Sabtu, 30 September 2017

Pedagang China Tanggapi Aksi 299; Tak Perlu Dijaga Mereka Tak Pernah Rusuh


Saat demo berlangsung kemarin, saya pilih naik mobil menyusuri kawasan kota hingga Mangga Dua, ternyata penjagaan petugas luar biasa di pusat -pusat belanjaan di daerah itu.

Akhirnya saya mampir ke Pusat Belanja Mangga Dua, saya mengobrol dengan kawan -kawan pedagang yang chinese , ternyata mereka justru nggak "nyaman" tempat berjualan mereka dijaga sedemikian rupa seolah terjadi "sesuatu". Mengapa? "Karena kalau sdh dijaga-jaga malah sepi. Sudah sekarang ini sepi , jadi makin nggak ada orang datang, karena orang takut dikira ada apa-apa", kata mereka.

Lalu saya tanya, apakah mereka takut dengan demo-demo yang belakangan sering dilakukan umat. Di luar dugaan mereka menggeleng.
" Awalnya iya, tapi makin ke sini ternyata gak pernah ada kerusuhan. Jadi saya kira kita nggak usah dijaga -jaga juga gak apa-apa, mereka demo tidak pernah merusak atau menyerang kok, " ujar mereka lagi.

Lantas kami pun ngobrol santai soal perekonomian. Kami bisa ngobrol santai karena pedagang Mangga Dua yang biasanya sibuknya bukan main itu pada bengong, karena sepi .
" Saya kalau nonton TV terus ada berita ekonomi membaik yang membaik dimana ya? Dagang barang tiga bulan saja seperti belum ke sentuh ( belum laku)," ujar pedagang baju. " Apakah sampai tahun depan kami masih kuat atau tidak nih, " saut pedagang mainan.

Mereka juga cerita sudah banyak pedagang yang tutup. Dan benar saja ketika saya menyusuri lantai 3,4 dan 5 memang banyak toko yg dulu saya temui sudah tutup, termasuk yang di Jembatan.

Saat saya lapar mau makan di Bakmi Gajah Mada yang ada di lantai 5, ternyata sudah tutup, dan tempatnya diganti oleh adiknya yang berjulan makanan Sunda, namun setali tiga uang juga rumah makannya sepi banget. Saya pun mampir di rumah makan Prasmanan, juga sekarang sangat sepi. "Makin lama makin sepi Bu Mangga Dua. Hari Sabtu -Minggu yg biasanya ramai juga sepi, jadi yg jualan makanan ikut sepi," kata para pelayan di tempat makan itu.

Bahkan seorang pelayan toko pakain yg mengenal saya mengejar sambil meminta -minta saya belanja. " Bu ini jaman kok seperti ini, sekarang semua mahal, padahal gaji tidak baik dan uang makan juga gak naik," ujarnya memelas.

By: Nanik Sudaryati

Baca: Beda Kelas aksi 212 ( Muslim ) dengan Aksi 412 ( Ahokers )

Sekedar perbandingan demo 299 dengan demo kaum yang merasa paling pancasila ( Ahoker, cebonger );


Pakar Neuropsikologi - Nonton Film G30SPKI WAJIB Bagi Anak-Anak Sekarang


Oleh: Ihshan Gumilar *)

Berita berhampuran, ribuan kata terlontar, para politisi belingsatan. Hanya untuk satu tujuan, menghentikan nonton bareng (nobar) film G30S/PKI.

Semua orang-orang tua tahu bahwa kekejaman Partai Komunis Indonesia (PKI) itu ada dan membanjiri tanah ini dengan darah segar. Tapi, jika saja anda turun ke bawah bertemu dengan umur yang lebih muda. Tanyalah ke beberapa mahasiswa contohnya, banyak dari mereka yang tidak mengetahui tentang sejarah kelam bangsa ini dengan PKI.

Kejadian itu tepatnya pada tanggal 30 september 1965. Kini 52 tahun kemudian, anak-anak yang tidak mengerti akan sejarah menyakitkan yang pernah dilakukan PKI kepada kakek-nenek dan buyut mereka, akan coba kembali diingatkan tentang tragedi itu.

Tahukan Anda berapa juta anak Indonesia yang tidak mengerti sejarah kelam pembantaian buyut-buyut mereka oleh PKI ? Mereka buta tentang hal itu. Ketika pengetahuan ataupun sejarah (knowledge) tidak ada di dalam memori anak, maka jangan harap anak akan mempunyai sebuah ikatan emosional. Orang hanya akan mempunyai ikatan emosi (dengan negaranya) yang kuat jika ada ingatan di dalam memori.

Bagian otak, hippocampus, yang berfungsi untuk menyimpan memori tidak akan mampu untuk mengaktifkan amygdala, bagian otak yang berfungsi untuk memproses emosi, jika tidak ada informasi yang dimasukan. Inilah yang terjadi pada jutaan anak Indonesia saat ini.

Mereka tidak lagi memiliki ikatan emosi yang kuat terhadap negeri ini karena memori mereka kosong. Tak sedikit anak muda hari ini yang acuh tak acuh terhadap kelakuan PKI pada masa lalu, karena mereka tidak pernah diajarkan akan hal itu.

Pemerintah (menteri pendidikan), Komisi Perlindunga Anak Indonesia (KPAI) dan manusia lainnya telah melarang anak-anak untuk menonton film G30S/PKI. Apakah ini upaya pemerintah untuk mengosongkan memori tentang fakta jahat PKI di Indonesia dari dalam hippocampus anak Indonesia ?

Anda perlu tahu, cara bekerja otak manusia itu saling terkait. Jika hippocampus (bagian memori) dikosongkan. Dalam hal ini anak tidak diberitakan tentang kelakuan bengis PKI. Jika dikemudian hari mereka bertemu akan kebangkitan PKI, sudah barang tentu mereka akan merespon secara tak peduli atau bahkan tidak ada respon sama sekali. Dan itu sudah tampak saat ini !

Mengapa bisa tidak ada ikatan batin ataupun emosi ? Karena di dalam hippocampus-nya tidak ada informasi tentang kekejaman PKI terhadap bangsa Indonesia, termasuk kepada para ulama-ulama Indonesia.

Sesuatu hal yang wajar dan logis dalam dunia neuropsikologi, tidak ada memori maka tidak ada emosi. Jika hippocampus-nya tidak menyimpan data tentang kekejaman PKI bagaimana mungkin anak-anak Indonesia mempunyai ikatan dan sentuhah emosi yang kuat untuk mempertahankan negara dan keagamaan mereka di negeri ini.

Jika KPAI dan Menteri Pendidikan melarang anak-anak untuk menonton film G30S/PKI karena ada konten kekerasan dan pornografi. Maka, sebelum orang-orang ramai untuk membuat nobar film G30S/PKI ini, sudah jauh lebih banyak dan parah konten kekerasan dan pornografi yang beredar di media dan internet hingga masuk ke dalam genggaman anak-anak.

Lalu kenapa KPAI dan Menteri pendidikan tidak melarang itu dengan suara yang lantang, keras dan terus konsisten?  Mungkin bisa disensor pada bagian-bagian tertentu jika anak menonton. Apa jangan-jangan pemerintah sudah disusupi PKI secara tidak sadar?

Apakah memang benar bahwa dengan melihat tindakan kekerasan yang ada di dalam film itu, lalu anak akan melakukan tindakan kekerasan? Saya adalah generasi yang dibesarkan untuk selalu menonton dan tidak melewatkan pemutaran film G30S/PKI di TVRI pada saat itu. Belum pernah saya mendengar satupun dari generasi saya yang menjadi pembunuh seperti PKI karena telah menonton film tersebut.

Mari kita belajar pada negara lain, mereka bahkan membuat lebih dari film. Mereka bangun monumen tentang kekejaman nazi di Auschwitz, Jerman. Yang mana tempat melakukan segala jenis eksekusi pada tahun 1940 - 1945. Anda tahu apa dampaknya secara psikologis?

Jika Anda berbicang-bincang dengan orang Jerman, maka mereka akan merasa bahwa ini adalah hal paling kelam yang ada di dalam sejarah perjalanan negara mereka. Secara psikologis mereka malu ketika diingatkan hal itu. Psikologi orang Jerman dibentuk oleh sejarah yang dibenamkan ke semua hippocampus warganya termasuk melalui kurikulum sekolah dan juga museum-museum seperti tempat konsentrasi Auschwitz.

Sekarang kita pergi ke kota kecil yang eksotik di Belgia, Ghent. Di sana ada sebuah benteng dengan gaya arsitektur gotik yang dikenal dengan nama, Gravensteen. Anak-anak sekolah diajak untuk melakukan wisata untuk berkeliling di dalam benteng tersebut. Mereka diajarkan tentang kekejaman di dalam benteng itu. Termasuk di dalamnya ada semua alat-alat melakukan eksekusi seperti guillotine (pisau besar untuk memenggal kepala). Anak-anak sekolah diajarkan tentang kekerasan yang terjadi di abad 12 di dalam benteng itu.

Apakah mereka berubah menjadi pemenggal kepala ketika dewasa ? Jawabanya, tentu tidak.

Di Asia sendiri, pada 4 september 1975, dibuka sebuah museum yang diberi nama “rumah pameran kejahatan Amerika dan bonekanya“ (Exhibition House for US and Puppet Crimes). Untuk saat ini, nama itu berubah menjadi ”museum sejarah peperangan“ (War remnants museum). Isinya tetap sama, menggambarkan bagaimana kekejaman Amerika melakukan invansi dan penjajahan kepada rakyat vietnam. Ini merupakan bagian pendidikan yang diajarkan kepada generasi meda. Tentunya, hal ini membentuk psikologis masyarakat vietnam sampai hari ini. Mereka mencintai negerinya.

Lalu bagaimana dengan anak-anak kita ?

