Rabu, 20 Juni 2018

Kitab Fiqih Kuno Muhammadiyah 1925M Bongkar Ajaran "Menyimpang" Muhammadiyah Jaman Now

Kitab Fiqih Kuno Muhammadiyah 1925M Bongkar Ajaran "Menyimpang" Muhammadiyah Jaman Now


KITAB FIQH KUNO MUHAMMADIYYAH

"Topeng" Ajaran Muhammadiyah jaman now akhirnya terbongkar juga. Muhammadiyah yang dulu ternyata beda dengan yang sekarang, yang mana sebagian besarnya sudah salah jalan keluar dari jalur yang di tetapkan oleh pendirinya KH. Ahmad Dahlan. Kerancuan ajaran modernisasi ala Wahabi Muhammadiyah yang sekarang di bongkar oleh kitab kuno Muhammadiyah " Kitab Fiqih Jilid III " terbitan Taman Poestaka Muhammadiyah (semacam lembaga pers/penerbitan organisasi) edisi 1343 H. (1925 M), Djokjakarta.

Selasa, 12 Juni 2018

Kegetiran Hidup Perumus Pancasila Tak Seperti Mewahnya Hidup "Satpam" Pancasila

Kegetiran Hidup Perumus Pancasila Tak Seperti Mewahnya Hidup "Satpam" Pancasila


HIDUP MELARAT ALA PERUMUS PANCASILA
Oleh: Rizki Lesus

Rumah itu masih berstatus sewa, ketika sang penghuninya, Haji Agus Salim wafat sepenggal November 1954. Salah satu dari 9 perumus Pancasila, anggota dewan Volksraad, diplomat kesohor, Menteri Luar Negeri era revolusi itu wafat dengan – masih – bersatus sebagai ‘kontraktor’ alias pengontrak rumah.

Baru setelah itu, beberapa tahun kemudian, anak-anaknya patungan membeli rumah kontrakannya yang bertempat di Jalan Gereja Theresia (kini Jl. Agus Salim no 72) Jakarta.

Begitu kesederhanaan Haji Agus Salim dikisahkan sang cucu, Agustanzil Sjahroezah dalam Agus Salim Diplomat Jenaka Penopang Republik (2013: hal.114). Entah berapa kali, tokoh Partai Islam terbesar saat itu hidup nomaden, berpindah-pindah dari satu gang ke gang lainnya di berbagai kota.

Sangat jarang kita dengar, petinggi partai di negeri ini masih mengontrak rumah, pinda-pindah bahkan hampir tiap bulan. Padahal, mungkin di luar sana, seorang ayah tidur dengan anaknya di atas gerobak beratap langit.

Di dalam gang sempit itu, berkelok dari jalan utama, menyelusup gang pada perkampungan di sudut kota, di tempat becek, di kawasan kumuh, di sanalah Agus Salim dan istrinya, Zainatun Nahar mengisi hari-hari mereka.

Di Jakarta, sejoli ini pernah menikmati masa-masa indah di daerah Tanah Abang, Karet, Petamburan, Jatinegara, di gang-gang Kernolong, Tuapekong, gang Listrik dan masih banyak lagi.

Khusus gang listrik, menjadi kenangan tersendiri bagi sejoli ini. Di gang Listrik, justru Haji Agus Salim dan Zainatun Nahar hidup tanpa listrik gara-gara tak sanggup membayar iuran listrik. Anak keempat Salim, Adek, mengingatnya dulu ia harus membersihkan bola lampu setiap sore. (Kustiniyati Mochtar: 1984).

“Rumah kampung dengan meja kursi sangat sederhana,” tambah muridnya yang juga diplomat, Mohammad Roem dalam Bunga Rampai dari Sejarah, mengenang. Pernah pula, kasur gulung, ruang makan, dapur, dan ruang tamu kontrakan Haji Agus Salim bersatu dalam satu ruangan besar.

Jangan tanya ada atau tidak uang belanja, atau sembako di dalam lemari. Nasi goreng kecap mentega menjadi favorit ketika keluarga ini sedang tak ada makanan.

Tak heran, dalam Agus Salim Diplomat Jenaka Penopang Republik, ketua delegasi Belanda dalam perundingan Linggarjati, Willem Schermerhorn bilang,” Ia hanya mempunyai satu kelemahan : selama hidupnya melarat!”

Frasa selama hidupnya melarat ini artinya sangat jelas. Sebelum, saat, hingga pasca menjabat sebagai Menteri, atau jabatan lainnya, ia tetap melarat, dan tetap mengontrak rumah hingga akhir hayatnya.

Bisa dibayangkan kini, ada seorang menteri yang tidak punya rumah? Anggota Dewan yang kekurangan bahan makanan? Seorang yang menolak menjadi ketua partai besar ? Seorang diplomat kelas dunia yang tidak bisa bayar listrik?

Kisah kesederhanaan – atau kemelaratan – ini tak hanya dirasakan Haji Agus Salim. Perumus Pancasila lainnya, Mohammad Hata pun mengalami masa-masa senja yang tak jauh berbeda.

Ramadhan KH dalam Bang Ali, Demi Jakarta 1966 – 1967 mengisahkan bagaimana Ali Sadikin, gubernur legendaris Jakarta ini terenyuh melihat kondisi Bung Hatta yang tak mampu membayar iuran air hingga pajak.

“Begitu sederhananya hidup pemimpin kita pada waktu itu,” kata Bang Ali terharu. Bahkan, hingga akhir hayatnya, keinginan bung Hatta untuk membeli sepatu bally tak juga terpenuhi.

