Sabtu, 20 Februari 2016

Icon Biru OS X Minimalism iPack Untuk Windows 7 8 8.1 10

Icon Biru OS X Minimalism iPack Untuk Windows 7 8 8.1 10

Mempercantik Icon Windows

icon biru minimalis untuk windows 7 8 10


Sekali lagi buat para pencinta seni tampilan Windows 7, 8, 8.1 dan Windows 10 yang berbahagia, kali ini guru biru akan berbagi lagi sebuah icon iPack OS X Minimalism yang sangat cantik keren dan sangat mudah sekali untuk memasangnya.

OS X Minimalism iPack khusus kami bagikan untuk para pengunjung yang " pembosan " dan sangat usil sekali dengan perangkat PC/laptopnya, punya sifat suka gonta-ganti tampilan, icon dll, tapi bukan suka gonta-ganti pasangan hee..hee...

Lihat dulu tampilan icon-icon biru minimalis cantik keren OS X Minimalism iPack yang tertanam pada kompi jadoel admin gurubiru :

icon biru minimalis untuk windows 7 8 10










langsung saja ke TKP bagi yang berminat

Cara instalnya sangat mudah sekali. Setelah di download, ekstrak file, buka folder kemudian klik dua kali OS X Minimalism iPack seperti gambar di bawah


icon biru untuk windows 7 8 10

Selamat menikmati icon Windows 7, 8, 8.1, 10 sobat yang baru dan sangat keren....

Icon-icon cantik lainnya:



Senin, 15 Februari 2016

Linux Jauh Lebih Keren Dari Windows, Ini Buktinya !

Linux Jauh Lebih Keren Dari Windows, Ini Buktinya !

Linux Os Bergengsi

linux jauh lebih keren dari windows


Sistem Operasi Linux seperti Ubuntu dll sebetulnya jauh lebih keren dan lebih bagus jika di bandingkan dengan Os Windows, walau dengan Windows 10 sekalipun.
Pernyataan ini bukan sekedar mengada-ada, ada beberpa hal yang membuktikan akan pendapat ini yang akan segera kami uraikan:

Selasa, 09 Februari 2016

Bancana Banjir Bandang Longsor Solok Selatan Merugikan Warga

Bancana Banjir Bandang Longsor Solok Selatan Merugikan Warga

Solok Selatan Berduka
 
Bencana longsor, banjir bandang dan lain-lain secara serentak melanda daerah Sumatera Barat pada 8 Februari 2016, hampir keseluruhan daerah di Propinsi Sumbar terkena dampak hujan deras yang tiada kunjung berhenti.

Hujan yang mengguyur deras di daerah Solok Selatan Sumatera Barat khususnya di Nagari Bidar Alam Kecamatan sangir Jujuan mengakibatnya banyak kerugian yang menimpa warga sekitar.

Sungai Batang Sangir yang deras dan dalam menghanyutkan binatang ternak, hasil panen warga, sebuah pos ronda hanyut di nagari Tanjung Durian, kemudian jembatan daerah talokiak Ranah Pantai Cermin rusak parah sehingga akses menuju ke daerah tersebut dengan kendaraan roda dua sangat susah karena harus mencari jalan alternatif yang jauh.

Begitu juga dengan aliran listrik PLN yang terputus selama 2 hari karena tiang listrik hanyut terbawa derasnya aliran Batang Sangir yang mengamuk karena hujan yang terus menerus melandasehingga selama 2 malam berturut-turut warga harus " bergelap-gelapan " tanpa listrik.

Akses Jalan Padang Padang Aro juga sempat terputus karena badan jalan di daerah Liki Sangir putus terbawa arus sungai yang deras dan memakan korban sebuah minibus Avanza. Banjir tersebut hanya meninggalkan sedikit badan jalan yang hanya bisa di lewati oleh kendaraan roda 2saja

Pemerintah Solok Selatan melalui BPBD telah menetapkan darurat bencana mulai Senin 8 Februari hingga 14 hari ke depan karena begitu parahnya bencana longsor banjir yang melanda daerah ini

Sungai Batang Sangir Mengganas

Akses jalan dari Bidar Alam ke Sibalabeh Padang Limau Sundai terputus karena terjangan Batang Sangir yang meluap

bidar alam sangir jujan

Terjangan Batang Sangir Di nagari Tanjung Durian Sangir Jujuan jadi tontonan warga, Banjir kali ini menghanyutkan pos ronda di Tanjung Durian



Beberapa buah foto bencana banjir bandang di muara Labuh dan Liki dan yang sempat kami ambil dari berbagai sumber





Minggu, 07 Februari 2016

Rahasia Dan Makna Di Balik Huruf - Huruf Hijaiyah

Rahasia Dan Makna Di Balik Huruf - Huruf Hijaiyah

Asma Allah Di Balik Huruf Hijaiyah

rahasia dan makna di balik huruf hijaiyah

Seorang Yahudi mendatangi Rasulullah seraya bertanya, “Apa makna huruf hijaiyah?”.
Rasulullah berkata kepada Ali bin Abi Thalib, “Jawablah pertanyaannya, wahai Ali!”. Kemudian Rasulullah saw berdoa, “Ya Allah, jadikanlah dia berhasil dan bantulah dia.”