Jangan biarkan anak-anak kita tidak mengenal dirinya. Psikologi dan mekanisme kerja otak sebuah masyarakat dibentuk oleh pengetahuan yang kerap diturunkan dari generasi ke generasi. Mengajarkan anak-anak tentang masa lalu, sekalipun itu kelam, memberikan pelajaran bahwa jangan sampai sejarah itu berulang dalam kehidupan mereka. Dan yang lebih penting, menanamkan rasa cinta tanah pada tanah kelahiran.

Selamat menikmati tayangan G30S/PKI anak-anakku !

*) Peneliti Neuropsikologi

Sumber: replubika.co.id

Jumat, 29 September 2017

Habib Rizieq Syihab; Beda Jauh Antara PKI dengan DI/TII, PRRI PERMESTA


Pemberontakan PKI jauh berbeda dengan pemberontakan DI/TII & PRRI. PKI adalah pemberontakan yang ingin menukar ideologi negara, sedangkan DI/TII & PRRI adalah "kritikan" kepada penguasa yang yang sedang bermesraan dengan PKI.

Berikut analisa Habib Rizieq Syihab tentang perbedaan PKI dengan DI/TII, PRRI

1. Pemberontakan DI/TII & PRRI berbeda dengan Pengkhianatan PKI.

2. Pemberontakan DI/TII & PRRI dilakukan oleh para Pejuang Kemerdekaan RI karena kecewa Rezim Orde Lama ditunggangi PKI. Sedang Pengkhianatan PKI dilakukan oleh para Pecundang PKI yang tidak pernah berjasa dalam perjuangan Kemerdekaan RI.

3. Pemberontakan DI/TII & PRRI hanya sebuah pemberontakan para pecinta Bangsa dan Negara RI utk "mengoreksi" Rezim Orde Lama yang dikuasai PKI. Sedang Pengkhianatan PKI merupakan sebuah pemberontakan dengan menunggangi Rezim Orde Lama untuk menjual Bangsa dan Negara RI kepada Negara Komunis Soviet dan China.

4. Pemberontakan DI/TII & PRRI setelah ditaklukan langsung kembali ke pangkuan RI dan membaur dengan seluruh rakyat Indonesia serta tidak pernah menuntut permohonan maaf negara dan tidak lagi mengusung ideologinya. Sedang Pengkhianatan PKI setelah dua kali ditaklukan tahun 1948 dan 1965, tetap tidak mau berbaur dengan rakyat Indonesia dan tetap mengaku benar serta menuntut permohonan maaf negara dan tetap saja mengusung ideologinya.

5. Hampir semua Anak Keturunan DI/TII & PRRI kini melupakan masa lalu dan memandang cerah ke depan sehingga jadi setia kepada Pancasila & NKRI. Sedang kebanyakan Anak Keturunan PKI terus mengorek luka lama dan dendam masa lalu serta terus memandang suram ke belakang sehingga tetap minta bantuan Negara Komunis Rusia dan China untuk kembali khianat kepada Pancasila & NKRI.

6. Pemberontakan DI/TII & PRRI tidak melakukan pembantaian massal kepada warga sipil atau pun menculik dan membunuh para Jenderal atas nama kekuasaan karena mereka rakyat biasa, tapi kontak senjata seimbang denga TNI. Sedang Pengkhianatan PKI melakukan pembantaian massal kepada Ulama dan Santri serta ribuan warga sipil, bahkan menculik dan membunuh para Jenderal atas nama kekuasaan karena mereka mengontrol Penguasa Rezim Orde Lama.

7. Anak Keturunan DI/TII & PRRI mau pun PKI tentu tidak akan dipermasalahkan selama mereka setia kepada Pancasila & NKRI serta berbairdengan semua rakyat Indonesia tanpa membuka lagi luka lama dan tidak lagi berencana melampiaskan dendam masa lalu.

Pendapat Gus Mus dan Wiranto mengenai PKI, DI/TII dan PDRI

AJAKAN GUS MUS RENUNGAN KANG SOBARI
Janganlah mempermasalahkan Ribka Tjiptaning yang anak PKI jadi politisi PDIP karena toh kita tidak pernah mempermasalahkan bahwa Ratna Sarumpaet adalah anaknya Saladin Sarumpaet yang pemberontak PRRI/Permesta.

Kita juga tidak mempermasalahkan Prabowo Subianto, anak Soemitro Djojohadikusumo (sama-sama anggota kabinet di pemerintahan PRRI/Permesta dengan Saladin Sarumpaet), yang mendirikan Gerindra.

Selama ini kan kita juga oke aja dengan PKS bentukan Hilmi Aminuddin yang anaknya Danu Muhammad (mantan panglima DI/TII untuk wilayah Indramayu).
Yang penting ideologi separatis ala PKI/PRRI/DI itu sudah lenyap semua dari bumi.

HASIL RENUNGAN MENKO POLHUKAM RI
Menko Polhukam dalam Siaran Pers tertgl 24 September 2017 telah menyamakan Pengkhianatan PKI dengan Pemberontakan DI/TII & PRRI, bahkan disamakan dengan kasus sekelas Malari.

Jika Film DI/TII, PRRI PERMESTA Dibuat
By: Jefri Nofendi

Kalau Film PKI dibuat , lalu film DI/TII dibuat , lalu film PRRI dibuat , lalu film PERMESTA dibuat maka kalian tahu tidak akan berujung pada kesimpulan apa ?

Akan muncul kesimpulan bahwa setelah indonesia merdeka 1945 ternyata Soekarno gagal menjalankan roda pemerintahannya hingga banyak pemberontakan pemberontakan setelah indonesia merdeka , dimana pemberontak adalah teman teman Soekarno yang dulu sama sama berjuang memerdekakan bangsa ini dari para penjajah ...

Walhasil disinilah akhirnya terkuak semua dan nama baik Soekarno akan dipertaruhkan ...

Silakan saja dibuat film DI/TII , PRRI , PERMESTA , tapi konsekuensi nya adalah yang aku sebutkan diatas ...

Sayang sekali banyak yang terjebak umpan ..Akhirnya malah tergiring untuk membuka sisi kelam pada masa pemerintahan Soekarno ... dari tahun 1945 sampai 1965 masa pemerintahan 20 tahun Soekarno akan dibandingkan dengan 32 tahun masa pemerintahan Soeharto , akhirnya publik akan menilai sendiri mana pemerintahan yang sebenarnya yang jauh lebih baik apakah ORLA atau ORBA. Jika semua pemberontakan pada masa ORLA di Filmkan maka hal itu malah membuka sisi lain pemerintahan ORLA.

NB :Tolong dipertimbangkan lagi dan dikaji kembali usul untuk membuat film pemberontakan pemberontakan pada masa ORLA ... karena nama baik Proklamator kita yang dipertaruhkan nantinya di kancah internasional ..


Larangan Nobar G30SPKI di Kota Padang di Balas Senyuman Wako Mahyeldi


Sebelumnya: Pemko Padang Instruksikan SD SMP Untuk Nobar G30SPKI

Ketetapan MPRS Nomor XXV/MPRS/1966 Tentang Pembubaran Partai Komunis Indonesia, Pernyataan Sebagai Organisasi Terlarang Di seluruh Wilayah Negara Republik Indonesia Bagi Partai Komunis Indonesia Dan Larangan Setiap Kegiatan Untuk Menyebarkan Atau Mengembangkan Faham Atau Ajaran Komunis/Marxisme-Leninisme, hingga sekarang masih tetap berlaku.

Namun pemutaran Film Penumpasan Penghianatan Gerakan 30 September (G 30 S) Partai Komunis Indonesia (PKI) yang diapungkan Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo masih saja dijadikan polemik.

Terakhir, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Republik Indonesia (RI) Muhadjir ikut melarang menonton film tersebut dengan melibatkan siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

"Film tersebut bukan konsumsi anak SD dan SMP. Itu sebabnya film tersebut dulunya diputar pukul 10.00 malam," ujarnya usai kegiatan penganugerahan gelar Doktor Honoris Causa (HC) pada Megawati Soekarnoputri di UNP Padang, Rabu (27/9/2017).

Terkait dengan adanya surat edaran (SE) Dinas Pendidikan Kota Padang, tentang diwajibkan siswa SD dan SMP menonton dan membuat resume, Muhadjir menegaskan akan memberikan sanksi jika surat edaran tersebut tidak ditarik.

Menyikapi pernyataan Mendikbud terkait pelarangan tersebut, Walikota Padang, H. Mahyeldi Ansharullah hanya tersenyum. Menurutnya, jika menteri ingin melarang silahkan saja. Itu menurut Mahyeldi sah-sah saja.

Namun, menurut Mahyeldi pelarangan tidak bisa secara lisan atau titah raja semasa zaman kerajaan.
[gamamedianet.com]


Kamis, 28 September 2017

Pak Tuo Syafi'i Maarif di Hajar Karni Ilyas TV One Terkait PKI


KARNI ILYAS PERMALUKAN PAK TUO SYAFII MAARIF

Meski terbata-bata saat berbicara, namun kuakui Pak Karni Ilyas, presenter ILC TV One, sangatlah cerdas.

Tatkala Pak Tuo Syafii Maarif dimintai opini terkait PKI, lalu beliau mengatakan;
"Saya sudah bosan bahas-bahas tentang PKI. Bosan! Tiap tahun bahas PKI, padahal kasus PKI udah lama terkubur di masa lampau, ngapain dikorek-korek lagi. Masih banyak permasalahan bangsa ini selain isu PKI, seperti ekonomi, kesenjangan kesejahteraan, dan lain-lain. Ayolah jangan hidup dengan kenangan di masa lalu yang kelam itu."

Ucapan Buya dikuatkan dengan perkataan Ilham Aidit, anak kandung DN Aidit.
"Kenapa harus diulang-ulang peringatan G30S..? Hingga setiap memasuki bulan september, jantung saya berdetak lebih cepat."

Dan inilah jawaban Karni Ilyas,
"Pak, Anda tau...? Di Jerman, setiap tahunnya memperingati kekejaman NAZI. Sama saja sebenarnya. Dan itu tidak salah. Demi mengenang sejarah."

Luar biasa...!!.