Wakil Presiden Indonesia pertama ini menabung, sampai-sampai beliau menyimpan guntingan iklan yang memuat alamat penjualnya. Namun apadaya, tabungan beliau tak cukup karena kebutuhan rumah tangganya. Sepatu bally tinggallah kenangan.

Perumus Pancasila lainnya, KH Wahid Hasyim merupakan sosok yang sangat bersahaja. Saat orang-orang bertanya ketika dirinya tak lagi menjabat sebagai menteri, ia menjawab:

“Tak usah kecewa! Saya toh bisa duduk di rumah. Saya mempunyai banyak kursi dan bangku panjang, tinggal pilih saja,” katanya mengundang gelak tawa orang –orang di sekitarnya. (Saifudin Zuhri : 2013).

Di saat masyarakat hidup sulit, katanya, tak elok jika para pemimpinnya hidup dengan mewah dan bersenang-senang. Karenanya, ia turut merasakan kesulitan serupa. Suatu kebiasaannya adalah berpuasa sunnah, bahkan dalam kondisi sesibuk apapun di mana pun.

Saifudin Zuhri mencatat, saat mereka menginap di suatu hotel, ia lupa menyiapkan sahur. Di atas meja ada sebutir telur rebus dari sisa santapan sahur kemarin dan segelas teh bagian Saifuddin Zuhri ketika sore.

“Dengan sebutir telur dan segelas teh itulah KH Wahid Hasyim bersahur,” kenang Saifudin Zuhri dalam Berangkat dari Pesantren. Sambil menyelesaikan sebutir telur yang satu-satunya untuk sahur itu KH Wahid Hasyim mengingatkan agar jangan sampai hidup menampakkan kemewahan di saat kondisi masyarakat sedang sulit.

”Kita berlapar-lapar supaya tidak melupakan nasib kaum lapar,”pesannya.

Tokoh perumus Pancasila lainnya, Prof. KH Abdul Kahar Muzakkir, tokoh Muhammadiyah yang pernah juga menjadi anggota Dewan Konstituante bahkan hingga pengujung senjanya, masih tinggal di rumah warisan ayahnya, Haji Muzakkir.

Mitsuo Nakamura mencatat bahwa kendaraan Abdul Kahar Muzakkir hanyalah sebuah skuter bekas pemberian mahasiswanya, yang sering kali mogok. Sebagai alternatif, ia kadang menggenjot sepeda, naik becak atau andong menempuh perjalanan sepanjang lima atau enam kilometer dari rumahnya mengajar di UII atau ke kantor PB Muhammadiyah di Yogyakarta. (Mitsuo Nakamura: 1996).

Ironi memang, tapi itulah mereka, para pendiri bangsa ini. Pantas saja, Ketua Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) – DPR kini – pertama, Kasman Singodimedjo melihat kondisi gurunya, Haji Agus Salim, dengan lirih berkata, “Leiden is lijden,” memimpin itu menderita!

Memang, mereka bukanlah Pembina, pengarah, atau apapun jabatan yang melekat terkait dasar negara ini. Namun mereka menyusun pondasi bangsa ini dengan penuh ketulusan, mungkin tanpa berpikir-pikir apakah anggaran sekian bisakah kami membina masyarakat?

Mereka membina nilai-nilai kebangsaan dengan keteladanan. Mungkin saja, balasan materi yang diterima saat itu minim, atau bahkan harus merogoh kocek pribadi, “Leiden is lijden,” memimpin itu menderita!

Mereka yang memilih jalan becek dan sunyi, berjalan kaki dengan tongkatnya dibanding gemerlap karpet merah dan mobil –mobil dan rumah mewah, gemerlap jantung kota lainnya.

Kemiskinan tak membuat mereka berhenti berbuat. Kesungguhan mengalahkan keber-ada-an, dan sejarah telah mencatatnya.

Kita tentu rindu sosok seperti mereka, bukan tentang melaratnya mereka, tapi tentang ruang kesederhanaan, kepekaan nurani, yang masa kini mungkin semakin sulit kita ditemukan.

June 4, 2018

– Penulis adalah penulis buku Perjuangan yang Dilupakan, Founder Jejak Islam untuk Bangsa (JIB)

Artikel berikut:

Jumat, 01 Juni 2018

NOL-kan Hatimu InsyaAllah Keyakinan Itu Akan Datang Bersama Pemiliknya

NOL-kan Hatimu InsyaAllah Keyakinan Itu Akan Datang Bersama Pemiliknya


Pernah suatu ketika murid dari Tuangku Syaikh Muhammad Ali Hanafiah ( murid-murid beliau biasa memanggil beliau dengan panggilan Tuangku”) bertanya tentang keyakinan kepada beliau;

” Tuangku, sebenarnya keyakinan itu apa? Apakah keyakinan itu adalah yang ketika kebal dari segala benda tajam atau bisa menguasai hal-hal gaib atau ketika seseorang yakin pada Allah maka ibadahnya menjadi lebih istiqomah? ”

Selasa, 29 Mei 2018

Ulama Bangkai Dunia Penjual Agama Diteras-Teras Politik

Ulama Bangkai Dunia Penjual Agama Diteras-Teras Politik


Bangkai-Bangkai Dunia

Dalam suatu hadist Nabi Muhammad SAW bersabda “Kelak sesudahku benar-benar umatku akan diselimuti oleh fitnah-fitnah yang seakan-akan gelapnya malam, di zaman itu seseorang dipagi hari dalam keadaan mukmin, kemudian di sore harinya ia menjadi kafir, banyak kaum yang menjual agamanya dengan harta duniawi yang sedikit”. Diriwayatkan oleh Hakim melalui Ibnu Umar r.a.