Ali berkata, “Setiap huruf hijaiyah adalah nama-nama Allah.” Ia melanjutkan:
Alif (ا): Ismullah (nama Allah), yang tiada Tuhan selain-Nya. Dia selalu hidup, Maha Mandiri dan Mahakuasa.

Ba’ (ﺏ): al Baqi’ (Mahakekal), setelah musnahnya makhluk.

Ta (ﺕ): al Tawwab (Maha Penerima Taubat) dari hamba-hamba-Nya.


Tsa’ (ﺙ): al Tsabit (Yang Menetapkan) keimanan hamba-hamba-Nya.


Jim (ﺝ) : Jalla Tsanauhu (Yang Mahatinggi Pujian-Nya), kesucian-Nya, dan nama-nama-Nya yang tiada berbatas.


Ha’ (ﺡ): al Haq, al Hayyu, wa al Halim (Yang Mahabenar, Mahahidup, dan Mahabijak).


Kha (ﺥ): al Khabir (Yang Mahatahu) dan Maha Melihat. Sesungguhnya Allah Mahatahu apa yang kalian kerjakan.


Dal (ﺩ): Dayyanu yaumi al din (Yang Mahakuasa di Hari Pembalasan).


Dzal (ﺫ): Dzu al Jalal wa al Ikram (Pemilik Keagungan dan Kemuliaan).


Ra (ﺭ): al Rauf (Mahasayang).


Zay (ﺯ): Zainul Ma’budin (Kebanggaan Para Hamba).


Sin (ﺱ): al Sami al Bashir (Mahadengar dan Mahalihat).


Syin (ﺵ): Syakur (Maha Penerima ungkapan terima kasih dari hamba-hamba-Nya).


Shad (ﺹ) : al Shadiq (Mahajujur) dalam menepati janji. Sesungguhnya Allah tidak mengingkari janji-Nya.


Dhad (ﺽ): al Dhar wa al Nafi (Yang Menangkal Bahaya dan Mendatangkan Manfaat).


Tha (ﻁ): al Thahir wal al Muthahir (Yang Mahasuci dan Menyucikan).


Zha (ظ): Zhahir (Yang Tampak dan Menampakkan Kebesaran-Nya).


‘Ain (ﻉ): al ’Alim (Yang Mahatahu) atas segala sesuatu.


Ghain (ﻍ): Ghiyats al Mustaghitsin (Penolong bagi yang memohon pertolongan) dan Pemberi Perlindungan.


Fa (ف): Yang Menumbuhkan biji-bijian dan tumbuhan.


Qaf (ﻕ): Yang Mahakuasa atas makhluk-Nya.


Kaf (ﻙ): al Kafi (Yang Memberikan Kecukupan) bagi semua makhluk, tiada yang serupa dan sebanding dengan-Nya.


Lam (ﻝ): Lathif (Mahalembut) terhadap hamba-hamba-Nya dengan kelembutan khusus dan tersembunyi.


Mim (ﻡ): Malik ad dunya wal akhirah (Pemilik dunia dan akhirat).


Nun (ن): Nur (Cahaya) langit, cahaya bumi, dan cahaya hati orang-orang beriman.


Waw (ﻭ): al Wahid (Yang Mahaesa) dan tempat bergantung segala sesuatu.


Haa (ه): al Hadi (Maha Pemberi Petunjuk) bagi makhluk-Nya. Dialah yang menciptakan segala sesuatu dan memberikan petunjuk.


Lam alif (لآ): lam tasydid dalam lafadz Allah untuk menekankan keesaan Allah, yang tiada sekutu bagi-Nya.


Ya (ﻱ): Yadullahbasithun lil khalqi (Tangan Allah terbuka bagi makhluk). Kekuasaan dan kekuatan-Nya meliputi semua tempat dan semua keberadaan.



Rasulullah saw bersabda, ”Wahai Ali, ini adalah perkataan yang Allah rela terhadapnya.” Dalam riwayat dijelaskan bahwa Yahudi itu masuk Islam setelah mendengar penjelasan Sayyidina Ali.



Minggu, 31 Januari 2016

Kajian Ilmu Rasa Maulana Jalaluddin Rumi - Kitab Mastnawi

Kajian Ilmu Rasa Maulana Jalaluddin Rumi - Kitab Mastnawi

ilmu rasa jalaluddin rumi

Rasa sedih yang di tulis di atas daun lontar tidak sanggup mengajarkan duka dan kebahagiaan. Betapapun sedih isi tulisannya tak akan mampu menjamah duka cita yang sebenarnya. Begitu juga kegembiraan yang membuat tertawa seseorang sampai terbahak-bahak pasti tidak berdaya dan hambar rasanya bila di tuliskan.