Aku baru ngeh, bahkan di Al-Quran 70% isinya adalah sejarah.
Bila sejarah yang dikenang harus selalu sejarah baik, dan sejarah buruk mesti dibuang, dikubur, jangan boleh dituturkan ke anak cucu, ngapain Allah sampai mengabadikan Peristiwa penyerangan pasukan gajah, pimpinan Abrahah terhadap Ka'bah dalam surat Al-Fil..? Atau kekejaman Namrud saat hendak membakar nabi Ibrahim, dalam surat Al-Anbiya'..?

Sejarah kelam bukan untuk dihapus. Tapi untuk dijadikan pelajaran agar tak berulang.
Dan agar tak berulang itulah, setiap tahun mesti dituturkan ulang, kalau ada video diputar ulang.

Sama seperti kekejaman PKI, tak ada salahnya nonton film-nya. Dengan begitu, anak-anak muda jadi tau kalau nanti ada gelagat PKI mau bangkit lagi, mereka jadi waspada dan mengantisipasi.

"Sampai kapan kita gini terus, gak mau bermaaf-maafan..?"
Sebenarnya simpel sih, ikuti aja pepatah populer ini, 
"Forgiven but not Forgotten. Maaf oke, melupakan tidak!"
Karena itulah inti sejarah!

Video Pak Tuo Syafii maarif beropini tentang kebangkitan PKI dan di tampik dengan cerrdas oleh presenter ILC Tv One bang Karni Ilyas



Kenangan Pahit Bersama PKI di Batusangkar, PKI Kejam dan Suka Memutarbalikan Fakta
PKI Itu Nyata Bukan Hantu, Ini Kesaksian Korban Kekejaman PKI
Kiasan Minangkabau yang Cocok Disematkan Kepada Ahok

Rabu, 27 September 2017

Video Megawati Salah Ucap Salallahualaihiwasallam di UNP Padang

Viral di medsos, DR ( HC ) Megawati Soekarnoputri salah ucap lagi menyebut ucapan shalawat yang biasa diucapkan setelah menyebut nama Nabi Muhammad. Lidah doktor ini sempat kelu alias keseleo menyebut salallahu 'alaihiwasallam. 

Ada apa ini, apakah hal ini biasa saja, mungkin beliau grogi atau memang naskah pidatonya yang salah ketik, atau memang Tuhan telah memelintir lidahnya saat menyebut nama Sang Kekasih Tuhan Semesta Alam ini, yang mana agama yang Beliau bawa seringkali "disakiti" oleh mantan presiden RI ini.

Ini video insiden kecil Bu DR. Megawati saat membacakan pidato sambutannya di padang Sumatera Barat saat acara penerimaan gelar kehormatan DR dari UNP .




Baca Juga:

Rakyat; Panglima TNI Harus Berpolitik Jika Situasi Negara Kacau Seperti Ini


Kalau Begini Situasinya, Panglima TNI Memang Harus "Berpolitik"
By : Asyari Usman

Kalau gara-gara membongkar pembelian senjata sebegitu banyak, secara ilegal, ada orang yang mengatakan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo berpolitik, memang perlulah dia berpolitik. Atau ketika Panglima (siapa pun orangnya, tidak mesti Jenderal GN) membeberkan tentang ancaman teroris, kemudian dia disebut berpolitik, biar sajalah disebut berpolitik. Saya tidak berkeberatan. Saya yakin juga seluruh rakyat tidak keberatan.

Kalau misalnya gara-gara Panglima TNI berkomentar tentang kemunculan komunisme dan PKI, dia disebut berpolitik, tidak masalah. Biarlah dia berpolitik untuk urusan ini.

Kalau perlu kita nobatkan saja “Partai TNI” yang beranggaran dasar “pencegahan pembelian senjata ilegal, pemberantasan teroris, penjagaan kemanan negara, plus (ini yang teramat penting) pencegahan paham komunis dan kebangkitan PKI”. Buatkan saja UU-nya dengan ketentuan bahwa Partai TNI tidak boleh ikut Pemilu dan tidak boleh campur tangan di luar hal-hal yang disebutkan di atas.

Mungkin bisa ditambahi lagi lingkup politik Panglima TNI supaya mencakup soal pemberantasan narkoba yang tampaknya tak kunjung tuntas. Siapa tahu, kalau Panglima TNI ikut “berpolitik” untuk urusan narkoba, bisa cepat diselesaikan.
Sangat setuju kita Panglima TNI berpolitik untuk masalah-masalah serius seperti ini. Tentu tidaklah ikut dalam urus-urusan lain.

Masa iya Panglima TNI membiarkan kebangkitan komunisme dan PKI? Membiarkan pembelian senjata ribuan atau puluhan ribu pucuk secara ilegal? Membiarkan berkapal-kapal narkoba masuk ke Indonesia?

Masa iya Panglima TNI diam saja melihat itu semua?
No way! Tak mungkin! Biarlah Panglima setiap hari disebut berpolitik ketimbang negara dan bangsa ini hancur berantakan karena mendiamkan rencana-rencana jahat. Biarlah Hendardi (ketua SETARA Institute) dan politisi PDIP berteriak-teriak bahwa Panglima TNI berpolitik dalam hal-hal vital dan fatal seperti disebutkan di atas.

Panglima TNI tidak boleh netral dalam menghadapi ancaman terhadap keamanan negara dan bangsa, baik yang terindikasi datang dari luar maupun dari dalam.

Kalau Panglima TNI netral, berpangku tangan, dalam urusan-urusan yang disebutkan tadi, maka akan ambruklah negara. Akan habislah rakyat dibantai. Akan menjadi zombie-lah generasi muda karena narkoba. Akan muncullah rezim totaliter. Akan tersingkirlah Pancasila.

Jadi, kalau seperti sekarang inilah situasinya, Panglima TNI memang harus “berpolitik”.

(Penulis adalah wartawan senior)

Selasa, 26 September 2017

Kota Payakumbuh Sumbar Akan Adakan Nobar Film G30S/PKI


Gaung nobar ( nonton bareng )  film pengkhianatan dan penumpasan G30S/PKI semakin meluas. Para pemimpin daerah yang sadar sejarah menginstruksikan kepada bawahan dan ASN di lingkungannya untuk melaksanakan nobar film PKI. 


Pemerintah Kota Batiah Payakumbuh juga tidak ketinggalan, Walikota Riza Falepi di disaat menerima panitia nobar diruang kerjanya mengatakan akan mengirimkan selebaran kepada warga Kota Payakumbuh agar melaksanakan nobar G30SPKI kami(dikutip dari sumbartime.com)

Wako mengatakan bahwa beliau sangat mendukung sekali dengan kegiatan nonton bareng ini. Mari kita bersama sama menonton tentang kisah sejarah penghianatan yang terjadi pada bangsa ini,” tutur Riza, dihadapan panitia nonton bareng.

PKI adalah pengkhianat sejati yang saat ini indikasi kemunculan mereka kembali telah diendus oleh TNI. Acara nonton bareng film G30SPKI  ini di gaungkan oleh Panglima ABRI Jendral Gatot Nurmatyo untuk meluruskan sejarah PKI yang mulai dibelokan oleh anak keturunan PKI di Indonesia. 

Jangan sampai sejarah terulang, beritahu anak cucu kita tentang bahwa bangsa ini punya sejarah kelam terpedih yaitu pengkhianatan PKI yang membantai dengan sadis 7 pahlawan revolusi, membantai ulama, kiyai dan santri. Saat ini mereka ingin eksis kembali di bawah bayang-bayang pengusa yang pro dengan mereka. Semoga dengan diputarnya film sejarah G30SPKI ini bisa menyadarkan para generasi sekarang bahwa PKI itu sangat berbahaya


Senin, 25 September 2017

Mengenal Ustadz NU Gadungan Abu Janda Al Boliwudi Lebih Dekat


Ustadz Sosmed kondang Almaukaram Ustadz Abu Janda Al-Selfy Al-Boliwudi ternyata bukan NU resmi alias NU jadi-jadian. Selfy-Man yang selalu mencatut ormas besar NU dan Banser serta Ansor ini dalam setiap postingan SARAnya ini tidak diakui keberadaannya oleh Internal NU sendiri. Postingan tulisan, video maupun gambarnya selalu menjurus kepada adu domba, mengobok-obok persatuan bangsa, memecah belah kerukunan umat, fitnah sana fitnah sini serta segudang postingan kelas sampah lainnya.

Kasihan sekali Mr Abu ini, sudah poto sana sini pake baju Banser, Ansor dan petinggi NU, catut sana catut sini mengatasnamakan NU, disaat sibuk-sibuknya cari muka tiba-tiba korengnya di buka oleh petinggi Banser NU sendiri bahwa dia itu bukan bagian dari Banser maupun Ansor. Itulah salah satu ciri cebong sejati, Munafik dan tak punya rasa malu sedikitpun.

Ini pengakuan palsu ngustadz Janda dalam halaman facebookya;


Setelah sekian lama meresahkan publik karena tulisan-tulisannya yang kontroversial sembari membawa nama NU, akhirnya akun Abu Janda dibongkar oleh Kepala Satuan Koordinasi Nasional (Kasatkornas) Banser H Alfa Isnaeni.

H Alfa Isnaeni mengatakan, akun Facebook “Abu Janda NU” sama sekali tidak memiliki hubungan dengan Gerakan Pemuda Ansor dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser).

Alumni STAI Diponegoro Tulung Agung itu mengaskan, Ansor dan Banser tidak berwatak demikian.

Karenanya, Banser mengajak warga NU dan masyarakat untuk berhati-hati terhadap akun semacam Abu Janda tersebut.

“Dengan nama akun yang tidak jelas, kita mesti berhati-hati dengan akun model Abu Janda ini. Selain tidak jelas profilnya, kita masih meraba motif dan kepentingannya apa,” kata Alfa Isnaini di Jakarta, Ahad (8/1/2017), seperti dikutip situs resmi NU;
http://www.nu.or.id/akun-abu-janda-nu-tidak-berhubungan-dengan-ansor-dan-banser

Seperti diketahui, akun “Abu Janda Al Boliwudi” yang kemudian membuat halaman “Abu Janda NU” cukup lama menimbulkan kontroversi di media sosial. Pasalnya, akun tersebut mengaku sebagai aktivis NU bahkan diidentikkan dengan Ansor.

