Kamis, 05 April 2018

Orang Shaleh Suka Poligami dan Bersetubuh - Imam Qurthubi dalam Tafsir Jami' Li Ahkam Al-Quran



Zaman sekarang, ketika ada seseorang berpoligami, mempunyai istri lebih dari satu, apalagi jika si pelaku adalah seorang figur tokoh agama atau kyai istilahnya, maka hampir bisa dipastikan orang tersebut akan dihujat oleh masyarakat.

Memang pada kenyataannya, dari zaman dulu yang berpoligami itu kebanyakan adalah mereka dari golongan orang orang sholih, para kyai yang alim, mengapa demikian?

Menurut Imam Al-Qurtubi dalam kitab tafsirnya menjelaskan bahwa syahwat birahi orang orang sholih untuk berjima'/bersetubuh dengan istri itu lebih besar, sehingga mereka suka beristri lebih dari satu.

Imam Al-Qurthubi dalam kitab tafsirnya Jami’ Li Ahkam Al Qur’an menjelaskan alasan kenapa orang sholih suka berjima' atau beristri lebih dari satu (poligami)?.

لماذا أهل الاستقامة يحبون تعداد الزواج ، قال القرطبي رحمه الله, يقال:“إن كل من كان أتقى فشهوته أشد لأن الذي لا يكون تقيا فإنما يتفرج بالنظر والمس ألا ترى ما روي في الخبر: “العينان تزنيان واليدان تزنيان” فإذا كان في النظر والمس نوع من قضاء الشهوة قل الجماع، والمتقي لا ينظر ولا يمس فتكون الشهوة مجتمعة في نفسه فيكون أكثر جماعا .وقال أبو بكر الوراق:كل شهوة تقسي القلب إلا الجماع فإنه يصفي القلب ولهذا كان الأنبياء يفعلون ذلك”انظر تفسير القرطبي (٢٥٣/٥).

Kenapa orang orang yang ahli istiqomah dalam beribadah (orang sholih) suka dengan poligami? Berkata Imam Al Qurthubi rahimahullah:
Sesungguhnya orang yang benar -benar lebih bertakwa, lebih besar rasa takutnya untuk menerjang larangan Allah (maksiat) maka syahwatnya akan lebih besar dan lebih bergelora. Karena orang yang tidak bertakwa, tidak mempunyai rasa takut terhadap ancaman Allah, sering bermaksiat, akan mudah untuk melampiaskan syahwatnya dengan memandang dan menyentuh yang haram, mereka terbiasa bercampur, memandang dan bersentuhan dengan lawan jenisnya, yang sudah mereka anggap sebagai hal biasa, bukan merupakan dosa. padahal sudah jelas disebutkan dan dijelaskan dalam hadits Nabi: “dua mata itu bisa berzina (dengan pandangan), dan kedua tangan itu juga bisa berzina”.
Maka ketika dengan memandang dan menyentuh itu bisa menjadi pelampiasan syahwat birahi, maka akan mengakibatkan sedikit (kualitas) berjima’/bersetubuh. Sedangkan orang yang benar -benar bertakwa dia tidak akan pernah memandang (menundukkan pandangan kepada yang haram) dan tidak akan menyentuh yang haram, tidak terbiasa bersentuhan dengan lawan jenisnya, karena takut bermaksiat. Hal ini mengakibatkan syahwat mereka terpendam didalam dirinya dan lebih banyak melampiaskannya dengan  jima’ yang halal terhadap istrinya. Karena sudah menjadi kodrat manusia itu memiliki nafsu birahi.
Berkata Abu Bakar Al Waraq: Semua syahwat dapat menyebabkan pada kerasnya hati, hati yang keras sulit menerima hidayah, petunjuk dan mauidhoh, kecuali syahwat jima’ yang halal. Sesungguhnya jima’ yang halal dapat melembutkan dan menjernihkan hati. Karena itulah para Nabi melakukan poligami dan jima’. (Tafsir Al Qurthubi Juz. 5/253)


Jadilah peran dalam suatu perjuangan umat dan jangan hanya jadi penonton. Sungguh rugi diakhirnya nanti.