Kamis, 28 Januari 2016

Cara Mudah Instal DualBoot Linux Ubuntu - Windows ( Tutorial lengkap )

Cara Mudah Instal DualBoot Linux Ubuntu - Windows ( Tutorial lengkap )

Cara Instal Linux Ubuntu dengan Windows Dilengkapi Gambar

Sebelum memulai menginstal Linux dualboot dengan windows hal yang pertama kali di lakukan adalah membuat partisi tempat Linux tersebut di instal. Untuk menginstal Linux di butuhkan 2 partisi yaitu root dan swap, untuk root paling sedikit harus tersedia partisi  6 GB, swap 2kali besar RAM, contoh : jika RAM laptop anda 2 GB maka swap membutuhkan 4 GB.
Cara yang paling mudah untuk membuat partisi adalah di Windows dengan menggunakan Easus Partition master
Tuangku Syaikh Muhammad Ali Hanafiah -  4 Maqam Dalam Tasawuf

Tuangku Syaikh Muhammad Ali Hanafiah - 4 Maqam Dalam Tasawuf

Etape Bagi Penempuh Jalan Ruhani
tingkata maqam dalam tasawuf
Mursyid TQH

Didalam tarekat hanya ada 4 tingkatan yang mana keempat tingkatan tersebut berbeda istilah dalam setiap tarekat, tingkatan pencapain dalam setiap amalan-amalan tasawuf dalam dunia tarikat sufi tersebut adalah:

Zikir
Rasa
Penyaksian
Mahabbah

1. Zikir
Zikir adalah ingat. Bagi kita yang berzikir didalam dunia tasawuf, sebelum zikir tersebut dapat melahirkan rasa dekat kepada Allah maka zikir itu gagal. Jika zikir telah melahirkan rasa dekat kepada Allah maka berarti seorang penempuh jalan tareqat telah melewati satu etape atau tingkatan pencapaian ( maqam ). Artinya zikir seorang salik yang sukses adalah zikir yang melahirkan rasa dekat kepada Allah.

2. Rasa
Maqam yang kedua adalah rasa dekat, ketika seorang penempuh jalan telah memilki rasa dekat kepada Allah, dan rasa dekat tersebut sudah sampai kepada puncak rasa, tanpa ia sadari ternyata ia baru sampai di tengah jalan, artinya sang salik belum sampai ke tujuan yang sesungguhnya. Rasa dekat kepada Allah bukanlah tujuan, rasa dekat hanya sebagai batu loncatan untuk dapat meyaksikan Allah.
Darimanakah datangnya rasa dekat kepada Allah tersebut?
Rasa dekat mustahil terbit dari akal seorang hamba apalagi datang dari hawa nafsu. Rasa dekat lahir dari pemberian Allah sendiri, seorang hamba tidak mampu menciptakan rasa dekat di dalam hati dan perasaannya sendiri, akal tidak memilki kesanggupana untuk melahirkan rasa dekat apalagi hawa nafsu. jika rasa dekat tersebut muncul yakinlah bahwasanya:
" Di balik rasa dekat itu tidak ada yang lain selain Allah "
Tidak satupun zat yang sanggup memberikan rasa dekat kepada Allah melainkan Allah sendiri.

3. Penyaksian
Ketika keakuan diri sudah lenyap, rasa kepemilikin sudah hilang terhadap segala sesuatu termasuk terhadap diri sendiri bahkan terhadap kata " aku " sendiri, sehingga mencapai titik nol maka pada saat itulah terbuka tirai dan hijab yang di buka sendiri oleh Allah. Disaat di bukakan hijab maka pada saat itulah sang hamba akan dapat menyaksikan keindahan Wajahnya Allah.
Meyaksikan Allah dengan hati bukan dengan kedua mata, karena meyaksikan adalah kerja hati dan melihat adalah kerja mata. Artinya yang meyaksikan Allah adalah hati bukan kedua bola mata kita.

4. Mahabbah
Setelah tirai itu terbuka dan dapat menyaksikan keindahan Allah, siapa yang tidak akan jatuh cinta? siapa yang tidak akan takjub kepada Allah? Maqam cinta adalah maqam tertinggi dalam pencapaian tingkatan seorang penempuh jalan tasawuf sufi/tarekat.

( Ringkasan tausiyah Tuangku Syaikh Muhammad Ali Hanafiah, dalam acara pertemuan ulama tareqat se-Sumatera Barat di Surau Rabbani-Solok )

Artikel berikutnya;

Rabu, 27 Januari 2016

Dewan Ulama Tarekat Sumbar Menolak Ajaran Salafi Wahabi Dan Syi'ah Rafidah

Dewan Ulama Tarekat Sumbar Menolak Ajaran Salafi Wahabi Dan Syi'ah Rafidah

Pernyataan Sikap Dewan Ulama Thariqah Indonesia 
Sumatera Barat
tarikat menolak radikalisme salafi wahabi dan syiah
Forum Ulama Tarekat Sumbar
Bertepatan pada hari Jum'at tanggal 22 Januari 2016 M/12 Rabi'ul Akhir 1437 H, Dewan Ulama Tarekat Sumatra Barat yang di ketuai oleh Buya Mahyuzil Rahmat, S.Ag telah membicarakan permasalahn-permasalahan yang terkait dengan umat islam saat ini terutama di Sumatera Barat khususnya. Dewan ulama tarekat yang beranggotakan para mursyid, khalifah dan ulama-ulama sufi dari seluruh tarekat muktabaroh se-Sumatera Barat telah memutuskan atau mengambil sikap terhadap ajaran-ajaran radikal yang  suka melakukan teror, ajaran-ajaran takfiri yang suka mengkafirkan saudaranya sendiri, ajaran yang menyalahi aqidah Ahlussunnah Waljama'ah yang akibatnya bisa menimbulkan perselisihan terhadap hal-hal khilafiah, serta pernyataan sikap terhadap ajaran Syi'ah Rafidah yang suka mencela dan menghina Sahabat serta istri nabi dan ajaran-ajaran yang membawa nama tareqat padahal bukan tareqat sehingga mencemari nama tareqat tersebut. Hal jika di biarkan maka ke depan umat islam akan mudah di adu domba serta akan menimbulkan pertikaian dan kekacauan.