Pernyataan resmi Kasatkornas Banser tersebut dinilai sangat tepat untuk menegaskan kepada publik bahwa Abu Janda tidak memiliki hubungan dengan Ansor dan Banser.

“Alhamdulillah... akhirnya ada pernyataan resmi juga..,” kata Suryadi.

“NU berlepas diri dari akun Abu Janda Al Boliwodi yang suka bawa-bawa nama NU dengan modal selfy..,” kata Edwin Aljabha.

Sindiran Pedas Prajurit TNI; Sadis Mana Film G30SPKI atau Sinetron Kacangan Indonesia?

ari adrianto tni

Film G30S/PKI penuh kekerasan? Kalian tidur dimana saat film yang paling banyak kekejamannya seperti "Saving Private Ryan" diputar di bioskop, cinema & di televisi?

Tidak pernah ada di Indonesia yang memblokir film Saving Private Ryan. Film yang berjibun kekerasannya, & ada tentara Yahudi Amrik yang dibunuh dengan pisau komando dan ditusuk jantungnya oleh tentara Jerman pelan-pelan sambil dinyanyiin?

Kalian ada dimana saat semua sinetron kacangan Indonesia pada mengumbar kekerasan verbal di hampir semua stasiun televisi?

Catatan : Pertama yang dimusuhi & dilemahkan adalah umat islam, & sekarang ini semakin banyak fitnah kepada tentara yang dituduh sebagai pelaku penculikan. Isu makar, kudeta pun dihembuskan. Semua keluarga korban, saksi di lubang buaya bilang bahwa pelaku penculikan adalah PKI, Cakrabirawa, dan unsur- unsur PKI lainnya.

Benar-benar ciri-ciri PKI asli, kebiasaan abadi lamanya adalah ; berkata & berlaku bohong, menfitnah umat islam, nasionalis, & TNI dengan tuduhan makar & kudeta.

Bisa di google in : Di Australia ada pembunuh berantai paling terkenal, hingga dibuat tv seri kisah penangkapan si pembunuh terkenal Ivan Milad ini. Semua bukti ditemukan. Cocok, ada satu calon korbannya, turis cowo Inggris lolos (jadi ingat pak Nasution yang lolos juga) mengenali si Ivan Milad. Moyangnya dari Rusia / Eropa Timur si Ivan ini sepertinya. Jadi seperti ulah komunis saja. Si Ivan juga membunuhi sekitar 7 turis, untuk merampas harta mereka.

Ivan Milad ini tidak pernah mengakui semua perbuatannya. Tetap dipenjara seumur hidup sampai saat ini di Australia. Eit ada efek genetiknya; keponakan si Ivan Milad ini jadi pembunuh juga. & si keponakan melakukan pembunuhan dengan bangga. "aku bangga punya darah pembunuh terkenal" . Ada genetik yang sakit begitu ternyata dimana-mana ya? - jadi bikin saya ingat si ratu syiah juga, dll.

@gue nonton film PKI dari kecil. Kaga ngefek, tidak bikin gue jadi kejam. Mpe sekarang gue selalu larang suami bunuh lalat atau kecoa. Harus ditangkap dengan kertas tisu dan dibuang keluar rumah. Dasar agama yang baik yang bikin orang takut berbuat dosa. Bukan karena film yang bersejarah.

Minggu, 24 September 2017

Nasehat KH Shalahuddin Wahid - Jangan Lupakan Sejarah Kekejaman PKI Kepada Kiyai dan Santri



Pengasuh Pondok Pesantren Tebu Ireng Jombang, KH. Shalahuddin Wahid berpesan kepada generasi muda NU jangan melupakan sejarah soal kekejaman komunis pada Kiai dan Santri sejak 1965 ke belakang. Hal ini disampaikan pria yang akrab disapa Gus Sholah ini usai mengisi acara ICMI ‘Sosialisasi Empat Pilar’ di MPR, Sabtu (23/9).

“Anak-anak muda NU yang tidak merasakan suasana yang terjadi pada tahun 1965 ke belakang, jangan melupakan (kekejaman) ini. Kalau (warga Nahdliyin) yang mengalami gak mungkin lupa,” ujarnya.

Karena itu Adik kandung Gus Dur ini menyayangkan bila ada anak muda NU atau generasi muda NU yang memperdebatkan apa yang dilakukan PKI di masa lalu.

Sebab menurutnya sudah jelas PKI bertanggung jawab atas penyiksaan dan penculikan para Kiai dan santri NU di Jawa Timur sejak peristiwa Madiun 1948.

Gus Sholah menjelaskan PKI dan Komunisme menjadi momok sejarah bangsa ini karena bahaya laten ideologis itu masih ada. Hal yang sama dengan pemberontakan DI/TII, yang mereka sudah ditumpas habis hingga 1960-an. Dan pemberontakan Permesta itu soal ketidakadilan ekonomi.

“Tapi yang ideologis itu DI/TII kan sudah tidak ada lagi, sedangkan Komunis ini banyak orang merasakan kemunculannya. Makanya muncul penolakan, walau ada yang menyebutnya ‘hantu’,” terangnya.

Terkait upaya rekonsiliasi kedua belah pihak, menurut Gus Sholah rekonsiliasi ini sebenarnya sudah berjalan. Bahkan NU sejak dahulu juga telah melakukan rekonsiliasi.

Namun yang jadi masalah ada pihak yang ingin mengangkat rekonsiliasi ini ke ranah hukum. “Itu yang tidak mudah,” katanya.

Karena itu Gus Sholah berharap rekonsiliasi tetap berlanjut. Hak-hak mereka yang hilang dari kedua belah pihak baik dari PKI dan korban dari PKI harus diberikan.

Kemudian semua pihak ia mengimbau saling menerima dan memaafkan atas noda sejarah ini.
[ngelmu.id]


Sekarang Saya Baru Sadar Bahayanya PKI Jika Duduk Dipemerintahan


Masih ingat dulu waktu SMA. ada pelajaran PSPB. Lalu gurunya menyuruh kami membuat drama tentang G30S PKI. Yang ga enaknya saya di jadikan aktor sebagai PKI.

Tapi jadi ada kesempatan menendang kursi di depan guru, pas saat penangkapan para jenderal, dengan galaknya berkata: Keluar Jendral!! Darah itu merah jendral!!
Sambil nendang kursi, gurunya senyum-senyum aja. Mungkin dia berfikir, ini anak cari kesempatan. ha..ha..

Jadi kalau kita dulu memang di berikan pencerahan tentang bagaimana kejamnya PKI, baik itu lewat film maupun lewat drama di sekolah-sekolah.

Anak-anak muda sekarang banyak yang tidak tahu, sehingga merek mudah terkena syubhat PKI. Dulu saya menganggap ijtihad pak Suharto yang melarang keturunan PKI menjadi pegawai negeri kog kejam sekali ya. mereka tidak berdosa, yang salah bapak-bapak atau kakek-kakeknya.

Sekarang saya baru sadar bagaimana bahayanya keturunan-keturunan itu kalau sampai duduk di pemerintahan, mereka masih menyimpan dendam lama, mereka akan meneruskan perjuangan orang tuanya dulu.

Jadi ijtihad pak Suharto dalam masalah ini sudah benar, dan hukuman tidak boleh.menjadi.pegawai negeri bukanlah hukuman yang berat, toh merek bisa jadi pedagang, petani, peternak atau pengusaha.

Oleh: Buya Fairizal Mukhlisinalahuddin


Inilah Episode dan Judul Film G30SPKI Versi Baru Usulan Rakyat Kepada Presiden



FILM BARU PKI MILENIA USULAN PRESIDEN JOKOWI

Karena presiden ingin merevisi film G30S/PKI yang sudah valid, masyarakat internet mengusulkan kepada presiden beberapa buah episode ataupun judul yang akan atau harus dimasukan ke film PKI Milenia versi penguasa tersebut.

Ada beberapa buah peristiwa pembantaian dan model-model pengkhianatan PKI yang tidak ada pada Film G30S versi lama ( asli ) yang diusulkan oleh netizen supaya di adegankan pada film pengkhianatan PKI versi update.

Episode sejarah dibawah ini bisa menjadi sebuah judul ataupun dimasukan keseluruhannya dalam satu film. Supaya lebih semaraknya dan lebih hot sebaiknya film tersebut dibintangi oleh artis Hollywood, Bollywood ataupun artis Hongkong ( usulan )

Inilah judul ataupun episode-episode usulan Netizen untuk Film PKI melinea terbaru usulan Presiden Jokowi;

1. TERROR at TEGAL
Medio Oktober 1945 : AMRI Slawi pimpinan Sakirman dan AMRI Talang pimpinan Kutil menteror, menangkap dan membunuh sejumlah pejabat pemerintah di Tegal.

2. BLOODY BANTEN
Tanggal 17 Oktober 1945 : Tokoh Komunis Banten Ce’ Mamat yang terpilih sebagai Ketua KNI (Komite Nasional Indonesia) membentuk DPRS (Dewan Pemerintahan Rakyat Serang) dan merebut pemerintahan Keresidenan Banten melalui teror dengan kekuatan massanya.
Tanggal 9 Desember 1945 : PKI Banten pimpinan Ce’ Mamat menculik dan membunuh Bupati Lebak, R. Hardiwinangun, di Jembatan Sungai Cimancak.

3. BLOODY BLACK SQUAD OF TANGERANG
Tanggal 18 Oktober 1945 : Badan Direktorium Dewan Pusat yang dipimpin Tokoh Komunis Tangerang, Ahmad Khoirun, membentuk laskar yang diberi nama Ubel-Ubel dan mengambil alih kekuasaan pemerintahan Tangerang dari Bupati Agus Padmanegara
Tanggal 12 Desember 1945 : Ubel-Ubel Mauk yang dinamakan Laskar Hitam di bawah pimpinan Usman membunuh Tokoh Nasional Oto Iskandar Dinata.