Tidak dapat kita pungkiri kebenaran akan keterangan Baginda Nabi SAW. Pada masa ini memang banyak manusia yang mengaku mukmin, namun sanggup menjual imannya. Bahkan seseorang yang dikatakan ulama lebih mudah menjual agamanya diteras-teras politik. Tentu, layaknya tukang obat yang dagangannya laris manis tanpa pernah berfikir apa-apa yang ia ucapkan, yang penting obat laku, perutnya kenyang.

Sesungguhnya seburuk-buruk zaman bagi umat ini, bila berhadapan dengan sekelompok orang yang mengaku membela dan menjaga agamanya, tetapi dibalik itu mengincar perhiasan-perhiasan dunia, bak singa kelaparan yang sedang mengintai seekor domba. Maka berhati-hatilah kita terhadap pandangannya, seperti isyarat nabi Muhammad SAW kepada kita,” Ulama adalah orang-orang yang dipercaya oleh para rasul selama mereka tidak berdekatan dengan penguasa dan memilih perkara duniawi. Apabila mereka dekat dengan penguasa dan memilih perkara duniawi, maka mereka benar-benar telah berkhianat terhadap para Rasul, karena itu hati-hatilah kalian terhadap mereka”. Diriwayatkan al ‘uqaili melalui Anas r.a.

Seumpama bangkai-bangkai yang menaburkan bau busuk, menularkan penyakit bagi orang-orang yang didekatnya. Maka akan lebih berbahaya bila berkawan dengan orang alim yang mencintai dunia, daripada berkawan dengan orang bodoh yang jauh daripada cinta dunia. Karena dengan kecantikan dunia ini, manusia sanggup saling menjatuhkan dan menjadi pecundang bagi kawan karib sendiri. Dunia ini pejuang mampu berkhianat terhadap perjuangannya sendiri, tanpa disadari ia telah meludah dan kemudian menelannya kembali.

Dimana dan siapapun ulama yang bertebaran dimuka bumi ini, tetaplah mempunyai jiwa, yang jiwa itu sendiri seperti angin. Bila ia melewati bangkai, maka akan terbau bangkai, dan jika ia melewati bunga maka iapun akan terbawa harum. Hingga sepantasnya bagi seorang ulama menempatkan dirinya sesuai dengan yang dikadarkan pada dirinya. Akan tetapi, seorang ulama tetaplah manusia yang penuh dengan segala kekurangan. Dan sebagai manusia, ulama tetaplah membutuhkan dunia dalam ia hidup dan berkeluarga, namun bukan berarti ia harus menjual ayat-ayat Tuhan dalam kepentingan dunianya. Baginda Nabi SAW sendiri, selain sebagai pemimpin umat, beliaupun dikenal sebagai seorang pedagang yang gigih dan jujur.

Berbanggalah umat ini bila disetiap sudut bumi ini menemukan ulama-ulama yang mencintai Ukhrawi daripada duniawinya, dan mencintai umat daripada mencintai penguasanya. Menjadi tempat berteduh umatnya dari panas terik matahari, dan daripada hujan badai gelombang dunia ini. Hingga ketenangan dan kedamaian merayapi setiap dada umat. Segala permasalahan demi permasalahan dapat dipecahkan tanpa salah satu pihak dikecewakan. Serta,  ilmu-ilmu agama kelak semakin berkembang menjadi pengharum jiwa dan penyuluh dalam kegelapan, penerang Hati ketika membedakan yang haq dan yang bathil ditengah-tengah umat.

Oleh: Tuangku Syaikh Muhammad Ali Hanafiah
( Rais Mustasyar Dewan Ulama Thareqah Indonesia )

Sumber: https://buyahend.wordpress.com

Artikel terkait:

Minggu, 27 Mei 2018

Inilah Perbedaan Ajaran Syiah dengan Ahalussunnah Waljamaah (ASWAJA)

Inilah Perbedaan Ajaran Syiah dengan Ahalussunnah Waljamaah (ASWAJA)


Ada 17 Perbedaan Mendasar antara Syi’ah Dengan Ahlussunnah Waljamaah.

Banyak orang yang menyangka bahwa perbedaan antara Ahlussunnah Waljamaah dengan Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah(Ja’fariyah) dianggap sekedar dalam masalah khilafiyah Furu’iyah, seperti perbedaan antara NU dengan Muhammadiyah, antara Madzhab Syafi’i dengan Madzhab Maliki.

Jumat, 25 Mei 2018

Ust. Abdul Somad Lc MA " Siapa yang Belum Pernah Bersuluk, Ikutlah!"

Ust. Abdul Somad Lc MA " Siapa yang Belum Pernah Bersuluk, Ikutlah!"

Abdul somad, suluk tarekat zikir Allah..Allah
Gambar; kamar suluk Surau Rabbani, Solok

Video Ustadz Abdul Somad bercerita tentang suluk yang pernah dijalaninya, suluk atau riyadhah kaum sufi selama 10 hari 10 malam yang diisi dengan sholat sunat tobat dan zikir Allah..Allah..Allah.

UAS mengatakan bahwa ia pernah menjalani suluk dan menghimbau jamaah terutama yang muda-muda untuk melakukan riyadhah suluk " Siapa yang belum pernah bersuluk, bersuluklah" kata Ustadz Somad. Da'i sejuta umat ini juga melukiskan kenikmatannya dalam melaksanakn riyadhah suluk " Nikmatnya sungguh luar biasa susah diungkapkan dengan kata-kata, siapa yang ingin ikut ikutlah" ajak UAS.