Pernyataan sikap tersebut di bacakan oleh ketua DUTI Sumbar di depan para jurnalis di dampingi Rais Mustasyar Tuangku Syaikh Muhammad Ali Hanafiah, Mustasyar Prof.DR. Salmadanis, MA dan beberapa khalifah Tareqat Qodiriyah Hanafiah

Isi Pernyataan sikap Dewan Ulama Thariqah Indonesia ( DUTI ) Sumatera Barat
  1. Menentang segala aqidah yang keluar dari Tauhid Islamiyah dan Ahlus sunnah Waljama'ah. Selanjutnya mengajak umat serta pengamal tariqah di Sumatra Barat untuk melindungi dan membentengi diri, keluarga serta seluruh masyarakat dari faham radikal, takfiri atau pemahaman yang mengkafirkan sesama umat seperti yang didakwahkan oleh kelompok Salafi Wahabi dan Kelompok Syi'ah Rafidah
  2. Menentang serta mengecam segala bentuk pemahaman radikal yang membolehkan tindakan teror, seperti ISIS serta pendukungnya. Selanjutnya menghimbau umat islam serta pengamal tariqah Sumatera Barat khususnya untuk menjaga serta saling bersatu untuk menghadang segala bentuk pemahaman-pemahaman radikal tersebut, serta aliran-aliran yang telah dinyatakan sesat dan menyesatkan oleh MUI, dengan melakukan komunikasi dan koordinasi bersama ulama serta aparat yang berwenang setempat
  3. Menghimbau kepada kelompok-kelompok yang mengaku jamaah tariqah namun memiliki pemahaman yang menyimpang dari Al-Quran dan Hadits serta jauh daripada Aqidah Ahlus sunnah Waljama'ah, agar bertaubat kepada Allah SWT dan merapatkan barisan kepada Majelis-Majelis Tarekat yang masih menjunjung tinggi Al-Quran dan Hadits yang beraqidah Ahlus sunnah Waljama'ah
  4. Menghimbau seluruh kaum Muslimin dan Muslimat Sumatera Barat, untuk dapat bersatu dan menjauhkan diri dari prasangka buruk serta mengkafirkan saudara sendiri hanya karena permasalahan khilafiyah ( perbedaan pendapat ) yang membuat umat Islam mudah di adu domba oleh kelompok-kelompok yang memiliki aqidah di luar Ahlus Sunnah Waljama'ah yang berujung perpecahan diantara umat. Padahal sesungguhnya Rasulullah SAW telah bersabda " perbedaan pada ummatku adalah rahmat "
Demikian pernyataan sikap ini dibuat sebagai wujud kasih sayang dan saling menghormati diantara sesama Umat Islam, serta saling menasehati dalam kebaikan dan kebenaran untuk terwujudnya Sumatera Barat menjadi negeri yang Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghafur

ulama tarekat menolak wahabi dan syiah

dewan ulama tarekat menolak wahabi dan syiah

Selanjutnya Baca:

Selasa, 26 Januari 2016

Kemasan Wahabi Yang Sangat Menarik, Semua Tertipu...!!!

Kemasan Wahabi Yang Sangat Menarik, Semua Tertipu...!!!

Bersembunyi Di Belakang Ahlussunnah Waljama'ah
wahabi sembunyi di belakang ahlussunnah waljamaah

Di akhir zaman ini ada firqah atau sekte Islam yang  baru muncul 200 tahun yang lalu (muda usia) di Najd. Sekarang mereka giat dan rajin menyebarkan ajaran-ajaran Islam menyimpang dengan mengatas-namakan Ahlus Sunnah.  untuk menyamar dengan tujuan untuk mengelabui umat Islam. Dengan bertaqiyah Ahlus Sunnah terbukti semakin banyak kalangan kaum muslimin yang masih awam  kepincut dan kemudian menjadi pengikut yang penurut dalam sekte ini.

Para pengikut yang penurut tersebut kebanyakan hanya punya back-ground ilmu agama yang bisa dibilang “minim”, tetapi kemudian setelah beberapa bulan masuk dalam sekte tersebut menjadi “lancar” berbicara agama khususnya menyangkut persoalan isu-isu bid’ah dn syirik plus dalil-dalilnya. Mereka punya motto favorite “Kembali kepada Al Qur’an dan Sunnah”, sebuah motto yang sekilas tampak keren. Akan tetapi tahukah anda bahwa ternyata eksistensi kelompok ini dengan mottonya itu ternyata oleh Nabi Saw  dijelaskan sebagai kelompak kaum yang menyimpang dari Ajaran Islam? Nah… anda yang baru dengar pasti kaget kan?