4. COUP de PEKALONGAN
Tanggal 4 November 1945 : API dan AMRI menyerbu Kantor Pemda Tegal dan Markas TKR, tapi gagal. Lalu membentuk Gabungan Badan Perjuangan Tiga Daerah untuk merebut kekuasaan di Keresidenan Pekalongan yang meliputi Brebes, Tegal dan Pemalang.

5. CIREBON UNDER SIEGE
Tanggal 12 Februari 1946 : PKI Cirebon di bawah pimpinan Mr.Yoesoef dan Mr.Soeprapto membentuk Laskar Merah merebut kekuasaan Kota Cirebon dan melucuti TRI.
Tanggal 14 Februari 1946 : TRI merebut kembali Kota Cirebon dari PKI.

6. LANGKAT DOWNFALL
Tanggal 3 – 9 Maret 1946 : PKI Langkat – Sumatera di bawah pimpinan Usman Parinduri dan Marwan dengan gerakan massa atas nama revolusi sosial menyerbu Istana Sultan Langkat Darul Aman di Tanjung Pura dan membunuh Sultan bersama keluarganya serta menjarah harta kekayaannya.

7. INDEPENDENCE DAY FIREWORK at SURAKARTA
Tanggal 19 Agustus 1948 : PKI Surakarta membuat KERUSUHAN membakar pameran HUT RI ke-3 di Sriwedari – Surakarta, Jawa Tengah.

8. JATIM EXECUTIVE EXECUTION
.Tanggal 10 September 1948 : Gubernur Jawa Timur RM Ario Soerjo dan dua perwira polisi dicegat massa PKI di Kedunggalar – Ngawi dan dibunuh, serta jenazahnya dibuang di dalam hutan.

9. SOLO MADIUN KIDNAPPING
Medio September 1948 : Dr. Moewardi yang bertugas di Rumah Sakit Solo dan sering menentang PKI diculik dan dibunuh oleh PKI, begitu juga Kol. Marhadi diculik dan dibunuh oleh PKI di Madiun, kini namanya jadi nama Monumen di alun-alun Kota Madiun.

10. BURRIED ALIVE at MAGETAN
Tanggal 17 September 1948 : PKI menculik para Kyai Pesantren Takeran di Magetan. KH Sulaiman Zuhdi Affandi digelandang secara keji oleh PKI dan dikubur hidup-hidup di sumur pembantaian Desa Koco, Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan. Di sumur tersebut ditemukan 108 (seratus delapan) kerangka jenazah korban kebiadaban PKI. Selain itu, ratusan orang ditangkap dan dibantai PKI di Pabrik Gula Gorang Gareng.

11. SEPARATISM DECISION
Tanggal 18 September 1948 : Kolonel Djokosujono dan Sumarsono mendeklarasikan NEGARA REPUBLIK SOVIET INDONESIA dengan Muso sebagai Presiden dan Amir Syarifoeddin Harahap sebagai Perdana Menteri.

12. LONGEST DAYS at MADIUN
Tanggal 19 September 1948 : PKI merebut Madiun, lalu menguasai Magetan, Ponorogo, Pacitan, Trenggalek, Ngawi, Purwantoro, Sukoharjo, Wonogiri, Purwodadi, Kudus, Pati, Blora, Rembang dan Cepu serta kota-kota lainnya.
Tanggal 20 September 1948 : PKI Madiun menangkap 20 orang polisi dan menyiksa serta membantainya.

13. BLOODY BLITAR
Tanggal 21 September 1948 : PKI Blitar menculik dan menyembelih Bupati Blora Mr. Iskandar dan Camat Margorojo – Pati Oetoro, bersama tiga orang lainnya yaitu Dr.Susanto, Abu Umar dan Gunandar, lalu jenazahnya dibuang ke sumur di Dukuh Pohrendeng Desa Kedungringin Kecamatan Tujungan Kabupaten Blora.

14. SEVEN HELL WELL
Tanggal 18 – 21 September 1948 : PKI menciptakan 2 (Dua) Ladang Pembantaian / Killing Fields dan 7 (Tujuh) Sumur Neraka di MAGETAN untuk membuang semua jenazah korban yang mereka siksa dan bantai :a. Ladang Pembantaian Pabrik Gula Gorang Gareng di Desa Geni Langit. b. Ladang Pembantaian Alas Tuwa di Desa Geni Langit. c. Sumur Neraka Desa Dijenan Kecamatan Ngadirejo Kabupaten Magetan. d. Sumur Neraka Desa Soco I Kecamatan Bendo Kabupaten Magetan. e. Sumur Neraka Desa Soco II Kecamatan Bendo Kabupaten Magetan. f. Sumur Neraka Desa Cigrok Kecamatan Kenongomulyo Kabupaten Magetan. g. Sumur Neraka Desa Pojok Kecamatan Kawedanan Kabupaten Magetan. h. Sumur Neraka Desa Bogem Kecamatan Kawedanan Kabupaten Magetan. i. Sumur Neraka Desa Batokan Kecamatan Banjarejo Kabupaten Magetan.
Awal Januari 1950 : Pemerintah RI dengan disaksikan puluhan ribu masyarakat yang datang dari berbagai daerah seperti Magetan, Madiun, Ngawi, Ponorogo dan Trenggalek, melakukan pembongkaran 7 (Tujuh) Sumur Neraka PKI dan mengidentifikasi para korban. Di Sumur Neraka Soco I ditemukan 108 kerangka mayat yang 68 dikenali dan 40 tidak dikenali, sedang di Sumur Neraka Soco II ditemukan 21 kerangka mayat yang semuanya berhasil diidentifikasi. Para korban berasal dari berbagai kalangan Ulama dan Umara serta Tokoh Masyarakat.

15. DUNGUS BLOODY ESCAPE
Tanggal 30 September 1948 : Panglima Besar Sudirman mengumumkan bahwa tentara pemerintah RI berhasil merebut dan menguasai kembali Madiun. Namun Tentara PKI yang lari dari Madiun memasuki Desa Kresek Kecamatan Wungu Kabupaten Dungus dan membantai semua tawanan yang terdiri dari TNI, Polisi, pejabat pemerintah, Tokoh Masyarakat dan Ulama serta Santri.

16. JATENG PRISONER
Tanggal 4 Oktober 1948 : PKI membantai sedikitnya 212 tawanan di ruangan bekas Laboratorium dan gudang dinamit di Tirtomulyo Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.

17. SLEEPING WITH THE ENEMY
Tahun 1963 : Atas desakan dan tekanan PKI terjadi Penangkapan Tokoh-Tokoh Masyumi dan GPII serta Ulama Anti PKI, antara lain : KH. Buya Hamka, KH.Yunan Helmi Nasution, KH. Isa Anshari, KH. Mukhtar Ghazali, KH. EZ. Muttaqien, KH. Soleh Iskandar, KH. Ghazali Sahlan dan KH. Dalari Umar.
Bulan Desember 1964 : Chaerul Saleh Pimpinan Partai MURBA (Musyawarah Rakyat Banyak) yang didirikan oleh mantan Pimpinan PKI, Tan Malaka, menyatakan bahwa PKI sedang menyiapkan KUDETA.
Tanggal 6 Januari 1965 : Atas desakan dan tekanan PKI terbit Surat Keputusan Presiden RI No.1 / KOTI / 1965 tertanggal 6 Januari 1965 tentang PEMBEKUAN PARTAI MURBA, dengan dalih telah memfitnah PKI.
Tanggal 21 September 1965 : Atas desakan dan tekanan PKI terbit Keputusan Presiden RI No.291 th.1965 tertanggal 21 September 1965 tentang PEMBUBARAN PARTAI MURBA, karena sangat memusuhi PKI.

18. BASTARD of KEDIRI
Tanggal 13 Januari 1965 : Dua sayap PKI yaitu PR (Pemuda Rakyat) dan BTI (Barisan Tani Indonesia) menyerang dan menyiksa peserta Training PII (Pelajar Islam Indonesia) di Desa Kanigoro Kecamatan Kras Kabupaten Kediri, sekaligus melecehkan pelajar wanitanya, dan juga merampas sejumlah Mush-haf Al-Qur’an dan merobek serta menginjak-injaknya.

19. TEARS OF THE SUMUT
Tanggal 14 Mei 1965 : Tiga sayap organisasi PKI yaitu PR, BTI dan GERWANI merebut perkebunan negara di Bandar Betsi, Pematang Siantar, Sumatera Utara, dengan menangkap dan menyiksa serta membunuh Pelda Sodjono penjaga PPN (Perusahaan Perkebunan Negara) Karet IX Bandar Betsi.


Ketika Lemah PKI Memelas [Playing Victim], Ketika Kuat Mereka Membantai


UNDERBOUW PKI
Sebagai sebuah partai di masa itu, PKI tentunya punya underbouw atau organisasi sayap di segala bidang dan lapisan. Organisasi-organisasi itu ada yang jelas dan tegas menyatakan diri sebagai organ PKI dan ada juga yang samar-samar karena mengunakan cover sehingga disebut mantel-mantel PKI.
Di kalangan perempuan PKI punya sayap namanya GERWANI (Gerakan Wanita Indonesia). 
Di kalangan buruh ada SOBSI (Sentral Organisasi buruh Seluruh Indonesia). 
Di kalangan petani ada BTI (Barisan Tani Indonesia). 
Di kalangan budayawan dan seniman ada LEKRA (Lembaga Kebudayaan Rakyat). 
Di kalangan mahasiswa punya CGMI (Consentrasi Gerakan Mahasiswa Indonesia). 
Di kalangan pelajaran punya IPI (Ikatan Pelajar Indonesia). 
Di kalangan pemuda punya PR (Pemuda Rakyat) yang merupakan metamorfosa dari PESINDO (Pemuda Sosialis Indonesia). 
Di majalah dan surat kabar PKI punya Suara Rakyat dan Harian Rakyat. Dan sekolah, akademi, universitas PKI punya.


