....di Acara Pelantikan Pak Edy Rahmayadi.

Sumut membutuhkan Orang Hebat bukan Orang berkumis lebat.

#SalamSumut Marsipature Hutana Be

Oleh: Azwar siregar


Fakta Investigasi Lapangan SMA 3 Lamongan Yang Diputarbalikan oleh Ahokers

Fakta Investigasi Lapangan SMA 3 Lamongan Yang Diputarbalikan oleh Ahokers


Dinas Pendidikan Jawa Timur menurunkan tim ke Lamongan untuk menginvestigasi kebenaran berita adanya seorang siswa SMAN di Lamongan yang berkirim surat ke Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Diberitakan oleh media nasional sebelumnya, bahwa siswa dengan nama Fadila Maretta mengadukan ke Ahok bahwa ijazahnya ditahan sekolah karena adanya tunggakan yang belum diselesaikan.

Setelah terjun langsung ke Lamongan, akhirnya Dinas Pendidikan Jatim memperoleh fakta kejadian sebenarnya, yang ternyata berbeda dari apa yang diberitakan bahwa ijazah siswa tersebut ditahan sekolahnya.

“Benar siswa bernama Fadila Maretta tercatat sebagai siswa SMAN 3 Lamongan lulusanan tahun 2017 (bukan SMAN 30 Lamongan),” jelas Kepala Dinas Pendidikan Jatim Dr Saiful Rachman, lewat rilis yang diterima SERUJI, Selasa (2/1) sore.

Sebelumnya sempat beredar kabar di sosial media bahwa siswa tersebut bersekolah di SMAN 30 Lamongan, yang faktanya tidak ada sekolah tersebut di Lamongan.

Dari hasil investigasi Disdik Jatim tersebut diketahui juga bahwa Fadila Maretta sejak lulus pada Mei 2017, tidak pernah mendatangi sekolah. “Untuk pengambilan ijazah dan cap tiga jari,” jelas Saiful.

Fadila Maretta, lanjut Saiful, memang datang ke SMAN 3 pada tanggal 28 Desember 2017 sekitar pukul 08.30 WIB menemui Tata Usaha Sekolah, Sulityowati Fitriah.

“Kemudian dilaporkan ke Kepala Sekolah, bahwa ada tamu siswa bernama Fadila Maretta dan seorang perempuan yang mengaku wali murid. Maksud kedatangan untuk meminta nomor rekening sekolah dan rincian tunggakan,” jelasnya.
Wanita yang mengaku wali murid tersebut, mengatakan bahwa Fadila Maretta menang lomba puisi Ahok, tanpa mengungkapkan bahwa siswa tersebut telah berkirim surat ke Ahok.

Wanita tersebut sempat ingin melihatkan percakapannya lewat pesan dengan seseorang kepada Kepala Sekolah, Wiyono.

“Namun Kepala Sekolah menolak membaca isi percakapan itu karena tidak ada kaitannya dengan pengambilan ijazah dan sekolah,” ungkap Saiful.

Akhirnya ijazah tersebut diserahkan kepada Fadila Maretta setelah ia membubuhkan cap tiga jari, tanpa dipungut biaya sama sekali, yang memang sudah jadi kebijakan di Provinsi Jatim.

“Selama proses berlangsung, Kepala Sekolah tidak pernah menjalin komunikasi dengan saudara Natanael, sebagaimana yang disebutkan dalam berbagai berita media masa dan sosial media,” tegas Saiful.

Ditegaskan juga oleh Saiful bahwa selama proses pemberian ijazah, tidak ada sama sekali campur tangan Ahok atau orang kepercayaannya sebagaimana yang diklaim di berbagai media.

“Selama proses ini sama sekali tidak ada campur tangan Ahok apalagi bantuan, semuanya murni karena sekolah ingin memberikan ijazah tersebut sebab yang bersangkutan datang ke sekokah,” ujar Saiful.