" Banyak orang yang salah sangka, dia sangka suluk itu hanya untuk orang yang sudah tua yang mau mati saja, ini tak betul!" tegas UAS. 

Ustadz Abdul Somad menyindir orang yang selalu mengucapkan zikir di mulut, tapi di hatinya tidak dan selalu memikirkan dunia . Beliau mengungkapkan; 
" Barulah saya tau bahwa didalam suluk itu kita selalu fokus. Barulah saya paham ketika didalam kelambu, lihat kekiri dinding, lihat kekanan dinding, pandang kebelakang dinding, pandang kedepan dinding, pandang keatas tertutup, rupanya saya sedang berada dalam miniatur alam kubur alam barzah. Duduk berzikir Allah..Allah..Allah.

Ustadz Abdul Somad mengatakan dalam videonya bahwa zikir suluk Allah..Allah..dalam suluk di baca terus dalam hati, tidak terputus sehingga terbawa dalam kehidupan sehari-hari, sampai malaikat datang mencabut nyawa insyaAllah mati dalam keadaan husnul khotimah, karena zikir Allah..Allah sudah melekat di jantungnya. Yang mana darah dari jantung menyembur ke otak terus ke panca indra maka insyaAllah akan terhindar dari maksiat.

" Jadi kalau ada orang mengatakan berzikir, bersuluk hanya untuk orang tua saja, itu salah, keliru. Anak-anak muda mestinya juga demikian" Kata UAS.

" Apa dalilnya zikir Allah...Allah...Allah...? "
Ustadz Abdul somad menjawab; "Orang-orang yang berzikir menyebut nama Allah diwaktu tegak waktu duduk, waktu berbaring kau ingat Allah. Sampai pada akhirnya kalau sudah melekat zikir itu dijantungmu, berdegub, berdetak dia tak pernah berhenti Allah...Allah...Allah.

Simak video Ustadz Abdul Somad tentang suluk dan zikir Allah...Allah...Allah"


Artikel terkait:

Rabu, 23 Mei 2018

"Bisikan Untuk Bangsa"  Himbauan Ulama Tarekat Untuk Persatuan Bangsa

"Bisikan Untuk Bangsa" Himbauan Ulama Tarekat Untuk Persatuan Bangsa

Bisikan untuk bangsa

Oleh : Tuangku Syeikh Muhammad Ali Hanafiah Ar Rabbani.
( Rais Mustasyar Dewan Ulama Thariqah Indonesia )

Wahai saudaraku, bukalah hatimu…,tidaklah elok jika hanya karena SATU kepentingan politik, membuat bangsa ini terpecah menjadi ribuan bahkan jutaan keping. Rajutan darah ratusan tahun para pejuang untuk merekat bangsa begitu mudah terlepas karena begitu mudahnya kita membenci hanya dengan satu perkara yang belum tentu tahu kebenarannya.

Wahai saudaraku, bukalah hatimu…,bangsa kita bukanlah bangsa yang tercipta karena rasa kasihan bangsa lain, namun terlahir dari rasa “kesakitan” yang sama dalam kemajemukkan warna suku dan agama ketika merasa sama sama terjajah dan terbakar semangat untuk hidup bersatu dalam satu negara yang berdaulat atas diri dan cita cita bersama yakni menuju keadilan dan kesejahteraan.

Wahai saudaraku, bukalah hatimu….janganlah kita jadikan suku dan agama menjadi jurang pemisah rasa kebangsaan, bukankah dahulu bangsa ini belajar berjalan karena sebuah keseimbangan dan keserasian diantara perbedaan suku dan agama. Dan apabila suatu hari nanti langkah langkah bangsa ini sudah terseok seok, maka jangan kita saling menyalahkan jika bangsa ini tumbang bukan karena angin kencang tetapi karena kehilangan keseimbangannya sendiri dalam berbangsa dan bernegara.

Wahai saudaraku….bukalah hatimu, sebaiknya jadikanlah nama Tuhan dan nabimu sebagai “panggilan” untuk seruan persatuan untuk saling menjaga dan memelihara keutuhan cita cita bangsa, sebab Nabi Muhammad SAW bukan saja sebagai nabi dan rasul yang paling mulia diantara para nabi, namun beliaupun sebagai pahlawan pemersatu suku dan bangsa yang paling sukses di zamannya dan hal itu diakui oleh seluruh dunia hingga sekarang.

Wahai saudaraku…bukalah hatimu, lihat dan rasakanlah dengan hatimu, setiap bangsa bangsa di dunia pastilah punya kelemahan dan kekurangan, namun justru kesadaran masih banyaknya kekurangan suatu bangsa akan menjadi semangat untuk lahirnya persatuan dengan saling merangkul segala elemen bangsa, bukan saling melempar dan saling menyalahkan apalagi harus saling membenci.

Wahai saudaraku… akhirnya, jika memang perlu sebuah perubahan besar untuk negara dan bangsa maka buatlah perubahan tersebut dengan kearifan dan kebijakan yang lebih besar melebihi dari satu kepentingan dan dari satu golongan.