Seharusnya kita tidak perlu kaget seandainya tahu bahwa ternyata para ulama besar Ahlus Sunnah semacam ulama-ulama mazhab yang 4 ternyata tidak ada satu pun yang punya motto “Kembali Kepada Al Qur’an dan Al Sunnah”, begitupun para ulama top Ahlus Sunnah semisal Imam Nawawi, Imam Ibnu Hajar Al Atsqalani, Imam Suyuthi dan ribuan ulama Ahlussunnah Wal Jamaah dari dulu sampai sekarang tidak ada yang berteriak-teriak “Kembali Kepada Al Qur’an dan Al Sunnah”. Tetapi kenapa hanya kaum Wahabi (salafi) saja yang suka berteriak-teriak kembali kepada Al Qur’an dan Al Sunnah?

Berikut ini penjelasannya, disampaikan oleh ustadz  Ibnu Abdillah Al-Katibiy:

Ciri-ciri Aliran Menyimpang yang Mengatasnamakan Ahlus Sunnah

Oleh: Ibnu Abdillah Al-Katibiy

Jaga keluarga anda dari sekte ini :

Nabi shallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda ;

“Akan keluar di akhir zaman, suatu kaum yang masih muda, berucap dengan ucapan sbeaik-baik manusia (Hadits Nabi), membaca Al-Quran tetapi tidak melewati kerongkongan mereka, mereka keluar dari agama Islam sebagaimana anak panah meluncur dari busurnya, maka jika kalian berjumpa dengan mereka, perangilah mereka, karena memerangi mereka menuai pahala di sisi Allah kelak di hari kiamat “. (HR. Imam Bukhari : 3342)

Nabi menginformasikan pada kita beberapa cirri khas sekte menyimpang ini (wahabi-salafi) sebagaimana hadits di atas :

Mereka pada umumnya masih berusia muda tetapi lemah akalnya, atau itu adalah sebuah kalimat majaz yang bermakna orang-orang yang kurangberpengalaman atau kurang berkompetensidalam memahami Al Qur’an dan As Sunnah. Subyektivitas dengan daya dukung pemaham yang lemah dalam memahaminya, bahkan menafsiri ayat-ayat Al-Qur`an dengan mengedepankan fanatik dan emosional golongan mereka sendiri.

Sering membawakan hadits-hadits Nabi shallahu ‘alaihi wa sallam dan juga ayat-ayat Al-Quran, namun semua itu hanya sebatas di lisan mereka saja tidak membekas di hati mereka.Artinya mereka memang pandai membawakan ayat-ayat Al-Quran demikian juga hadits-hadits Nabi lengkap beserta sanad dan nomer haditsnya, namun karena mereka tidak memiliki kapasitas di dalam memahami kandungan-kandungan makna dan maksud yang sebenarnya, maka ayat dan hadits itu menjadi bencana bagi mereka dan menjadi fitnah bagi kaum muslimin lainnya yang menyebabkan retaknya ukhuwwah Islamiyyah sebagaimana sabda Nabi di atas “Mereka menyangka bahwa Al Qur`an itu adalah (hujjah) bagi mereka, namun ternyata Al-Qur`an itu adalah (bencana) atas mereka “.
Atau ayat dan hadits yang mereka ucapkan hanya sebatas gambaran di lisan mereka saja tidak membawa bekas di hati mereka, sehingga perilaku lahir mereka bertentangan dengan bathin mereka, sehingga terkadang kita melihat mereka tidak memiliki adab di dalam membaca al-Quran atau meletakkan al-Quran, sebagaimana hadits Nabi lainnya :

“ Akan ada perselisihan dan perseteruan pada umatku, suatu kaum yang memperbagus ucapan dan memperjelek perbuatan “.

Mempunyai slogan kembali pada Al-Quran. Nabi shallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
” Mereka mengajak pada kitab Allah tetapi justru mereka tidak mendapat bagian sedikitpun dari Al-Quran “. (Sunan Abu Daud : 4765)

Tanda mereka ini sangat nyata dan kentara kita ketahui pada realita saat ini, kaum wahabi selalu teriak kepada kaum muslimin untuk kembali pada Al-Quran. Ahlus sunnah selalu mengajak pada Al-Quran karena ajaran mereka memang bersumber dari Al-Quran, namun kenapa Allah menjadikan sifat ini sebagai tanda pada kaum neo khawarij (wahabi) ini? Sebab merekalah satu-satunya kelompok yang dikenali dikalangan awam yang selalu teriak mengajak pada Al-Quran sedangkan Al-Quran sendiri berlepas diri dari mereka.Sehingga hal ini (yad’uuna ilaa kitabillah; mengajak kepada Al-Quran) menjadi tanda atas kelompok ini bukan pada kelompok khawarij lainnya. Tidak ada satu pun khawarij atau kelompok ahli bid’ah yang selalu koar-koar kembali pada Al-Quran dan sunnah selain kelompok wahabi ini yang masih terus eksis hingga saat ini dengan slogannya tersebut.

Sumber: metroislam.com

Minggu, 24 Januari 2016

Filsafat Ketuhanan Buya HAMKA - Tidak Ada Yang Menyerupai-Nya

Filsafat Ketuhanan Buya HAMKA - Tidak Ada Yang Menyerupai-Nya

Tuhan Mesti Berbeda dari Alam
Filasafat Ketuhanan
Buya HAMKA

Perbedaan Zat Ketuhanan itu dengan zat yang baru ini, yakni alam, sudahlah nyata sekali. Pikiran dapat cepat menetapkan perbedaan diantara yang menjadikan dengan yang di jadikan. Tidak ada persamaan Khalik dengan makhluk-Nya, baik pada zat, sifat maupun perbuatan.