Diungkapkan juga oleh Saiful bahwa penyerahan ijazah berlangsung singkat tidak lebih dari 20 menit, karena dianggap tidak ada masalah dan tidak perlu harus membayar apapun untuk sekolah. Sebab sejak awal ada ketentuan di Provinsi Jatim bahwa pengambilan ijazah gratis dan seluruh tunggakan siswa yang lulus jika ada dianggap lunas.

“Catatan dindik_jatim bahwa kasus ini menjadi viral tanggal 30 Desember 2017 sementara penyerahan ijazah 28 Desember 2017. Artinya ijazah diberikan sebelum kasus ini muncul ke permukaan. Bila sekolah menyerahkan saat ramai, akan muncul dugaan rekayasa. Ini yang saya hindari,” pungkas Saiful. [seruji.co.id]

New: Tafsir dan Makna HOAX MEMBANGUN Ala Netizen

klarifikasi Bapak Saiful Rachman dari Dindik Jatim lewat Twitter terkait fakta lapangan yang ditemukan oleh tim investigasi yang turun ke SMA 3 lamongan;


TPP Pegawai Solok Selatan Yang Bikin Heboh - Download PERBUP Solsel No 41 Tahun 2017

TPP Pegawai Solok Selatan Yang Bikin Heboh - Download PERBUP Solsel No 41 Tahun 2017

tpp solok selatan

Download PERBUP TPP Solok Selatan no. 41 Tahun 2017 tentang tunjangan tambahan penghasilan untuk ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Solok Selatan Sumatera Barat.

Download di: PERBUP SOLSEL NO.41 - 2017

Besar tunjangan penghasilan ASN khusus untuk pejabat fungsional ( guru ) di Solok Selatan naik drastis berkali-kali lipat dari yang sebelumnya, jumlahnya berkisar 2. 000.000 untuk golongan terendah dan 4. 000.000 untuk golongan tertinggi.


Namun ada yang mengganjal di hati para guru terkait keputusan Pemda Solsel ini, yakni guru sertifikasi tidak dapat jatah untuk menerima TPP yang telah disosialisasikan oleh Pemda Solsel pada hari Rabu 27 Desember 2017 di Aula Sarantau Sasurambi Padang Aro.

Sekda Solsel Yulian Efi mengatakan TPP ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan pegawai di lingkungan pemda Solsel.

Keputusan Bupati Solok Selatan tentang penerima TPP baru tahun 2017  dan yang tak menerima;





Untuk lebih jelasnya silahkan download Perbup TPP Solsel 2017 pada link diatas


Minggu, 31 Desember 2017

Komentar Netizen Tanggapi Dongeng Kompas Terkait Siswa SMA 30 lamongan yang Surati Ahok

Komentar Netizen Tanggapi Dongeng Kompas Terkait Siswa SMA 30 lamongan yang Surati Ahok


Kompas dot com memang ahli dalam mendongeng atau berkhayal kepada publik. Tanpa sadar bualan mereka jadi viral terkait surat siswa SMA 30 lamongan yang minta bantuan seorang napi kasus penistaan agama Ahok agara ijasahnya bisa di tebus karena tak punya uang. Dan kegilaan itu di ikuti oleh buzzer- buzzer mereka di media sosial.

Ajaib memang, ijasahnya yang mandek bisa di tebus, padahal ini baru akhir semester pertama ( ganjil ) dan lebih anehnya lagi ternyata SMA 30 Lamongan belum ada alias masih di alam ghaib.

Menanggapi kegilaan para penyembah napi Ahok ini beragam komentar netizen, ada yang merasa lucu dan kasihan melihat tingkah para ahoker dan cebong yang sudah mulai tak waras semenjak sesembahan mereka masuk bui karena ulah mulut kotornya sendiri.