Baca juga:

Sabtu, 19 Mei 2018

Daftar Mubaligh Kemenag Ditolak Publik dan Mulai Menuai Masalah

Daftar Mubaligh Kemenag Ditolak Publik dan Mulai Menuai Masalah



Sertifikasi penceramah? Ditolak publik dan gagal total. Umat menganggap itu bentuk kontrol dan pembatasan. Para penceramah akan merasa dipantau dan diawasi. Di zaman Orde Baru aja gak sampai begitu, kenapa sekarang diperrketat? Begitulah kira-kira keluhan ulama dan umat Islam.

Gagal mensertifikasi, Kemenag sekarang merilis 200 penceramah. Kriterianya? Punya kompetensi, reputasi baik dan punya komitmen kebangsaan. Berarti, penceramah di luar angka 200 itu tidak kompeten, reputasinya buruk dan tidak memiliki komitmen kebangsaan?

Angka 200 itu sementara, masih bisa nambah. Begitu kira-kira jawaban Kemenag. Publik lalu bertanya: kalau belum selesai didata, kenapa sudah dirilis? Kenapa sudah disebar di media? Kok gak profesional ya?

Lalu, apa maksudnya rilis Kemenag ini? Apakah ingin menegaskan bahwa 200 penceramah tersebut pro pemerintah, yang lain tidak? Apakah yang lain dianggap terlalu kritis kepada pemerintah? Atau dicurigai berbau radikal? Atau sekedar latah, karena ada bom meledak di Surabaya dan Riau? Biar dianggap ikut berperan melawan radikalisme? Opini dan asumsi liar terus bermunculan. Duga-duga terus berkeliaran.

Jika tiga kriteria di atas yang dijadikan standar, tidakkah penceramah-penceramah dari IAIN dan UIN di seluruh pelosok Indonesia memenuhi kriteria? Tidakkah ulama-ulama pesantren yang bertebaran di berbagai wilayah memenuhi kriteria? Apakah lantaran tidak pernah masuk tv dan kurang populer sehingga tidak masuk daftar rilis? Nah, muncul banyak protes

Yang jelas, dari 200 nama tersebut, tak ada nama Dr. Habib Rizieq, ketua FPI Sobri Lubis, ketua AQL Bachtiar Nasir, mantan ketua Muhammadiyah Amin Rais, ketua Wahdah dan ketua ulama se-Asia Tenggara Zaitun Rahmin, ketua MUI Jawa Barat K.H. Athian Ali, ketua MUI Bandung K.H. Miftah Farid, dosen Pasca sarjana UIN Prof. Dr. Nabilah Lubis, ahli hadis dan penceramah TVRI Dr. Lutfi Fathullah dan Dr. Haikal Hasan.

Apakah karena mereka tak punya kompetensi, reputasinya buruk dan tidak memiliki komitmen kebangsaan? Atau karena ceramahnya terlalu kritis terhadap pemerintah? Supaya terkesan diplomatis, Kemenag cukup jawab: belum dimasukkan. Akan dipertimbangkan. Cakep dah...

Ada yang lalu menduga-duga' jangan-jangan ini langkah awal untuk menerbitkan sertifikasi penceramah yang sempat gagal? Dugaan itu wajar muncul mengingat rilis nama-nama 200 penceramah tersebut oleh Kemenag dianggap publik sebagai kejanggalan. Seolah publik ingin bertanya: apa maunya Kemenag sih?

Khawatir akan langkah Kemenag, sejumlah penceramah yang namanya dicantumkan dalam rilis protes, dan meminta namanya dikeluarkan dari daftar list. Diantara penceramah yang melakukan protes adalah K.H Fahmi Salim, LC MA. Disampaikan langsung di Tv One pagi tadi. Kabarnya Ustaz Yusuf Mansur juga menolak namanya dimasukkan dalam list Kemenag tersebut.

Ketika Aa Gym dikonfirmasi soal rilis tersebut, jawabnya malah bingung. Gak tahu menahu. Lah kok?

Kenapa ada protes? Kabarnya, pertama, tidak ada konfirmasi. Asal main comot dan taruh nama. Kedua, mungkin merasa khawatir akan dibatasi gerakan dakwahnya. Ketiga, tidak setuju dengan campur tangan Kemenag melakukan intervensi dakwah para penceramah. Keempat, berpotensi memecah belah penceramah dan umat.

Pasca rilis 200 penceramah versi Kemenag, muncul rilis penceramah versi non-Kemenag. Soal kompetensi, reputasi dan komitmen kebangsaannya, nama-nama tokoh tersebut tak kalah. Ini bukti adanya protes dan penolakan yang kuat dari umat Islam.

Situasi ini justru bisa memecah belah antar ulama dan jama'ah. Jangan sampai Kemenag dianggap sebagai sumber pemecah belah. Dan ini jadi kontraproduktif bagi upaya banyak pihak yang sedang berupaya meredam kegaduhan sosial dan merajut ukhuwah kebangsaan

Langkah Kemenag menjadi blunder karena tidak terkonsolidasi secara baik dengan ormas, lembaga-lembaga Islam dan para ulama. Terutama dengan para ulama yang namanya dicantumkan dalam list. Lalu, muncul curiga, kekhawatiran dan penolakan. Ramai lagi. Gagal maning...gagal maning.

Jangan sampai rilis 200 penceramah tersebut punya kesan politisasi penceramah. Kalau kesan ini menguat, kekhawatiran adanya anggapan bahwa Kemenag ikut berpolitik dan berubah jadi lembaga politik akan mengemuka. Ujungnya, ada petisi ulama, ustaz dan penceramah minta Kemenag dicopot. Akhirnya, senjata makan tuan.