*"Anda PKI?"*, sebuah pertanyaan diajukan kepada anggota organisasi onderbow PKI.
*"Bukan, pak, saya BTI", begitu jawabannya biasanya.
*"Anda anggota PKI?", sebuah pertanyaan diajukan Kivlan Zein kepada Bedjo Untung.
*"Bukan saya anggota IPI", jawab Bedjo.
Orang yang kurang wawasan sejarah PKI dan berbagai organisasi onderbow di bawahnya tentu tak paham dengan dialog di atas. Kalau dia anggota BTI atau CGMI dan seterusnya sudah tentu dia kader PKI. Makanya Jenderal Kivlan saat berhasil membuat Bedjo mengaku bahwa dirinya anggota IPI, itu sudah cukup sebagai bukti walau dengan membantah bukan PKI.
Generasi sekarang karena tak paham sejarah banyak yang mengkritik film Gerakan Kudeta PKI 30 september 1965. Mereka kritik momen penyiksaan sebagian jenderal AD di Lubang Buaya.
Padahal kekejian dan kekejaman PKI itu fakta dan nyata. Bahkan penangkapan, penyiksaan, pembunuhan, dan pembantaian kaum komunis adalah bagian dari sejarah kelam mereka di seluruh dunia. Berapa puluh juta muslim dibantai Lenin dan Stalin? Jadi jangan gagal fokus.
Saat tahun 60-an ayah saya adalah aktivis PII (Pelajar Islam Indonesia) di Kota Surabaya. Tahun 1965 ayah saya sudah selesai sekolah menengah kejuruan. Akibat aktifitasnya rumah kakek saya di Surabaya pernah didatangi satu peleton pasukan ARSU lengkap dengan senjatanya. Namun ayah saya berhasil lolos dan melarikan diri. Dan selama berhari-hari beliau jadi gelandang tak berani pulang ke rumah. Waktu melaporkan kejadian itu ke KODIM tak mendapat respon yang berarti.
Generasi sekarang tak pernah alami rumah mereka tiap hari didemo kaum BTI, PN, dan GERWANI sambil diteriaki "gayang kapbir".
Mereka tak pernah melihat sengitnya konflik sosial akibat kader-kader PKI mematok dan menyerobot tanah-tanah pesantren, pak haji, dan orang kaya di desa.
Mereka juga tak pernah alami bagaimana setiap malam rumah-rumah kiai, haji, dan orang anti PKI diawasi kader-kader PKI dengan baju hitam dan bawa golok atau arit. Situasi gelam dan mencekam. Tak berani keluar malam. Tak berani buka pintu kalau ada ketokan di malam hari.
Jelang Kudeta PKI 30 september 1965 kader-kader PKI sudah siapkan pembantaian. Mereka sudah siapkan sumur-sumur maut. Mereka sudah siap membantai lawan-lawan PKI. Di kampung ibu saya mereka sudah siap melakukan penjagalan. Berhubung kudeta gagal total dan PKI dipukul maka sumur-sumur itu berbalik menjadi kuburan kaum PKI.
Jangan kasih kesempatan kepada PKI untuk bangkit lagi. Ketika lemah PKI biasa memelas (playing victim). Dan ketika sudah kuat mereka akan melibas lawan-lawan politiknya.

By : Hafidin Achmad Luthfie


Sabtu, 23 September 2017

PKI Kasat Mata Belum Kelihatan, Tapi PKI Ideologi Sudah Menjamur - Menjawab Logika Cebong


Banyak cebong yang bertanya "emang lu pernah lihat PKI di lingkungan lu??? pki itu ga ada selain di medos" (kata cebong AQ2001k)

Ane jelasin ya bong;
PKI memang sudah di larang di indonesia tapi itu partainya bong tapi ideologinya bisa muncul kapan saja karna ideologi itu ga keliatan tapi tetap bergerak walaupun sudah di larang.

apa ente pikir PKI itu bakal muncul pake golok trus teriak gue PKI gitu???
Ideologi komunis itu bisa muncul dengan cara kamuflase dan dia bisa berbentuk RT, RW lurah camat, bupati, gubernur, anggota DPR/DPRD, mentri dan seterusnya.

Ideologi komunis akan datang secara halus dan tersembunyi, tapi bisa bergerak cepat melalui doktrin atau seorang tokoh yang di setel sedemikian rupa.

Nah, kalau doktrin sudah menyebar lalu sang tokoh jadi idola maka mereka akan bergerak secara halus tapi pasti dan ketika sila pertama pancasila hilang atau di ganti baru lu sadar bong cebong. Itu juga kalo lu cebong yang makan doktrin tapi kalo lu cebong yang bawa doktrin ya ane ga bisa ngomong apa-apa bong.

cebong PKI

Semoga cebong lekas jadi manusia

By; Putra Handoyo


Jumat, 22 September 2017

Pemko Padang Instruksikan Nobar Film G30S-PKI Kepada Seluruh Sekolah SD dan SMP



Pemko Padang keluarkan surat edaran ajakan para siswa SD dan SMP di Padang, Sumatera Barat (Sumbar) menyaksikan film sejarah G30S/PKI. Surat itu ditujukan kepada Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan se-Kota Padang dan Kepala Sekolah SMPN dan SMPS se-Kota Padang ditembuskan ke Wali Kota Padang, Wakil Wali Kota Padang serta Sekda Kota Padang.

Sehubungan dengan rencana tersebut, para siswa SD dan SMP disuruh nobar (Nonton bareng) film G30S/PKI di sebuah TV lokal Padang pada Sabtu 30 September 2017 mendatang dengan didampingi orangtua. Mereka juga diminta menyiapkan resume hasil nobar G30S/PKI.

Dalam surat edaran tersebut, para siswa SD dan SMP menulis resume film G30S/PKI diserahkan kepada walikelas atau guru IPS/Sejarah dan bagi sekolah untuk melakukan penilaian terhadap hasil resume tersebut dan kemudian menyediakan hadiah bagi para pemenang juara I, II dan III serta harapan.

Kabid Pendidikan Dasar Kota Padang Barlius membenarkan isi pesan berantai tersebut memang dari instasinya. "Iya betul," kata dia saat dimintai konfirmasi Minangkabaunews, Jumat (15/9).

Menurut Barlius, generasi muda Kota Padang perlu mengetahui fakta sejarah tentang G30S/PKI.

Sementara itu, Kesbangpol Kota Padang, Mursalim juga mengakui keaslian surat edaran yang berasal dari Dinas Pendidikan dan kebudayaan Kota Padang tersebut, "Iya surat edaran nonton film G30S/PKI itu asli," ujar Mursalim dalam pesan Whatapps-nya.

Sebelumnya, Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyarti menilai film Pengkhianatan G30S/PKI tidak patut ditonton anak-anak.

"Film Penghianatan G30S/PKI tidak patut ditonton anak-anak, karena dalam film tersebut muncul beberapa adegan sadis dan penuh kekerasan," kata Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyarti.

Berikut ini isi surat edaran ajakan menonton film G30S/PKI untuk siswa se-Kota Padang

Source: minangkabaunews.com

Trick Jendral Gatot Sukses Membuat Neo PKI Muncul ke Permukaan


Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmatyo mengaku, sengaja ingin memutarkan kembali film G30S PKI. Ia mengatakan, keinginan TNI memutarkan kembali film sejarah kelam kudeta kelompok komunisme itu ‎hanya ingin mengingatkan para generasi penerus bangsa.

"Saya katakan bahwa kami punya pengalaman buruk, tiba-tiba berapa jenderal yang dihabisi, maka sistem itu bekerja di TNI sampai saat ini. Biarkan kami seperti ini, kami memancing di air keruh juga (nanti akan) muncul-muncul, kami jadi tahu dengan berbagai cara," kata Gatot usai menggelar acara silaturahmi bersama keluarga besar TNI di Aula Gatot Subroto Mabes Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (22/9/2017).

Gatot enggan menanggapi adanya kritikan yang menganggap dirinya berpolitik jelang kontestasi Pilpres 2019 dalam pemutaran kembali film G30S PKI itu. ‎Ia berharap, pemutaran film G30S PKI dapat mengingatkan agar kejadian kudeta komunisme serupa tidak kembali terjadi di Indonesia.

"Saya mengajak mengingatkan agar tidak terulang kembali. Wong otaknya beda-beda kok. Ya enggak ada masalah. Saya tidak akan pernah menanggapi itu yang penting saya kerjakan," terangnya.

Mantan KSAD itu memaparkan alasan TNI ingin memutar kembali film G30S PKI tersebut. ‎Menurut dia, sejak rezim Orde Baru runtuh sudah tidak ada lagi pelajaran sejarah yang membahas kudeta PKI yang sengaja membunuh tujuh jenderal di angkatan darat TNI. Sebab itu, pemutaran film G30S PKI dilakukan agar sejarah kelam tidak kembali terulang.

"Saya adalah yang menyetel itu. Sejak 1998 adalah pelajaran sejarah tentang bangsa ini yang kelam yaitu G30S PKI sudah tidak ada lagi. Terus kalau tidak ada lagi (bagaimana) untuk menginformasikan? Anak tumbuh dewasa dan segala macam itu yang dia diterima akhirnya tidak sadar nanti. Dan sejarah cenderung berulang, kalau berulang kasihan bangsa ini," pungkasnya.
[okezone.com]


Kamis, 21 September 2017

Download Film G30SPKI Full Movie, Kisah Pengkhianatan Nyata Komunis di Indonesia



Panglima ABRI  Jendral Gatot Nurmantio menginstruksikan kepada seluruh jajarannya untuk memutar film pengkhianatan dan penumpasan Partai Komunis Indonesia atau yang lebih populer disebut G 30 S/PKI.

Kenangan Pahit Bersama PKI Di Batusangkar, PKI Itu Kejam Suka Memutarbalikan Fakta


Kenangan waktu kecil.
Kalau PKI menang.