Kejadian yang sebenarnya baca;  Fakta Investigasi Lapangan SMA 3 lamongan Yang Diputarbalikan Ahokers










Jumat, 29 Desember 2017

Tuan Syech Silau Laut Nasab Keluarga Ustadz Abdul Somad Lc MA

Tuan Syech Silau Laut Nasab Keluarga Ustadz Abdul Somad Lc MA


RIWAYAT HIDUP DAN PERJUANGAN SYEKH HAJI ABDURRAHMAN SILAU

Nama lengkapnya Syekh Haji Abdurrahman Urrahim bin Nakhoda Alang Batubara. Berdasarkan buku catatannya, ia di lahirkan di kampung Rao Batubara (sekarang desa Tanjung Mulia kecamatan Tanjung Tiram Batubara) pada tahun 1275 H setara dengan 1858 M.
Fakta Membuktikan Ustadz Abdul Somad Adalah Ulama Pewaris Nabi Dibanding KH. Said Aqil Siraj

Fakta Membuktikan Ustadz Abdul Somad Adalah Ulama Pewaris Nabi Dibanding KH. Said Aqil Siraj


Abdul Somad dan tentunya Said Aqil Siradj adalah tokoh yang sama-sama mempunyai latar belakang keilmuan dan keduanya juga sama-sama diakui ummat. 

Cirikhas menyolok dari keduanya sudah terlihat jelas di depan mata dan menjadi fakta. Tatkala Said Aqil Siradj yang dituduh Syiah (pendukung Syiah) oleh kelompok fundamentalis Islam dan Abdul Somad yang dituduh sebagai pembawa isu khilafah (pendukung khilafah) oleh gabungan kelompok yang memusuhi Islam dan elemennya. 

Said Aqil Siradj yang dikenal merupakan "ulamanya pemerintah" selalu membawa pesan ataupun risalah "agama pemerintah" dalam kepentingan negara. Sedangkan Abdul Somad dikenal tegas menyuarakan Islam yang bersyariat Islam (bukan Islam bersyariat Sekuler-Liberal). Kedua-duanya mendapat porsi perhatian ummat yang lebih.

Secara otomatis Said Aqil Siradj pasti didukung oleh koalisi ummat di bawah binaannya dengan segala macam kontroversi di dalamnya. Akan tetapi Abdul Somad sama sekali tidak berkoalisi dengan politik praktis, namun suara murni untuk Abdul Somad dan dukungan pasti ummat yang sudah paham dengan segala macam tantangan syariat Islam bagi pemeluknya.

Publik ummat Islam sudah melek dengan dengan upaya kriminalisasi dan usaha-usaha persekusi ulama, salah satunya yang terkini adalah menimpa Ustadz Abdul Somad, Lc. MA. 

Jika hanya indikator Said Aqil Siradj tak pernah mengalami variabel kriminalisasi dan persekusi, maka probabilitas Abdul Somad sebagai ahli waris nabi sangat pantas disematkan kepadanya. 

Karena Ustadz Abdul Somad telah memiliki kredit poin sebagai bukan ulama pencari jabatan, dia bukan ulama pembawa pesan Fir'aun, Abdul Somad juga bukan bampernya ormas liberal, Somad juga bukan hashtagnya negara sekuler, dan Ustadz Abdul Somad terbukti tidak gampang menyatakan yang bathil menjadi haq, dan yang haq dipaksakan jadi bathil. 

Ustadz Abdul Somad kini dan seterusnya akan menghadapi yang namanya ujian pada nabi-nabi terdahulu. Ustadz Abdul Somad akan senantiasa mengahadapi tantangan seperti halnya cobaan-cobaan yang menimpa pewaris nabi-nabi sebelumnya pada zamannya.

Ummat Islam yang setia pada pewaris risalah nabi akan selalu mengawal, menjaga dan mendoakan kebaikan dan keselamatan Ustadz Abdul Somad dalam kiprahnya sebagai ulama pada zaman revolusi mental kebablasan. 