Tuhan telah menunjukan sifat-sifat di dalam firman yang disampaikan-Nya kepada Nabi-Nya. Sepintas lalu seakan-akan serupa sifat itu dengan sifat makhluk-Nya; misalnya melihat, mendengar, berkata, hidup dan lain-lain. Tetapi bila di jalankan pikiran selangkah lagi, akan kenyataanlah bahwasanya sifat itu mesti berbeda keadaannya. Persamaan adalah mustahil. Bagaimakah akan sama sifat yang di punyai oleh Zat yang Maha Besar dengan sifat yang di punyai oleh zat yang terjadi hanyalah karena izin dari Yang Maha Besar itu. kadang-kadang kita hendak tahu bagaimana perbedaan sifat itu. padahal terlalu banyak hijab atau dinding yang membatasi kita di dalam jalan hendak menyelidiki dan mengupas hakikat itu. Jangankan mengetahui perbedaan sifat Dia dengan sifat alam, sedangkan alam itu sendiri belum lengkap kita ketahui, dan yang kita dapat hanyalah sejemput kecil saja. Jangankan hakikat alam itu yang akan kita ketahui, sedangkan hakikat diri kita sendiri pun adalah satu perkara yang besar.


Maka kalau di katakan Tuhan bersifat Mendengar, bukanlah artinya pendengaran itu sama dengan pendengaran kita yang memakai telinga macam ini. kalau Dia Berkata, Dia Melihat, bukanlah artinya alat pelihatnya adalah mata sebagai mata kita yang di berikan-Nya ini. Dia membina langit, Dia menghamparkan bumi, Dia duduk di Arsy dan lain-lain sebagainya, semuanya itu tidaklah serupa yang kita pikirkan atau terdapat dalam kebiasaan kita. Dia berkata bahwa Dia bertangan yang terletak diatas tangan kita, bukanlah artinya Dia beranggota tubuh sebagai anggota tubuh kita ini. Alhasil, sifat daripada alam yang dijadikan oleh Tuhan tidaklah serupa dengan sifat Tuhan. Sebab Tuhan bukanlah alam, dan alam bukan Tuhan.


Bertengkar-tengkar dan kadang-kadang mengambil tempo berlama-lama sampai berpisah kepada beberapa firkah dan mahzab diantara ahli-ahli pikir Islam membicarakan tentang sifat-sifat Tuhan itu, tentang Dia memandang dengan Mata-Nya, Dia bertangan, Dia duduk di Arasy, Dia turun ke langit pertama  di pertiga malam dan lain-lain. Adakah mereka mendapat keputusan? Tidak ada! Keputusan yang dapat mereka keluarkan hanyalah perbedaan belaka. Yang ini berkata begitu dan yang itu berkata begini, namun rahasia itu tetap tertutup, dan selamanya akan tetap tertutup, sebab manusia tidak lah mempunyai cukup alat buat menyelidiki itu. Alat apa? kalau alat itu masih alam juga.

( Sumber: Filsafat Ketuhanan-Prof.DR. HAMKA )

Minggu, 17 Januari 2016

Muzakarah dan Tawajjuh Akbar Ulama Tareqat Se-Sumatera Barat

Muzakarah dan Tawajjuh Akbar Ulama Tareqat Se-Sumatera Barat

Forum Ulama Sufi Minangkabau 

ulama tareqat sumatera barat

Dalam usaha untuk membentengi akidah umat dari berbagai macam rongrongan baik dari dalam ( Wahabi, Syiah, dan aliran sesat ) maupun dari luar islam, ulama-ulama terekat se-Sumatera Barat mengadakan pertemuan akbar di Pondok Pesantren Tasawuf  Rabbani Kab. Solok. Acara yang di gagas oleh Tuangku Syaikh Muhammad Ali Hanafiah dan Persatuan Muslim Sedunia di bawah pimpinan bapak Prof.DR. Bambang Pranowo, MA.

Rabu, 06 Januari 2016

Imam 4 Mahzab Mencintai Tasawuf, Mengapa Anda Tidak?

Imam 4 Mahzab Mencintai Tasawuf, Mengapa Anda Tidak?

Ulama - Ulama Besar Yang Bertasawuf Dan Mencintai Para Sufi 
Imam 4 mahzab mencintai tasawuf
Ponpes Tasawuf Rabbani
Diantara ulama - ulama besar yang begitu mencintai para sufi dan ajaran tasawuf yang mengajarkan akan ihsan dan pembersihan hati. Mereka adalah orang - orang pilihan dalam islam, imam mahzab, pengarang kitab-kitab terkenal yang di jadikan sebagai rujukan utama setelah Al-Quran dan hadist. Bagi siapa yang mengenal ajaran tasawuf yang sebenarnya, tentu bisa di pastikan mereka akan mencintai para sufi, para wali dan orang-orang yang berusaha mencari jalan untuk mengenal dirinya sendiri. Seperti orang-orang besar berikut yang memahami apa itu ilmu tasawuf, apa itu sufi dan seperti apakah ajaran tarekat yang sebenarnya yang saat ini di anggap sesat oleh orang-orang yang tak mau berusaha untuk belajar dan memahami barang sedikit tentang tasawuf dan ajaran para ulama sufi, ulama tersebut adalah:

1. Imam Abu Hanifah RA.

Imam Abu Hanifah RA. adalah seorang imam mazhab dari empat mazhab terkenal, ternyata juga se- orang Mursyid Thariqah Sufi. Diriwayatkan oleh seorang Faqih Hanafi al-Hashkafi, menegaskan, bahwa Abu Ali ad-Daqqaq ra, berkata: “Aku mengambil Thariqah sufi ini dari Abul Qasim an-Nashr Abadzy, dan Abul Qasim mengambil dari Asy-Syibly, dan Asy-Syibly mengambil dari Sary as-Saqathy, beliau mengambil dari Ma’ruf al- Karkhy, dan beliau mengam- bil dari Dawud at-Tha’y, dan Dawud mengambil dari Abu Hanifah Ra.

Abu Hanifah dikenal sebagai Fuquha ulung, ternyata tetap memadukan antara syariat dan hakikat. Dan Abu Hanifah terkenal zuhud, wara’ dan ahlu dzikir yang begitu dalam, ahli kasyf, dan sangat dekat dengan Allah, berkah Tasawuf yang diamalkannya.

Imam Abu Hanifah (Nu'man bin Tsabit) murid dari Ahli Silsilah Thariqat Naqsyabandiyah, Imam Jafar as Shadiq ra. ...Abu Hanifah berkata: "Jika tidak karena dua tahun, Nu'man telah celaka. Karena 2 tahun saya bersama Imam Jafar as Shadiq, maka saya mendapatkan ilmu spiritual yang membuat saya lebih mengetahui jalan yang benar.
(Jalaluddin as Suyuthi didalam kitab Durr al Mantsur)

2. Imam Malik RA.

Malik bin Anas - Ulama besar pendiri mazhab Maliki yang juga murid Imam Jafar as Shadiq ra. Beliau mengatakan soal tasawuf ini dengan kata-kata yang sangat popular hingga saat ini. “Siapa yang bersyariat atau berfiqih tanpa bertasawuf, benar-benar menjadi fasiq. Dan siapa yang bertasawuf  tanpa bersyariat (berfiqih) benar-benar zindiq. Siapa yang mengintegrasikan Fiqih dan Tasawuf benar-benar menapaki hakikat kebenaran.
(Ali al-Adawi dalam kitab Ulama fiqih, vol. 2, hal. 195 yang meriwayatkan dari Imam Abul Hasan).

3. Imam Syafi’i RA.

Beliau berkata: “Aku diberi rasa cinta melebihi dunia kalian semua: Meninggalkan hal-hal yang memaksa, bergaul dengan sesama penuh dengan kelembutan, dan mengikuti thariqat ahli tasawuf dengan menerima 3 ilmu :

Mereka mengajariku bagaimana berbicara
Mereka mengajariku bagaimana memperlakukan orang lain dengan kasih sayang dan kelembutan hati
Mereka membimbingku ke dalam jalan tasawuf
(Riwayat dari kitab Kasyf al-Khafa dan Muzid al Albas, Imam 'Ajluni, vol. 1, hal. 341)

4. Imam Ahmad bin Hambal RA.

Sebelum belajar Tasawuf, Imam Ahmad bin Hambal menegaskan kepada putranya, Abdullah ra. “Hai anakku, hendaknya engkau berpijak pada hadits. Kamu harus hati-hati bersama orang-orang yang menamakan dirinya kaum Sufi. Karena kadang diantara mereka sangat bodoh dengan agama.” Namun ketika beliau berguru kepada Abu Hamzah al-Baghdady as-Shufy, dan mengenal perilaku kaum Sufi, tiba-tiba dia berkata pada putranya “Hai anakku hendaknya engkau bermajlis dengan para Sufi, karena mereka adalah mata air ilmu dan mereka selalu mengingat Allah dalam hati mereka., melalui ilmu yang banyak, muroqobah, rasa takut kepada Allah, zuhud dan himmah yang luhur (Allah)” Mereka adalah orang-orang zuhud yang memiliki kekuatan spiritual yang tertinggi. Aku tidak melihat orang yang lebih baik dari mereka"

Beliau mengatakan, “Aku tidak pernah melihat suatu kaum yang lebih utama ketimbang kaum Sufi.” Lalu Imam Ahmad ditanya, “Bukanlah mereka sering menikmati sama’ dan ekstase ?” Imam Ahmad menjawab, “Dakwah mereka adalah bergembira bersama Allah dalam setiap saat…”
(Ghiza al Albab, vol. 1, hal. 120 ; Tanwir al Qulub, hal. 405, Syaikh Amin al Kurdi)

5. Imam Jalaluddin as Suyuti RA.

Tasawuf adalah ilmu yang paling baik dan terpuji. Ilmu ini menjelaskan bagaimana mengikuti Sunah Nabi SAW dan meninggalkan bid'ah.
(Ta'yad al haqiqat al 'Aliyyah, hal. 57)

6. Imam Ibnu Taimiyyah RA.

Ulama penentang tasawuf, akhirnya mengakui tasawuf adalah jalan kebenaran, sehingga menjadi pengikut thariqah Qadiriyyah."Kalian harus mengetahui bahwa para syaikh yang terbimbing harus diambil dan diikuti sebagai petunjuk dan teladan dalam agama, karena mereka mengikuti jejak Para Nabi dan Rasul.
Thariqah para syaikh itu adalah untuk menyeru manusia kepada Hadhirat Allah dan ketaatan kepada Nabi.
(Majmu al Fatawa Ibn Taimiyyah, terbitan Dar ar Rahmat, Kairo, Vol. 11, hal. 497, dalam bab. Tasawuf )

7. Zakaria Al Anshari RA.

Beliau berkata; Tasawuf adalah ilmu yang menerangkan hal-hal tentang cara membersihkan atau mensucikan jiwa, tentang cara memperbaiki akhlak dan tentang cara pembinaan kesejahteraan lahir dan batin untuk mencapai kebahagiaan abadi.

