Rabu, 04 April 2018

Puisi BU SUK (Sukmawati Soekarnoputri) Untuk Sembunyikan Korupsi Puan Maharani?

Puan Maharani, Megawati dan Petugas Partainya

JANGAN LUPAKAN NYANYIAN SETNOV KE PUAN DAN KAWAN-KAWAN

Saya pernah menonton di Youtube reaksi unik burung Killdeer dalam mempertahankan sarang-nya.
Burung Killdeer akan mengumpankan dirinya dengan pura-pura terluka dan jalan terseok-seok demi mengalihkan perhatian pemangsa yang mengincar telur atau anak-anaknya.
Begitu pemangsa teralihkan dan mengejar dan menjauh dari sarang, si Kildeer pun terbang kelangit biru.

Saya juga melihat pola yang sama yang dilakukan Bu Suk dikasus puisi busuk beraroma kaos-kaki kemarin.
Secara logika, dia sudah pasti tahu reaksi dan kemarahan Umat Islam atas hinaan nya terhadap Cadar dan Azan.

Jadi untuk apa dia memantik api?

Bisa saja dia adalah si Induk Killdeer yang sedang mengalihkan perhatian kita dari sang Ponakan yang ada dibait-bait nyanyian Papa Setnov.
Begitu perhatian kita teralih, nama Puan dan kawan-kawan dinyanyian Papa terlupakan, kasus mereka pun menghilang.

Ayo Barisan Emak-Emak Militan, Papa-papa Muda Pendukung BEM, Jomblo/Jomblowati Anti Cebong, Remaja Masjid Anti Galau ,ABJ2019, Kader Partai Pro 212, Simpatisan Partai Tirik Yaluk, Aktivis KODE PRIbumi, dan semua yang sepakat #2019GantiPresiden , mari kita mengingatkan KPK dan penegak hukum lainnya untuk menyelidiki nama Puan, Ganjar, Pramono dan elit-elit Partai Banteng di nyanyian Papa.

Proses hukum dan tangkap semua tikus-tikus berjas maupun tikus bergincu yang terlibat menggerogoti uang rakyat.
Jangan biarkan kasus mereka terlupakan karena pengalihan puisi konyol si Nenek Konde dan team hore-nya.

Salam

By: Azwar Siregar


Jadilah peran dalam suatu perjuangan umat dan jangan hanya jadi penonton. Sungguh rugi diakhirnya nanti.