Semoga Ustazd Abdul Somad bukan ulama su'u di antara sekian banyaknya ulama gampangan, ulama karbitan, ulama gadungan, ulama-ulama bayaran penjual akidah dan ayat-ayat Tuhan dan ulama-ulama munafik.
Insya Allah Uztadz Abdul Somad selalu istiqamah sebagai pewaris risalah para nabi-nabi di jalan syariat Islam. 

"Sejarah sudah mencontohkan semuanya. Dan waktu telah membuktikan semuanya. Satu per satu Ulama Pewaris Risalah Nabi dikualifikasi kompetensi kapasitas keilmuan dan kapabilitas Ulamanya. Saksinya adalah Allah Swt, dan buktinya ada pada manusia ciptaan-Nya. Layak atau tidaknya, semua pasti akan mendapat ganjaran-Nya"

Sorong, 28 Desember 2017
By: Aji Latuconsina

[Dikutip dari Kompasiana dengan judul; Abdul Somad dan Said Aqil Siradj, yang Manakah Termasuk Ulama dan Ahli Waris Nabi?]


Ustadz Abdul Somad Jauh Lebih Matang Dibanding Said Aqil Siraj - DR. Moeflich Hasbullah

Ustadz Abdul Somad Jauh Lebih Matang Dibanding Said Aqil Siraj - DR. Moeflich Hasbullah


Lelaki muda Riau kurus ini, kini sudah jadi fenomena. Fenomena dalam gerakan Islam Indonesia kontemporer. Bisa dikatakan, ia fenomena baru pasca Habib Rizieq. Bedanya, Rizieq pemimpin pergerakan (FPI) dan penggerak massa, Abdul Somad pendakwah, da’i, mubaligh. Kedua-duanya ulama berkharisma. Rizieq seorang habib, Abdul Somad bukan. Dua-duanya berwatak keras, bersuara lantang, ucapannya tegas dan wawasan keislamannya luas. Kelebihan Abdul Somad dari Rizieq adalah penguasaan sumber kitab-kitab klasiknya lebih lengkap.

Sabtu, 23 Desember 2017

Menjalin Ukhuwah Dewan Ulama Thareqah ASEAN ( DUTA ) Persatuan Ulama Tarekat Asia Tenggara

Menjalin Ukhuwah Dewan Ulama Thareqah ASEAN ( DUTA ) Persatuan Ulama Tarekat Asia Tenggara

dewan ulama thareqah asean

Kedah, 21 Desember 2017

Melalui undangan Syekh H. Drahman bin Muhammad Amin, selaku Penasihat DUTA dari Malaysia, sejumlah ulama Thariqah se-ASEAN hadir dalam acara peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw  bertempat di Pondok Madrasah Taqribul Ikhwan fi Futuhir Rahman (MATIF), Kedah Malaysia (21/12/2017). Hadir dalam kegiatan ini, selain Syekh H. Drahman bin Muhammad Amin dari Negeri Serawak Malaysia, juga antara lain:
1. Baba Ismail Sepanjang Al Fatani dari Thailand
2. Syekh Dr. Khalil Ismail Ilyas, Malaysia
3. Tuan Guru Ustadz Badrol Azhar Bakar, pimpinan Pondok MATIF
4. Buya Zulkifli Sukma, Khalifah TQH ( Tarekat Qodiriyah Hanafiah )  Indonesia
5. Buya Mahyuzil Khalifah TQH,  Indonesia
6. Buya Dr. Zubair Ahmad, Sekjen DUTI sekaligus Khalifah TQH  Indonesia,
7. Habib Abdurrahman bin Janas, wakil khusus TQH untuk urusan hubungan dalam dan luar negeri.