8. Imam Al-Muhasiby RA.

Abu Abdullah al-Harits Al-Muhasiby, wafat tahun 243 H, diantara karyanya adalah al-Luma’ dan Kitabul Washaya, yang sangat popular diantara kaum Sufi. Beliau pernah mengatakan berhubungan dengan perjuangan dirinya dalam mencapai wushul kepada Allah, melalui jalan Tasawuf dan tokoh-tokoh Sufi, “Amma Ba’du, sudah ada penjelasan, bahwa ummat ini terpecah menjadi tujupuluh lebih golongan Diantara golongan itu ada satu golongan yang selamat, Wallahu A’lam sisanya. Dan sepanjang usia saya, sering diperlihatkan perbedaan antara ummat. Saya mengikuti metode yang jelas dan jalan utama. Aku mencari ilmu dan amal. Saya menapak jalan akhirat melalui petunjuk para Ulama, dan saya memegang ayat Al-Qur’an melalui penakwilan para fuqoha’, dan aku merenungkan urusan ummat, dan menganalisa pandangan dan mazhabnya. Saya berfikir mengenai apa yang mampu, dan betapa banyak perbedaan yang begitu mendalam yang menenggelamkan banyak orang. Hanya sekolompok manusia yang selamat. Saya melihat bahwa mereka berpendapat bahwa golongan merekalah yang selamat.

Al-Muhasiby mengatakan: “Kemudian aku sangat mencintai mazhab kaum Sufi dan sangat banyak mengambil faedah dari mereka, menerima adab-adab mereka karena ketaatan mereka, yang sangat lurus, dan tak seorang pun melebihi mereka. Kemudian Allah membukakan padaku bukti-bukti tasawuf, keutamaannya mencerahkan jiwaku, dan aku berharap agar keselamatan ada pada orang yang mengakuinya, atau merias dengan perilakunya. Aku sangat yakin adanya pertolongan besar bagi yang mengamalkannya, dan aku pun melihat adanya pelencengan pandangan bagi yang menentangnya. Aku juga melihat adanya kotoran yang mengerak pada hati yang menentang tasawuf, dan terlihat pula adanya argumentasi yang luhur bagi yang memahaminya. Bahkan kemudian, aku mewajibkan diriku untuk mengamalkannya. Aku meyakininya dalam akidah rahasia batinku, dan meliputinya pada kedalaman rasaku, bahkan kujadikan tasawuf itu sebagai asas agamaku, dimana aku bangun amal-amalku, lalu di bangunan itu aku mondar-mandir dengan perilaku hatiku ”.

9. Imam Asy-Sya’rany

Jika ada pertanyaan, kenapa para Mujtahidin itu tidak menulis kitab khusus mengenai Tasawuf, jika mereka mengikuti aliran Sufi? Imam Asy-Sya’rany, mengatakan, “Para Mujtahidun itu tidak menulis kitab khusus mengenai tasawuf, karena penyakit-penyakit jiwa kaum muslimin di zamannya masih sedikit. Mereka lebih banyak selamat dari riya’ dan kemunafikan. Mereka yang tidak selamat jumlahnya kecil. Hampir-hampir cacat mereka tidak tampak di masa itu. Sehingga mayoritas Mujtahidin di masa itu lebih konsentrasi pada bidang ilmu dan mensistematisir pemahaman pengetahuan yang tersebar di kota dan desa, dengan para Tabi’in dan Tabiit Tabi’in, yang merupakan sumber materi pengetahuan, sehingga dari mereka dikenal timbangan seluruh hukum, dibanding berdebat soal amaliyah qalbiyah sebagian orang yang tidak banyak muncul”.

10. Dr. Yusuf Qardhawi, guru besar Universitas al Azhar - Mesir

Di dalam kumpulan fatwanya: "Arti tasawuf dalam agama ialah memperdalam ke bagian ruhaniah, ubudiyyah, dan perhatiannya tercurah seputar permasalahan itu".
“Para sufi sangat berhati-hati dalam meniti jalan di atas garis Al-Qur,an dan As-Sunnah. Bersih dari berbagai pikiran dan praktek yang menyimpang, baik dalam ibadat atau pikirannya. Banyak orang yang masuk Islam karena pengaruh mereka, Banyak orang yang durhaka dan zhalim bertobat karena jasa mereka. Dan banyak mewariskan pada dunia Islam, berupa kekayaan besar dari peradaban dan ilmu, terutama di bidang marifat, akhlak dan pengalaman ruhani, semua itu tidak dapat diingkari".