Selasa, 30 Oktober 2018

Fatwa Dewan Ulama Thariqah Indonesia DUTI Hebohkan Turki

fatwa dewan ulama tarekat hebohkan turki
Tuangku Syaikh Muhammad Ali Hanafiah dengan Syeikh Fatih Nurullah di Turki

Pada tanggal 5 Oktober 2018 kemaren Dewan Ulama Thariqah Indonesia/ASEAN (DUTI/DUTA) menerbitkan fatwa yang mengharamkan semua bentuk kegiatan organisasi teroris pimpinan Fethullah Gulen. Sebagaimana diketahui pada Juli 2016 silam FETO pimpinan Fethullah Gulen melancarkan aksi kudeta berdarah terhadap pemerintahan sah Turki yang menewaskan hampir 300 orang.

Diantara bunyi fatwa tersebut adalah mengharamkan segala gerakan dan kegiatan yang dibuat oleh Fethullah Gulen beserta pengikutnya di seluruh dunia, serta mengajak dan menghimbau Fethullah Gulen beserta pengikutnya bertaubat kepada Allah SWT dan mempertanggung jawabkan perbuatannya terhadap umat islam di dunia khususnya apa yang telah terjadi di Turkey pada 15 Juli 2016
Selengkapnya Fatwa DUTI baca di;
http://dewanulamathariqah.org/id/2018/10/05/459/

Salinan fatwa DUTI/DUTA

Fatwa Dewan Ulama Tarekat Indonesia/ASEAN yang di tanda tangani oleh Tuangku Syaikh Muhammad Ali Hanafiah Ar-Rabbani selaku Rais Mustasyar dan juga Mursyid Tarekat Qodiriyah Hanafiah tersebut disambut sangat antusias dan gembira oleh pemerintah dan rakyat Turki. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan melalui Mentri Urusan Agama Turki Prof. DR. Ali Erbas mengucapkan terima kasih secara resmi kepada Tuangku Syaikh Muhammad Ali Hanafiah atas fatwa tersebut. Ucapan terima kasih Turki kepada DUTI juga disampaikan dilaman kementrian Urusan Agama Turki; https://www.diyanet.gov.tr

Salinan ucapan terima kasih pemerintah Turki kepada Tuangku Syaikh Muhammad Ali Hanafiah

Antusias serta kegembiraan Turki terhadap fatwa DUTI yang mengharamkan seluruh kegiatan teroris Fethullah Gulen yang sudah menyimpang dari Al-Quran dan sunnah nabi tersebut juga ditayangkan di TRT Haber;
https://www.trthaber.com/haber/dunya/asya-endonezya-sufi-ulema-meclisinden-feto-fetvasi

Terkait fatwa DUTI/DUTA Tuangku Syaikh Muhammad Ali Hanafiah mengatakan apabila dikemudian hari terdapat orang atau lembaga yang menolaknya, kami berharap mereka dapat mendatangkan bukti dan saksi hidup untuk bersama membedah siapa dan apa itu FETO, serta DUTI akan bersedia mendatangkan bukti dan saksi hidup yang langsung berhubunganan dengan FETO. Mari kita duduk bersama untuk lebih jelas dan terang membedahnya dalam semangat kecintaan kepada agama dan ukhuwah islamiyah.

Baca kisah perjalanan Tuangku Syaikh Muhammad Ali Hanafiah beserta delegasi Dewan Ulama Thariqah Indonesia ke Turki yang disambut gembira oleh pemerintah dan rakyat Turki, ditulis oleh akun Qodiriyah Hanafiah di;
https://www.facebook.com/qodiriyah.hanafiah/posts/10205360065598151

Berita terkait:

Jadilah peran dalam suatu perjuangan umat dan jangan hanya jadi penonton. Sungguh rugi diakhirnya nanti.