Penasihat DUTA Malaysia menekankan pentingnya menjalin hubungan persatuan bagi seluruh umat Islam di Nusantara ini (Malaysia, Singapura, Thailand, Indonesia, Brunei, dan Piliphina) demi bangkitnya Islam. “Kita orang-orang Melayu ini adalah umat akhir zaman yang disebut-sebut  dan dibangga-banggakan oleh Rasulullah Saw, padahal mereka belum pernah jumpa dan mendengar suara beliau” katanya.  Sementara itu Buya Zulkifli Sukma mewakili Tuangku Syekh Muhammad Ali Hanafiah Al Quthub ar Rabbani dan menyampaikan salam beliau kepada hadirin, sekaligus menjelaskan cita-cita bersama mewujudkan umat Islam kembali kepada jadi dirinya yang sebenarnya, cinta Allah dan Rasulullah.

Selaku Sekjen DUTI, Dr. Zubair Ahmad menguraikan sejarah, visi, misi, dan tujuan dari Dewan Ulama Thariqah Indonesia (DUTI) dan Dewan Ulama Thariqah ASEAN (DUTA). Ia juga menyampaikan pesan Rais Mustasyar DUTI/DUTA tentang perlunya menguatkan ukhuwah Islamiyah bagi pengamal Thariqah di ASEAN. Ukhuwah ini tidak hanya dalam pembinaan ilmu agama, tetapi juga dalam semua bidang terutama di bidang ekonomi karena umat Islam saat ini telah dikuasai oleh orang kafir. Sementara itu, Buya Mahyuzil berfokus pada penanaman rasa rindu kepada Rasulullah saw dan rasa cinta kepada Allah. Hal itu dilakukan dengan mengajak para jamaah untuk berpikir dan bersalawat. Selain itu, Habib Abdurrahman memecah suasana dengan lantunan zikir munajat dan lagu berjudul ‘Insan Rabbani’. Acara ditutup dengan hiburan nasyid dan qasidah dari para santri.


Madrasah Taqribul Ikhwan fi Futuhir Rahman

Madrasah yang populer dengan Pondok Bukit Birut ini memang posisinya di atas bukit di tengah hutan karet sekitar 2 km dari jalan raya.  Ia berada di wilayah Kuala Pegang,  Baling,  Kedah,  Malaysia. Pondok ini sangat unik karena hanya belajar ilmu  agama Islam saja, dan tidak memiliki jenjang pendidikan sebagaimana sekolah formal. Usia tidak menjadi syarat untuk menjadi santri, sehingga santainya ada yang masih anak-anak, remaja dan dewasa. Keistimewaan lainnya adalah bahwa semua santri tidak dipungut bayaran. Menurut Pak Ngah, selaku pengelola pondok yang mendampingi Tuan Guru Ustadz Badrol Azhar Bakar, pondok ini dibangun sekitar 5 tahun lalu dan saat ini mendidik santri sekitar 200 orang, separuh warga Kamboja dan sisanya warga Malaysia. “Orang menyebut kita sebagai orang gila karena membangun pondok di tengah hutan di atas bukit dengan fasilitas seadanya,” kata Pak Ngah.

Pondok MATIF ini mirip dengan Pondok Pesantren Tasawuf Rabbani yang dipimpin oleh Tuangku Syekh Muhammad Ali Hanafiah al Quthub Ar Rabbani di Kasiak, Sumani, Solok, Sumatera Barat, Indonesia. Awalnya hanya gubuk sederhana, bahkan pimpinannya sampai saat ini masih tinggal di gubuk kecil dan sangat sederhana.

Menurut Tuan Guru Ustadz Badrol Azhar Bakar, dengan adanya kegiatan Silaturahim Ulama Thariqah se-ASEAN ini, kiranya kita dapat bersama-sama membangun umat dan membela negara masing-masing dari pengaruh dan cengkraman orang kafir asing. “Mohon doanya agar pondok ini selanjutnya terus berkembang dan bisa menyiapkan generasi penerus perjuangan Rasulullah Saw,” pintanya kepada semua pihak yang hadir.

Sumber: http://dewanulamathariqah.org