Rabu, 20 September 2017

PKI Itu Nyata Bukan Hantu, Inilah Kesaksian Mereka Yang Melihat Langsung Kekejaman PKI




PKI atau Partai Komunis Indonesia sebagai partai terlarang di NKRI saat ini sudah mulai bangkit kembali, " bau " mereka sudah tercium sangat kentara sekali. Apalagi saat ini sepertinya pihak penguasa seolah-olah mengayomi mereka.

Sabtu, 16 September 2017

KECEBONG IQ 200 Sekolam, Pembohong Dan Pemuja Kebohongan


Anatomi PEMBOHONG
dengan pemujanya yang cinta buta.

Siapa saja yang diam, .....
bahkan rame-rame menolong,
ketika tau ada penguasa bohong,
mereka sama saja dengan kecebong.

Karena kecebong itu beraninya cuma keroyokan, dan hidup di kolam yang tenang. Mereka tidak berani, dan tidak mampu berenang melawan arus deras seperti ikan salmon. Tidak berani sendiri, terbang tinggi seperti elang.

Masa depan kecebong itu pun gak jelas, bakalan jadi kodok ijo, kodok burik atau jadi katak. Tetapi yang jelas mereka gak bakalan bisa jadi pangeran kodok yang dicium sang putri lalu berubah jadi pangeran.

Bila harimau asalnya dari bayi harimau yang dilahirkan oleh harimau betina. Kodok beda. Dia berasal dari telur, jadi kecebong/berudu, kodok muda, baru jadi kodok. Dari telor sampai jadi kodok bentuknya selalu berubah.

Oleh sebab itu gak usah heran bila mereka memuja pembohong dengan segala ketidak-konsistennya.

Kecebong mah emang gitu .....

By: Suryo Prabowo

Next:

Selasa, 12 September 2017

Bagaimanapun Baiknya FPI Akan Tetap Iblis Dimatamu !

fpi iblis dimatamu

SAYA BUKAN FPI, TAPI...
Oleh : Ahmad Adi

Jujur, saya seringkali tidak sependapat dengan cara dakwah FPI yang maaf cenderung lumayan kasar bahasanya (menurut saya). tapi insha Allah saya bukan orang yang dalam alquran disebutkan :

ولا يجرمنكم شنئان قوم على ألا تعدلوا الاية
dan jangan sekali-kali kebencian kalian terhadap satu kaum menjadikan kalian bersikap tidak objektiv.

Saat rohingya kembali bergejolak, saya miris dan saya mencari cara untuk bisa turut serta membantu saudara muslimin rohingya, usul punya usul saya pun mencari,
dan... shiiittt... di wilayah kami (SAMPANG MADURA JAWA TIMUR) tak ada satupun organisasi agama atau non agama yang menyediakan posko atau gerakan peduli kemanusiaan, dan satu-satunya yang menyediakan hanya FPI.

Saya pun bergabung dalam posko kemanusiaan ini. dan saya tercengang melihat komentar pedas berterbangan di sosmed.

Betapa banyaknya orang yang berpendidikan tinggi tapi masih perlu masuk TK lagi.
Ada yang bilang : Rohingya bukan konflik agama, itu konflik politik.
Saya bilang :Jjangankan hanya konflik politik, sebutlah Rohingya yang berbuat salah, tapi apa pantas wanita, anak kecil dan kakek nenek disana menjadi korbannya ??!!

Ada juga yang bilang :Yyaa... tapi kan video dan photo-photo itu banyak yang hoax, sebenarnya Rohingya tak semenderita itu.
Saya bilang : Whaaatt... seriusly ? Anda bermusuhan dengan media dan surat kabar kah ?
Pengungsi Rohingya yang lari ke Aceh melewati lautan besar dengan jumlah 700 orang dan hanya sampai 400 orang, kalian kira itu semua tikus ??

Banyak orang yang kurang suka FPI hanya didasari kebencian yang membabi buta.
Bahkan ada lagi yang bilang dengan nada nyinyir :
FPI siap kirim 10rb mujahidin untuk Rohingya, padahal di Yaman setiap hari juga ada pembantaian, di Gazza pun demikian.

Saya bilang ke orang tsb : Jadi masih salah lagi nih ??
Woooyyy... orang berpendidikan yang pernah sarjana kuliah apa segala macem, maaf anda perlu ikut TK lagi.

Apakah jika FPI ingin membantu Rohingya mereka bersalah hanya karena tidak membantu Yaman ?
Apakah jika FPI bersikap peduli pada Rohingya mau anda salah-salahkan lagi dengan anda tuntut FPI menjadi TUHAN yang harus membantu semua bencana kemanusiaan.

Coba nanti FPI membantu Yaman,
anda akan bilang ; harusnya ke Gazza juga,
lalu setelah FPI ke Gazza nanti anda akan bilang lagi ; harusnya ke Afrika juga .
bla bla bla bulshiiittt...

Anda mau tuntut FPI jadi malaikat atau Tuhan begitu ??
Eh tong...
Kalau hatimu memandang FPI dengan kebencian, ya percuma sekalipun FPI kasih makan seluruh penduduk bumi ya tetap saja akan tampak seperti iblis dimatamu.
*lagi muak dengan orang-orang bodoh yang nyampah di sosmed*


Ketenangan Prabowo Yang Membius Pendukung Jokowi Sehingga Pindah Haluan

ketenangan prabowo

Ketua DPP Gerindra Nizar Zahro mengungkapkan beberapa hasil survei menyatakan bahwa popularitas dan elektabilitas Prabowo Subianto semakin menanjak.

Ustadz Abdul Somad Lc MA, Sosok Ulama Besar Indonesia Terkini

sosok abdul somad
ABDUL SOMAD, SEBUAH PANGGILAN SEJARAH
Oleh Dr. Abdul Mukti Rauf MA*

Untuk dapat mengerti Islam, seseorang harus mengerti bahasa Arab dan Ust Abdul Somad, Lc., MA mengerti ini.

Dakwah dalam Islam setidaknya berisi tentang Aqidah, Syariah, dan Akhlak. Abdul Somad adalah representasi dari sosok dai yang paham tentang seluk beluk aqidah, luas pengetahuan fiqihnya, dan paham dalam membumikan ajaran Islam dalam kebutuhan ruang dan waktunya.

Dan ini yang paling menarik, dakwahnya mengisi ruang maya yang diminati generasi Melenia di tengah tengah "keringnya" belajar Islam dalam dunia analog/maya.

Seperti membaca Kitab Ihya Ulumuddin karangan Hujjatul Islam Imam al-Ghazali yang berhasil mempertemukan Fiqh dan Tasawuf, Abdul Somad menghidupkan kembali dalam ulasan ceramah ceramahnya, semangat Ihya dengan bahasa yang sederhana, gampang, dan mudah dicerna.

Tasawuf direngkuh untuk menghaluskan jiwa dan mengindahkan akhlak dengan "tehnik fiqh" yang jelas dalil dan sanadnya. Karena ia juga berwawasan al-Qur'an dan Ulumul Qur'an Hadis dan ulumul hadis, Fiqh dan Ushul Fiqh, maka soal BID'AH pun mudah diatasinya.

Akhirnya, kehadiran sosok Abdul Somad adalah panggilan sejarah untuk menguatkan, menginspirasi, menyatukan demi tegakknya nilai-nilai Islam dalam kemajemukan Nusantara.

Tetaplah ber-Islam
Tetaplah meng-Indonesia
Tetaplah ber-aswaja untuk Islam yang rahmatan lil alamin.

* Wakil Katib PWNU Kalbar
* S1 Aqidah Filsafar IAIN (UIN) Suska Pekanbaru
* S2 & S3 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta


Senin, 11 September 2017

Gebby Vesta, SARACEN Yang Mengakui Perbuatannya Dibayar Untuk Menyebar Fitnah

gebby vesta saracen

Inilah SARACEN nya Pendukung Ahok yang dibayar untuk Menghina Para Ulama dan juga Organisasi Masyarakat Front Pembela Islam (FPI).

Gebby Vesta, salah seorang Model Setengah Telanjang ini akhirnya membongkar Framing busuk Para Pendukung Ahok yang dibayar untuk menghina para Ulama, dan juga Mengadudomba sesama Umat Beragama.

Rekaman ini diambil, ketika Gebby Vesta mulai diusut kejalur hukum atas perbuatannya yang menghina ulama, dan juga atas UU ITE yang secara Live memposting kem4lu4nnya di akun Instagram miliknya.

Akhirnya, Gebby Vesta dilaporkan kepihak kepolisian dan merayu salah satu Admin @thenewbikingregetan (sudah disuspend) bernama Adam agar tidak memperpanjang Perbuatannya itu dengan membongkar “Masa Bayaran Pendukung” ahok melalui akun @thesilentqueen (sudah disuspend) yang diketahui dibayar untuk menjelek-jelekan serta menghina Ulama dan FPI.

Ini lah SARACEN yang sesungguhnya, sebagaimana yang diberita dimedia-media Mainstream, bahwa mereka menggunakan Tarif untuk menghancurkan nama baik seseorang dan juga menyebarkan Isu SARA agar masyarakat Membenci Para Ulama terutama Habib Muhammad Rizieq Shihab dan FPI-nya.

Dari rekaman ini pula terbongkar, bahwa mereka membuat rencana sebagaimana SARACEN membuat rencana untuk menjatuhkan Lawan Musuh yang membayarnya.

