Senin, 28 Januari 2019

Hal yang Menyakitkan dari Harlah Muslimat NU ke-73 di GBK 2019


PERLAWANAN SENYAP

Emak-emak NU kumpul di GBK. Acaranya berjudul rakor, isinya teteep politis. Kemasan hijau, isinya merah. Dibuka dan disambut para elit petahana.

Tapi..
Ternyata oh ternyata, tak semua emak-emak berbaju hijau, berhati hijau. Banyak yang berani menyatakan putih. Jiwanya PKS, batinnya Gerindra. Berbekal ponsel dan keberanian, mereka nampang berjari V ke kamera. Creek..! Aaah..legaa. Sekejap menyebar di sosmed.

Ini judulnya "perlawanan senyap". Hati mereka tidak duduk disana. Jiwa mereka tersembuyi semangat Prabowo Sandi. Menyakitkan bagi TKN dan panitia apalagi buzzer. Dan jangan lupa, ini foto-foto khusus yang berani saja. Yang tak berani, bisa jadi ada ribuan bahkan jutaan lagi disitu.

Lalu kenapa ada disana? Alasan klasik. Mereka menghargai komunitas. Tak enak hati jika tak ikut, riskan di jauhi jika tak bergabung. Tetangga dan sekitar hijau semua. Biasalah, efek sosial community di masyarakat negeri ini kan memang begitu. Beda, pasti disisihkan. Akhirnya raganya ikut, tapi hatinya tertinggal.

Tangan kanannya telunjuk melangit, dibelakang punggung tangan kirinya berjari jempol dan telunjuk menyimbol V. Punggungnya dibalut busana hijau, kursinya berwarna merah tapi hatinya cap kepala burung berkeadilan sejahtera. Ha..ha..ha...

Salut mak!

Salam Waras

By: Yantro Hendrawan



Jadilah peran dalam suatu perjuangan umat dan jangan hanya jadi penonton. Sungguh rugi diakhirnya nanti.