Oleh: Tony Rosyid
(penulis adalah Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa, tinggal di Jakarta)


Tanggapan Resmi Ust. Abdul Somad Tentang 200 Mubaligh Rekomendasi Kemenag yang Tak Mencantumkan Namanya

Tanggapan Resmi Ust. Abdul Somad Tentang 200 Mubaligh Rekomendasi Kemenag yang Tak Mencantumkan Namanya



Setelah heboh daftar 200 nama mubaligh yang dirilis oleh Kemenag pada jum'at kemaren, yang mana pada list tersebut tidak tercantum nama-nama ustadz yang rajin membela umat dan memberikan pencerahan dan selalu memberikan petunjuk jalan yang lurus kepada pemerintahan Jokowi. Seperti Tengku Zulkarnain, Ust. Aldi Hidayat, Ustadz Haikal Hassan, Ust. Yahya Waloni, Ust. Zulkifli M Ali dan juga termasuk Ustadz Abdul Somad.

Dengan tidak masuknya nama da'i pujaan umat Abdul Somad Lc MA membuat kehebohan di jagad maya. Banyak yang menyesali keputusan dari Kemenag tersebut. Cacian dan bullyan bertebaran di medsos menanggapi hal ini.

Bagaimana tanggapan serta komentar UAS terhadap daftar Mubaligh Islam Indonesia yang dirilis kemenag ini. Kami shot dari akun resmi Fans Page Ustadz Abdul Somad tentang jawaban beliau.

Jawaban UAS ketika ditanya oleh seseorang melalui WA dan dijawab oleh UAS dengan bijaksana.

Cek di: https://web.facebook.com/UstadzAbdulSomad/


Jumat, 18 Mei 2018

Ustadz Abdul Somad Tak Masuk Daftar Kemenag Dalam 200 Mubaligh Terekomendasi, Ada Apa..?

Ustadz Abdul Somad Tak Masuk Daftar Kemenag Dalam 200 Mubaligh Terekomendasi, Ada Apa..?


Kementrian Agama RI telah merilis nama dari 200 mubaligh yang direkomendasikan untuk mengisi pengajian dimasjid, musholla, kantor dll. Para mubaligh tersebut menurut Lukman Hakim harus memiliki keilmuan yang tinggi, reputasi yang baik, serta berkomitmen kebangsaan yang tinggi. Para mubaligh itu berasal dari masukan ormas islam, tokoh agama dan tokoh masyarakat.
Kupas Tuntas TERORIS oleh Mantan Intelijen - Konspirasi Asing yang Ingin Hancurkan NKRI Secara Sistematis

Kupas Tuntas TERORIS oleh Mantan Intelijen - Konspirasi Asing yang Ingin Hancurkan NKRI Secara Sistematis


Terorisme
Oleh : Aslam al Atsary
Mantan Anggota BAIS (Badan Intelijen Strategis)

Bismillah,
Berikan waktu untuk saya membuka diri dalam rangka ingin meluruskan isue dan pandangan masyarakat yang sudah jungkir balik terhadap kejadian aksi-aksi teror dimulai dari kerusuhan dan pembunuhan di Rutan Mako Brimob hingga bom di Surabaya yang terakhir ini. Dengan tetap menjaga rahasia sandi Corps Imtelijen.

Saya hamya ingin menceritakan sewaktu masih aktif di BAIS (Badan Intelijen Strategis) milik TNI, saya bergabung dan direkrut sebagai TBO (Team /Tenaga Bantuan Operasi). Hal itu telah menambah saya ilmu dan wawasan tentang seluk beluk intelijen.
Saya bergabung karena diminta bantuannya di dalam tugas dan misi khusus menghadapi kelompok-kelompok yang teridentifikasi Separatisme. Ini sifatnya rahasia selama beberapa tahun.

Semua kita bekerja dan bertugas sesuai dengan data informasi dan aplikasi harus akurat dan benar-benar falid. Dari mulai penangkapan dan sampai "endingnya" saya pernah mengalami semua. Dan itu adalah tugas negara, yang mungkin apabila dilakukan oleh pihak TNI saja mungkin TNI akan terkena pelanggaran HAM. Sehingga didalam tugas kita yang menjalanlan operasi tsb sampai selesai. Kita dalam menjalankan tugas saat move bisa cepat tepat sesuai sasaran dan sesuai dengan misi, tujuan sekenario.

Didalam dunia intelijen kita biasa mendapatkan data dan informasi yang harus akurat dan kredibel terhadap kejadian yang akan terjadi atau belum terjadi. Memang tugas Intelijen diantaranya adalah mempra-kondisikan. Membuat batu lemparan-lemparan ke belakang supaya terlihat dan muncul apa yang terjadi nanti.

Misalnya masalah teror-teror bom besar yang terjadi beberapa waktu tahun yang lalu di indonesia. Masyarakat kita akan mudah sekali termakan berita maka terbentuklah "Allegations of opinion" tuduhan hanya berdasarkan opini. Karena sudah terbiasa termakan berita yang dibuat walaupun itu bersumber dari lembaga institusi negara sekalpun kita tidak boleh langsung mempercayai sepenuhnya. Kami Inteliijen lebih independen dalam hal ini. Sebenarnya kamipun sudah mendapatkan informasinya. Kami pihak Intelijen mendapat informasi bahwa "Team x" akan turunkan "calon pengantin" untuk "action". Istilah Team x dibuat oleh kelompok itu sendiri dan itu bukan merupakan bagian dari institusi corps Intelijen kami dan tidak ada hubungan struktural dengan BIN atau BAIS. Jadi mereka diluar struktural dan pengawasan Badan Intelijen Nasional.
Dan sebetulnya istilah "Calon Pengantin" juga adalah istilah yang di buat-buat oleh intelijen dari Team x itu sendiri yang sengaja dibuat terhadap calon korban "si teroris" yang sudah di siapkan.