BERIKUT PENGAKUAN GEBBY VESTA (ORANG BAYARAN PENDUKUNG AHOK) UNTUK MENGHINA PARA ULAMA




Minggu, 10 September 2017

Jakarta Dalam Bahaya Besar, Nafsu Taipan Untuk New Jakarta 2025


MIMPI-MIMPI TAIPAN CINA MENGUASAI REPUBLIK

(Semoga Kecebong Sempat Membacanya )
Ketika rakyat disuguhi mimpi dan berbagai wacana pemindahan ibukota, para taipan sibuk membuat peta penguasaan wilayah Jabodetabek

1. ... sore ini Kami akan ungkap, Project New Jakarta 2025 dan didalamnya termasuk proyek MEIKARTA, berikut informasi nya

2. Mendengar project New Jakarta, ibarat menempatkan pemindahan ibukota ke luar Jawa hanya menjadi sekedar wacana hoax belaka

3. Project New Jakarta 2025, ibarat sebuah project yg sudah disiapkan oleh para taipan properti berdasarkan pesan China dengan meniru Singapura

4. Project New Jakarta 2025, adalah project masa depan, menjadikan Jakarta seperti Singapura

5. Kawan tuips, pernah ingat rencana penggabungan Jabotabek menjadi bagian terintegrasi untuk terwujudnya peta baru Jakarta

6. Project New Jakarta 2025 adalah melingkupi Jakarta, Bogor, Depok, Tanggerang dan Bekasi menjadi satu kesatuan peta baru Jakarta 2025

7. Wilayah yang saat ini melingkupi Jakarta, Bogor, Depok, Tanggerang, dan Bekasi pada 2025 akan menjadi wilayah New Jakarta

8. Lupakan wacana pengalihan, dengan rencana pemindahan ibukota ke luar Jakarta, itu semata taktik menutupi rencana besar New Jakarta 2025

9. Mari kita bicara, fakta penguasaan oleh para taipan properti dengan memanfaatkan peta New Jakarta 2025 yg sudah disepakati di Tiongkok

10. New Jakarta 2025, mulai terbaca ketika para taipan serta China conection mati matian menjadikan Ahok sebagai gubernur DKI, demi 2025

11. Pada 2025, yang dulunya Jabodetabek akan berubah menjadi New Jakarta Mengapa project ini dirahasiakan?

12. Ketika rakyat disuguhi mimpi dan berbagai wacana pemindahan ibukota, para taipan sibuk membuat peta penguasaan wilayah Jabodetabek

13. Para taipan sudah berbagai lapak penguasaan wilayah, untuk proses persiapan penyatuan Jabodetabek menjadi New Jakarta 2025

14. Wilayah Utara Jakarta serta pulau reklamasi hingga pelabuhan New Tanjung Priok perusahaan taipan besar dapat jatah hingga Li ka shing

15. Wilayah Tanggerang Selatan hingga kabupaten Tanggerang, menjadi jatah sinar mas hingga Lippo group

16. Tak beda dengan Tanggerang, di Bekasi pun menjadi wilayah bagi jatah antara Sinarmas, Sumarecon agung dan Lippo group

17. Perusahaan properti milik taipan kini telah menghabisi wilayah persawahan di kota Bekasi hingga kabupaten Bekasi

18. Dari Bekasi hingga perbatasan Karawang dan Bogor (Jonggol) semua kini terkoneksi oleh properti milik taipan

19. Dan Lippo group ambil wilayah kab Bekasi dgn konsep Meikarta, yg kedepannya menjadi wilayah perbatasan New Jakarta 2025 dgn Jawa barat

20. Menyambung dari Bogor hingga Tanggerang, menjadikan satu kesatuan sabuk lingkaran yang memutari New Jakarta 2025

21. Peta New Jakarta 2025, dilingkari oleh properti milik taipan, ibarat melingkar seperti tembok China dari Bekasi, Bogor sampai Tanggerang.

22. Dan untuk kawasan pelabuhan new tanjung Priok nantinya akan dimiliki lebih besar oleh pengusaha Li Ka Shing mirip Singapura

23. Pribumi cukup disibukkan dgn kue bohongan terkait wacana pemindahan ibukota Agar tidak menganggu mimpi taipan membuat New Jakarta 2025

24. Ibart negara dlm negara, New Jakarta 2025 dilingkari tembok properti milik para taipan mirip tembok China (Bekasi, Bogor dan Tanggerang)

25. Apakah nanti pribumi terbuang dari wilayah New Jakarta 2025?

26. Apakh kita telat sadar lagi, bahwa mrk sdng bangun negara didalam negara, New Jakarta 2025 sprt Singapura lalu dbatasi ala tembok China?

27. Ingat kisah warga pribumi Singapura yg tsingkir hingga tnggal di flat-flat (rusun), tak mampu biaya hidup, maka mmilih pindah kemalaysia

28. Kalau saja kalian sadari, peta properti milik taipan ibarat melingkari peta New Jakarta 2025, mirip tembok China yg membatasi dan membedakan

29. Pada 2025, kalau anda tak sanggup hidup dgn biaya tinggi di New Jakarta maka opsinya adalah keluar dari wilayahnya

30. Dan akhirnya, peta New Jakarta 2025 menjadi pembeda mana pribumi dan pendatang yg menguasai Akses masuk dan sebagainya

31. New Jakarta 2025, diawali dengan pembangunan kota kota mandiri (topeng) yang ujung akhirnya terintegrasi menjadi satu kesatuan tembok

32. Pribumi akan terusir krn dibuat terklasifikasi sendiri, dari warga usiran menjadi warga pinggiran lalu akhirnya warga kebingungan

33. MEIKARTA hanyalah salahsatu bukti, mimpi New Jakarta 2025 semakin mendekati kenyataan Satu titik poin dari sekian banyak titik poin.

Baca: Cak Nun; Presiden Jongos China Akan Mati Ditawur Rakyatnya Sendiri )

Titik titik yang menjadi satu kesatuan yang melingkar, dari Bekasi, Bogor, Tanggerang Ala tembok China dgn properti milik taipan

Ibu Pertiwi hanya bisa meratapi, nasib anak negeri yg tidak mau menyadari akan ancaman penjajah dan pengkhianat negeri Merdeka atau mereka tetap menikmati nikmatnya jadi Kecebong Kampret

Sumber: Bhoemiputra Menggugat

Baca Selanjutnya:

Sabtu, 09 September 2017

Pembantai Muslim Rohingya Bukan Biksu Buddha, Tapi Raja Tuyul

pembantai muslim rohingya

BUKAN BIKSU TAPI RAJA TUYUL
Drama pembantaian Muslim Rohingya terus berlangsung, kebiadaban jalan terus, meski hampir seluruh penduduk dunia melakukan protes.

Di Indonesia sebagian besar Ormas, baik Ormas Islam maupun Nasionalis telah beberapa kali melakukan aksi di depan Kedutaan Myanmar. Dan hampir seluruh masyarakat Indonesia yang "otaknya sehat" telah melakukan protes, baik langsung maupun lewat media, terutama media sosial. Tapi pembantaian tetap berlangsung bahkan semakin beringas.

Tapi ada juga sebagian kecil masyarakat yang tidak ikut aksi protes, bahkan menyalahkan masyarakat yngg turun ke jalan. Ada dua alasan mereka menyalahkan pemrotes.

Pertama mereka bilang bahwa pembantaian suku rohingya adalah urusan dalam negeri Myanmar. Kita tidak berhak mencampurinya. Mereka termakan omongan pemerintah Myanmar yang menyatakan bahwa Rohingya adalah urusan dalam negeri Myanmar.

Masih kata pemerintah Myanmar bahwa Suku Rohingnya bukan penduduk asli Myanmar jadi tidak boleh tinggal di negara Myanmar & harus di usir dari Myanmar. Klo itu alasannya bagaimana dengan orang Cina yang tinggal di Indonesia? Apa harus kita.... dari Indonesia ?

Alasan kedua mereka tidak mendukung aksi. Karena mereka menganggap bahwa kasus Rohingnya adalah masalah kemanusiaan bukan masalah agama. Otak kalian sehat gak sih ?!
Mau di bilang masalah agama ataupun masalah kemanusiaan sama saja.

Okelah klo kalian bilang itu masalah kemanusiaan. Lalu apa kalian, dengan alasan Rohingya cuma masalah kemanusiaan, kalian diam saja ketika menyaksikan ada penyiksaan masal, pemerkosaan, pengusiran bahkan pembantaian besar-besaran ?

Padahal selama ini kalian yang paling lantang meneriakan : SAYA PANCASILA !
Klo ini yang kalian lakukan perlu kita cek lagi Pancasilanya. Saya khawatir Pancasila kalian bukan Pancasila asli tapi "Pancasila ABAL-ABAL". Sudah jelas Pancasila sila kedua berbunyi : Kemanusiaan yang adil & beradab. Mestinya jika kalian seorang Pancasiais, kalian bantu mereka atau minimal kalian kutuk tragedi itu.

Tapi yang jelas apapun perdebatannya pada kenyataan orang yang melakukan teror & pembantaian terhadap Muslim ROHINGYA adalah orang yang memakai atribut keagamaan.
Mereka menggunakan pakaian mirip pakaian ihrom tapi warna orange & kepalanya BOTAK. Jelas itu identitas agama BUDHA.

Tapi herannya walaupun telah melakukan teror bahkan GENOSIDA (pembantaian etnis) tidak ada yang memberikan lebel teroris. Beda jika yang melakukan ummat Islam, baru berjenggot setengah senti saja sudah di bilang teroris.

Walaupun demikian saya masih mau berfikir arief & bijaksana. Bahwa yang melakukan pembantaian terhadap Muslim Rohingnya bukanlah Biksu sejati.
Kalau BIKSU sejati saya yakin 1000 % tidak bakal menyakiti orang apalagi sampai membunuh & membantai. Itu tidak sesuai ajaran Buddha.

Mereka itu, para jagal pembantai, adalah para TUYUL penguasa Myanmar yang sedang kalap kekuasaan. TUYUL berseragam itulah yang di jadikan alat oleh penguasa untuk mengusir Muslim Rohingnya dari Myanmar. Para TUYUL menjadi hamba sahayanya pemerintah Myanmar. Mereka menjadi TUYUL raksasa yang sangat sadis & ganas.

Penguasa Myanmar memang bermental komunis. Mereka menggunakan sentimen agama untuk mengusir Muslim Rohingnya. Mereka menggunakan BIKSU bermental TUYUL.
Melihat fakta di atas bahwa pemerintah Myanmar & para TUYUL-TUYULnya adalah musuh bersama ummat manusia bukan hanya musuh ummat Islam.

Jadi siapa Akhsin Wirathu?
Dia adalah biksu jahat yang menjadi RAJA TUYUL !
AYO LAWAN MEREKA !!

Source: FPI FacebookPage