Keberadaannya kami akui ada kelompok ini yang bermain yang menamakan dirinya "Team x". Dan kita tidak akan pernah bisa untuk bertemu dan mengetahui siapa saja tokoh dan aktor dibalik itu dan penghimpun dana didalam Team x itu. Yang jelas merupakan konspirasi dengan pihak asing. Biasanya Team x akan turunkan "calon pengantin" nya tepat pada waktu yang tepat biasanya berhubungan kondisi politik dalam negeri atau kondisi yang terjadi di luar negeri. Terjadinya aksi Teror bom pasti ada tujuannya supaya memunculkan stigma dan opini di masyarakat. Aksi bom bunuh diri pasti ada misi tujuan besar dibalik itu dan bukan karena alasan murahan yaitu hanya sebatas "balas dendam", bukan!

Aksi Teror bom bunuh diri akan dimunculkan pasti selalu bersamaan dengan saat negara dalam situasi kondisi tertentu. Atau ada misi campur tangan pihak asing yang memiliki kepentingan di dalam negeri di Indonesia ini. Maka diambilah keputusan dengan pertimbangan alasan yang biasanya mengarah kepada dua alasan :
Pertama, agar dibuat stigma negatif kepada simbol-simbol keagamaan atau golongan tertentu yang sekiranya akan mengganggu.
Kedua, pengalihan isue atau pengalihan fakta agar mereka lupa, terpecah dan tidak fokus lagi dengan masalah yang sebenarnya lebih penting dan lebih utama tujuan mereka.

Maka ini saya bukan ada maksud membocorkan tapi karena saya paham. Saya hanya mantan yang pernah bergabung didalam Corps Badan Intelijen Strategis. Karena penghimpunan informasi data merupakan rangkaian tugas struktural Intelijen.

Saya hanya ingin meluruskan image masyarakat bahwa selama ini yang masyarakat mengira aksi-aksi bom bunuh diri yang dilakukan oleh para pelaku bom bunuh diri adalah dari niat dan rencana mereka sendiri para pelakunya? Itulah opini yang telah berhasil dikembangkan ditengah masyarakat. Padahal sebenarnya tidak..! Apakah masyarakat lupa bahwa semua kejadian-kejadian teror bom besar pasti melibatkan Intelijen asing. Sebenarnya hakikatnya para pelaku bom bunuh diri yang dicap "teroris" itu mereka juga adalah Korban yang di umpankan saja. Saya buka ini semua supaya masyarakat kita terbiasa berpikir secara cerdas dan kontruktif tidak hanya polos mengikuti apa kata berita saja. Supaya di publik muncul stigma, ketakutan dan pengalihan.

Perlu saya jelaskan disini tugas intelijen kita hanya mencari dan mengolah data informasi sebelum peristiwa peledakan terjadi. Maka kita sudah mendapatkan informasi sebelum aksi terjadi, bahwa nanti pada hari H jam J akan terjadi peledakan bom pada hari H dan jam J di lokasi titik poin mana itu sudah ditentukan dan dibuat sekenarionya. Dari mulai Siapa yg dijadikan pelaku atau calon pengantin (yg bakal nanti tertuduh teroris). Itu sudah disiapkan dengan matang. Sehingga kira-kira berapa banyak jumlah korban, dan isue apa nanti yg akan dimunculkan.. Itu semua sudah di design dirancang dan direncanakan secara matang..

Kami pihak intelijen biasa memberikan istilah aksi-aksi bom di tanah air dengan istilah "Aksi Jilid 1" yaitu Bom bali 1. Kemudian "Aksi Jilid 2" yaitu Bom Kuningan. Aksi Jilid 3 yaitu Bom Mariot dan seteruanya.. Dan aksi bom di Surabaya kemarin saya sudah tidak mengikuti lagi itu "Aksi Jilid" yang ke berapa lagi. Karena saya sudah tidak aktif lagi.

Saya dan pihak intelijen hanya mengetahui bahwa yg merencanakan, menseting semua dari mulai merekrut dan action dan membiayai aksi dilapangan adalah ada suatu kelompok Profesional yang terlatih yang kita namakan "Team x" tersebut. Kelompok inilah yang selama ini mendanai aksi-aksi teror bom besar di Indonesia dan memiliki dana yang besar. Kelompok ini berpusat di luar dan telah buka cabang dibentuk di Indonesia. Dibentuk secara rahasia biasanya ini berkonspirasi dengan intelijen asing. Kelompok ini dalam data file di beri nama "team x" dan aksi pendanaan dilakukan oleh "mr. x". Semuanya satu paket sampai telur itu pecah (istilah sandi) telur itu pecah maksudnya berhasil..

Pihak intelijen sebenarnya mengetahui bahwa hampir mayoritas aksi-aksi teror bom yg besar yang terjadi di Indonesia itu bukan dari inisiatif para pelakunya sendiri. Tapi memang pelakunya di rekrut oleh Team x dari orang-orang bekas atau mantan yg terduga teroris sebelumnya. Kadang "Team x" ambil dari istri atau anak-anaknya atau keluarganya pelaku terduga teroris supaya nanti agar mudah di opinikan di publik bahwa ada benang merah dengan jaringan tertentu. Ini bagi orang-orang aktifis atau keluarganya yang pernah terlibat jaringan terduga teroris.

Adapun Team x ini juga biasa melakukan merekrutan dengan saling bertatap muka dari kalangan orang masyarakat awam yang tidak memiliki hubungan kasus teroris. Pertemuan itu biasanya Team x memberi nama "Pengajian". Yaitu mereka sengaja dikumpulkan oleh Team x ini untuk direkrut dan di motivasi dengan di cuci otaknya kemudian diberi tambahan untuk menonton video dokumentasi tentang penindasan dan penganiayaan terhadap kaum muslimin dibelahan negara lain. Sehingga orang yang masih awam akan marah, semangat dan muncul keberaniannya untuk membalas dendam. Memang "penataran" seperti ini diupayakan supaya berhasil dijadikan sebagai "calon pengantin".
Team x dari jauh akan selalu mengarahkan dan memantau para calon pengantin ini demi memuluskan "action"nya.

Ada juga Team x melakukan dengan cara memasukkan atau menyusupkan bahan peledak Bom yang dikiranya adalah barang dagangan yang harus diambilnya dan diantar dimana bom itu telah ditaro didalam barang tsb. Dan disuruh minta diantarkan ke alamat yang bersangkutan. Cara ini memang lebih sadis dari pada cara-cara pengrekrutan. Sebab bila sistem pengrekrutan si calon teroris (calon korban) sudah melakukan hubungan komunikasi dengan Team x. Tapi sistem dengan menyusupkan bom diam-diam ke dalam tas calon korban itu tidak perlunya adanya komunikasi atau pendekatan lebih lanjut atau saling mengenal pernah bertatap muka. Bom yang dimasukkan tas biasanya sudah kendalikan dengan remote control dari jarak jauh. Cara seperti ini memang pekerjaannya Team x tersebut supaya disiapkan segalanya kepada mereka yg akan nanti tertuduh dijadikan sebagai "calon teroris itu". Padahal mereka juga adalah sama-sama korban.
Program ini semua sebenarnya hanya bertujuan supaya muncul image, isue dan stigma negatif terhadap kondisi apa yang sekarang terjadi dalam negeri ini.

Informasi Ini semua kita didapatkan dari mantan anggota "Team x" itu sendiri yang tidak bisa ditemui secara langsung. Dan saya dapat bercerita seperti ini karena ada pengalaman dan data yang dihimpun selama gabung di Intelijen.
Orang-orang di "Team x" atau "mr. x" itu bukan lah dari orang Intelijen atau BIN dan bukan pula dari kalangan salah satu kelompok Islam radikal. Walaupun memang benar ada orang-orang dari kelompok radikal atau "Khowarij" yang tertangkap. Tetapi bukanlah dari mereka perencana dan dalang semua ini. Mereka hanya sebagai "obyek" untuk penguat terhadap aksi tindakan teror bom selama ini. Tapi Team x ini kita akui ada eksistensinya. Sampai saat inipun kita pihak intelijen tidak bisa mengetahui secara pasti siapa person orang dan tokohnya yg terlibat di dalam "team x" itu yang telah membuka cabang di Indonesia ini. Yang pasti jelas melibatkan konspirasi pihak asing yang memiliki kepentingan terhadap negeri ini. Pihak istana atau kepresidenan juga tidak akan mengetahui gerakan kelompok ini walaupun kelompok ini merupakan dalang dari semua aksi teror bom selama ini. Aksi teror ini justeru akan memberikan keuntungan yang besar dan secara tidak langsung membatu rezim yang sedang berkuasa saat ini. Nah itulah tugas intelijen. Yang jelas memang tujuannya adalah :
1. Membiaskan fakta yang sedang terjadi di dalam negri.
2. Pengalihan fakta terhadap kondisi politik dalam negeri agar berkurang.
3. Membuat kecurigaan antar umat beragama bahkan kecurigaan dan ketakutan terhadap sesama seagama.
4. Mempertahankan stigama bahwa Islam radikal adalah kelompok yang tidak menginginkan memisahkan antara urusan politik dengan urusan agama.

Hati-hati dan tetap Waspada dengan kelompok "Team x" ini. Mereka tidak mengenal waktu dan tempat mereka akan terus selalu bekerja mencari korban-korban yang bakal dijadikan umpan "supaya diberi gelar "Teroris" nantinya. Dan mereka bekerja secara silent, secret dan closed (tertutup).
Sekian..

Salam.
Sumber: FB Satya Nugraha Laksana

Selanjutnya:

Kamis, 17 Mei 2018

Jadwal dan Tema Ceramah Ust. Abdul Somad di TV One Selama Ramadhan 1439H/2018M

Jadwal dan Tema Ceramah Ust. Abdul Somad di TV One Selama Ramadhan 1439H/2018M


Selama sebulan penuh Ustadz Sejuta Viewer Abdul Somad Lc MA akan mengisi pengajian atau tausiyah di TV One. Kajian beliau tayang pada saat sahur dengan program Indahnya Ramadhan bersama Ustadz Abdul Somad, dan sebelum berbuka puasa dalam program Jelang Berbuka bersama Ustadz Abdul Somad.

Walaupun ada beberapa pihak yang tak senang dengan dakwah ustadz yang bermahzab Syafii ini yang tampil di layar lebar, namun dakwah sunnah beliau tetap jalan. Oknum yang tak suka dengan kajian-kajian UAS sudah barang tentu terdiri dari orang munafik, Liberal, Syiah dan Komunis.


Inilah jadwal serta judul ceramah UAS yang akan tampil di TV One sebulan penuh di bulan Ramadhan tahun ini 2018M / 1439 H;